The first 180 lines.
Magari.
Ayo berkemas setelah makan.
Kita bersihkan rumah yang kita tinggali ini, lalu pergi.
Setelah itu,
kaburlah bersamaku.
Kita pergi ke Situs Mawaki sampai malam hari.
Dari sana, kita memotret langit semalaman,
lalu naik bus paling awal, dan pulang ke Nanao.
Ini jelas bukan tindakan terbaik.
Tapi ...
... dalam petualangan yang kita mulai bersama ini, ...
... ingin kuakhiri juga ...
... bersama.
Hore!
Asyik!
Asyik!
Jadi pergi ke Situs Mawaki!
Ganta?
Maaf nunggu.
Tidak ada yang tertinggal, 'kan?
Iya.
Mulai agak gugup?
Emang tumben banget, kamu nakal begini.
Iya.
Besok, ...
... ayo tanggung jawab bersama.
Em ....
Ketemu.
Ah, Magari!
Sampai ....
Kita sudah sampai ...
... di Situs Mawaki!
Kukira, kamu akan pergi sendirian tanpaku.
Kukira bakal ditinggal ....
Terima kasih sudah mengajakku ke sini.
Salah.
Terbalik.
Aku memulai semua ini berkat diajak olehmu.
Kaulah yang telah ...
... membawaku kemari.
Duh!
Ayo saling buang rumput!
Tempat ini ditinggali sejak 6.000 tahun yang lalu?
Enam ribu tahun, ya?
Aku baru tahu.
Kita takkan pernah tahu, kalau tidak ada kegiatan ini.
Wah!
Sip, kelihatan bagus!
Mungkin titik-titik fotonya sudah cukup, ya?
Mhm!
Tinggal menunggu terbenam dan bintangnya muncul.
Kita benar-benar mencapai tujuan akhir.
Iya.
Ah, harus mulai memotret!
Ah, benar juga!
6400. F-Stop: 2,8.
Paparan cahaya: 20 detik.
Mengunci tombol remote, dan dibiarkan satu jam.
Paparan cahaya: 20 detik.
Durasi: Satu jam.
Pemotretan dimulai.
Langit malamnya sangat cantik!
Rasi bintangnya mana saja, ya?
Kalau terlalu banyak begini, jadi susah mencarinya, ya.
Sebelah sana itu Deneb 'kali, ya?
Berarti, yang itu Cygnus?
Iya.
Bisa-bisanya orang zaman dulu meng- hubungkan bintang yang sebanyak ini ....
Mereka nganggur atau gimana, ya?
Mungkin saja, sih.
Sama dengan kita, ya?
Aku yakin, deh.
Orang-Orang yang dulu bikin rasi bintang itu,
pasti juga susah tidur dan kerjanya cuma melihat bintang.
Sejak 6.000 tahun lalu ...
... sampai sekarang.
Sudah waktunya.
Sip.
Berikutnya, dari tengah-tengah pilar.
Ini yang terakhir.
Berarti ini akhir petualangan kita, ya?
Magari.
Aku ingin bilang ...
... kalau kau adalah orang yang ... istimewa bagiku.
Em ....
Bukan karena terbawa suasana atau bagaimana ....
Maksudku ....
Boleh kuulang lagi?
Mhm.
Aku menyukaimu.
Selalu ... dan tak pernah berubah.
Aku tulus menyukaimu.
Magari?
Foto, dong.
Ini adalah momen terbahagiaku selama hidup.
Aku ingin ekspresi ini diabadikan.
Baiklah.
Ah, b–bentar!
Kayaknya, terlalu malu kalau sendiri.
Saling foto bareng saja, yuk!
Caranya?
Tinggal begini doang, kok.
Mhm.
Nakami yang lagi pegang kamera emang paling keren!
Aku terlihat bagaimana di situ?
Coba lihat, dong.
Gak boleh!
Rasanya ingin lihat terus, ya?
Iya.
Sampai langitnya terang dan bintang terakhir hilang, ...
... begini terus.
Sewaktu kecil dulu,
keluargaku yang jarang sekali berwisata,
kami sempat naik gunung pada liburan musim panas.
Malam itu,
sambil menggandeng tanganku,
ibuku menunjuk langit dan bilang,
"Indah sekali, ya?"
Tapi aku malah justru takut.
Saking banyaknya bintang yang terlihat, rasanya ...
... aku takut karena mengiranya menunjukkan wujud asli sesuatu.
Bahkan sampai tidak menjawab.
Lalu tahu-tahu malah suasananya jadi canggung.
Setelah itu, tidak pernah berwisata lagi.
Ah.
Aduh, maaf.
Malah jadi cerita tidak jelas.
Aku baru pernah dengar kamu cerita tentang ibu.
Memang jarang-jarang.
Berarti ini istimewa!
Sewaktu aku masih kecil,
aku takut dengan teori lubang hitam.
Takutnya akan membesar dan terus membesar,
sampai kelak hari akan mengisap Bumi ke dalamnya.
Apa terkadang kamu masih takut melihat langit berbintang?
Sekarang, ...
... kuanggap indah.
Les tambahan malesin banget!
Rui, pirangmu klop banget!
Iya, dong!
Sekarang aku bukan Haira Rui lagi,
tapi e-"Mas Rui"!
Ha! Bisa saja!
Sekarang, tinggal ....
Kau lagi, kau lagi.
Nih.
Kucing resek.
Dia dijemput pulang?!
Katanya, dijemput kedua orang tuanya sampai ke Situs Mawaki.
Buset!
Sesampai di rumah, kena omel habis-habisan, katanya.
Pakai kawin lari begitu, sih!
Masa iya, bakal dibiarin ortu?
Sekarang dilarang main, katanya.
Ketat amat, sih?
Tapi enggak nyangka, Nakami-kun bakal senekat itu.
Iya, dia udah berubah, ya?
Hm?
Dari orang nyebelin, jadi agak nyebelin.
Memangnya kehitung berubah, tuh?
Selamat datang!
Latihanku agak ngaret.
Tetap semangat!
Masih numpuk banget, ya.
Sehalaman pun belum tersentuh.
Jangan harap dibantu nulis, lo!
Siang!
Gan-chan di dalam?
Dia lagi cuti.
Yaelah, padahal mau kutemani.
Hei, Anak OSIS.
"Ukegawa", Mbak.
Ekskul Astronomi bakal dapat anggaran?
Foto mereka terpilih jadi pemenang kontes nasional, sih.
Sudah jelas bakal dapat, dong.
Tes, suaraku masuk?
Karena sudah lama enggak begini, jadi agak gugup.
Langsung saja, kubuka siaran radio ini.
Tolong temani malamku sebelum mengantuk.
Saat ini pukul dua malam.
No comments yet. Be the first to leave one.