The first 200 lines.
Tunggu.
Tolong katakan
berapa usiamu.
Di mana kampung halamanmu?
Apakah
Chuncheon?
Ayah.
Tunggu.
Kenapa kamu di sini?
Ayah.
Ada apa? - Tolong jawab aku.
Apa kamu pindah ke Seoul dari Chuncheon saat SMP?
Apa namamu... - Bukan.
Kampung halamanku Anseong.
Tapi katamu kamu anak yatim piatu.
Lalu bagaimana dengan orang tuamu?
Mereka berdua meninggal saat aku muda.
Ada apa?
Apa yang sedang Ayah pikirkan?
Ayah mulai lagi.
Baiklah, kalau begitu. Sampai jumpa.
"Episode 17"
Ayah.
Ayah.
Kendalikan diri Ayah.
Apa kini semua orang mengingatkan Ayah pada Min Jae?
Sebelumnya Ayah tampak baik-baik saja.
Menurutmu dia tidak mirip Min Jae?
Bagaimana bisa? Dari segi apa?
Matanya mirip mata ibumu.
Mulutnya juga.
Dia mirip dengannya. - Ya ampun.
Menurutku wajahnya sangat berbeda.
Dari semua orang yang dianggap mirip Kak Min Jae...
Kenapa Ayah mengatakan bedebah itu dia?
Ayah, namanya
Han Joon Hee.
Dia dari Anseong, dan orang tuanya meninggal saat dia kecil.
Perlu kuulangi ucapan bedebah itu?
Jika pria itu adalah Kak Min Jae,
ekspresinya pasti tidak bisa serius seperti tadi saat melihat Ayah.
Kak Min Jae tidak sekejam itu.
Benar. Tidak mungkin, bukan?
Tentu saja tidak.
Tapi
kenapa dia kemari?
Pak Jaksa, kenapa Anda banyak minum?
Penyidik Nam.
Apa aku mengganggu waktu bersama keluargamu?
Sama sekali tidak.
Mereka semua sudah dewasa.
Mereka bahkan tidak peduli jika ayah mereka pulang atau tidak.
Selain itu, istriku
tergila-gila seorang tokoh dalam drama.
Aku tidak lebih
dari seekor anjing di rumahku.
Tapi kamu pasti bahagia.
Tentang apa?
Kamu punya keluarga.
Selama 20 tahun, aku sebatang kara.
Saat aku pulang, tidak ada yang menyambutku. Hanya kegelapan.
Aku tidak punya teman bicara.
Yang tersulit adalah saat aku sakit.
Sebelum ujian negara,
aku terkena flu.
Hari itu, untuk kali pertama...
Untuk kali pertama,
aku berharap
mendiang ibuku ada bersamaku.
Aku takut menjadi cengeng.
Aku harus melangkah maju tanpa melihat ke masa lalu.
Tapi
masa laluku mengguncangku kembali.
Aku kecewa pada diriku.
Pak Jaksa, Anda baik-baik saja?
Tentu. Aku baik-baik saja.
Kini aku sudah terbiasa. Jadi, itu tidak memengaruhiku.
Aku memilikimu, Penyidik Nam.
Kita tidak perlu menjadi sedarah untuk menjadi keluarga.
Kita tetap keluarga. - Benar.
Benar,
tapi Anda harus menikah.
Anda tampan dan kompeten.
Berhentilah bekerja keras.
Anda harus mulai berkencan.
Saat Anda murung seperti ini,
minum bersama gadis lebih baik daripada bersama pria tua sepertiku.
Ayo minum saja.
Baiklah.
Kak So Joo. - Ya?
Kenapa Kakak pulang larut? Kakak tidak membaca pesanku?
Sudah.
Aku membeli kudapan. Apa kamu mau juga?
Itu tidak penting saat ini.
Pacar Kakak, jaksa itu di sini.
Dia tampan sekali. Aku sangat iri.
Eun Ji.
Dia bukan pacarku.
Ayolah. Jangan malu. Aku tahu itu hanya perkara waktu.
Eun Ji, apa Dol Mok di rumah?
Dia ke atas bersama ayahnya.
So Joo.
Kamu tahu bagaimana
beruang hibernasi untuk
bertahan di musim dingin yang ganas, bukan?
