The first 200 lines.
Sang Konglomerat Legendaris
Desa itu sudah hancur lebur diterjang bom. Tidak ada yang mau tinggal di sana kecuali pengemis dan orang gila.
Dik, apa kau bisa menjadi pemandu untuk kami dan membawa kami ke pegunungan itu?
Tentu saja. Tapi langit sudah hampir gelap dan jalan kesana tidak mudah disusuri. Kalian menginap saja dulu di penginapan terdekat,
dan besok pagi aku akan membawa kalian ke pegunungan.
Di desa akan ada pemutaran film malam ini.
Meskipun tempat kami ini tidak terpelihara, tapi setiap minggu desa kami selalu memutar film.
Film apa?
Filmnya cukup bagus. Ini film lama yang sangat terkenal.
Bintang utamanya adalah si cantik Meiyan. Judulnya, "Pahlawan Penyelamat Dunia".
"Pahlawan Penyelamat Dunia," sama seperti judulnya,
ceritanya adalah tentang seorang pahlawan wanita yang menggunakan kemampuan silatnya yang luar biasa untuk membantu sepasang kekasih untuk bisa bersatu.
Si cantik Yuzhen dan si pelajar Wenqian memang merupakan pasangan serasi.
Tapi si jahat Shaomin
ingin menggunakan cara-cara kejam untuk memisahkan mereka.
Untung saja Langit maha melihat. Saat Shaomin akan merusak kencan Yuzhen dan Wenqiang,
ada orang yang diam-diam menimpukkan kelereng dari samping.
Hal ini menyebabkan Shaomin terpeleset dan jatuh terjerembap.
Dia terpeleset dan terpeleset lagi. Dia terus-menerus terpeleset.
Cepat selamatkan Er'ge! Cepat!
Kau bilang apa?
Berhenti! Jangan bergerak! Berhenti!
Er'ge!
Er'ge!
Lao'er, aku da'ge-mu!
Lao'er!
- Lao'er.... - Musuh sudah menyerah!
Kita sudah menang! Perang sudah berakhir!
Kita menang...
Lao'er.
Lao'er.
Lao'er sudah banyak menderita.
Perang sudah berakhir.
Angkatan bersenjata mengizinkannya untuk pulang.
Aku takut dia tidak mampu menghadapi tekanan yang sedemikian berat.
Aku sudah pernah menanyakan pada Tusu mengenai pengalamannya saat perang.
Dia langsung menghindar dan tidak menjawab.
Kurasa pasti sangat menakutkan.
Dulu, seluruh keluarga kita harus berpencar ke berbagai tempat untuk menghindari bahaya dan hidup kita sudah begitu memilukan.
Tapi bila dibandingkan dengannya, kurasa kita sangat beruntung.
Jadi begini, perang sudah menyiksa Lao'er sehingga membuatnya kelihatan bukan seperti manusia lagi.
Akan butuh banyak waktu untuk menyeimbangkan lagi keadaan jiwanya.
Sebagai anak sulung, aku tidak akan membiarkannya menderita.
Mulai sekarang, kita harus membuat hidupnya nyaman.
- Kita biarkan dia istirahat dulu. - Ya.
Dia tidak usah lagi menangani urusan Tianxia.
Meiya, kau juga jangan ganggu dia.
Jangan khawatir. Aku mengerti.
Sekarang ada Ruoxia dan Yanmei yang membantumu.
Aku tidak usah kerja terlalu keras lagi.
Yang terpenting saat ini adalah mengumpulkan dana untuk syuting "Kecantikan Liar".
Lao'san sudah ke bank untuk membicarakan soal pinjaman.
Aku harap dia akan sukses.
Er'ge, aku boleh masuk?
Masuk.
Er'ge, kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Hanya sedikit lelah.
Aku akan meninggalkan Shanghai
dan kembali ke lokasi syuting film di Hong Kong. Ada urusan yang harus kutangani.
Kalau begitu hati-hati.
Ada berita bagus yang ingin kusampaikan.
Saat kau bergabung dengan tentara dulu, aku menikahi Nn. Hu dari Singapura.
Kami sekarang telah memiliki dua anak.
Yang nomor satu bernamam Gu Wen dan yang kedua bernama Gu Tong.
Aku yakin kau pasti ingin bertemu dengan mereka.
.
Er'ge, apa kau ingin kucarikan dokter untuk memeriksamu?
Tidak usah. Tidak usah. Aku baik-baik saja.
