The first 200 lines.
THE UNBREAKABLE BOND
Ini gila.
Sekali lagi.
Seksi sekali.
Yura pasti sangat senang.
Tidak ada Minseo malam ini.
Cepatlah, Sayang.
Aku sudah di jalan. Kurasa aku akan pulang cepat.
Ini gila.
Cincinku kelupaan.
Tunggu sebentar.
Kepala Oh. Sedang apa kau di sini?
Ada yang ingin kukatakan.
Sudah menelepon istrimu?
Aku tak ada waktu. Aku sibuk.
Ada apa?
- Aku juga terburu-buru. - Hei.
THE UNBREAKABLE BOND
Episode 3
Dia pergi tiga hari lagi. Cepat tangani.
Jika mendesak, berikan kepada Jaeyeol.
Aku tak bisa menanganinya dalam tiga hari.
Kepala Oh.
Mari hormati cara kerja masing-masing.
Ya? Ini.
Aku dan Jaeyeol ada tugas di Incheon besok.
Dia menyelundupkan lebih dari 300 anak ke luar negeri.
Kebanyakan untuk eksploitasi seksual dan pengambilan organ.
Apa yang perlu dicek lagi?
Ini gila.
CARLY YOUNG
Pergilah sekarang.
Waktunya mepet. Jangan dicek lagi.
Telanjur. Kukerjakan besok.
Aku bisa mulai besok.
Lakukan secepatnya.
Kenapa buru-buru? Pergi sekarang.
Istriku akan datang sebentar lagi. Sekarang, pergi.
Sayang.
Ini tak seperti dugaanmu.
Tidak.
Itu tidak benar.
Bukan begitu.
Kepala Oh, katakan sesuatu.
Beri tahu dia.
Dia salah paham.
Katakan sesuatu.
Mari kita minum.
Untuk apa kau minum dengannya?
Minumlah di sini.
Ini akan lama.
Kalian tidur bersama?
Apa ini yang pertama?
Tidak. Kelihatannya bukan yang pertama.
Kenapa dia diam saja? Aku di sini!
Sejak kapan? Tahun ini? Tahun lalu?
Mungkinkah sebelum kami menikah?
Tanyakan saja. Akan kuberikan jawaban yang kau mau.
Hei.
Kapan kau akan berhenti minum?
Kau memanggilku bukan untuk minum.
Ungkapkan saja unek-unekmu.
Benar. Dohoon...
Sial.
Benar. Lebih baik begini.
Lebih baik.
Telingaku kemasukan air.
Ambil dia.
Ambil apa?
Silakan, ambil Dohoon.
Namun, aku tak bisa melepaskan semuanya.
Kau tak bisa melepaskan apa?
Aku tak bisa melepaskan keluargaku.
Ambil dia saja.
Bagaimana jadinya?
Dohoon cukup baik.
Namun, dia selalu begitu terburu-buru. Dia bukan tipeku.
Kupinjam saja dia sesekali seperti sekarang.
Meminjamnya?
Lebih baik meminjamkan dia
daripada melepaskannya?
Jika kupinjam dia secara resmi,
apa termasuk garansi?
Garansi apanya.
Untuk apa aku memberikan garansi?
Perbaiki saja dia sendiri!
Apa maksudmu?
Sedang apa kau?
Kau mengira aku berselingkuh dengannya.
Aku hanya mengikuti.
Kau tertipu?
Tertipu apa?
Kau benar-benar tertipu.
Kau tertipu. Kelihatan dari matamu.
Astaga. Mungkin aku harus menjadi aktris.
Kau jelas tertipu.
Jadi, tak ada apa-apa antara kalian. Kau...
berharap aku percaya?
Dohoon itu
kolega sekaligus partnerku selama lebih dari sepuluh tahun.
Dia yang terbaik dalam menjalankan tugas.
Jadi, aku menghargai dia.
Itu saja.
Entah kau percaya atau tidak,
itu bukan urusanku.
Aku tak pernah menyukaimu sejak kali pertama kita bertemu.
Kenapa kau mencoba membeli keluargaku dengan uang?
Kau pikir uang itu segalanya?
Semua yang mahal itu bagus?
Ayah mertuaku mengidap hipotensi ortostatik.
Dia jatuh saat haiking
karena tiba-tiba merasa pusing,
dan kau menerbangkan dia?
Hipotensi ortostatik? Itu berbahaya.
Yang lebih penting,
saat ibu mertuaku meninggal,
aku diberi tugas
untuk mencegah dia berpacaran.
Aku bekerja sangat keras untuk mencegah ayah mertuaku
berpacaran diam-diam.
Jika ayah mertuaku pergi ke Qingdao dengan Bu Park,
bagaimana aku akan menemui ibu mertuaku kelak?
Aku tak menyadari
semua kisah rumit antara ini dan akhirat.
"Dia terlihat sangat manis saat menerima penghargaan."
"Dia sedih keluarganya tak ada yang datang,
"jadi aku yang pergi." Kenapa kau datang?
Kenapa aku tak bisa datang?
Karena kau!
Yura, soal itu...
Saat aku pergi ke sana,
itu bukan hal fenomenal seperti dugaanmu.
Jika kau sungguh ingin datang, silakan pergi
saat dia meraih penghargaan lagi.
Siapa bilang dia bisa meraih penghargaan lagi?
Ini hampir seperti mukjizat.
Kau menjauhkan ibunya di hari yang mungkin
menjadi yang pertama dan terakhir di hidupnya!
Ya, maaf.
Itu salahku.
Ayo minum dan lupakan.
Ayo minum lagi.
- Terserah. - Ini. Minum.
Sudahlah.
Aku tak minum dengan orang yang kubenci.
Semua pria itu sama.
Mereka sangat egois
dan tidak setia.
Mereka tak pernah menunjukkan sedikit pun solidaritas kepada istri mereka.
Kau bilang mantan suami pertamamu, Byunggil,
paling suka selingkuh.
Apa?
Bagaimana kau tahu Byunggil?
Mantan pertamamu Ko Byunggil.
Mantan kedua Heo Seungtae dan yang ketiga Im Jaewon.
Benar.
Aku menceritakan semua kisah perceraianku.
Aku mau satu botol lagi.
Aku kesepian.
Aku sangat kesepian.
Tidak punya orang tua dan suami.
Kasihan kau.
Benar, 'kan? Aku menyedihkan, 'kan?
Karena wajahku cantik seperti pesohor,
semua orang mengira hidupku indah.
Namun, tidak begitu.
Sungguh, aku
sangat menyedihkan.
Terima kasih sudah mengakuinya.
Kasihan apanya? Untuk apa aku mendengarkan ini?
Apa? Hei, kau mau ke mana?
- Hei. - Toilet.
Cepatlah.
KEPALA OH
Dia tak mengangkatnya.
Sekarang,
dia seharusnya mengangkatnya tanpa sengaja.
Nomor yang Anda tuju...
KEPALA OH
Kenapa?
"Kenapa?"
"Kenapa?"
Kalian sedang apa?
Sejak kapan kalian dekat? Banyak yang kalian bahas?
Kepala Oh. Dengar.
Aku tak tahan lagi!
Hei.
Bersikap baiklah kepada Yura.
Dia hanya membicarakanmu.
Terus membicarakanmu.
Telingaku akan berdarah.
Pasangan yang luar biasa.
Kalian ditakdirkan untuk berjodoh.
Berisik sekali.
Tenanglah sekarang.
Jemput istrimu.
Sekarang!
Yang benar saja.
Bagaimana kau bisa minum sampai pingsan?
Enak.
No comments yet. Be the first to leave one.