The first 200 lines.
Satu.
Waktu hampir habis! Mulailah doa, guru!
Kerajaan milikku, sekarang.
Sepuluh.
Maafkan aku, Bhairava!
Tiga puluh dua.
Empat puluh tiga
Tujuh puluh lima.
Katakan yang sebenarnya, Bhairava!
Delapan puluh tiga.
Delapan puluh empat.
Sembilan puluh lima.
Sembilan puluh sembilan.
1609 M
Pegunungan Aravali
Bhairavakona
Bhairava!
Katakan yang sebenarnya, setidaknya di saat terakhir ini.
Bukalah cintamu yang tersembunyi di dalam.
Setidaknya di akhir kematian ...
Tolong jadikan Aku pasangan hidupmu.
Keberadaanku ... Napasku ... Tujuanku ...
Kau segalanya bagiku, Mithraku!
Aku mencintaimu!
Aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri.
Bhairava... Awan gelap ini bangga mengambil hidupmu, ...
... dia tak tahu kalau kau Matahari, hari ini kau mungkin telah terbenam, ...
... tapi suatu hari nanti kau akan kembali menusuk kegelapan untuk mengklaim cintamu, ...
... kau akan kembali.
Kau akan kembali, Bhairava!
400 Tahun Kemudian
Visakhapatnam
Kompetisi Bike Jumping akan dimulai dalam 10 menit.
Banyak peserta yang berkompetisi.
Orang yang melompat tertinggi akan menjadi pemenang.
- Ya Rahul, aku datang. - Wow! Hari ini banyak sekali gadis disini.
Aku harus mengajak seseorang naik motor dan menyanjung minimal 2 gadis.
Oh Tuhan! Mereka lebih cepat dari motor.
Sambutlah! penyelenggara acara. "Risma"
Hai, Harsha! Apa Kabar?
Gak usah basa basi, beritahu Aku berapa taruhannya?
Rs.500 untuk Rs.100? 5 kali lipat dari uangmu.
Kau bisa membayar maharku dan menikahkanku, Sobat.
Beritahu Aku ketinggiannya.
Sekitar 20 kaki.
Kenapa kau mengatakan itu seperti 20 inci?
kami batal, Tidak beres ini bakal berakhir jadi pecundang.
Rs. 5000, untuk sham.
Ada apa Harsha? Kau masih ingin melakukannya?.
Aku tahu itu.
Aku takkan melakukannya untukmu 1:5, bisakah kau buat 1:10?
Ok!.
Bayar, Boy!
Sobat!
Jika kita kehilangan Rs.10000 ini, kita harus hidup sebagai tukang steam motor.
Ambillah.
Harsha, kau akan menang?.
Harsha bergabung..
Mantap!
Aksi macam apa ini? Buat nadi berdebar-debar!
Minum ini, itu akan mendinginkanmu.
Dimana angsa emasku?
Sobat! Uang kita!
Kau pesan tiket, Aku akan mencabut bulu angsa.
Ayo ikut.
Bos! Anak itu mengguncangku dengan tariannya.
Betapa sombongnya dia harus memasukkan domainmu.
Salam Tuan!
Ada apa bocah? Kayaknya kau mencoba mengelasnya.
Tidak, Tuan. Hanya sedikit bermain-main.
Bermain-main?
Untuk apa kuncung ini?
Gaya, Tuan.
Putar wajahmu kekanan sedikit!
Sedikit kekanan!
Aku akan memotongnya!
Kuncungmu!
Dengar saudara!
- Sekarang anda boleh. - Aku menyukaimu.
Menari bukan hanya menggoyangkan tubuhmu.
Atap harus turun bersama siulan penggemar untuk tarian kita.
- Apa Aku benar? - Atap sudah turun, Tuan.
- Kau anak yang sangat berbakat. - Itu dalam darahku, Tuan.
Kau menyingkirlah, Bos.
Bisakah kau menari lebih baik dari Bosku?
Kau bisa? Kau bisa? Lakukan.
Kenapa kau mendorongku, Sayang?
- Tolong, Bos. - Kau ingin Aku?
Okelah kalau begitu.
Apa yang kau lihat, Bocah?
- Kaget? - Ya.
Kau hebat, Bos.
Dia bakal butuh seminggu untuk sembuh.
Banyak minum dan istirahat, Anakku!
Ayo, angsa emasku!
Mereka takkan mengganggumu lagi.
- Hei, angsa! - Apa?
Oh anakku! Kau mengguncangnya. Bagus!
Bos, bagianmu.
Hei angsa! Jangan pernah melintasi jalanku lagi.
Yang satu itu?
Hyderabad
Dasar kikir!
Untuk menyelamatkan beberapa serangga, kau menyewa auto bukannya taksi.
- Kita bisa mencapai bandara atau tidak? - Jangan khawatir, Bung.
Untuk lalu lintas ini dan anggaran kita, auto lebih baik daripada taksi.
Jika kita tak sampai bandara tepat waktu, anggaran rumah sakitmu akan mengepuh.
