The first 200 lines.
Waktu keberangkatan Binter Canarias 8135 tujuan Tenerife.
Penumpang dipersilakan menuju gerbang nomor C8.
Halo. Ini Tiffany.
Halo?
Tidak, aku di mobil.
Orang lainnya yang datang.
Tentu saja tidak.
Intel macam apa ini?
Ya, aku masih di sini.
Tidak. Aku tetap di sini.
Beritahu aku saat kau ingin paketnya dikirim.
- Silakan. - Terima kasih banyak.
Terima kasih.
Yang aku lakukan tiap hari adalah merugikan!
Jika itu tidak merugikanmu, itu merugikan dia!
Astaga, aku bahkan tak tahu lagi siapa diriku!
Bisa kau pelankan suaramu?!
Aku tak mau pelankan suaraku!
- Demi Tuhan! - Jangan coba-coba minta aku...
...untuk pelankan suaraku!
Aku muak denganmu memintaku harus apa.
Tak ada yang berpikir tentangku.
Bagaimana dengan aku?!
Ayo, ayo!
Hei, pesta yang meriah. Kau singgah di sini malam ini?
Terima kasih...
Distopia!
Hei, Bung.
Kami akan traktir kau minum gratis, dan bermain undian untuk menang.
Minuman gratis sepanjang malam.
Gadis-gadis cantik didalam.
Ada tempat di sekitar sini dengan musik yang sesuai usiaku?
Oke. Pergilah lurus terus.
Saat kau melihat lampu biru dan merah muda, belok kiri.
Mojo. Aku menggunakan mojo -ku.
- Terima kasih, kawan. - Sama-sama, teman.
Distopia. Pesta Distopia!
Terima kasih.
Nona. Scotch, tolong.
Ada pesanan khusus?
Yang tertua yang kau punya.
Es?
Tidak. Terima kasih.
- Kapal ini... - Ya. "American Star".
"American Star".
Apa itu di sini?
Ya, itu di sini. Itu...
Biar aku tunjukkan padamu.
Itu di sisi lain pulau ini.
Jadi...
Kita di sini.
Dan itu berada jauh di sana.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Baiklah. Hanya itu saja?
Selamat malam.
Aku butuh bantuan!
Hei!
Terima kasih...
Terima kasih.
Kau mau?
Tidak, terima kasih.
Terima kasih, kawan. Kau seorang teman.
Terima kasih.
Hei, kawan?
Kau tidak kepanasan?
Sangat.
Lalu kenapa kau tak pakai celana pendek?
Aku tidak mau.
Max!
Aku rasa ibumu memanggil, Max.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Halo.
Selamat pagi.
Selamat siang.
Selamat malam.
Fuerteventura.
Kepulauan Canarias.
Indah.
Ini baru.
Aku mencoba lebih mirip sepertimu.
Kemari.
Senang melihatmu.
Jadi, kenapa kau di sini?
Memastikan semua berjalan mulus.
Itu benar.
Kau yang tetap tinggal adalah pilihan yang agak tak biasa.
Tugasku.
Aku tahu.
Dan itu tugas penting.
Semuanya penting.
Aku tak mengerti daya tarik tempat ini.
Ini berangin, sama seperti Blackpool.
Aku suka.
Apa itu alasanmu tetap di sini?
Kau liburan?
Kau lahir dengan setelan itu?
Kemeja berkelas.
Itu yang gadis-gadis katakan padaku.
Makan siang?
Ya.
Bagaimana Ibumu?
Dia baik.
Masih menghubungiku tiap malam.
Mengingatkanku untuk merapikan tempat tidurku.
Dia masih percaya aku di Paras.
Dia begitu bangga denganmu memakai seragam itu.
Ayahmu pasti juga sama.
Kau tak pernah berhenti bicara tentang menjadi prajurit...
...saat kau masih kecil.
Kita tetap begitu, bukan?
Bidang swasta... Bayaran lebih baik...
Resiko lebih sedikit.
Kita masih membawa senjata.
Masih mengikuti perintah.
Tidak sama.
Itu tidak sama.
Kehormatan.
Mati untuk ratu dan negara.
Bukankah kau dan ayahku melakukan itu di Falklands?
Yang benar saja.
Bagaimana caranya? Tradisi itu?
Sulangannya. "Ini untukmu..."
"Ini untuk kita."
"Siapa yang seperti kita?"
"Tak banyak. Mereka semua mati."
Bersulang, Ayah.
Aku bisa terbiasa dengan ini.
Jangan terlalu terbiasa.
Kau tak suka kehadiranku?
Aku bisa membantumu dengan tugasmu.
Lupakan saja.
Itu tugasmu.
Omong-omong,
Target akan datang dua hari lagi, jadi...
Nikmati liburanmu saat ini.
Apa yang kau tahu tentang kerumunan ini?
Aku bahkan tidak tahu itu.
Peraturan nomor satu...
Makin dikit kau tahu tentang target, makin baik.
Apa peraturan nomor dua?
Ryan selalu membayar tagihan.
Sampaikan salamku pada Ibumu.
Tidak.
Menyebutkan namamu hanya akan buat dia kesal.
Kau yakin tak mau pinjam kemeja ku?
Hati-hati di jalan, Ryan.
Akan aku usahakan.
Tidak, itu bukan kau.
- Bukan? - Bukan.
Kau benar.
Aku pergi mencari American Star hari ini...
- ...tapi tak bisa temukan itu. - Sungguh? Mungkin kau salah pantai.
Aku akan coba lagi besok.
Sampai bertemu lagi.
Sebenarnya, kau tahu? Mungkin aku bisa ikut denganmu.
Maksudku, aku ingin melihatnya lagi.
Aku sibuk saat pagi,
Tapi kita bisa pergi saat matahari terbenam jika kau mau.
Kau menginap di hotel mana?
Oliva Beach.
Aku Gloria.
Wilson.
- Senang bertemu kau, Wilson. - Kau juga, Gloria.
Jadi jam 17.00 di lobi?
Bagus. Sampai bertemu.
Apa yang terjadi?
Tidak ada.
Kuncimu berfungsi?
Ya.
Apa kau membeli celana renang?
Tidak.
Kau takkan membelinya?
Tidak.
Kenapa?
Karena aku tak punya niatan untuk renang.
Kau tak bisa renang?
Tentu saja bisa.
Dan aku bisa terjun payung.
Sungguh?
Apa yang kau lakukan di luar sini, Max?
- Ayahku. - Apa?
Dia mendengkur.
Kau benar.
Apa kau juga mendengkur?
Kemungkinan besar.
Apa kau benar-benar tahu cara terjun payung?
Aku takkan berbohong padamu.
Kau takkan habiskan sepanjang malam di sini, 'kan?
Hanya sebentar lagi.
Selamat malam, Max.
Malam.
Halo, Gloria.
Halo. Sempurna untuk pantai.
Kau mau bergabung mereka?
Mungkin besok.
Ayo, kita pergi.
Kenapa Fuerteventura?
Seseorang menyarankannya.
Apa kau selalu pergi liburan sendiri?
Aku suka bertemu orang.
No comments yet. Be the first to leave one.