The first 200 lines.
Pada daratan mitos, jaman sihir, takdir sebuah kerajaan besar
berada di pundak seorang pemuda.
Ia bernama...
Merlin.
Enjoy.. :)
Camelot menyambutmu.
Lord Bayard dari Mercia.
Perjanjian yang kita tanda tangani hari ini
menandai akhir dari perang
dan sebuah awal persahabatan baru di antara rakyat kita.
Terjemahan Indonesia: RED_dahLIA & Ilmarifiany
-Kenapa aku selalu dapat pekerjaan yang berat-berat?
Kau seorang pelayan. Itulah pekerjaanmu.
Lenganku akan memanjang satu kaki setelah aku selesaikan semua ini.
Itu pembangunan karakter. Pepatah lama mengatakan:
Kerja keras menghasilkan...
jiwa yang lebih tangguh. /Tak mungkin itu pepatah.
Kau yang membuatnya. /Tidak!
Maaf. /Tak apa-apa.
Permisi.
Biar kubantu kau membereskannya.
-Aku Merlin. /Cara.
Kau pelayan Arthur. Pasti itu adalah suatu kehormatan.
Yeah. Benar.
Well, harus ada orang yang terus mengurus tempat ini.
Terima kasih, Merlin.
Benar! Yeah.
Tak masalah.
Senang bertemu denganmu.
Bukankah seharusnya kau sibuk mengurus tempat ini?
Kapan terakhir kali ini dibersihkan?
Tahun lalu. Sebelum pesta Beltane.
Apa itu diakhiri dengan perang makanan?
Semua pesta begitu?
Aku tak tahu.
Udara dan keanggunan istana ini adalah misteri bagiku.
Tidak untuk malam ini. Tidak akan.
Apa aku akan ada di pesta?
Tidak juga.
Kau akan ada di sana untuk memastikan cangkirku tidak kering
Jika aku harus mendengarkan pidato membosankan Bayard,
Aku tak paham kenapa kau harus terbebas darinya.
Jangan lupa memoles kancingnya.
Apa kau tak mau lihat pakaian yang akan kau kenakan malam ini?
Bukannya yang ini?
Malam ini, kau akan mengenakan jubah resmi untuk upacara
untuk para pelayan Camelot.
Kau tak mungkin serius.
Topi yang bagus. /Trim's.
Dia cantik ya?
Untuk seorang pelayan, maksudku.
Dia cantik untuk ukuran seorang putri, alih-alih seorang pelayan.
Rakyat Camelot.
Bertahun-tahun kita telah menjadi musuh.
Darah para prajurit melumuri tanah
Dari dinding Camelot sampai ke gerbang Mercia.
Dan meski kita mengingat orang-orang yang telah tewas,
kita tak boleh biarkan ada lagi yang mengikuti jejak mereka.
Sebagai simbol dari itikad baik kami,
dan pertemanan kita,
Kupersembahkan piala upacara ini
Untukmu, Uther,
dan untuk putramu, Arthur,
Semoga pertemanan kita bertahan selamanya.
Merlin, aku harus bicara denganmu.
Ada apa? /Jangan di sini, tolong.
Aku tak tahu harus beritahu siapa lagi.
Malam ini, kita merayakan sebuah awal baru untuk rakyat kita.
Kita akan lihat sebuah masa depan yang terbebas dari perang.
Aku tak menyadarinya sampai kulihat ia memberikan piala untuk Arthur.
Pelan-pelan. Mulailah dari awal.
Dua hari lalu, aku membawakan sarapan untuk Bayard. Harusnya aku mengetuk pintu.
Dia tak mengira aku akan masuk... /Apa yang ingin kau katakan?
Kalau dia tahu aku mengatakannya, dia akan membunuhku.
Aku takkan membiarkannya, aku janji.
Ceritakan apa yang kau lihat.
Bayard bukanlah teman Camelot.
Dia menginginkan kerajaannya untuk diri sendiri.
Katakan, apa yang sudah Bayard lakukan dengan piala itu?
Dia yakin jika dia membunuh Arthur, jiwa Uther akan hancur
dan Camelot akan jatuh. /Bagaimana dengan pialanya?
Aku lihat dia masukkan sesuatu ke dalamnya. /Apa?
Aku tak bisa. Dia akan membunuhku. /Tolong ceritakan.
Apakah itu racun?
Dan biarkan perbedaan dari masa lalu kita
tertinggal di sana.
Untuk kesehatanmu, Uther,
Arthur,
Lady Morgana,
Rakyat Camelot
Dan untuk para pejuang yang gugur dari kedua pihak.
Hentikan! Ini beracun. Jangan diminum.
Apa? /Merlin, apa yang kau lakukan?
Bayard mencampur piala Arthur
dengan racun. /Ini kejam!
Perintahkan pasukanmu untuk menurunkan pedang mereka.
Kalian kalah jumlah.
Aku tak akan membiarkan penghinaan ini begitu saja.
Berdasarkan apa tuduhanmu ini?
Akan kutangani ini.
Merlin, kau idiot,
Biarkan kami minum lagi.
Kecuali kau ingin digantung,
kau akan jelaskan kenapa kau pikir itu beracun. Sekarang.
Dia dipergoki sedang mencampurinya. /Oleh siapa?
Aku tak bisa bilang. /Aku tak mau mendengar ini lagi.
Berikan aku piala itu.
Kalau kau bicara yang sebenarnya... /Aku berkata benar.
Maka tak ada yang harus kau takuti, kan?
Kalau ini memang terbukti beracun.
Dengan senang hati kau akan kubunuh sendiri.
