My Wife's Having an Affair This Week

My Wife's Having an Affair This Week

이번 주, 아내가 바람을 핍니다

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

This Week, My Wife Will Have an Affair E03 161104 HEVC H265-SS
A Commentary by Artha Regina
E03

Tags

HEVC
Published on: 2016-11-05
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kusarankan kau harus tenang.

Bukannya kau harus tahu dulu siapa selingkuhannya...

...dan hubungan mereka seperti apa?

Tetap tenang.

Bukannya ada acara di TK-nya Joon Soo hari Sabtu?

Kau bisa menjemputnya?

Aku ada kerjaan hari Sabtu.

Tapi tak masalah, aku bisa jemput dia.

Tak masalah? Tapi kau sudah pesan kamar hotel.

Kenapa kau harus pergi ke hotel sehari setelah hari jadi pernikahan kita?

Apa? Kau tidak pulang malam ini?

Istriku lupa hari jadi pernikahan kami.

Dan hari H sudah tiba.

Kau benar. Kau tidak perlu memaafkan istri yang selingkuh di belakangmu.

Biksu itu tahu apa? Dia 'kan tidak pernah menikah.

Dia tidak punya istri, jadi mana mungkin sarannya itu berhasil.

Setelah masalah itu sudah lewat, tak perlu dikhawatirkan lagi. Jadi, yang kuat ya.

Hanya ada satu jawaban. Kita ke Sungai Han saja. Jangan lewatkan kesempatan terakhir ini.

Kau harus memergokinya lebih dulu. Jika kau melewatkan langkah pertama, kau yang akan kalah.

Tidak apa-apa jika ini hanyalah dusta.

Bisa beritahu aku dia ke hotel mana? Nanti aku mau menyaksikan kau memergokinya.

Apa ada solusi untuk menangkapnya?

Jika kau memergoki mereka dan memukul pria lain itu...

...kau mungkin merasa lega untuk sesaat, tapi setelah itu tidak ada yang akan berubah.

Istrimu akan berpikir apa kalau melihat perilakumu seperti itu?

Apa kau benar-benar siap mengakhiri hubunganmu dengan istrimu?

Jika masih ada waktu, cobalah yakinkan dia jangan pergi.

Kau harus memikirkan anakmu dan menemukan cara terbaik...

...sampai saat itu.

Sampai saat itu...

Apa gunanya bicara baik-baik dengan dia sekarang ini?

Kau tidak punya buktinya. Tentu, dia akan mengaku kalau dia selingkuh.

Dia tidak akan mengakui perselingkuhannya walaupun kau memergokinya di hotel.

Ya, pergoki mereka dan buat mereka mengakuinya.

Sudahi saja. Lalu temui aku dan minum-minum saja bersamaku.

Daebak. Ini bukan cerita yang dibuat-buat, 'kan?

Ketika aku membaca hal-hal seperti ini, aku jadi tidak ingin menikah.

Lagipula, kau tidak akan bisa menikah.

Karena ini sudah lewat tengah malam, berarti ini hari H-nya, 'kan?

Kasihan sekali anakmu nanti.

Ayah!/ Kami pulang!

Kemarin ibu-ibu pada berkumpul untuk ulang tahun Yoon Woo.

Tadinya aku mau pulang, tapi mereka bilang akan menginap.

Aku tak enak kalau aku menolak ajakan mereka menginap disana.

Ya tak apa, toh bukan makan malam dengan orang kantormu.

Ini soal sekolahnya Joon Soo.

Apa ibu-ibu juga pergi ke SD?

Kau marah?

Jangan marah. Makanlah, nanti dingin.

Oh, supnya!

Apa kau senang-senang di pesta itu?/ Ya, lumayanlah.

Lumayan? Kenapa kau bilang lumayan?

Pesta ulang tahun anak-anak 'kan sama saja.

Omo. Sudah jam segini.

Joon Soo, kau bisa makan tahu-nya sendiri, 'kan?

Ya./ Ibu sudah terlambat.

Joon Soo, apa kita harus pergi keluar dan bersenang-senang?

