The first 200 lines.
"Episode 51"
Apa yang terjadi?
Bahwa Anda ibuku.
Beri tahu mereka.
Kita harus memberi tahu mereka.
- Jangan. - Bukan ke Pimpinan.
Tapi aku setidaknya harus memberi tahu Tae Ju.
Kamu sudah gila?
Jika tidak, aku tidak bisa menolaknya
atau putus dengannya.
Jadi, kita harus memberitahunya.
Bahwa Anda ibuku.
Bahwa aku putri Anda.
Dia mau menikahiku.
Aku tidak mau melukainya dengan beralasan yang lain lagi.
Aku akan memberi tahu yang sebenarnya.
Aku di sini
untuk memberi tahu Anda lebih dahulu
karena begitulah yang sopan.
Tidak, kamu tidak boleh memberitahunya.
Merahasiakan ini
tidak akan bertahan lama juga.
Hanya akan bertahan satu atau dua tahun.
Jangan bilang Anda mengira kita bisa merahasiakan ini selamanya.
Ini bukan masalah pilihan kita.
Kita tidak punya pilihan.
Orang-orang itu tidak boleh tahu ini seumur hidup kita.
Bahkan setelah mati, mereka tidak boleh tahu soal ini.
Apa yang Anda takuti?
Kenapa Anda takut sekali?
Anda punya cukup uang.
Reputasi? Anda CEO,
jadi, jabatan Anda sudah cukup tinggi.
Apa lagi yang Anda butuhkan?
Perhatikan ucapanmu.
Kamu tidak tahu apa-apa soal hidup ibu.
Tidak akan ada yang merampas uang dan reputasi Anda.
Serta Anda seharusnya lebih paham karena Anda membesarkan Tae Ju.
Walaupun dia tahu Anda orang tua kandungku,
dia tidak akan mengabaikan Anda.
Benar, ibu lebih paham
karena ibu membesarkannya, bukan membesarkanmu.
Tapi Tae Ju orang yang sama.
Dia dari keluarga Hangsung.
Bagaimana bisa?
Kepada anak Anda sendiri dan juga anak yang Anda besarkan,
bagaimana bisa Anda sekejam ini?
Tae Ju menganggap Anda ibu kandungnya.
Jadi, dia kasihan kepada Anda.
Dia mengasihani Anda.
Itu karena dia tidak tahu kebenarannya.
Tolong jangan remehkan dunia.
Tidak semua hal berjalan sesuai keinginanmu.
Jika memang begitu,
ibu tidak akan menyerahkanmu kepada Kak Sun Ja dari awal.
Ibu sudah membesarkanmu sendiri.
Seperti yang sudah ibu bilang,
jika orang-orang tahu kita ibu dan anak,
tamat riwayat kita berdua.
Bukan hanya kita berdua.
Ibu dan para saudarimu juga.
Hal itu tidak akan terjadi.
Tae Ju bukan orang seperti itu.
Jika Anda begitu terganggu,
aku akan memberi tahu kebenarannya dan pergi.
Puas?
Itu hal terbaik yang bisa kulakukan.
Tidak.
Yang terbaik adalah
kamu pergi tanpa bilang apa-apa.
Kamu bisa
belajar di Amerika.
Lalu ibu bisa mengunjungimu.
Kita bisa memperbaiki hubungan kita perlahan dengan cara seperti itu.
Tidak. Cukup.
- Seung Yeon. - Kumohon.
Bisakah Anda berhenti egois?
Bagaimana denganmu?
Kenapa kamu tidak bisa mempertimbangkan Tae Ju?
PIkirkan rasa sakit yang akan dia lalui
saat tahu aku ibumu.
Bukan hanya wanita yang dia cintai,
tapi ibunya, satu-satunya yang menyayanginya di dunia ini.
Dia akan kehilangan dua-duanya.
Jadi, kamu tidak boleh memberitahunya
jika tidak mau melihatnya menderita.
Jika tidak mau menghancurkan hatinya,
jika tidak mau melihatnya jatuh karena terluka,
jangan beri tahu dia.
Kamu seharusnya mendengarkan ibu.
Kamu seharusnya putus dengannya saat dia masih anak baru.
Kamu seharusnya putus dengannya
sebelum perasaan kalian menjadi semakin dalam.
Kalian tidak akan menghadapi situasi ini jika begitu.
Kenapa kamu tidak mendengarkan ibu?
Ibu melakukan ini demi kebaikan semua orang.
Kenapa kamu tidak mendengarkan ibu?
Dengarkan ibu kali ini.
Jangan beri tahu dia.
Tidak boleh.
