Release info

Beautiful Rain Episode 1
A Commentary by urfan
www.urfan.my.id

Tags

other
Published on: 2015-04-26
Downloads: 34
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pagi.

Miu, ayo bangun.

Miu.

Nona Muda.

Sudah Pagi.

Jam berapa?

Nona Muda, Jam menunjuk ke angka 7:05.

5 menit lagi. - Hei Miu.

3 menit lagi. - Bangun!

Tidak mau.

Mau sampai kapan bermalas-malasan?

Hentikan!

Oke.

Lakukan lagi.

Tidak.

Payah.

cuci muka dan gosok gigimu. - Baik ~.

Cepat. Hati-hati saat membersihkan geraham.

Cepat atau Hati-hati? Yang mana sebenarnya?

Kita kehabisan kecap ya? Kecap. Kecap.

Kecap ada disini! Apa, disitu rupanya.

Itadakimasu. - Itadakimasu.

Eh, Ayah. - Hm?

Kapan2 sarapan roti aja ya.... - Kenapa?

Membosankan setiap hari hanya Nasi dan Natto.

Bukanakah ayah juga membuatkanmu telur?

Adakalanya roti saja cukup . - Harus makan nasi untuk mendapat energi.

Dan Natto agar meningaktakan ketahanan tubuh.

Lihat? Lengket. Lengket.

Makan Natto maka semangatmu akan berkobar.

Jadi orang yang makan roti tidak punya kemauan?

Itulah kenyataannya. - Bohong ah.

Yang lebih penting, Miu, apa kau sudah menyisir rambutmu?

Kau anak perempuan, jadi harus terlihat rapi saat keluar.

Rambut ayah juga berantakan.

Rambutku? Sebelah mana?

Bagian belakangnya terikat. - Terikat?

Benar. Banyak lho.

Cha ~. apa ini!?

Kan? makanya jangan protes dulu. - Gawat ini...

Dia disini, Miu.

Dia disini. Dia disini! Si monster berkaki-8 disini!

Apanya yang monster? Hanya seekor laba-laba.

Bukan, dia monster. Berhenti. Dia berbahaya.

Apa yang ayah maksud?

Kau membereskan monster itu dengan baik.

Bye bye. Jangan balik lagi ya?

Soalnya ayahku penakut.

Apa kaubilang?

Ah benar, Aku harus membawa bekal untuk acara piknik menggambar besok.

Oke? - Oke.

Jangan lupa yang itu juga ya. - Aku tau.

Itu? Itu yang mana?

Tuh kan' kau sudah lupa lagi. Ayah bilang akan membelikanku

termos warna pink. - Ah! Termos warna pink.

Benar. Benar.

Ampun, belakangan ini ayah sering melupakan banyak hal.

Saya sungguh minta maaf, Nona Muda.

Aku berangkat! - Hey kau juga melupakan sesuatu.

Oh iya.

Mama-chan, Aku pergi dulu.

Baiklah, berangkatlah. - Ya.

Pergi dulu! - Selamat jalan!

Pagi. Aku berangkat. - Ah Miu,

Pagi. Selamat jalan.

Selamat jalan. - Pergi dulu!

Miu, pagi! - Selamat pagi.

Selamat jalan. - aku pergi dulu!

Pagi Miu-chan.

Pagi Nako-chan. Aku berangkat! - Selamat jalan!

Ayah, Aku berangkat. - Sampai jumpa!

Hati-hati. - Aku berangkat.

Waaa! - Ahh!

Jangan gitu dong Kotaro?

Tunggu! - ada olahraga 1 jam hari ini.

Kau bawa tali lompat kan? - Tentu dong!

Pagi. - Selamat pagi!

Hey Akio, masih bodoh saja? - Apa? Ngomong2 apa itu?

Kau tidak tau tali lompat?

Pegang kedua ujungnya lalu lompat sambil mengayunkannya.

Aku tau itu tali lompat. Tapi kenapa dibawa2?

Dimana bos? Belum datang.

Kalau kau mencari bos, dia... - pergi keluar untuk menyiram tanaman.

Bos, Selamat pagi. Yo Kei, pagi.

Ada apa? - sebenarnya...

Kalau uang, Aku tidak punya. - Aku tau.

Kalau begitu apa?

Baiklah semua, Ayo mulai melompat.

Baik.

Miu-chan mana talimu?

Aku sudah berniat membawanya. - Ini gawat.

Gimana dong?

Kinoshita-san,

apa kau lupa membawa tali lompat?

Maaf.

Miu!

Ayah?

Sensei, maaf.

Ini talinya. - Makasih.

Anda datang jauh2 untuk membawakan ini?

Maaf sudah mengganggu. - Bukan masalah.

Baiklah Miu, semangat ya.

Iya, trim's.

Aku permisi dulu.

Selamat jalan. - Pergi dulu.

Pasti menyenangkan ya punya Ayah yang sangat perhatian.

Lain kali jangan lupa ya. - baik ~.

"baik"-nya pendek saja. - Baik!

