The first 200 lines.
Tahun 1958, saat puncak perang dingin,
kecemasan melanda akibat perang nuklir,
sebuah peristiwa menunjukkan bahwa dunia bisa jadi berbeda.
Mungkin karena itulah dibiarkan tak diketahui.
Terinspirasi dari kisah nyata.
- Profesor, permisi. - Saya sedang bekerja.
Selamat malam, Dr. Mathé.
Profesor.
Maaf, Profesor.
17.10.1958 BANDAR UDARA ORLY, PARIS
Babnik, Yugoslavia.
Lihatlah, rumah sakitnya kosong.
Ikut aku.
Kalian sendirian, dan berada di tangan yang tepat.
Ini untukmu.
Hanya kau yang punya akses ke rumah sakit.
Jean-Paul, tolong urus barang bawaan.
Atas nama tanah air, Republik Federal Yugoslavia.
Kumis yang keren.
LAYANAN CURIETHERAPIE
Silakan, sebelah sini.
Terima kasih.
Silakan masuk.
Ayo, silakan masuk.
Ayo masuk.
Silakan duduk.
Silakan duduk di sini.
Bagus.
Mereka terpapar radiasi selama 48 jam.
Bagaimana itu terjadi?
Karena reaktor nuklir.
- Yugoslavia punya reaktor? - Ya, mereka membangunnya sendiri.
Pavle Savic, seorang ahli fisika,
pendiri Pusat Studi Nuklir Vinca.
Kami berteman, ia langsung menghubungiku setelah kejadian
untuk memintaku merawat anak-anak muda ini dan coba menyelamatkan mereka.
Apa yang kau harapkan dariku?
Rekanku,
kami tahu kau sedang melakukan penelitian
mengenai patologi penyakit radiasi.
Kami ingin kau dan Prof. Jammet memimpin proses pengobatan pasien
secara bersama-sama.
Apa mereka tahu apa yang mereka lakukan di reaktor itu?
Tuan, terima kasih atas tawarannya, tapi saya enggan berpartisipasi.
- Kami mohon. Ilmumu sangatlah berharga. - Maafkan aku.
- Dokter. - Profesor.
Ya, maafkan saya. Saya mohon.
Profesor.
Aku memahami posisimu mengenai bom atom.
Namun aku juga diberi tahu mengenai aktivitasmu
dalam kelompok perlawanan selama pendudukan Nazi.
Itu menarik bagi seorang patriot.
Soviet atau Amerika Serikat
bisa meluncurkan serangan nuklir kapan saja.
Kita tak punya bom nuklir...
tapi kita harus menemukan obat untuk menyembuhkan iradiasi.
Umat manusia menunggu itu terjadi.
Dan mungkin itu kau,
seorang Prancis.
Itu mungkin juga akan memperkuat posisi kita.
Suka atau tidak,
kita hidup di momen bersejarah.
Tuhan yang mengirim orang-orang ini kepada kita.
Aku bereksperimen dengan tikus.
Benar.
Mungkin ini kesempatan untuk memperluas bidang penelitian.
Jika kau berubah pikiran, hubungi aku.
Sopirku akan mengantarmu, Profesor.
Dragoslav! Ada hadiah dari Stara Planina. Bergegaslah.
Aku akan datang.
Aku punya 12 mililiter anggur.
Tambahkan sedikit uranium Rusia.
Rusia tidak lagi mengirimkannya, tapi kita punya vodka Rusia.
Jangan tuang terlalu banyak.
Tidak akan terjadi apa-apa, dasar orang desa.
Lihatlah bagaimana orang desa ini minum.
- Lihatlah baik-baik. - Ia menenggaknya.
- Selamat malam, Profesor. - Selamat malam.
Selamat datang, Profesor. Apa Anda akan bergabung?
Kita orang Yugoslavia bahkan mengubah bar menjadi lembaga nuklir, ya?
Zivota merusak suasananya.
Tidak setiap hari kita lulus dari fisika.
- Selamat atas kelulusannya. - Terima kasih, Profesor.
Akan kutunjukkan minuman yang sebenarnya.
Ini untuk kalian.
Bagus sekali.
Kau mungkin tidak minum ini di kampungmu.
Persetan denganmu! Ia lahir di kota meski ia orang susah.
Aku ini pria terhormat.
Dalam komunisme, tak ada yang terhormat.
Kita semua orang susah!
- Maafkan kami, Profesor. - Profesor, silakan duduk.
Silakan duduk, Profesor.
Lebih baik tidak, tapi terima kasih.
Aku lelah. Selamat bersenang-senang, asal jangan kelewat batas.
- Kita harus bekerja besok. - Jangan khawatir, Profesor.
