The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Baiklah. Mari beli yang itu. Tampak bagus kamu kenakan.
Aku punya banyak pakaian yang serupa di rumah.
Aku tidak membutuhkannya.
Apa?
Apa ini Jae Wook yang sama yang hidup untuk produk terbaru?
Sedikit menjengkelkan
aku berandal yang menyedihkan.
Dia akan langsung mengenakannya.
Tidak, biar kubayar.
Gunakan saja itu.
Aku akan segera kembali.
Sudah kubilang. Ini hadiah karena sudah kembali bekerja.
Ini perintah Ayah.
Terima kasih untuk ini.
Beri tahu Anggota Dewan Jin bahwa aku menghargainya.
Perasaan canggung apa ini?
Apa maksudmu?
Sudah kubilang.
Aku suka kamu yang baru.
Tapi aku tidak yakin dengan yang sekarang ini.
Kamu tampak tidak familier dengan tempat seperti ini.
Seolah-olah kamu merasa risi.
Perubahan lainnya tidak masalah,
tapi kuharap sikapmu sebagai cucu Grup Gangin kembali.
Astaga.
Ini untuk orang atau boneka?
Hae Sol. Ini manis, bukan?
Bukankah ini manis?
Ya, memang manis, tapi Paman punya uang?
Kenapa sepatu mungil ini mahal sekali?
Harganya lebih mahal daripada sepatuku.
Aku melihat yang lebih indah dan murah di pasar setempat.
Ayo pergi ke sana.
Paman rasa lebih baik begitu.
Paman jangan terlalu kecewa.
Setelah mendapatkan pekerjaan,
Paman akan menghasilkan banyak uang.
Paman bisa membeli sepatu bayi nanti.
Baik. Akan paman belikan sepatu tuan putri juga untukmu.
Aku suka itu!
Paman, aku harus ke kamar kecil.
Kamar kecil?
Terima kasih. /- Tentu.
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Hai, Ayah.
Aku masih di pasaraya.
Tentu saja. Jae Wook menyukainya.
Dia menyuruh bilang terima kasih. /- Di mana, ya?
Rumah?
Ayah sudah berbicara dengan ibunya.
Kita akan segera mengundang keluarganya.
Mari makan malam bersama dan umumkan pernikahan kalian.
Itu ayahku.
Secepat itu?
Ayah harus memikirkan posisi Jae Wook.
Hei, Nona! Fotoku!
Hei, Nona!
Ayah, aku mengerti... /- Fotoku!
Hei, Nona! /- Tapi Jae Wook butuh waktu lebih.
Hei, Nona! Fotoku! /- Berikan kami waktu lebih, Ayah.
Hei, Nona! /- Ayah.
Tolong minggir, Nona!
Ada apa denganmu?
Kembalikan fotoku!
Foto ayahku!
Apa yang kamu lakukan?
Nak, jangan mendorong orang.
Kamu bisa sekadar memintanya.
Nona tidak mendengarkanku!
Nona hanya berbicara di telepon!
Baiklah. Maaf soal itu.
Ini wajah Ayah.
Ini wajah ayahku.
Maaf. Gunakan ini
dan ambillah foto baru, ya?
Aku bukan pengemis!
Aku mengerti, jadi, gunakan uangnya untuk mengambil foto baru.
Aku tidak bisa mengambil foto baru!
Ayahku sekarang tidak ada!
Maaf. Dia pasti sudah tiada.
Tidak! Dia pergi ke Amerika untuk menghasilkan uang!
Baik. Akan kuambil uangnya kembali.
Kamu puas?
Ke mana dia pergi?
Apa dia pergi ke mobil?
Ke mana Paman pergi?
Paman!
Paman!
Ke mana dia pergi? Bagaimana bisa dia meninggalkannya sendiri?
Paman!
Paman!
Paman!
Tetaplah di sana, Hae Sol! /- Paman!
Jangan ke mana-mana. /- Paman!
Paman!
Hae Sol!
Maaf, tiba-tiba paman harus buang air kecil juga.
