Release info

Komi Cant Communicate S01E02 Netflix id
A Commentary by furosty
Netflix Retail

Tags

other
Published on: 2021-10-29
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

Saat seseorang mengalami kecemasan sosial yang ekstrem,

mereka kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.

Ingatlah, mereka hanya berjuang untuk menjalin hubungan.

Bukan berarti mereka tak mau.

Cerita sejauh ini.

Tujuan Tadano di SMA adalah membantu Komi mendapatkan 100 teman.

MISI 2 "ITU HANYA TEMAN MASA KECIL"

Kubilang aku akan membantu, tapi Komi sangat populer.

Pekerjaanku akan mudah.

Aku akan mendekati teman sekelasku dan berkata,

Komi bilang dia ingin teman.

Hebat! Aku akan menjadi temannya!

MELAYANG…

POP!

Aku sudah membayangkannya, sekarang aku bisa!

Jadi, siapa…

TERTAWA

Astaga!

Frappe baru di Standbakes sangat manis dan lezat!

Yamai, kau sudah mencobanya?

Tentu saja! Kau harus mencobanya.

- Ayo pergi bersama! - Ya!

Begini…

Yamai?

MEMBATU

Apa? Ya, Tadano?

Sebenarnya, tentang Komi…

Bisakah kau…

Apa?

Apa? Kau berani menyebut nama orang yang diagungkan?

Yang benar "Yang Mulia", Berengsek.

Duduk saja di sampingnya. Kau tetap sampah.

Kau tak berharga, tapi menghirup udara yang sama.

Bersyukurlah, Sampah. Sampah, sampah, sampah

Sampah!

Lalu?

Bukan apa-apa.

Begitukah? Baik, jangan pernah bicara denganku lagi.

Tadano sekali lagi teringat pada status sosialnya.

WAKTU MAKAN SIANG

DIA MENCOBA DENGAN YANG LAIN, HANYA UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG SAMA.

Aku…

tanpa teman.

Aku bilang kepada Komi akan membantunya.

Tapi aku tidak bisa jika tidak punya teman.

Betapa sombongnya aku mengatakan akan membantu.

Maaf, Komi.

Aku…

tidak berguna.

Tapi masih ada satu hal yang bisa kulakukan.

Aku ingin menghindari ini sebisa mungkin…

Tapi pasti ada seseorang yang bisa menjadi teman Komi.

Sampai nanti!

Dah!

Osana…

Apa?

Astaga!

Ada apa tiba-tiba?

Ada urusan dengan teman masa kecilmu, Najimi Osana?

Tadano?

Dan Komi.

Dari mana kau datang?

Dia Najimi Osana.

- Kami satu SMP. - Ya!

Apa? "Perempuan"?

Kau…

Kenapa kau memakai rok?

Apa maksudmu, Tadano?

Aku perempuan!

Tentu saja aku memakai rok!

- Atau mungkin ini tradisional Skotlan… - Tidak!

Di SMP, kau selalu memakai seragam laki-laki.

Apa? Kau salah paham!

- Tadano. Itu memang sifatmu. - Tidak, aku yakin!

Najimi Osana memang seperti itu.

Gendernya tak pasti.

Ucapan dan tindakannya berbeda.

Pembohong kompulsif.

Serta yang terpenting…

Najimi, kau menonton acara TV itu?

Draining the River ?

Najimi! Mau melihat kegiatan klub denganku?

Maaf. Bagaimana kalau besok?

Baik!

Najimi! Ini buku yang kupinjam.

Jaysus , 'kan? Bagaimana?

Hei, Najimi, jangan menyebutkan judulnya di depan semua orang.

Benar-benar mengagumkan…

keterampilan sosialnya!

Itu sangat segar!

KOMI TERKEJUT.

Osana? Apakah semua orang ini…

Apa? Ya. Teman-teman masa kecilku.

Sudah kuduga.

Maksudku, semua murid di sekolah adalah teman masa kecilku.

