The first 200 lines.
Sayang.
Sayang, lepaskan aku.
Lepaskan aku.
Sayang, aku tak mau pergi.
Lepaskan aku.
Ikut aku.
Berdiri, kemari.
Aku tak mau ikut, lepaskan aku.
Master.
Master.
Berikan! Berikan obatnya.
Lalu, kalian akan memberiku apa sebagai gantinya?
Aku akan menukarnya dengan istriku.
Tidak, lepaskan aku.
Harta karun naga yang langka,
obat kebahagiaan dari dunia ini,
tidak terkekang dan bahagia.
Master, berikan lagi kepadaku.
- Obatnya. - Obatnya.
Berikan, cepat.
Berikan obatku.
Ayo, berdiri.
Kau pria dewasa,
kenapa kau merokok opium itu?
Coba lihat dirimu.
Ibumu masih menunggumu pulang untuk makan malam.
Cepatlah pulang dan angkat pakaiannya.
Jika kau punya masalah, datanglah kepadaku.
Aku bisa membantumu.
Ingatlah namaku.
Aku...
sang juara seni bela diri,
Su...
Obat.
Kenapa kau tak membiarkanku menyelesaikan kalimatku?
Su Can, sang juara seni bela diri,
hanya bisa membual.
Kau banci.
Aku akan mengempasmu ke tanah...
dan memaksamu mendengarkanku 3.000 kali.
- Di mana Cao Kang? - Diam.
Kau harus melewatiku lebih dulu.
Kau sudah dewasa, tetapi masih ingin bermain api?
Lihat dirimu!
Kau tidak takut mengompol di ranjang?
Kau sudah mengangkat pakaianmu?
Tuan Su.
Aku akan membantumu mengalahkan Sekte Tianmen.
Aku tak butuh bantuanmu. Pergilah.
Kau datang cepat untuk mendapat pujiannya.
Kekuatan Mengisap Tulang.
Lengan ini menjadi milikku sekarang.
Tuan Liu. Cepat bantu aku!
Tuan Su.
Apinya terlalu besar.
Kami tak bisa melewatinya.
Pujian! Kau boleh ambil 80 persen!!
- Cepat! - Baik.
Pegang ini. Aku akan membantu Tuan Su.
Sialan kau, Ah Su!
Kau masih tak mau bangun?
Siapa Ah Su?
Sudah setahun, kau masih belum bisa mengingat siapa dirimu.
Jangan.
Kenapa kau lari?
Jika kau masih belum bisa membayar sewa bulan ini, pergi dari sini!
Seharusnya aku tak membawamu pulang setahun lalu.
Kurasa kau berpura-pura hilang ingatan.
Tidak, Bos Jin, aku tak bohong. Aku tak ingat apa-apa.
Kau pikir hilang ingatan bisa membebaskanmu dari uang sewa?
Cepat.
Cepat cari cara untuk membayar sewanya.
- Jangan terlalu galak. - Kau berutang...
sewa setengah tahun kepadaku.
Zhi Zhi.
- Sewa setengah tahun. - Ah Su tahu kesalahannya.
Berapa totalnya?
Seperti pepatah...
Menyingkirlah!
Kau hanya tahu beberapa kata dan bersembunyi di tangki air setiap hari!
Pantas saja kau menjadi pecundang.
Apa yang kau tertawakan?
Hidung anjingmu sangat tajam. Cari celana dalamku!
Kulihat...
Xiao Tao Hong mengambilnya.
Aku tak mengambil apa-apa.
Turun ke sini.
Turun!
Baik.
Siapa yang menyuruhmu menghadap timur saat berbaring?
Berapa kali kubilang bahwa sisi timur milik Dewa Keberuntunganku?
Pantas saja aku tak bisa kaya beberapa tahun ini.
Semua ini salah kalian!
Pergilah dan bawa pulang uang!
- Bos Jin. - Pergi!
Bos!
Aku...
Beri mereka waktu beberapa hari lagi.
Aku belum bicara denganmu.
Di luar sana sedang ramai kasus "kematian sambil tersenyum".
Sangat berbahaya.
Kau...
tak boleh bermain dengan para pengemis itu lagi.
Mengerti?
Kompetisi Mengemis Tahunan...
dimulai sekarang.