Kau tidak mau ke sekolah, 'kan?

Ayah, bukannya Ayah ada syuting?/ Hah?

Tidak kok./ Aku harus sekolah.

Hari ini aku jadi teman sekelompoknya Ye Na.

Oh, begitu.

Apa kerjaan Ayah tidak lancar, ya?

Jangan terlalu kerja berlebihan, Ayah.

Tumben, kau berdandan hari ini.

Sebagian besar pengiklan akan menghadiri rapat hari ini.

Aku harus memberi kesan baik.

Riasanmu itu terlalu berlebihan.

Riasanku? Aku biasanya berdandan seperti ini kok.

Apa kau harus pergi? Kau bukan satu-satunya yang bekerja di sana.

Kenapa mereka harus menyuruh karyawan yang sudah berkeluarga bekerja di akhir pekan?

Aku yang menyusun proyek ini, jadi aku yang harus bertanggung jawab dan mewujudkannya.

Tapi ini akhir pekan. Kita harus pergi berkemah atau ke kebun binatang...

Kami harus punya waktu bersama keluarga.

Kenapa kau harus pergi di hari seperti ini?

Untuk hari ini saja kok./ Apa?

Aku nanti sebelum pergi, bersih-bersih rumah, kau harus urus Joon Soo, ya.

Hari ini... istriku akan berselingkuh.

Tapi aku masih tidak tahu siapa selingkuhannya.

Aku berangkat, ya.

Soo Yeon.

Ya?

Kau memang harus seperti ini, ya?/ Apa?

Aku mau buat kopi sekarang.

Kopi favoritmu. Yang dari Nepal itu.

Kenapa kau tidak minum kopi dulu saja sebelum pergi?

Kita belum bicara banyak baru-baru ini...

Aku punya banyak waktu.

Tak bisakah kauluangkan waktumu?

Aku juga mau, tapi aku sangat terlambat sekarang.

Aku ambil sampah ini, ya.

Biar kubuang sampahnya di depan...

Sampai nanti.

Soo Yeon...

Aku berencana ingin memergoki mereka di hotel...

...tapi aku takut terhadap konsekuensi yang akan terjadi sekarang.

[Apa istriku akan selingkuh atau tidak...]

Kaget aku.

Apa ada madu di sini? Kenapa kau terus kesini seperti lebah?

Itu karena--

Cepatlah makan kalau sudah waktunya makan!

Cuma sejam saja! Nanti, aku akan kembali setelah satu jam.

Ketika kau itu bakal dewasa? Serius, satu jam?

Kau hanya menulis satu kata, "menurutku" dalam satu jam.

Aku tidak tahu kau itu sedang apa...

...tapi bisakah kau tulis sesukamu sebelum kau mati?

Ya sudah, ayo kita makan.

Tapi, kenapa pria itu sebenarnya?

Istrinya mau bertemu dengan pria lain.

Apa kau suka ayahmu atau ibumu?

Ayah...

...apa Ayah suka kakek atau nenek?

Bagaimana kalau... Ibu dan Ayah tinggal berpisah...

...kau mau tinggal dengan siapa?

Aku hanya mau kita hidup bersama, kita bertiga.

Ya, betul. Kita bertiga akan hidup bersama...

Ayah!/ Ya.

Semangat, ya./ Hah?

Bukannya Ayah terlalu stres hari ini?

Apa kau khawatir dengan Ayah?

Ini./ Apa ini?

Aku harusnya memberikan ini pada Ye Na, tapi aku akan memberikannya pada Ayah sekarang.

Benarkah? Kau mau memberikan ini pada Ayah?

Nanti Ye Na, bagaimana?

Aku perlu carikan yang lain, kalau begitu.

Benarkah?

Oke. Terima kasih, ya.

Ketika kita kesusahan, kita harusnya saling membantu.

Baiklah. Ayah baik-baik saja.

Joon Soo.

Terima kasih.

Ayah akan semangat.

Aku sudah tak tahan lagi.

Apa mereka harus syuting di akhir pekan?

Itulah yang kumaksud. Aku tadinya berencana untuk makan siang dengan ayah mertuaku.