Mereka menyimpan lemak di tubuh sampai akhir musim panas.
Begitulah cara mereka bertahan.
Lalu tanpa mereka sadari, musim semi pun tiba.
Aku tahu sekarang adalah masa yang sulit bagimu.
Tapi
jangan lupa kamu ini putri siapa.
Walau setelah kehilangan ayahmu, kamu telah melaluinya dengan gigih.
Masuk ke gua dan tidur
bukankah sifatmu.
Kamu harus menghadapinya.
Meski masalah itu menghancurkanmu, kamu harus hadapi secara langsung.
Kamu ingin menjadi polisi.
Jika kamu ingin menyerah karena itu sulit,
kenapa kamu memulainya?
Kembalilah ke pekerjaanmu
dengan berani. Kamu pasti bisa.
Orang-orang di sekitarmu
yang menyayangimu mengharapkanmu
agar tetap gigih seperti sekarang.
Itulah sifatmu sebenarnya.
Hei, So Joo.
Bukan main.
Tahukah kamu kenapa manusia awalnya memulai pertengkaran?
Itu karena makanan.
Mereka pasti sangat picik karena mulai bertengkar karena makanan.
Kukira kamu tidur. - Jika aku tidur,
seharusnya kamu membangunkanku dan bertanya.
Siapkanlah.
Ya ampun.
Kamu tidak suka makanan ini.
Apa kamu sudah tahu kesukaanku dan membelikan ini untukku?
Kamu memang gadis pintar.
Kenapa kamu kasar sekali?
Astaga.
Aku tidak mau makan. Kamu makan saja semuanya.
Ya ampun. Jantungku berdebar sangat kencang.
Apa aku sudah gila?
Aku bahkan sedang mabuk.
Apa kami tidur bersama?
Ya. Saling bersebelahan layaknya teman.
Sewajarnya, karena kami berteman.
Lalu ada apa denganku?
Akulah yang memberi batasan.
Jangan melewati batas.
Astaga.
Dia masih bocah yang tidak mengerti apa-apa.
Mungkin aku memang sudah gila.
Jika
Yoon Ho masih melanggar hukum,
maukah Anda menyelidiki dia?
Kenapa? Apa kamu tahu sesuatu?
Aku akan jawab
setelah mendengar jawaban Anda.
Jika perbuatannya memang ilegal,
tentu saja, dia harus dihukum.
Dan berat hukumannya
akan diputuskan menurut bobot kejahatannya.
Sebenarnya, aku memberi umpan kepada Yoon Ho.
Dia seperti hewan yang kelaparan
selama beberapa hari.
Aku memuaskan rasa laparnya
dan dapat sesuatu darinya sebagai balasannya.
Apa maksudmu?
Anda tidak perlu tahu semua detailnya.
Katakan saja itu sesuatu yang bisa menjatuhkan dia.
Tapi menyelidiki Yoon Ho berarti
menentang Pimpinan Hong.
Untuk mengambil risiko seperti itu,
aku perlu melihat apa yang kamu punya terlebih dahulu.
Maaf,
tapi aku tidak bisa menunjukkannya kepada Anda.
Aku akan tunjukkan, dengan satu syarat.
Apa syaratnya?
Izinkan aku ikut serta dalam penyelidikan sebagai pengamat.
Aku tidak bisa.
Kami tidak bisa biarkan orang asing terlibat dalam penyelidikan kami.
Jujur saja,
aku tidak memercayai para jaksa Korea.
Jika Anda biarkan dia lolos,
semua kerja kerasku
akan menjadi sia-sia.
Itu sebuah hinaan bagi jaksa.
Aku tidak akan terlibat secara aktif di penyelidikan itu.
Aku hanya akan membantu.
Unit khusus kadang mempekerjakan pengacara, bukan?
Ini bukan unit khusus yang biasa.
Jika Anda ingin menangkap target besar,
Anda harus menggunakan cara apa pun.
Jika Anda menjatuhkan Yoon Ho,
Hwa Young bisa mengambil alih Grup Cheonmun.
Itu...
Ayah, apa yang dikatakan Dol Mok?
Ayah ingin menanyakanmu dahulu.
Apa dia bisa dipercaya?
Ya, tentu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.