Release info

ㆍ우리들의-블루스ㆍOur-Blues-E07-NEXT-NF
ㆍ우리들의-블루스ㆍOur-Blues-E07-WEB-DL-NF
A Commentary by Kim_Ji-rim

Tags

other
Published on: 2022-05-01
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Lebih daripada depresi itu sendiri,

aku kesulitan karena dia tak terlihat bertekad untuk sembuh.

Setelah menikah, selama tujuh tahun, dia tak mengurus anak

karena depresi.

Sama seperti pasien depresi yang lain,

aku punya keinginan untuk sembuh.

Ayo semuanya berkumpul

Ibu.

Ibu?

Ibu.

Apa anakmu memiliki barang yang sangat dia sukai?

Sepertinya dia lebih menyukai cangkir poni kuning yang kubelikan saat bayi.

Aku akan bertanya untuk terakhir kalinya.

Mengapa harus ibunya yang membesarkan anaknya?

Aku…

tidak bisa hidup tanpa Yeol.

Yeol harus ada agar aku bisa hidup.

- Ayahmu bagimu adalah… - Teman.

Ibu sakit.

Jadi, tidak bisa main denganku.

Ibu sakit.

- Apa yang terjadi? - Sebelah sana.

- Di sebelah sana. - Ada yang terjatuh.

- Astaga, bagaimana bisa? - Ada apa?

- Astaga. - Dia harus segera diselamatkan.

- Bagaimana bisa? - Ya ampun.

- Astaga. - Astaga.

- Ada yang jatuh. - Bagaimana bisa?

- Astaga. - Itu di sebelah sana.

- Di mana? - Sebelah sana.

- Bagaimana bisa? - Astaga.

- Astaga. - Astaga.

- Ada apa? - Sulit dipercaya.

Ini sangat mengejutkan.

Dia harus segera diselamatkan.

- Apa dia baik-baik saja? - Pasti terjadi sesuatu.

- Benar. - Di sana.

- Mereka mencoba mencarinya. - Astaga.

Ya, dengan 119.

Ada yang melompat ke Laut Pureung.

Di pemecah ombak.

Wanita berumur 30 tahunan.

JEONJIN 1

Aku perlu menyelam juga?

Siapa yang membantu dari atas jika kita menyelam?

Tunggu saja.

Aku menemukannya!

- Aku menemukannya! - Sudah ditemukan!

- Sudah ditemukan! - Sudah ditemukan!

- Sudah ditemukan! - Sudah ditemukan!

- Sudah ditemukan! - Sudah ditemukan!

- Sudah ditemukan! - Ayo naik!

- Cari sesuatu untuk menyelimutinya. - Kami menemukannya!

Kami menemukannya!

Bu, sudah ditemukan!

AMBULANS

BAHAYA RISIKO TERJATUH

- Astaga. - Bagaimana dia bisa terjatuh?

- Astaga. - Lihat dia.

- Astaga. - Bagaimana bisa?

Astaga.

- Dia bisa meninggal. - Astaga.

AMBULANS

IN-GWON DAN HO-SIK 1

Kalian sedang apa?

- Apa tidak terlalu terang-terangan? - Aku iri sekali.

Apa itu? Mereka memang pacaran?

Pertama-tama, ayahku akan menangis,

sepertinya juga tak akan bisa memukulku, jadi, memukul dirinya sendiri.

Kalau ayahmu?

Pertama-tama, memukulku. Lalu, mengumpatku.

Benar, terima saja pukulannya. Jika itu aku, aku pun akan begitu.

- Hei! - Sebelah sini.

- Baik! - Hei!

Aku sudah membuat rencana untuk kita.

Rencana A.

Pekan ini, membicarakannya kepada para ayah kita dengan jelas.

Lalu, minta rumah untuk kita dan minta bantu membesarkan anak kita

agar aku bisa tetap sekolah.

Bayinya akan lahir saat liburan musim dingin,

jadi, tak akan ada masalah dalam presensi atau nilai.

- Kau… - Akan berhenti sekolah.

Mengapa kau tetap mau berhenti sekolah?

Tetap sekolah saja denganku.

Aku tak mau meminta rumah, biaya susu bayi,

hingga mengganti popok pada ayah kita.

Aku tak bisa begitu.

Aku memang tak mau kuliah kedokteran.

Sungguh.

Kalau nanti berubah pikiran ingin belajar?

Setelah kau lulus,

aku bisa mulai saat itu karena umurku masih 25 tahun.

Masih sangat muda.

Kau bisa diandalkan. Itu pacarku.

Baik. Karena kau masih muda, maka begitu saja.

Lalu, jika ayah kita tidak setuju, aku juga punya rencana B.

Apa pun kata ayah kita, kita akan melahirkannya.

