The first 200 lines.
Apa ini?
Ibu memasak sup gurita
untuk ulang tahun Ayah.
Berapa harga guritanya?
Kenapa menanyakannya?
Pasti puluhan dolar.
Apakah ini gurita atau karet?
Kalau tidak bisa memasaknya, jangan mencobanya.
Atau belajarlah cara memasak.
Kamu mengacaukan bahan mahal.
Sayang.
Itu juga berlaku untuk Dae Young.
Dia pintar karena menuruni keluargaku,
tapi kamu menjadikannya karet karena tidak mengawasinya.
Ayah, hentikanlah.
Apakah aku salah?
Aku bekerja keras dan mengirimnya ke sekolah kedokteran.
Sebagai ibunya, kamu seharusnya mengawasinya.
Bagaimana kamu bisa membiarkan dia berhenti?
Sekalipun tidak berkuliah, kamu seharusnya lebih tahu.
Kenapa Ayah seperti ini kepada Ibu?
Jangan menghabiskan uangku untuk membuat masakan seperti ini.
Aku sendiri yang akan mengurus Dae Young.
Akan kukembalikan dia ke tempatnya, jadi, panggilkan Dae Young.
Perlu aku ke atas?
Ayah.
Dae Young pergi bekerja paruh waktu.
Apa?
Dia bekerja?
Apakah ayah menyuruhnya menghasilkan uang?
Bawakan ponsel ayah.
Untuk apa?
Bawakan ponsel ayah. Ayah harus memberi tahu dia sesuatu.
Kurasa Ayah mabuk. Ayo bicara besok.
Apa yang kamu lakukan?
Teleponlah dia kalau bisa.
Apa maksudmu?
Dae Young tidak akan pernah menjawab teleponmu.
Apakah kamu tahu kenapa? Dia tidak berada di Korea.
Ibu.
Apa maksudmu? Apa katamu?
Anakmu bilang
dia mungkin mati kalau tetap di dekatmu,
jadi, dia meninggalkan negeri ini.
Apa?
Kamu tahu soal ini?
Ayah akan membuat keributan besar kalau mengetahuinya.
Jadi, maksudnya
kalian bertiga merencanakan ini dan tidak memberitahuku?
Ibu macam apa yang memihak anaknya dan merahasiakan dari ayahnya?
Memang aku ini apa? Siapa aku di rumah ini?
Ini sebabnya kami tidak bisa memberitahumu.
Ibu.
Apakah kamu pikir aku mudah ditekan? Apakah aku bukan siapa-siapa?
Ayah.
Apakah kamu pernah berhenti untuk memikirkan alasan Dae Young pergi?
Apa yang sudah kulakukan?
Aku hanya memarahinya agar dia menjadi lebih baik.
Si bodoh itu. Aku memberinya makan dan pakaian
serta menghabiskan banyak uang untuk guru privatnya.
Bukannya membeli sepatu baru,
aku memperlakukannya seperti raja dan masukkan ke sekolah kedokteran.
Bagaimana dia bisa berhenti?
Di mana dia? Bawa dia kepadaku!
Dae Young di Afrika.
Apa? Afrika?
Entah di Afrika atau paprika, kalian pasti bisa menghubunginya.
Kami tidak tahu di mana dia persisnya,
dan tidak bisa menghubunginya.
Apa? Kalian tidak bisa menghubunginya?
Dan kamu menyebut dirimu seorang ibu?
Anakmu berhenti sekolah dan meninggalkan rumah,
tapi kamu tidak tahu di mana dia?
Ibu apa yang melakukan itu?
Apa yang kamu lakukan di rumah?
Apa yang kamu lakukan saat tidak di rumah?
Kamu juga. Keluarlah.
Ayah.
Ikuti anakmu ke Afrika atau paprika, di mana pun itu.
Keluar!
Senang mendengarnya.
Ibu.
Ibu.
Tidak ada gunanya bekerja keras untuk menopang anak-anakmu.
Kamu sama saja. Keluarlah, kalian semua.
Ibu.
Ibu akan ke mana di tengah malam?
Masuklah dan tidak usah mengkhawatirkan ibu.
Apakah Ibu akan kembali setelah berjalan-jalan?
Apakah kamu pikir ibu tidak punya harga diri?
Saat seorang kembali, yang lain pergi.
Kekacauan apa ini?
"Episode 12"
Bahkan tidak ada sebotol soju pun di rumah. Sial.
Di sini tidak ada yang minum-minum.
Apa yang Ayah lakukan?
