Release info

나의-위험한-아내-My-Dangerous-Wife-E16-END-NEXT-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-11-24
Downloads: 26
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 189 lines.

[Sebenarnya kesalahannya mulai dari mana?]

[Akhirnya, janji di depan N31 tetap tidak bisa ditepati.]

[Episode Terakhir, Sampai Hidup Memisahkan Kita]

[Siapkan 5M, istrimu akan mati jika lapor polisi.]

[Aku harap suami masih ingat dengan N31.]

Apa… Apakah ini polisi?

Istriku hilang.

[- meskipun hanya sedikit petunjuk, - Kembali ke posisi semula.]

[Surat Permohonan Perceraian, Kim Youn-Cheol]

[perubahan yang tidak terduga itu,]

[Aku harus mulai melakukan rencana baru.]

[Youn-Cheol, selamat ulang tahun pernikahan ke-6, Jae-Kyeong.]

- - Aku memilih untuk mempercayaimu.

Aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri.

Berikan tanganmu kepadaku.

[Kita harus membuat suamiku percaya.]

[bukan hanya saling berbagi kebahagiaan,]

- - Tidak apa-apa.

[Aku ingin memberitahunya tentang ini.]

[Uang itu adalah uang penyelamatku dulu.]

[Aku tidak ragu memberikannya pada orang lain.]

[Sampai membunuh orang tidak berdosa.]

[Dia pernah membujukku untuk menyerahkan diri.]

[aku benar-benar meremehkan lawan.]

[Ini lebih cocok menjadi akhir kita.]

[Aku sudah mempersiapkan mentalku,]

[tolong kirim surat ini ke Youn-Cheol.]

[Beritahu semua kebenaran kepadanya.]

Benar-benar tidak ada yang berjalan sesuai keinginan.

Apakah benar tidak masalah?

Jika harus berpisah sekarang, apakah kamu merasa tidak masalah?

Jika tidak bisa melihat wajah suami lagi,

apakah kamu benar-benar tidak masalah?

Mengapa aku harus peduli?

Kamu sebenarnya tulus.

Selembar surat perjanjian

hanya sebagai alasan saja.

Apakah kita mau taruhan,

suami siapa yang akan datang ke sini?

Apakah sampai sekarang kamu masih berharap dengan suamimu?

Tentu saja.

Aku…

Percaya dengan suamiku.

Jika kamu percaya kamu tidak harus memilih ini waktu itu.

Jika aku tidak memilih ini,

mungkin masalahnya akan menjadi lebih parah.

Mungkin kondisinya akan lebih parah dari ini.

Apakah kamu tidak berharap aku bisa membuat masalah?

Aku berbeda denganmu.

Lagi pula ini sudah terakhir.

Biarkan aku lihat hatimu.

Kamu melepaskan kukumu sendiri.

Bahkan pura-pura membunuh kekasihnya.

Mengapa kamu tetap tidak mau melepaskan suamimu itu?

Karena dia adalah suamiku.

Ini benar-benar dirimu, sampai saat terakhir tetap seperti ini.

Apakah mau aku yang menggantikanmu bicara?

Kamu tidak pernah mencintai Kim Youn-Cheol.

Kamu membutuhkan seorang suami

karena ingin sebuah pernikahan yang sempurna.

Wajah yang tampan dan punya sedikit kemampuan,

polos,

sehingga semua isi hatinya bisa ditebak.

Pria seperti ini yang bisa dikendalikan olehmu.

Hanya diri sendiri yang tahu tentang masalah suami istri.

Suami istri?

Sumpah pernikahan.

Bukankah kamu demi mempertahankan sebuah surat

maka memerankan pasangan suami istri yang terlihat bahagia?

Semua yang kamu katakan sepertinya

ceritamu sendiri.

Jika tahu aku juga sepertimu, maka pura-pura saja.

Mengapa perlu sebodoh ini?

Kamu tertawakan saja diriku.

Jelas-jelas kondisimu sama denganku.

Apakah kamu tahu?

Aku benar-benar membencimu.

Kamu jelas-jelas sama denganku.

Tapi wajahmu penuh senyuman

seolah-olah sangat bahagia.

