The first 190 lines.
Hei, Nona Jang.
"Bu Jang". Sudah kubilang panggil aku begitu.
Kenapa kau memanggilku seperti itu?
Aku bukan pramusaji dari pedesaan.
Keduanya sama saja.
Aku? Aku di studioku.
Kau tahu sekarang pukul berapa?
Kenapa kau masih di studiomu?
Astaga!
Hei, jika ketinggalan pesawat,
kau akan melewatkan tur duniamu.
Butuh lebih dari sehari untuk sampai ke sini.
Itu di Australia. Australia!
Baiklah. Aku mengerti. Aku baru mau pergi.
Belum. Akan kuselesaikan di sana.
Apa?
Kenapa kau belum menyelesaikannya?
[ Bella, kau mau membuatku kehilangan kendali? ]
Ini dia.
Baiklah. Lihat itu.
[ Chef Moon Tak Populer Hanya Di Korea ]
Ibu, aku pulang! Beri aku makanan!
Ibu!
Dasar anak nakal.
Begitu caramu menyapa ibumu setelah berbulan-bulan?
Astaga. Ibu masih kuat.
Kau tahu? Dia mulai memasak ini sejak fajar karena kau akan datang.
Ini.
Kau mau suyuk ?
Ini sebabnya level kolesterolku tinggi.
Dasar anak manja.
Kalau begitu, beberapa potong saja. Sedikit saja!
Kau akan pergi lagi?
Kali ini ke mana?
Australia. Ada acara makanan Korea di Gold Coast.
Hei, bisakah kau berhenti ke luar negeri?
Tidak ada tempat untuk artikel lain.
[ - Kalau begitu, jangan dipajang. - Dasar anak nakal. ]
Kau mengunjungi 8 provinsi di Korea,
jadi, kau bisa belajar tentang masakan tradisional.
Sekarang, kau akan selalu ke luar negeri!
Sudah saatnya kita pensiun, Berandal!
Kini orang hidup hingga 100 tahun. Terlalu cepat kalau pensiun.
Tidak. Jika pensiun, kau akan cepat tua.
Kecantikan Ibu masih sangat mencolok.
Astaga, dasar gombal.
Seung-mo, sebenarnya,
ada masalah di restoran kami.
Ayolah.
Kubilang jangan beri tahu dia. Dia akan menghadiri acara besar.
Astaga.
Aku harus memberitahunya langsung. Jadi, ini waktu yang tepat.
Astaga.
Entah ini soal apa, tapi hentikan.
Aku hanya akan di sana selama sepekan kali ini.
Mari bicara begitu aku kembali.
Haruskah kita diskusikan dalam perjalanan?
Aku akan menangani semua masalah kalian.
Benarkah?
Hei, bagaimana kalau kita ke sini?
- Bukankah ini indah? - Tempat yang keren.
Tempat apa ini?
Ibumu membeli rumah tua
di kampungnya, Nonyang.
Jika kau mengambil alih restoran dan menikah,
kami akan pindah dan tinggal di rumah itu.
Kami sudah memperbaiki tempat ini pada hari libur kami.
Pindah ke sana setelah 20 tahun. Kenapa terburu-buru?
20 tahun? Dasar anak manja.
Ini tak bisa dibiarkan.
Sebelum kau pergi, mari selesaikan ini.
Menikahlah tahun ini.
Atau pergi dan bawakan aku cucu.
Aku akan membesarkan anak itu. Mengerti?
Tulis itu dan tanda tangani hari ini.
Yang benar saja.
Restoran belum buka.
Hei, Nak. Di mana orang tuamu? Ibumu?
Bagaimana dengan ayahmu?
Apa?
Sangat tidak bertanggung jawab! Bagaimana ini bisa terjadi?
Dia benar-benar bukan anakku!
Jangan bohong! Dia bilang kau ayahnya!
Ayah, itu tidak benar!
Astaga, kita harus bagaimana sekarang?
Baiklah. Dasar tidak bertanggung jawab.
Tidak apa-apa!
Aku bisa saja menerimanya.
Ibumu sangat berpikiran terbuka.
Apa maksudmu?
Begitukah aku membesarkanmu?
Teganya kau tinggalkan istri dan anakmu!
Dia bukan anakku! Bukan!