Ayah sudah berhenti merokok, tidak ada minuman beralkohol,
dan ayah frustrasi.
Ayah stres, jadi, melakukan ini. Apakah ada masalah?
Biarkan.
Ayah akan makan saat selesai merokok.
Baiklah kalau begitu. Aku akan membersihkannya nanti.
Kapan dia pergi?
Tiga hari lalu.
Anak bodoh.
Dia tahu apa mengenai dunia?
Kalau selangkah saja keluar dari pintu,
angin dingin menerpa dari segala sisi.
Dia meninggalkan karunia besar.
Sudah kuduga.
Ibu tidak punya tempat tujuan.
Kenapa bergabung bersama ibu?
Ayahmu sudah berpikir kita bersekongkol menentangnya.
Pulanglah.
Bagaimana dengan Ibu?
Mi Rae pindah ke dekat sini.
Benar.
Itu bisa. Aku sempat khawatir.
Aku tidak akan memberi tahu Ayah.
Dia harus merenungkan tindakannya.
"Cintaku, selamat tinggal Di mana pun kamu berada"
Si pria berengsek itu.
Memangnya dia pikir dirinya sehebat apa?
Dia sangat muda.
Terasa enak.
Ayo pergi.
Ayo satu babak lagi.
- Babak kedua! - Ayo pergi!
Karaoke.
- Karaoke? - Setelah ini.
Ayo pergi dan bernyanyi.
Siapakah itu padahal ini sudah selesai?
Hei, Cha Jin Ok.
Kali ini siapa?
Berilah salam, Teman-teman.
Ini teman kesukaanku di seluruh dunia.
Kalau dia menyuruhku mati, aku harus melakukannya.
Aku bahkan tidak bisa berpura-pura.
- Halo. - Halo.
Terima kasih mau datang meskipun sudah malam.
Pesta tanpamu seperti gurun
tanpa oasis dan soda tanpa desis.
- Roti lapis tanpa isian. - Pelantang tanpa suara.
- Gajah tanpa belalai. - Danau tanpa air.
- Mobil tanpa roda. - Macan tanpa gigi.
Dunia tanpamu!
- Ayo pergi. - Semuanya, hentikan!
Jin Ok, bergabunglah dengan kami untuk babak kedua.
Tidak, kalian pergi saja.
Aku akan tetap di sini.
Ikutlah dengan kami.
Tidak, kalian pergi saja. Semuanya, pergilah.
Baiklah kalau begitu.
- Ayo pergi. - Ayo pergi!
Kamu sangat bersenang-senang.
- Ya. - Selama berhari-hari,
aku tidak bisa berhenti memikirkan permainan ini.
Dia akan menyaksikan ini dari pinggir...
Jaksa penuntut sudah mengambil alih kasus Anggota Majelis Ji?
Ya, kudengar mereka menahannya kemarin.
Kalau begitu, kamu satu-satunya kandidat?
Tidak. Ada
orang yang kali pertama ikut bernama Lee Jin Goo.
Dia masih muda, tapi tanpa takut mencalonkan diri.
Kalau begitu, kamu akan terpilih.
Tidak.
Sekarang ini, kita tidak bisa tahu sampai menghitung hasil suaranya.
Bahkan jajak pendapat tidak akurat.
Baiklah.
Jangan lupa meminum pil ini.
30 menit setelah makan siang.
Bagiku, pil ini lebih penting
daripada pemilihanmu.
Baiklah.
- Ayah! - Apa? Ada apa?
Satu, dua.
Kepala dewan distrik Jangsa-gu.
Tak Heo Se.
- Tak Heo Se. - Semoga berhasil.
Ayah akan terpilih.
- Baiklah. Kemarilah. - Semoga berhasil.
- Terima kasih. - Kami berangkat sekolah dahulu.
- Kami berangkat! - Sampai nanti.
- Hati-hati terhadap mobil. - Baiklah.
Astaga.
Aku harus
menciptakan masyarakat di mana mereka akan bahagia.
Masa depan mereka penting,
tapi tidak bisakah kamu mendahulukan
kebahagiaan istrimu, yang berada di sisimu saat ini?
Baiklah.
Aku akan meminum pilnya 30 menit setelah makan siang.
- Semoga berhasil, Pak. - Terima kasih.
Mi Rae...
Hei. Bangunlah.
Untuk apa itu?
Kalian berdua merayakan tanpa aku?
Bagaimana kamu bisa membiarkan Jin Ok tidur di lantai
selagi kamu tidur di matras dengan seprai?
Jin Ok?
No comments yet. Be the first to leave one.