Aku bisa ke penampungan untuk orang tua tunggal di Kota Jeju.

Namun, masalahnya, kita tidak bisa tinggal bersama.

Kau harus pindah sekolah juga.

Karena perzonaan, akan sulit masuk ke Universitas Nasional Seoul.

Jangan berpikir sampai ke situ, kepalaku sakit.

Selain itu, aku mengenal ayahku.

Meski akan marah besar di awal,

pada akhirnya, seperti biasanya, dia akan kalah.

Ayahku akan selalu ada di sisiku.

Kemungkinan terburuk, kalau ayah kita meminta untuk aborsi,

- dan meminta kita putus… - Ayo melarikan diri ke Seoul.

Universitas tak hanya Universitas Nasional Seoul, ada yang lain.

Yang terpenting adalah kuliah kedokterannya.

Setelah kucari tahu, selama pintar dalam belajar,

bisa dapat beasiswa, hingga biaya untuk asrama, dan biaya hidup.

Aku juga sudah cari tahu. Kalau mau indekos di Seoul, meski tanpa deposit,

bisa dengan 300 hingga 400 ribu won per bulan.

Dengan gaji 8,720 won per jam,

jika bekerja sehari sepuluh jam selama 300 hari setahun,

aku bisa dapat 26,160.000 won.

Banyak sekali, 'kan?

Selama ada kau dan bayi kita, aku bisa melakukan segalanya.

Benar. Kita bisa melakukannya.

Karena ada tunjangan anak dari negara juga.

Apa pun yang terjadi, berpikirlah positif.

Mengapa kalian mesra sekali?

Sedang pacaran.

Anak-anak membicarakan perutmu. Katanya aneh.

Mengapa hanya perutnya yang…

bertambah besar?

Asal tahu saja, aku tak mengatakan apa pun.

Aku sudah bilang, 'kan? Terlihat jelas.

Bagaimana?

Masuklah ke kelas.

Kau?

Kalau Seon-mi sudah tahu,

yang lain dan para guru akan segera tahu.

Sepertinya lebih baik beri tahu sekarang.

Kalau ditanya aku di mana. Buat saja alasan untukku.

Hyeon.

Seberapa marah pun ayahmu,

jangan bilang kalau kau salah, atau ini kesalahan.

Tak akan.

Kalau bicara begitu, cinta kita akan menjadi sebuah dosa.

Anak kita menjadi sebuah kesalahan.

Tak akan kuucapkan.

Meski dipukul sampai mati.

- Kau juga. - Tak akan.

Ayo bertahan hidup.

Ya.

EUN-HUI

Ada apa?

TOKO IKAN EUNHUI

Mengapa meneleponku?

Begini…

Yeong-ju, kau tahu

kalau aku tak mau ikut campur urusan orang lain,

dan sering keterlaluan?

Namun, kali ini,

aku akan langsung bertanya padamu.

Apa mungkin kau hamil?

Mengapa diam saja dan tak menjawab?

Apa itu benar?

Benar.

Aku hamil…

anaknya Hyeon.

Aku akan beri tahu ayah hari ini, tolong jangan beri tahu ayahku.

Es!

Lihatlah.

Hari ini esnya dipotong dengan baik, bersinar dengan cantik.

Apa es bisa terlihat cantik?

Kau tak akan bertemu es semacam ini di tempat lain,

kau tak tahu apa-apa.

Beri aku makan. Pekerjaanku banyak sampai tak sempat menyarap hari ini

Astaga.

Ya ampun.

Mengapa?

Apa ada kotoran di wajahku?

Mengapa menatap begitu? Membuatku salah tingkah.

Ada apa?

Mengapa kau benci In-gwon?

- Kau membuatku tak nafsu makan. - Ya, baiklah.

Aku tak akan membicarakan In-gwon. Duduklah!

Kau makan dengan lahap.

Aku seharusnya menikahimu.

Sehingga berkatmu juga menjadi berkatku.

Eun-hui.

Setelah Yeong-ju kuliah di Universitas Nasional Seoul,

apa kau mau pacaran lagi denganku?

Pacaran apanya? Dengan kondisimu begini…

Hei, memangnya mengapa kondisiku?

Aku membesarkan anakku dengan baik.

Aku bukan Ho-sik yang dahulu. Sekarang, aku juga bisa cari uang.

Bagaimana?

Ayolah.

Setelah Yeong-ju kuliah di Universitas Nasional Seoul,

aku dan kau bisa naik kapal lalu memancing di laut sebagai pasangan manis.

Manis apanya? Kau makan saja.

Lihat apa? Makanlah saja.

Hei!

Menjijikkan makan sambil bicara…

RUMAH SAKIT SUNGHA

Di mana orang yang tenggelam di Laut Pureung?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left