Tapi Hyun Woo memohon padaku./ Kau juga tak bisa menolaknya, tak apa.

Bagaimana, makan siangmu?

Haruskah aku membuatkanmu makan siang dan mengantar bekalnya ke kantormu?

Tidak perlu... kami semua nanti makan bersama di restoran terdekat.

Kalau makan malam?

Tentu saja aku harus makan malam di rumah. Denganmu!

Berarti, aku bakal siap-siap buatkan makanan kesukaanmu./ Baik. Aku berangkat, ya.

Selamat bekerja.

Apa itu sudah keluar? Coba kulihat.

Penulis Kwon, kau kelihatan cantik waktu sedang bekerja.

Aku harusnya memfoto-mu.

Jangan cemberut. Ini dia, satu, dua--/ Pengacara Choi.

Lalu seperti ini. Kau kelihatan lebih cantik jika difoto darisini.

Apa yang kau lakukan sekarang?/ Tersenyumlah.

Sayang, maaf, tapi aku sangat sibuk. Aku tidak tahu kau menghubungiku.

Apa syutingnya sudah mulai?/ Tidak, belum, tapi kami mau mulai.

Wow, semua orang di sini sangat sibuk.

Apa kau mau menyapa mereka? Ini Penulis Kwon. Ucapkan salam padanya.

Penulis Kwon, ini istriku. Halo! Halo!

Itu Ahn PD. Ahn PD, ini istriku!

Lihatlah semuanya. Ramai 'kan. Wow...

Wow, mereka semua pasti sibuk. Aku juga jadi kelelahan.

Jadi aku tidak bisa mengantarkan minum ke kantormu?

Bukan begitu! Kalau datang ke sini sekarang, kau bahkan tidak sempat menyapa mereka nanti.

Hah? Ahn PD? Kenapa, kenapa, kenapa?

Kita mulai sekarang? Sayang, sepertinya aku harus tutup telepon sekarang.

Nanti kutelepon lagi kau.

Fighting!/ Ya, fighting.

Penulis Kwon, jam berapa syuting hari ini?

Jam dua.

Jam dua? Aku ada urusan sekarang, sampai nanti.

Tunggu. Bukannya kau harus bersama kami?

Nanti aku kembali lagi, jadi jangan khawatir.

Kau baru datang sekarang?/ Semuanya datang cepat hari ini.

Selamat pagi./ Kenapa kau di sini?

Dia syuting hari ini. Kenapa kau ada di sini?

Kenapa? Aku tak boleh datang kesini?

Maaf, tapi aku harus pergi. Sampai jumpa lagi.

Aku tanya kenapa kau ada di sini.

Apa semuanya lagi bersiap-siap?

Hyung, kau ini!

Ayo kita bicara.

Kau gila? Kenapa kau datang ke sini?

Bukannya Soo Yeon dan Michael mau bertemu hari ini?

Ya.

"Ya"? Ya?

Terus, kenapa kau di sini? Bagaimana dengan Soo Yeon?

Kau sudah bicara baik-baik dengan Soo Yeon? Apa dia takkan pergi ke hotel hari ini?

Tidak.

Dia berangkat kerja duluan tadi.

Dia lupa soal kemarin.

Kemarin hari jadi pernikahan kami.

Dia pasti, sudah jatuh cinta dengan Michael atau siapa pun namanya itu.

Kalau begini, maka tak ada pilihan lagi.

Pergoki mereka, pukul pria itu, kasih uang ganti rugi, dan akhiri semuanya!

Bicara itu memang mudah apalagi ini bukan masalahmu, Brengsek.

Apa kau tidak memikirkan anakku Joon Soo?

Aku belum memutuskannya.

Kau benar...

Terus kenapa kau datang bekerja dengan santai begitu?

Kau tidak bisa tenang-tenang saja apalagi ada masalahmu itu.

Istriku bertemu dia jam tiga.

Bisa gila aku jika harus diam di rumah sendirian sampai jam segitu, makanya aku datang kemari.

Permisi.

Permisi!/ Oh my gosh.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left