Dia akan meminumnya. /Tapi kalau itu beracun, dia akan mati.
Maka kita akan tahu dia berkata benar. /Bagaimana kalau dia hidup?
Akan kuampuni, dan kau boleh perlakukan dia semaumu.
Uther, tolonglah. Dia hanya seorang bocah. Dia tak tahu apa yang ia katakan.
Seharusnya kau ajari dia lebih baik lagi. /Merlin, minta maaflah. Ini kesalahan.
Akan kuminum.
Tak apa-apa.
Tak apa-apa. /Dia sepenuhnya milikmu.
Itu racun. Pengawal, tangkap dia!
Kau bisa mendengarku?
Kita harus membawanya kembali ke ruanganku.
Bawa pialanya. Harus kuselidiki racunnya.
Baringkan dia di ranjang, cepat. Dia kesulitan bernafas.
Gwen, bawakan aku air dan handuk.
Apa dia akan baik-baik saja?
Badannya memanas. /Bisa kau sembuhkan dia, kan, Gaius?
Aku tak akan tahu sampai aku bisa mengenali racunnya. Berikan aku pialanya.
Ada sesuatu di dalamnya.
Apa itu?
Terlihat seperti sejenis kelopak bunga.
Badannya panas. /Jaga agar tetap dingin.
Itu bisa bantu kendalikan demamnya.
Kelopak ini berasal dari bunga Morteaus.
Dikatakan,"Orang yang keracunan Morteaus hanya bisa diselamatkan
"oleh ramuan yang dibuat dari daun bunga yang sama.
"Itu hanya bisa ditemukan di gua yang berada di dalam hutan Balor.
"Bunga itu tumbuh di akar pohon Morteaus."
Makhluk itu tidak terlihat ramah. /Cockatrice.
Dia penjaga hutan itu. Racunnya berbahaya.
Satu tetes saja berarti kematian.
"Sedikit orang yang menyeberangi gunung Isgaard
"dalam pencarian bunga Morteaus bisa kembali dengan selamat."
Kedengarannya asyik. /Arthur, ini terlalu berbahaya.
Kalau aku tak mendapatkan penangkalnya, apa yang terjadi pada Merlin?
Morteaus menyebabkan kematian perlahan dan menyakitkan.
Dia bisa bertahan empat, mungkin lima hari, tak lebih.
Pada akhirnya, dia akan mati.
Yang Mulia, aku sangat menyesal tak bisa hadir di sini untukmu.
Jangan kuatir. Aku baik-baik saja.
Bagaimana keadaan Merlin?
Kalau Arthur kembali tepat waktu bersama penangkalnya, dia akan selamat.
Maka ia akan selamat.
Sebaiknya kau menemaninya.
Akan kuurus. Aku tahu betapa berartinya ia bagimu.
Pergilah.
Terima kasih.
Apa gunanya ada orang berkorban demi kau kalau kau tetap akan terbunuh juga?
Aku takkan gagal, tak peduli apa pendapatmu.
Kau putraku satu-satunya dan penerusku.
Aku tak bisa mengambil resiko kehilanganmu demi menyelamatkan bocah pelayan.
Karena nyawanya tak berharga? /Karena nyawamu lebih berharga daripada dia.
Aku bisa menyelamatkannya. Ijinkan aku membawa beberapa prajurit.
Kami akan temukan penangkalnya, lalu membawanya kembali. Kenapa tidak?
Karena suatu hari, aku akan mati dan Camelot akan membutuhkan raja.
Takkan kubiarkan kau pertaruhkan masa depan kerajaan demi seorang pesuruh bodoh.
Dia bukan pesuruh bodoh. Gaius berkata kalau kita...
Kata Gaius?! Itulah yang membuatnya jadi begini.
Tolonglah, ayah.
Dia sudah menyelamatkan hidupku.
Aku tak bisa diam melihatnya mati.
Kalau begitu jangan lihat.
Pemuda ini tidak akan jadi orang terakhir yang rela mati demi kau.
Kau akan jadi raja.
Kau harus mulai membiasakan diri. /Aku tak bisa menerimanya.
Kau tak boleh pergi. /Kau tak bisa menghentikanku.
Sialan, Arthur! Pembicaraan ini sudah berakhir.
Kau tak boleh meninggalkan istana malam ini.
Katakan apa kau suka makanannya, tapi itu tak bisa mengalahkan hiburannya.
Maaf. Aku tak bisa pastikan kau baik-baik saja.
Kecewa, sebenarnya.
Aku sedang mencari keramaian.
Aku yakin para prajurit bisa menangani Bayard dan prajuritnya.
Oh ya. Tapi kenapa membiarkan mereka bersenang-senang?
Morgana, tidak seharusnya kau terlibat. Ini berbahaya.
Ceramahi aku. Aku sudah mendapatnya dari Uther.
Kalau ini bisa menghibur,
kau bukan satu-satunya.
Bukannya aku mendengarkan dia.
Kadang kau harus lakukan apa yang kau pikir benar. Abaikan konsekuensinya.
Kau pikir aku harus pergi? /Tak penting apa yang kupikirkan.
Kalau aku tak berhasil kembali, siapa yang akan jadi raja Camelot nanti?
Ini lebih dari sekedar pertaruhan nyawaku.
Raja macam apa yang diinginkan Camelot?
Yang rela membahayakan jiwanya untuk seorang pelayan rendahan?
Atau yang menuruti apa yang diperintahkan ayahnya?
Berhenti!
Badannya semakin panas.
Bahasa apa itu? /Bukan bahasa.
Demamnya mengambil alih. Kata-kata itu tak ada artinya.
No comments yet. Be the first to leave one.