The first 199 lines.
[Tempat, karakter, bisnis, dan insiden dalam serial TV ini hanya fiksi.]
Tidak semua kopi sama.
Tentu saja, itu tidak perlu dijelaskan.
Kopi Anda luar biasa.
Jika ingin membuat sejarah,
kau butuh lebih dari fakta di koran.
Jadi...
Itu sebabnya Anda mengerjakan Harian Korea Digital.
Setelah permintaan maaf Harian Korea ,
warganet bilang Harian Korea menetapkan martabat pers.
Lihat.
Reaksi mereka menunjukkannya.
Ya.
Usaha kita akhirnya berbuah manis.
Umpan klik tanpa henti...
Maaf.
Jika kita memancing orang dengan kisah yang bagus,
dunia akan menjadi tempat yang lebih baik.
Apakah umpan klik seburuk itu?
Ini nilai dari sebuah koran
dan martabat media.
[Episode 8 - Apa kau lebih suka alkohol dibanding kopi?]
Apa? Videoku?
Apa aku terekam kamera pengawas?
Jangan khawatir.
Kepala menyuruhku menghapus bagianmu.
Jadi, aku mengurusnya.
Bagaimanapun, itu sudah hilang.
Aku tidak punya video saat pemagang itu meninggal.
Video di kantor dan lift juga hilang?
Ya.
Lantai 15 mengambilnya.
Lantai 15...
CEO?
Kenapa?
Tidak ada gunanya jika ada yang melihatnya.
Itu bisa menyebabkan masalah.
Petugas keamanan di lantai 15 memberitahuku.
Dia punya brankas rahasia di ruangannya.
Dan dia menyimpan semua barang rahasia di sana.
Bukti tindak korupsi para petinggi
Entah bagaimana, Redaktur Kepala menangani situasi ini.
Ini berkat penilaian Anda dalam memilih Redaktur Na.
Kurasa potongan itu sudah hilang selamanya.
Kepala Na membawanya tadi pagi.
Lihat.
Dia punya wawasan yang bagus.
Aku akan menetralkan ini besok.
Anda harus menemui MP Go dan MP Jung dahulu.
Agar impas dengan mereka.
Sekarang, buat garis yang tegas.
Bawa Redaktur Yoon
dan bilang bukan Anda atau Harian Korea yang memerintahkan laporan itu.
Pertegas bahwa Redaktur Yoon melakukannya sendiri
di luar perusahaan.
Dia bilang akan menawarkan posisi untuk Redaktur Yoon
dan Redaktur Yoon akan menolaknya.
Kepala menebak benar.
Aku akan membatalkan pertemuan dengan Redaktur Yoon.
Ya.
Hei.
Bagaimana proyekmu?
Bertanggung jawab?
Bagaimana bisa berjalan lancar
saat anggota keluargaku sendiri berharap semuanya kacau?
Kau sudah gila?
Kita bukan keluarga.
Levelku berbeda denganmu.
Astaga.
Kau pasti sangat ingin kami gagal.
Anggap saja kita keluarga.
Haruskah kau menyerang keluargamu sendiri?
Kepala menanganinya dengan spanduk hari ini,
tapi besok, bisa saja Jung Sae-jun, Kim Ki-ha,
dan Yang Yoon-kyeong.
Mereka semua bisa dipecat
karena kau pamer.
Jangan lupa.
Jari-jari remaja. Cepat sekali.
Mereka masih sangat kecil.
Kau tidak takut?
Benar.
Aku punya putri yang luar biasa.
Aku tidak takut apa pun.
Sungguh catatan tempel yang luar biasa.
Begitulah cara kerja Kepala.
Redaktur Yoon.
Ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Ya?
Aku juga. Bagus.
Ayo minum kopi.
Apa?
Bukalah.
Ini untuk putrimu.
Apa?
Kau bercanda.
Aku tidak punya uang untuk ini.
Aku akan mendukung konseling pendaftarannya.
Kau tahu putraku menyukainya.
Dia belajar darinya.
Kurikulum mereka tampak luar biasa,
belum lagi fasilitas mereka.
Sudah kubilang.
Apa uang penting jika untuk anakmu?
Kau harus mencurinya jika perlu.
Biayanya akan terlalu mahal.
Kau benar-benar...
Dengar.
Aku harus mengambil cuti palsu
untuk mengunjungi Inggris bersama istriku.
Apa harga dirimu lebih penting daripada masalahku?
[Permintaan maaf dan pertobatan tulus Harian Korea]
[menunjukkan harga diri pers Korea terbaik]
Kami bahkan tidak mencoba bersikap halus.
Aku belum pernah melihat hal sejelas ini.
Menggelikan!
Kita bukan parasit!
Kau tidak punya barang?
Apa? Barang?
Aku tidak punya. Kecuali untuk barang-barang gim.
Ini aku.
Apa maksudmu?
Kekacauan catatan tempel kemarin.
Itu aku.
Aku memulainya saat mabuk.
Apa yang kau pikirkan?
Aku tahu.
Tidak ada gunanya berpikir bagiku.
Aku tidak boleh terlalu banyak berpikir.
Apa yang dia katakan?
Maksudku itu langkah yang gegabah!
Benarkah?
Hei, Lee Ji-soo.
Bukankah ada yang harus kau liput?
Apa?
Jangan jelaskan.
Tunjukkan kepadaku nanti.
Pergi lakukan liputan sekarang juga.
Cepatlah!
Baik, Pak.
Kau mau ke mana?
Aku punya liputan.
Seolah-olah dia tahu apa itu.
Liputan apa?
Itu...
Sudah kuduga.
Laporanmu hanya keberuntungan semata.
Kau tidak akan menjadi reporter bulan ini.
Kau salah.
Kau tidak bisa melakukan liputan dengan pikiran liar.
Ya, aku tahu.
Tahu apa?
Tidak ada gunanya berpikir bagiku.
Aku tidak boleh terlalu banyak berpikir.
Aku tidak akan berpikir.
Sebagai gantinya, aku akan mengikuti, mendorong, memaksa,
dan mengacau.
Apa?
Mengacau siapa?
Maksudnya aku, bukan?
Apa ini?
Itu hinaan, bukan?
Bagaimana jika Kepala tahu?
Dia sudah tahu.
Apa?
Astaga.
Lalu dia menyuruhmu melakukan laporan lanjutan?
Ya.
Itu sudah jelas.
Seperti kata Kapten,
dia akan memanfaatkanmu sebagai kambing hitam.
Lee Ji-soo!
Bagus, aku baru mau mengirimimu pesan.
Kenapa?
Mari kita melakukan wawancara bersama.
Mewawancarai siapa?
Kau akan tahu.
Tunjukkan jalannya.
Bagus.
Apa yang akan kau lakukan?
Kau bilang Kepala menjadikanku kambing hitam.
Kalau begitu, aku butuh rompi anti peluru.
Siapa yang akan kau korek?
Aku hanya punya Go Soo-do
dan Go Yu-seop.
Apa?
- Kau sudah gila? - Jangan khawatir.
Aku juga butuh pekerjaan ini.
Aku akan berusaha tidak dipecat.
Dia ingin mengerahkan semuanya.
Kita harus melakukan hal yang sama.
Kalian mau memesan?
Apa yang enak?
Aku yang traktir, jadi, pesanlah apa pun yang kau mau.
Aku mau pesan kari.
Bukan, gimbap.
Pesanlah yang lebih mahal.
Kari dan nasi untukku.
Kari dan nasi? Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.