Hore.
Dalam satu jam,
siapa pun yang bisa mendapatkan uang paling banyak,
akan mengambil alih Mangkuk Nasi Pecah...
dan menjadi...
kepala pengemis Desa Xiushui, Kota Changle, Guangdong,
Provinsi Guangzhou, tahun ini!
Hore.
Ayo.
Lumayan. Bagus.
Bos, wajahmu menunjukkan...
bahwa kau adalah reinkarnasi naga.
Bakat bela diri yang langka di abad ini.
Apa gunanya menjadi kepala pengemis?
Tapak Penakluk Nagaku ini...
bisa membantumu menjadi pemimpin dunia seni bela diri.
Bagaimana jika kau ikut denganku...
dan menjadi muridku?
Bagaimana?
Aku bahkan belum mulai mengemis, kenapa kau...
Pemerah pipi terbaik di Zhi Jin Mill,
tusuk rambut bunga emas khusus kerajaan,
wadah makanan cendana langka,
dan manik-manik Buddha Kuil Jinshan.
Berkuasa, kaya, dan baik.
Dia pilihanku.
Maaf.
Seseorang memukul mataku, aku tak bisa melihat jalan dengan benar.
Orang rendahan dan miskin sepertiku sudah tiga hari tidak makan.
Tubuhku kurus dan lemah sehingga terjatuh di depanmu.
Aku telah mengotori mata dan bajumu.
Aku pantas mati.
Kasihan sekali.
Berdirilah, Nak.
Kau curang.
Dia harus berterima kasih kepada kita.
Terima kasih.
Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk menjadi orang baik.
Ayahku baru saja meninggal.
Berbaik hatilah kepadaku.
Kau pembohong!
Lebih baik kubuang uangku ke laut daripada kuberikan kepadamu.
Sialan.
Terima kasih, Tuan.
Namaku Laut.
Apa-apaan?
- Maksudku laut itu. - Benar, aku Laut.
Di mana uangku?
- Cari sendiri. - Di mana kau menyembunyikannya?
Jika uang ini sudah dibuang ke laut,
kau takkan mendapatkannya kembali dengan mudah.
Di mana kau menyembunyikannya?
Kembalikan uangnya.
Aku baru menghabiskan lima jam untuk menceritakan kehidupan tragisku...
kepada mereka.
Aku belum bertemu lagi dengannya sejak itu.
Hal-hal yang kami kira takkan terlupakan telah dilupakan...
di hari-hari saat aku memikirkannya.
Aku akan memberimu semua sisa roti kukusku.
Maaf. Aku hanya menerima uang tunai.
Kau tak mendapat apa-apa.
Dengar. Aku tak menyangka keterampilan mengemis semua orang sangat hebat.
Itu telah membuka mataku.
- Aku kagum. - Kagum apanya.
Jika kau masih tak bisa mendapat uang, ibuku akan mengusirmu.
- Nona. - Kau siapa?
Ada apa, Tuan?
Kau terlihat sangat...
- Sangat apa? - Sangat manis.
Ini lipstik terbaru di Guangzhou. Kau mau mencobanya?
Nona Cantik.
Kau sangat cantik setelah memakai lipstik ini.
Saat aku besar, apakah aku akan secantik dirimu?
Ada hal-hal yang kita punya sejak lahir dan tak bisa dibeli.
Sialan!
Mulutmu bengkak seperti...
Nona Zhu yang tadi.
Dia tak bisa diselamatkan. Dia sudah mati.
Tabib, selamatkan aku.
- Selamatkan aku. - Menyelamatkanmu...
Tolong selamatkan aku.
Tiga...
Tiga tael perak.
Bukan masalah.
Tiga sen.
- Ayo ke sana dan lihat. - Baiklah.
- Ayo. - Nona.
Nona, dahimu gelap.
Nona, dahimu gelap.
- Hal buruk akan terjadi hari ini. - Bagaimana kau tahu?
Pertama, kau akan mengalami kerusakan pada wajahmu.
Pertama, kau akan mengalami kerusakan pada wajahmu.
- Lalu, masalah keuangan. - Lalu, masalah keuangan lagi.
Setelah itu...
No comments yet. Be the first to leave one.