Maaf, Hae Sol. Paman minta maaf.
Paman kembali, jadi, tidak masalah.
Maaf, Hae Sol.
Ayah minta maaf.
"Hae Rim"
Di pasaraya?
Begitu rupanya.
Tidak apa-apa jika dia pergi dengan Hae Rim.
Apa dia melakukan hal aneh?
Baiklah.
Apa yang terjadi?
Kamu seharusnya memberitahuku jika mau pergi ke suatu tempat.
Maaf. Aku merasa sesak di dalam,
jadi, butuh udara segar.
Tidak bisakah kamu menjawab teleponmu?
Maaf.
Aku lapar. Kita melewatkan makan siang,
jadi, bagaimana jika kita makan steik salem?
Kamu suka salem.
Aku tidak ingin makan.
Kenapa? Makanan kesukaanmu berubah juga?
Aku hanya mau pulang.
Kumohon.
Suh Ra! Ayah membawakan hotteok!
Masih panas.
Ke mana dia?
Rasanya dia tidak keluar.
Suh Ra!
Suh Ra, kamu di dalam sini?
Suh Ra!
Suh Ra!
Dia demam.
Tunggu. Ambulans.
Ambulans.
Aku tidak apa-apa.
Astaga.
Maaf, Ayah.
Berhentilah keras kepala.
Mari pergi ke rumah sakit.
Aku sudah merasa lebih baik dibandingkan tadi.
Tapi setelah semua yang kamu lalui,
malah aneh jika kamu tidak sakit.
Baik, biarkan dirimu sakit
dan lepaskan semuanya.
Baik, Ayah.
Aku lapar.
Aku mau bubur ayam polos.
Kamu lapar?
Baik. Akan ayah buatkan yang enak dan lembut.
Terima kasih, Ayah.
Jangan berterima kasih kepada ayah.
Ayah yang berterima kasih jika kamu makan dengan lahap.
Ayah harus mencuci beras dan merendamnya,
jadi, akan butuh waktu.
Tidurlah sejenak.
Kak Hae Rim!
Ayo pulang.
Kak Hae Rim!
Telepon ambulans. /- Dia baik-baik saja?
Walinya ada di sini?
Tidak. /- Dia tidak apa-apa?
Apa yang terjadi? /- Kita harus bagaimana?
Kita butuh ambulans.
Untungnya hanya ada sedikit goresan dan memar.
Tidak ada yang parah.
Itu amat menyakitkan, bukan?
Kamu tinggal di mana? Di mana orang tuamu?
Siapa namamu? Namamu.
Kamu tidak tahu namamu?
Aku lapar.
Kami seharusnya membawanya ke ahli saraf
dan berusaha membuatnya dirawat agar ingatannya kembali.
Jika ingatannya kembali,
kami pasti bisa menemukan
dia bersama siapa saat sedang tersesat.
Di mana Ibu?
Dia pergi ke pasaraya dengan perawatnya.
Pasaraya? Dengan perawatnya?
Tepat sekali.
Kenapa dia berbelanja
dengan perawatnya, alih-alih putri cantiknya?
Soal perawat itu...
Ada apa dengannya? /- Bukankah dia sedikit aneh?
Dia selalu menempeli Nyonya dan berbisik di telinganya.
Apa menurut Anda,
dia mengincar uang Nyonya?
Ibuku tidak segegabah itu.
Aku tahu itu. Aku hanya khawatir,
itu saja.
Hai, Ibu di mana?
Ibu di pasaraya.
Ibu seharusnya memberitahuku.
Aku pasti akan mengantarkan Ibu.
Ibu bersama perawat, jadi, jangan khawatir.
Ibu akan segera pulang.
Baiklah. Hati-hati.
Dia tidak pergi mencari Mi Ryung, bukan?
Kurasa dia belum kembali.
Apa yang dilakukan polisi.
Mereka bahkan tidak bisa melacak orang hilang.
Mereka mungkin tidak yakin dia melarikan diri atau hilang.
No comments yet. Be the first to leave one.