Aku benar-benar muak.

Jae-Kyeong.

Jangan bergerak selangkah pun.

Suamiku.

Kamu sudah datang.

Aku…

Berpikir dengan otak bodohku ini.

Aku yang memenangkan taruhan ini bukan?

Aku rasa kalian berdua sangat ingin saling membunuh.

Tidak bisakah menjadi lebih jujur?

Kalian takut melukai harga diri kalian

maka tidak berani mengakui jika salah pilih.

Maka… Maka seperti ini.

Tapi memangnya kenapa?

Bukankah semua orang seperti itu?

Meskipun suka akan berubah menjadi benci,

benci menjadi semakin benci,

tapi karena pernah hidup bersama

jadi disebut pasangan suami istri.

Suamiku.

Cepat lari.

Cepat pergi.

Aku berlari seperti orang gila demi menyelamatkanmu.

Apakah kamu pikir aku akan meninggalkanmu?

Aku sudah tidak sanggup untuk lari lagi.

Cukup, cukup.

Jangan berakting lagi.

Aku tidak ingin mendengarnya.

Sudah seperti ini tapi masih berakting seperti pasangan bahagia.

Aku benar-benar muak.

Benar, ini sudah saat terakhir.

Istri seharusnya harus mengatakan sesuatu

yang menyentuh?

Aku pada akhirnya

memang ingin mengatakan sesuatu padamu.

Aku mohon,

sepatu yang kamu pakai,

kamu rapikan sendiri ke dalam lemari.

Dasar.

Baiklah.

Benar-benar menyentuh.

Sangat menyentuh.

Kenapa kamu datang ke sini?

Apa yang ingin kamu lakukan?

Aku tanya kenapa kamu datang ke sini?

Cepat pulang.

Kita berdua

menang dalam taruhan ini.

Cepat pergi dengan uang itu.

Itu adalah uangmu.

Kamu cepat pergi dengan uang itu.

Aku akan ikut setelah membereskan kedua orang ini.

Apa yang kamu katakan?

Kamu berencana menanggung semua ini sendiri?

Apakah kamu pikir aku akan melakukan ini untukmu?

Tidak apa-apa, kamu pergilah.

Kamu bisa bertahan hidup selama ada uang.

Aku baik-baik saja jika tidak ada uang.

Jadi kamu cepat pergi.

Tidak boleh menertawaiku.

Aku melarangmu menertawakanku.

Jangan.

Api.

Sampai di sini saja.

Dalam waktu 10 tahun,

kamu harus menepati janjimu.

Kita batalkan perjanjiannya.

Kamu hidup sendiri dengan bebas.

Semua ini dilakukan olehku sendiri.

Aku mengatakan jika aku yang melakukan semua ini sendiri.

Istriku, apakah kamu baik-baik saja?

Tidak.

Tidak.

Suamiku.

Tidak, suamiku.

Aku…

Bagaimana aku bisa…

Aku bersalah padamu.

Maaf.

Maaf.

Suamiku.

Suamiku.

Benar-benar ingin membakar rumah ini.

Jae-Kyeong.

Apakah kamu bisa melihat kupu-kupu berusaha keras demi bisa terbang?

Menurutku,

dia berusaha karena tidak ingin terbang.

Tidak ada yang tahu seberapa besar usahaku

untuk bisa hidup normal.

Kopinya sudah tiba.

Ah, kita harus segera belajar cara memanggangnya.

Sayang jika mesinnya terus dibiarkan, benarkan?

Siapa yang bisa melarangku mengantarkan biji kopi lagi?

Haeng-Jeong bagaimana jika kamu yang belajar memanggang kopinya?

Benarkah? Apakah aku boleh?

Tentu saja.

Mohon bantuannya barista.

Aku akan bekerja keras Bos.

Selamat menikmati makanannya.

Maaf, mau pesan makanannya.

Iya Nona.

Sayangnya,

suamimu selingkuh lagi…

Ini benar.

Dasar brengsek.

Lebih baik selingkuh.

Apakah kamu bercanda denganku?

Ada kasus suami dan selingkuhan

yang bekerja sama untuk meracuni istri.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left