The first 190 lines.
♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔ = Episode 3 =
Ujian Kementrian Ritus pada bulan depan.
= Yan Shu alias Tongshu = Membereskan dan menjilid kembali sejarah negara
baru dimulai juga.
Kepergian saya kali ini, takutnya tidak terurus lagi.
Mengecewakan Perdana Menteri Wang.
Dua buah tinta kuno ini,
tunggu aku tinggalkan ibu kota,
antarkan kepadanya sebagai tanda minta maaf
Kita akan pergi ke mana?
Sekarang masih belum tahu.
Tunggu titah saja.
Tidak mungkin tempat terbengkalai juga.
Titah ini masih belum tiba,
kenapa Anda sudah tahu akan pergi?
Belakangan ini meneliti teori perubahan,
mendapatkan cukup banyak.
Kemarin meramal,
mendapat beberapa hari lagi akan meninggalkan ibu kota.
Tuan.
Kamu ramal lagi kita akan pergi ke mana?
Yang kupelajari belum dalam.
Tidak bisa mengetahui semua maksud langit.
Aku keluar jalan-jalan.
Aku ambilkan payung untuk Anda.
Tidak perlu.
Tuan.
= Zhao Zhen = Apakah mau mengajariku kalimat Yongmei?
Kalimat bagus awalnya dari berkah langit.
Hari ini hamba tidak membahas pantun dan tulisan dengan Kaisar.
Hanya menapak salju dan menikmati aroma.
Memetik beberapa bunga plum lagi,
kumpulkan satu pot bunga salju,
pulang meminta dapur untuk menyeduh teh.
Panggang satu tungku kue nastar selai bunga plum.
Nastar selai bunga plum?
Titah lisan Ibu Suri.
Saya sudah melihat surat dari Yan Shu.
Nyatakan, Asisten Utusan Rahasia Yan Shu,
Ikut ke Istana Yuqing Zhaoying
Hamba terima titah.
= Istana Yuqing Zhaoying =
Tuan. Hamba mendapat pesan lisan,
tidak berani menunda.
Kurang ajar.
Berani sekali datang setelah lama begini.
Di luar berisik apa?
= Ren Shouzhong alias Jichen =
Lapor Ibu suri.
Yan Shu datang memenuhi titah.
Dikarenakan pelayannya telat mengantarkan shaku,
di bawah pengaruh emosi memukuli pelayan dengan shaku.
Pelayan terjatuh.
Bisa-bisanya mematahkan gigi depannya.
Yan Shu memukuli pelayan di depan istana.
Yan Shu.
Tidak salah lagi juru Perdana Menteri
pilihan mendiang Kaisar mantan untuk Kaisar.
Benar-benar orang yang luar biasa.
Yan Shu memenuhi titah.
Pelayan telat mengambil shaku
sehingga Yang Mulia menunggu hamba,
ini tidak menghormati.
Oleh karena emosi dan melukai orang,
ini tidak sengaja.
= Wang Zeng alias Xiaoxian = Cukup ditegur dan denda saja.
Tidak perlu hingga mengusir keluar ibu kota.
Yan Shu bertugas membantu.
Hukum birokrasi.
Sedangkan amarah besar tidak berperilaku seperti seorang pejabat.
Maka harus dihukum berat, supaya tidak terulang.
Bagaimana bisa menganggap remeh hal ini hanya dengan mendenda?
Mohon dihukum sesuai aturan, untuk menyetujui opini umum.
Mohon dihukum sesuai aturan, untuk menyetujui opini umum.
Saya masih muda.
Melibatkan pejabat penting kerajaan.
Mohon Ibu suri memutuskan.
Menjabat kerajaan bagaikan menggenggam timbangan.
Hanya saja meminta keadilan atas nama publik.
Tidak adil artinya tidak seimbang.
Tidak seimbang adalah bencana awal kerajaan.
Untuk itu,
aku harus merelakan dan mengambil
demi satu kata keadilan ini.
Menteri Yan sebagai pejabat yang setia.
Sangat berkemampuan.
Terkenal sejak muda,
tidak terhindarkan memiliki emosi angkuh.
= Xia Song alias Yuqiao = Tidak peduli dengan orang di bawah,
menuntut terlalu tinggi.
Hukuman berat kali ini
tidak hanya mengingatkan para pejabat,
juga untuk melatih keangkuhan Yan Shu.
Yan Shu bertindak tidak sopan,
tidak bisa menjadi panutan para pejabat.