SANGAT TERKEJUT.

Saat SMP juga begitu.

Lebih dari separuh murid adalah teman masa kecil Osana.

Kudengar itu karena keadaan keluarga.

Tapi bukan itu.

Yang tidak biasa adalah keterampilan bersosialisasi itu.

Berteman dalam sekejap.

Kepribadian yang kuat, tak terlupakan setelah satu pertemuan.

Ini kekuatan khusus.

Namun, itulah sebabnya…

- Sampai jumpa. - Dah.

Osana? Aku butuh bantuan.

Bantuan untuk teman lamaku? Katakan saja.

- Bisakah tubuhku memuaskanmu? - Hentikan, Komi di sini.

Ya.

Itu lelucon.

Begini.

Ini yang kita hadapi, tapi Osana bukan orang jahat.

Jika kau siap, frasa yang kita latih pagi ini…

Dia tak mengerti.

"Mari berteman."

M…

M-M-M-M-M…

Kau lebih baik daripada pagi ini!

Apa yang terjadi? Apa ini?

Dia bilang, "Mari berteman."

MUNGKIN…

Benarkah? Benarkah?

Itu bantuannya.

Maukah kau menjadi teman Komi?

Ini akan mudah bagimu, 'kan?

Begitu rupanya.

Maaf. Itu…

Tidak mungkin.

MEMBATU KARENA TERKEJUT

Komi? Komi!

Osana? Kemarilah.

Baik!

Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau menolaknya?

Kau juara nasional kemampuan sosial!

Kurasa bukan juara nasional.

Hei, maafkan aku.

Aku hanya tidak menyukai Komi.

Apa?

Apa ada orang seperti itu?

Menurutmu siapa dia?

Sudah kubilang. Aku teman masa kecil semua orang di sini.

Aku pernah bertemu Komi.

Astaga.

Kami di kelas dua.

Komi!

Kau mau pulang?

Mari bermain sebentar!

Hei, Komi.

Komi?

Hei!

Apa pun yang kukatakan, dia mengabaikanku.

Komi satu-satunya orang yang tidak bisa kujadikan teman.

Aku di ranjang selama sepekan karena syok.

Jadi, Komi selalu seperti itu.

Aku orang dewasa, jadi, aku tidak akan bilang membencinya.

Tapi saat mata kami bertemu,

aku merinding.

Begitu rupanya.

Tapi kau salah paham.

Komi tidak mengabaikanmu. Bicaralah dengannya dan kau akan mengerti.

Aku tahu!

Bisakah kalian pulang bersama? Dengan Komi.

Kau sangat agresif, Tadano!

Tapi aku sudah berusaha semampuku.

Dan itu tidak berhasil.

Itu saja.

Pokoknya, dia sangat populer.

Dia pasti punya banyak…

Astaga.

Bicara saja dengannya.

Apa ini? Kau benar-benar memaksakan masalah Komi ini.

- Kau menyukainya? - Apa?

Tidak mungkin. Dia di luar jangkauanku.

Hanya saja…

Komi membutuhkan bantuan, jadi, aku hanya ingin…

Apa itu aneh?

ATAU TERLALU USIL?

Apa? Tidak.

Aku hanya berpikir kau cukup keren.

- Membuatku basah. - Di mana?

Baiklah.

Aku akan pulang dengan Komi.

Osana?

- Dengan satu syarat. - Astaga.

Berhenti memanggilku Osana.

Kita teman lama, 'kan?

Panggil aku Najimi seperti dahulu.

Ingat masa-masa itu?

Kau ingin mengajak gadis itu berkencan.

Jadi, aku membantumu menulis "CINTA" di lapangan.

Hentikan!

Dia benar-benar mengecewakanmu.

Teman masa kecil tahu masa lalumu yang memalukan.

Hei.

Itu sebabnya aku tidak mau melakukan ini.

SEPULANG SEKOLAH

MISI 3 "AKU BUKAN PEMBUNUH"

Mau pulang, Komi?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left