Aku tidak tahu apa yang sudah kau alami bertahun-tahun belakangan ini,
kesulitan apa yang kau derita.
Kalau kau ingin mencurahkan isi hatimu pada seseorang, kau bisa mencariku.
Jangan kau pendam sendiri.
Mungkin aku akan bisa membantumu.
Aku sudah bilang aku baik-baik saja!
Aku sungguh tidak apa-apa.
Aku hanya lelah sedikit.
Aku ingin istirahat sendirian dulu.
Kalian jangan ada yang menggangguku.
Aku masih ingin tidur lagi.
Perusahaan Film Tianxia akan syuting ulang film "Kecantikan Liar"?
Tepat sekali.
Da'ge-ku yang akan jadi sutradaranya dan da'sao-ku, Meiyan, akan kembali berakting sebagai pemeran utama.
Kalau begitu ini film penting untuk Perusahaan Film Tianxia agari bisa menorehkan nama kalian kembali.
Perang sudah berakhir. Rakyat perlu hiburan, perlu film yang mampu menghibur hati mereka.
Kami sangat yakin penjualan tiketnya akan sangat bagus jadi kami berencana untuk menggunakan dana yang besar untuk membiayai produksinya.
Kami perlu memperkerjakan banyak orang untuk mengoperasikan props, peralatan, dan membuat kostum, karena itu kami membutuhkan dukungan dari bankmu.
Kau adalah pemilik "Perusahaan Film Tianxia" jadi aku tidak khawatir.
Kau juga klien lama kami sehingga persoalan pinjaman tidak menjadi masalah.
Tapi keluargamu kembali ke Shanghai kali ini, berinvestasi pada pembuatan film ini,
mempertaruhkan segalanya di sini, apa kalian tidak khawatir?
Tn. Pan, kalau ada yang ingin disampaikan, mohon terus terang saja padaku.
Kau tahu kan setelah perang, semua bidang kembali membangun.
Semua orang berkompetisi untuk mendapatkan dana dan materi. Harga berbagai komoditas sangat mahal.
Dari luar segalanya terlihat indah, tapi kenyataannya ekonomi masih belum stabil.
Fluktuasi suku bunga dan harga barang masih sangat tinggi.
Di saat seperti ini, orang harus hati-hati mengantisipasi resiko yang tak terlihat.
Maksudmu, ekonomi saat ini sangat tidak stabil sehingga pendanaan bisa dihentikan kapan saja.
Jumlah yang kalian ingin investasikan itu tidak kecil.
Kalau tidak bisa balik modal, maka akan menjadi beban.
Mustahil. Perusahaan Film Tianxia kami selalu jadi jaminan dalam penjualan tiket.
Setelah perang, semuanya telah berubah.
Tidak ada yang tahu apakah hati rakyat sudah berubah.
Aku khawatir demi kalian juga.
Kita sudah lama kenal. Sejak Perusahaan Film Tianxia kalian baru dirintis, aku sudah mewakili bank untuk mengelola urusan keuangan kalian.
Aku lihat sendiri kalian bekerja keras bertahun-tahun.
Sekarang kalian ada kesempatan untuk kembali,
aku tidak ingin melihat perusahaan kalian salah langkah.
Jadi maksudmu, kami tidak seharusnya menginvestasikan seluruh uang kami pada studio film di Shanghai?
Aku dengar kalian juga memiliki studio film di Hong Kong. Bagi dua modalnya.
Melebarkan sayap ke pasar luar negeri adalah salah satu cara yang baik untuk menurunkan resiko.
Kurasa yang dikatakan saudara Pan itu benar. Kita jangan memusatkan seluruh modal kita di Shanghai.
Sebetulnya, berinvestasi di luar negeri sama saja membeli keamanan.
Seperti saat Tianxia dikepung dan ditekan oleh Wu He, bukankah kita sanggup bertahan karena membuka jalan di Asia Tenggara?
Aku juga berpikiran yang sama.
Rekanan kita di Asia Tenggara pasti akan berguna.
Selama kita bisa menghubungi mereka, aku yakin Tianxia dapat mengembalikan reputasinya di Asia Tenggara.
Jadi, kita empat saudara
akan mulai dari awal lagi.
Da'ge akan tinggal di Shanghai untuk syuting ulang film "Kecantikan Liar". Kau lalu kembali ke Asia Tenggara untuk membina kembali koneksi dengan pemilik bioskop di sana.
Aku akan kembali ke Hong Kong untuk mengambil alih kembali studio film.