Ini membuatku gila!
Hei, apa kau mengenalku?
Jangan menakutinya seperti itu.
Nak, siapa namamu tadi?
Seol-a. Kim Seol-a.
- Kim? - Kim?
Benar, 'kan? Dia Kim. Dia bukan Moon!
Kakekku memberitahuku!
Dia bilang pria itu adalah ayahku.
Dia jelas memberitahuku pria itu adalah ayahku!
Astaga. Tidak apa-apa. Jangan menangis.
Tidak apa-apa.
- Kakeknya pasti yang membesarkannya. - Kakeknya?
Kapan kau pergi ke Provinsi Chungcheong?
Provinsi Chungcheong?
Jangan tertipu dengan itu juga, Ayah. Untuk apa aku ke sana?
Aku bersumpah! Dia bukan anakku. Kemarilah.
Hei, jangan berbohong.
Apa aku ayahmu?
Astaga.
Aku harus ke bandara sekarang.
Temukan orang tua kandungnya sebelum aku kembali.
Dia bukan anakku. Aku akan kembali, Bu.
- Hei, kau! - Dia benar-benar bukan anakku!
Kau mau ke mana?
- Hei. Dasar... - Seung-mo!
Terima kasih.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Hei.
Ini konyol. Aku tak bisa melakukan ini lagi.
Kita mengalami semua masalah ini di tiap acara.
Teknologi bisa membantu kita dengan banyak cara!
Kenapa kau mengurung diri di studiomu
dan kenapa kau memperbaikinya dengan tangan?
Bekerja dengan tangan sungguh menginspirasiku.
Mau bagaimana lagi?
Dia desainer yang sangat merepotkan.
Astaga.
Apa? Apa ini?
Kau bilang kau dapat inspirasi di sana.
Tapi kenapa kau belum menyelesaikan pakaian ini?
Karena kau terus mengomeliku,
semua inspirasiku kabur.
Omong-omong, ini acara terakhirku
dengan si tua itu, Louis.
Apa dia akan datang ke acara besok?
Tentu saja. Ini acara terakhir dari tur.
Lagi pula, dia ingin memperbarui kontraknya.
Si tua bangka itu keras kepala.
Pokoknya, aku tidak akan memperbarui kontraknya.
Jangan tertipu olehnya.
Baik, aku mengerti. Kau pemilih sekali.
Kau sudah makan?
Belum.
Jangan bilang kau belum makan sama sekali.
Kita harus mengobati anoreksiamu.
Kau butuh lebih dari sekadar air untuk bertahan hidup.
Bukan air,
tapi jus goji. Itu sangat menyehatkan.
Kau akan mati jika terus seperti itu.
Jika tidak makan makanan padat, kau akan mati.
Orang tidak mati semudah itu.
Mau ke mana? Selesaikan pakaiannya.
Aku akan keluar dan mencari inspirasi.
Jangan mengomeliku. Beri aku waktu.
Astaga, Bella. Bella! Hei, pakaian ini...
Pertama, incar kepalanya. Mengerti?
Pukul dengan keras,
Lalu tutupi matanya dengan handuk.
Menurutmu kenapa? Dia akan menggelepar untuk hidup.
Tusukkan pisaumu ke arah badannya.
Benar. Jantungnya.
Langsung dalam sekali tusuk itu penting. Mengerti?
Celaka! Hati-hati! Kopernya! Awas!
Awas!
Apa kau... Maksudku, kau baik-baik saja?
Ya.
Maafkan aku.
Sial.
Permisi.
Sial.
Apa yang dia lakukan? Dia bilang dia baik-baik saja.
"Polisi"
Letakkan semuanya dan tiarap sekarang.
Aku bisa jelaskan ini.
Letakkan pisaunya sekarang.
Hei! Kau!
Aku bukan penjahat. Aku tak seperti yang kalian pikirkan.
- Astaga. Hei. - Apa yang terjadi?
- Hei. - Pak Choi.
Lakukan sesuatu!
Ada apa ini? Dia seorang chef.
Ada masalah apa dengannya?
- Ya. - Pak Choi.
[ - Astaga! - Astaga. Bagaimana ini? ]
Hei, wanita itu.
Ibu.
No comments yet. Be the first to leave one.