Mencabut jabatan Utusan Asisten Rahasia, Wakil Menteri Kehakiman,
diubah menjadi Distrik Yingtian.
Komisaris Militer Huaian,
pegawai administrasi Zhang Qi.
Sangat teliti dan jujur sebagai pejabat,
berjasa untuk kerajaan.
Diangkat menjadi Utusan Rahasia.
Apakah Kaisar memiliki pendapat lain?
Ibu Suri mengatasinya dengan tepat.
Ujian sipil Kementrian Ritus segera tiba.
Yan Shu meninggalkan ibu kota.
Wang Ceng sudah lanjut usia.
Kali ini mohon Lv Yijian membantu sepenuh hati.
= Kediaman Yan =
Tuan sedang baik suasana hatinya, sangat bergembira.
Kaisar sudah tiba hingga ruang membaca,
bisa-bisanya hamba tidak menyadari.
Tata kelola yang tidak memadai,
mohon Yang Mulia menghukum.
Bisa menghukum seperti apa lagi?
Sekarang kamu sudah diusir ke Distrik Yingtian.
Masih belum berangkat,
apakah mau diturunkan satu tingkat lagi?
Sudah, tidak perlu sungkan.
Saya yang perintahkan jangan sampaikan,
kalau tidak saya akan beri hukuman.
Guru jangan panik.
Saya hanya saja ada satu hal yang membingunkan,
ingin tanyakan guru.
Kaisar silakan katakan.
Dalam “The Analects” tertulis.
Suatu hari, Zilu tinggal di Shimen.
Pagi-pagi berikutnya
penjaga pintu menanyakan asal-usulnya.
Zilu menjawab
dirinya adalah murid Konfusius.
Penjaga pintu langsung mengangguk dan menjawab,
ternyata pelajar Konfusius
yang menjunjung
melakukan tindakan yang jelas dilarang.
Orang-orang sering menggambarkan
pelajar Konfusius dengan
melakukan tindakan yang jelas dilarang.
Tuan juga pelajar Konfusius.
Melawan Ibu Suri demi perihal Zhang Qi.
Justru tahu Ibu Suri tidak bisa memaafkan.
Maka membereskan barang-barang dari awal,
dengan tenang bersiap diusir keluar ibu kota.
Tapi justru tidak ingin melanggar kata hati.
Ini adalah melakukan tindakan yang jelas dilarang.
Iyakah?
Kalau begitu saya ada satu pertanyaan.
Apa yang dimaksud dengan hal yang dilarang?
Jika hal yang dilarang adalah kejahatan,
tuan tentu tidak akan melakukan.
Jika hal yang dilarang adalah kebijakan,
sedangkan kaisar menyebut kebajikan ini
sebagai hal yang dilarang.
Jadi kaisar adalah kaisar terhina.
Bukankah begitu?
Hamba sekali lagi tidak sopan.
Memalukan, memalukan.
Kali ini saya bisa mengambil keputusan.
berikan pembebasan untuk guru.
Dunia sangat besar, meliputi beragam hal.
Ada kebajikan maka ada kejahatan. Ada negatif maka ada positif.
Kaisar adalah Tuan untuk dunia,
bukannya pendekar dan hakim
yang menegakkan kebenaran.
Kaisar yang benar harus seperti apa?
Menjabat kerajaan bagaikan menggenggam timbangan.
Jika ingin menyeimbangkan timbangan,
hati Kaisar harus jernih bagaikan cermin.
Jelas membedakan jahat dan baik, benar dan salah.
Perlu juga tangan yang menggenggam timbangan
memiliki kekuatan yang besar,
baru bisa menyeimbangkan kekacauan dunia.
Sekarang hamba
tidak bisa menjadi tangan kanan Kaisar
menahan kekuatan Ibu Suri lagi.
Tetapi tetap harus dengan kekuatan yang tidak seberapa ini,
menjernihkan hati Kaisar.
Mendebatkan benar dan salah demi pejabat kerajaan.
Kali ini hamba diusir keluar ibu kota
dengan alasan adalah tidak sopan,
bukannya melawan Ibu Suri
menggunakan orang yang tidak berguna.
Yang Ibu Suri hukum adalah
keangkuhan dan emosional Yan Shu,
bukannya perkataan nasihat Yan Shu.
Terima kasih atas petunjuk guru.
Kelak tidak akan bertemu lagi.
Tidak berani melupakan bimbingan hari ini juga.
Standar ujian kerajaan sekarang ini,
penulisan artikel menempati proporsi lebih banyak,
No comments yet. Be the first to leave one.