Jangan hiraukan aku, kalian masih muda. Selamat bersenang-senang!
- Jika Tuhan mengizinkan, Profesor! - Jangan bawa-bawa Tuhan.
Jangan khawatir, Manis. Profesor itu hebat.
DILARANG MASUK
Kemarilah, Dragoslav.
Tanda tangan di sini.
Bukalah.
Apa akan berhasil kali ini?
Semoga saja.
Ini cukup bagus.
Reaktornya hampir siap, menunggu bahan bakar.
Dunia mulai merasa cemas.
Kapan aku bisa bertemu bosnya?
Entahlah.
Ini tak sesederhana yang kau pikirkan, Dragoslav.
Maka usahakanlah!
Nona.
Tuan. Selamat siang.
Saya Prof. Jammet, direktur rumah sakit ini.
Saya yang bertanggung jawab atas pengobatan Anda semua.
Profesor Jammet, direktur rumah sakit dan seluruh tim akan bekerja keras
dengan harapan untuk membantu kalian.
Semoga kalian bisa beristirahat.
Bagaimana menurut kalian?
Hal pertama yang akan dilakukan adalah memeriksa keadaan kalian.
Saat ini masih bekerja, tapi itu hanya sementara.
Profesor.
Silakan masuk.
Pertama-tama, kami akan memeriksa
untuk menentukan derajat iradiasi...
Ini dia.
Maaf kami terlambat.
Ini asisten saya, dr. Schwarzenberg, ahli transfusi
- yang akan bekerja dengan kita. - Selamat datang.
Ini kolega saya, Profesor Mathé.
Kami akan mengawasi jalannya pengobatan bersama-sama.
Ini kolega saya, Profesor Mathé...
Apa ini seperti waktu yang tepat untuk berbincang?
Fokus saja mengukur dosis radiasi yang kami serap
dan beri tahu kami berapa peluang kami bertahan hidup.
Ia benar. Mari mulai bekerja.
Siapa yang akan mengukur level radiasi?
Saya.
Biar saya temani.
Awalnya kukira ada malfungsi dengan mesin kita,
tapi sayangnya, bukan itu yang terjadi.
Bagaimana menurutmu?
Zivota menyerap radiasi gamma dan neutron paling besar,
436 rad.
Dragoslav sedikit lebih rendah, yaitu 429.
Bagaimana bisa mereka terpapar begitu parah?
Dan menurut Anda, bagaimana kita membantu mereka?
Kelihatannya tidak ada harapan.
Oke, kita mulai dengan transfusi untuk mengobati anemia mereka.
Pastikan mereka mendapat transfusi darah segar sesegera mungkin.
Saya punya daftar donor sukarelawan dari Rumah Sakit St. Louis.
Itu bagus.
Apa ada yang ingin menambahkan?
- Tidak, terima kasih. - Itu tidak cukup.
Tidak cukup hanya dengan melihat jumlah darah mereka.
Jadi, apa rencanamu?
Mari ambil sampel dari sumsum tulang belakang mereka.
Itu operasi yang sangat menyakitkan,
dan secara umum, kondisi mereka kritis.
Waktu kita tak banyak.
Itu benar.
Setuju.
Mari bersiap untuk operasi.
Prinsip inersia.
Hukum pertama Newton.
Dari mana asalnya jus ini?
Kolega Maksic, jangan bodoh.
Ini bukan jus, ini...
Bagaimana hal itu bisa terlintas di benak orang Prancis?
Ini urusan orang Amerika, Kawan.
Coba minta koin padanya.
Tuan?
Apa Anda punya...
- Katakan saja. - Sebentar.
- Mata uang. - Kita cari bahasa Prancisnya.
Tuan?
Mata uang.
Mata uang.
- Ada apa ini? - Maaf, tapi kalian harus masuk.
Radiasi telah merusak sumsum tulang belakang kalian.
Kekebalan tubuh kalian sangat lemah.
Tolong kembali ke kamar kalian.
Apa?
Silakan.
Dosisnya sangat besar.
Mematikan?
Kalian semua tidak menyerap radiasi dalam jumlah yang sama.
Kau dan Zivota yang paling terpapar.
Kami tak mengambil jalan pintas.
Kita ini ilmuwan, Tn. Popovic.
Untuk yang lainnya, tolong beri mereka sedikit harapan.
Mereka masih anak-anak, kau tahu?
Itu sudah terjadi ketika kau minta mereka melakukan eksperimen ini,
bukankah begitu?
Apa ada yang ingin kau tanyakan padaku?
Dokter?
Silakan.
Silakan tanyakan.
Kau yakin ingin membantu kami?
No comments yet. Be the first to leave one.