Penerima tidak bisa dihubungi. Anda akan dialihkan.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Apa?
Sampai jumpa nanti.
Ada yang mau kubicarakan dengan Bu Kang.
Baik, Pak.
Ada apa dengan Anda, Direktur Han?
Kenapa kamu tidak menjawab telepon?
Aku meneleponmu setelah berpisah
di Sungai Han karena ayahku.
Aku tidak percaya kamu mematikan teleponmu.
Apa kamu melakukan itu untuk menghindari teleponku?
Kenapa kamu tidak bisa tidur?
Apa terjadi sesuatu lagi?
Tidak.
Aku tahu semua tentangmu sekarang.
Jadi, jangan berusaha kabur dariku.
Serta
jangan lupa aku menunggu jawabanmu.
Semoga harimu menyenangkan, ya?
Mari makan siang bersama nanti.
Aku akan menjemputmu.
- Sungguh? - Sungguh?
Sudah kubilang.
Kamu harus berhenti percaya rumor konyol seperti itu.
Itu tidak konyol, Pak.
Hanya kita yang tidak menyadari ini.
Rumornya sudah tersebar di perusahaan.
Kang Mi Ri dan Han Tae Ju.
Maksudku, Direktur Han dan Bu Kang saling mencintai.
Mereka mungkin akan segera menikah.
Semua orang di perusahaan sudah membahas rumor ini.
Kita tidak berpikiran seperti itu
karena Bu Kang pemarah dan selalu meremehkan pria.
Tapi seluruh perusahaan tahu soal hubungan mereka.
Akan mengejutkan jika benar.
Aku tidak percaya ini.
Benar sekali.
Tae Ju, berandal itu.
Dia jelas-jelas bilang kepadaku di kursi ini dia punya pacar.
Dia bahkan meminta nasihat dariku.
Maksudmu, mereka berkencan sejak Tae Ju masih anak baru?
Apa Bu Kang yang waktu itu berada di tenda?
Astaga.
Apa yang kalian lakukan?
Halo, Bu.
Selamat pagi.
Bu Kang.
Kenapa kamu menatapku dengan aneh pagi-pagi benar?
Fokus saja bekerja.
Aku memang lambat.
Aku bodoh sekali.
Aku berada tepat di sebelah mereka,
tapi tidak tahu sedikit pun soal ini. Astaga.
Pak Park.
"Manajer Umum Kang Mi Ri"
Min Ho, lap meja sampai bersih.
Jika tidak, Kak Sun Ja akan cerewet karena ada bekas kimchi dan lainnya.
- Baik. - Penglihatannya amat baik.
Bagaimana bisa dia melihat bekas kimchi kecil itu?
Dia tidak pernah terkena rabun jauh.
Ayo bantu aku.
- Astaga. - Astaga.
- Astaga. - Tunggu.
Kakak dari mana?
Pasar.
Tapi Kakak sudah ke sana pagi ini.
Kenapa membeli banyak lagi?
Kakak seharusnya meminta aku membawa barang-barang.
Kakak mampir ke pasar dalam perjalanan pulang dari bank
untuk membeli buah.
Mereka punya melon Korea yang bagus dan segar.
Kakak juga membeli anggur dan tomat.
Bukankah ini berlebihan?
Mi Ri datang malam ini.
Dia amat sibuk sampai tidak ada waktu makan buah.
Kakak mau memberinya makan dengan ini setelah makan malam
dan mengemaskan sisanya agar bisa dia bawa pulang.
Sudah kuduga. Itu lebih mirip kakak biasanya.
Terkadang aku berharap terlahir
sebagai putra Kakak, alih-alih adik Kakak.
Kamu gila?
Kenapa kakak mau anak lagi?
Itu hanya perandaian.
Jangan konyol.
Min Ho, makanlah melon ini sebelum bekerja.
- Bolehkah aku... - Benar juga. Kak.
Aku berniat memulangkan Min Ho lebih awal hari ini.
- Bolehkah kulakukan itu? - Kenapa?
Besok dia harus mendapat Izin... Apa namanya?
Izin Pemrosesan Informasi.
Itu. Ada ujian untuk itu.
Tentu, dia boleh pulang cepat.
Baik. Pulanglah lebih cepat hari ini.
Akan sedikit ramai, tapi Young Dal dan aku bisa.
Maaf, Bu.
Lain kali, akan kujadwalkan ujiannya di akhir pekan.
Kamu bukannya bisa menjadwalkan itu.
Itu bergantung kepada pemerintah.
Belajarlah yang giat dan lulus. Kamu harus lolos semua ujian, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.