Di saat yang sama, aku juga bisa melihat jenis film di Hong Kong
yang disukai oleh penonton sekarang ini. Kita lalu bisa mulai syuting film-film baru.
Oke, Kita kakak-beradik bekerja bersama
dan berbagi tugas bertiga. Aku yakin Da'ge akan menyetujuinya.
Hanya saja melihat keadaan Er'ge saat ini...
aku takut suasana hatinya belum kembali seperti semula
untuk mau kembali ke studio dan bekerja lagi.
Dia menolak untuk menceritakan apapun yang terjadi saat perang.
Dia pasti menderita trauma mental yang sangat dalam.
Dia tidak boleh lagi merasakan stress.
Kita beri dia waktu untuk pelan-pelan kembali terbiasa dengah semuanya.
Begitu dia sudah sembuh, kita bisa menariknya bekerja lagi.
Oke.
Baiklah. Aku akan membeli tiket pulang ke Singapura sekarang.
Buru-buru ingin kembali bertemu istrimu?
Aku mau pulang untuk melihat bayiku.
Kakak ipar sedang hamil?
Sebetulnya, aku sudah menerima telegramnya kemarin.
Tapi aku takut hal itu akan mengganggu urusan kita jadi aku diam saja.
Karena kita sekaran sudah memutuskan apa yang akan dilakukan,
aku bisa pulang dengan tenang.
Selamat, San'ge.
Serahkan saja urusan studio film padaku.
Kembalilah untuk menemani kakak ipar.
Kau sudah bekerja keras.
Aku sangat bahagia untukmu.
Urusan dokumen sudah beres. Kita bisa keluar kapan saja.
Ada seorang gadis kecil di luar yang menggemaskan sekali.
Mirip seperti Gu Wen dulu.
Kau masih memikirkan Biyu?
Aku melihatnya.
Apa yang dia katakan padamu?
Tidak ada.
Aku menghindarinya.
Kenapa kau tidak berani menemuinya?
Aku sudah jadi begini.
Aku tidak mau dia melihatku.
Aku khawatir akan membuatnya takut.
Orang yang harusnya malu menghadapi orang-orang bukanlah kau,
tapi Biyu!
Bukankah semua itu salahnya sehingga kakimu jadi begini?
Demi mengurus mereka,
kau terpaksa tetap tinggal di Singapura, kau bahkan dipenjarakan di kamp konsentrasi, dan nyaris kehilangan nyawamu.
Dia sudah berulang kali menyakitimu.
Apa yang perempuan ini miliki sehingga pantas untuk kau cintai?
Dia tidak akan pernah bisa membayar semua hutangnya padamu.
Bukan dia yang memintaku untuk tetap tinggal.
Itu pilihanku sendiri.
Aku tidak bisa memendam dendam pada siapapun.
Dengarkan nasihatku.
Lupakanlah perempuan itu.
Dengarkan aku.
Saat ini dia telah hidup bahagia. Aku khawatir dia bahkan telah melupakanmu.
Dia tidak lagi membutuhkan cintamu.
Sebaiknya kau bangkit
dan belajar untuk lebih mencintai dirimu sendiri.
Untuk laki-laki kehilangan cinta itu
tidak terlalu berarti. Yang lebih penting lagi...
jangan kehilangan kepercayaan diri
dan harga diri.
Paham?
Xiaoyu.
Berbaring di sini dulu. Jangan bergerak. Aku akan panggilkan dokter.
Cepat. Bawa aku pulang.
Ayo jalan.
Tunggu dulu. Apakah aku boleh meminjam gerobak ini sebentar? Aku ada keperluan darurat.
Tuan Muda Kong?
Jalan sungguh sempit bagi kita yang bermusuhan.
Aku masih belum membuatmu membayar karena telah memukulku dulu.
Jangan ungkit soal itu lagi. Aku harus segera menyelamatkan seseorang. Setidaknya, aku akan minta maaf padamu. Oke?
Tak perlu basa-basi. Bayar saja.
Aku juga tidak membawa uang hari ini. Tolong izinkan aku meminjam mobilnya.
Tidak ada uang?
Kalau kau tidak membawa uang, artinya kau tidak bisa pergi.
- Aku tidak punya waktu untuk bertengkar denganmu. - Hentikan!
Petugas.
- Tangkap dia. - Baik.
- Kau mau apa? - Jangan kurang ajar. - Atas dasar apa kalian menangkapku?
Lepaskan aku.
No comments yet. Be the first to leave one.