Kalian mau kemana kok buru-buru banget?
Ke Bangkok untuk balapan motor dan bike jumping.
Tapi tampangmu tak seperti seorang biker.
Bro, seorang gadis melambaikan tangan,
Jika kita mengajaknya, ongkosnya akan ringan.
Akan kupukul wajahmu!
Sobat!
Sobat! Hentikan autonya!
- Apa yang terjadi? - Gadis itu ...
Kau bilang tidak untuknya, kan?
Gadis churidhar putih ... Tanpa dia ...
Sobat! Aku juga ikut denganmu.
- Dia yang punya uang. - Kau tetap di sini.
- Ayolah! - Duduklah di sini!
- Kau melihat gadis berchuridhar putih disini? - Tidak.
Kemana dia pergi?
Kau melihat gadis berchuridhar putih disini?
Kemana dia pergi secepat itu?
Permisi!.
Kau mencari seseorang?
Ya, barusan ada gadis berchuridhar putih sedang menunggu auto ...
Itu Aku.
Kenapa kau ingin menemuinya?
Kau kenal dia?
Jika kau bertanya apakah Aku kenal ... Aku mengenalnya sedikit.
Tolong beri alamatnya, beritahu Aku dimana dia?
Tolong! Aku akan mencatatnya.
Hallo! Apa yang kau inginkan darinya?
- Maksudku ... kami berdua sangat dekat. - Oh ya?
Apa karena saking dekatnya sehingga kau tidak tahu alamatnya?
- Ceritanya panjang. - Tidak masalah, silakan.
Setahun yang lalu, gadis itu dan Aku jatuh cinta yang sangat mendalam.
- Tapi ayahnya adalah rintangan besar. - Rintangan?
Menjauhkan hatiku dengannya.
Dia pindah tanpa meninggalkan jejak apapun.
Tolong beri Aku alamat Rani.
Namanya bukan Rani.
Lihatlah? Dia telah mengubah namanya juga.
- Siapa namanya sekarang? - Dia penjahat kelas kakap.
lndu!
Oke, nama itu juga bagus. Ayo kita selesaikan hal ini.
Tolong beri Aku alamatnya.
Aku akan menyeberang, ikut Aku.
Apa? Maukah mencarikanku auto juga?
Aku akan mendapatkannya segera.
Begitu banyak yang mencoba menyanjungku, tapi tak seorang pun menyanjung gaunku.
Akan ku tunjukkan padanya seberapa cerdiknya Aku.
Silahkan.
Hati-hati! Ayo berangkat.
- Sobat! - Duduklah.
Jika kau menahanku duduk di sini, bagaimana kau bisa mendapatkan uang?
Kau melihat ini?
Sobat!
- Berhenti! - Berhenti di sini!
Ini rumah lndu?
Kau terlalu buru-buru.
- Maksudku Aku tak bisa mengendalikan kegembiraanku. - Bayar ongkosnya.
- Tidak ada kembaliannya, Pak. - Tidak masalah, simpanlah.
Permisi. Kenapa kau pergi tanpa memberikan alamatnya?
Kau pergi lurus saja dan belok ke kiri, rumah keempat di sebelah kanan.
Apa?
Bisakah kau panggilkan putrimu?
Dia bukan putriku tapi istriku.
- Dasar ... - Punya botak di usia muda.
- Kau keliru. - Botak di usia muda.
Aku bertanya tentang putrimu, lndu.
Haruskah Aku melahirkan seorang putri untuknya?
Apa? Hubungan asmara?. - Benar sekali.
- Jadi, kau menantuku. - Oh Tuhan!
- Bagus sekali kau merasa malu! - Terima kasih, Pak!
Putriku tak pernah bercerita punya menantu yang tampan.
Belum sepenuhnya berkomitmen. Mungkin dia akan bercerita setelah berkomitmen ...
Dia belum berkomitmen, kau juga belum.
Agar dirimu berkomitmen, kau kesini untuk membuatku berkomitmen.
Pergi! Sandiwara apa yang kau tunjukkan?
- Aku tidak punya anak. - Tidak punya anak?
Kenapa dia membimbingku kesini?
Wanita di sini adalah istriku, coba hubungi dia.
Berikan surat cinta besok, tunjukkan adegan di hari berikutnya.
Hari berikutnya bawa dia ke Mumbai, dan kemudian jual dirinya.
Aku akan duduk di dalam dan menyanyikan lagu-lagu religius.
Pergi! Mau cewek!
Macam Aku punya dua istri dan empat anak perempuan saja.
Siapa yang tahu? Om-om sepertimu diam-diam memiliki selir.
Apa kau bilang? Pergi sana!
Selir!
Mungkin itu tuduhan bagiku tapi pemikiran itu menyenangkan.
Siapa dia?
Apa dia cantik?
Berapa lama hubunganmu dengannya?
Kau mencurigaiku?
Dia membuat pertunjukan palsu.
Ini kenyataan!
No comments yet. Be the first to leave one.