Kalau begitu ayo mulai. Baik.

Apa kau tidak 'terlalu memanjakannya'?

Tidak selalu seperti ini.

Biasanya Miu tidak pernah lupa bawaannya.

Aku tidak pernah dibawakan barang yang tertinggal.

Aku sering lupa membawa buku dan bengong saat jam pelajaran.

Itulah kenapa kau berakhir di tempat ini sekarang.

Kejaam ~ .

Kau tertawa! Apa kau baru saja menertawaiku Mune-san.

Bekerja dulu sebelum bicara.

Seperti yang dia bilang. Kerja. Kerja.

Tidak mungkin, Aku tidak bisa melompat 2 kali dalam 1 lompatan.

Kau tidak punya kemauan.

Apa yang kau makan saat sarapan tadi? - Roti.

Sudah kuduga. - Eh?

Kau harus makan nasi dan natto untuk sarapan. - Kenapa?

Diamana aku bisa beli termos?

Kau tidak punya termos? Bukan, bukan untukku.

Untuk ultah Miu?

Ultah Miu tepatnya minggu depan kan.

Besok dia pergi piknik. Dia memohon padaku untuk memberlikannya

termos warna pink. - Bukankah ada yang menjual di supermarket

depan stasiun? - Tidak kurasa kau harus membelinya di

Toserba.

Toko perkakas juga mungkin menjualnya. - Oke, Akan kucoba.

Kalau tidak bisa membelikan yang baru,

kenapa tidak gunakan yang ada untuk pikniknya?

Anak sekarang tidak mempan. Bukan begitu, Kei-san?

Apa kau tidak terlalu memanjakannya?

Adalah tugas orangtua untuk mengajarkan anak mereka menghargai sesuatu.

Seharusnya kami yang bilang begitu.

Kau benar2 memanjakan putrimu.

Aku? Kapan? - Selalu.

Saat dia meminta sepatu atau baju baru,

kau langsung bergegas membelinya.

Itu karena seorang ayah memanjakan putri mereka.

Boss, apa kau tidak menangis saat Akane menikah?

Dia menangis.

Apa yang kau tertawakan Mune-san.

Hal seperti itu bukan masalah besar. Ganti topik!

Ekonomi jepang sangat lemah belakangan ini.

Ditambah lagi, anak muda zaman sekarang tidak ben...

Baiklah, Baiklah. Sebelum mengkhawatirkan masa depan Jepang,

Tolong khawatirkan dulu masa depan perusahaan kita.

Aku memikirkannya. Kenapa kau pikir

Aku selalu lelah setiap harinya? - Apa kau mengerti beratnya

beban yang aku tanggung untuk membayar cicilan mesin dan gaji karyawan?

Terima kasih makanannya. - Oh ya Kei,

Aku bisa menjemput Miu dari latihan ballet kapanpun.

Terima kasih banyak sebelumnya.

Miu sudah menginjak usia 8 tahun.

Anak itu benar2 tumbuh dengan baik ditangan ayahnya.

8 tahun yang lalu Kei membawa Miu kesini saat itu dia masih bayi,

Aku berpikir seorang elite di bidang konstruksi perusahaan ingin bekerja disini

pasti dia bergurau. - Di tempat yang

kecil seperti ini, pabrik tanpa nama.

Bagaimana bisa kau menyembut pabrik kita seperti itu?

Karena tempat ini memang kecil, dan si pabrik tanpa nama.

Mungkin kau benar . - Memang.

Kei-san, apa kita belok kiri?

Lurus saja terus, ayolah ingat ini.

Pakai kepalamu. - Maaf.

Selanjutnya belok kanan. - Oke.

Pasti sulit ya menjadi seorang ayah.

Membawa barang yang ketinggalan, membelikan termos, selanjutnya hadiah ultah.

Kau akan mengerti nanti jika sudah menjadi ayah.

Mungkin.

Pernah dengar "Apple of my eye"?

Itu benar lho.

Kau menatap putrimu dan berpikir

"Ada makhluk selucu ini di muka bumi?"

Sangat luar biasa.

Selucu apapun mereka, tetap saja

Kau harus mengatakan "Pisahkan cucianmu" dan "Jangan main sebelum kamarmu rapih"

Kan? - Mana ada aku menyuruh Miu seperti itu.

Kalau tidak seperti itu dia akan berakhir seperti anak perempuan lain.

Ah~ maksudmu MBA?

Jangan samakan Miu-ku dengan anak perempuan idealmu.

Lalu bagaimana kalau...

Suatu hari Miu membawa laki2 sepertiku yang berkata

"Pak, tolong serahkan putrimu padaku."

Apa yang akan kau lakukan?

Itu tidak lucu. Sama sekali tidak lucu! - Kei-san, sekarang bukan saatnya, tadi itu hanya bercanda.

Tidak lucu! - Ayolah kei-san aku hanya bercanda.

Kita bisa tabrakan ini. Whoa whoa whoa.

Hmm?

Mmmm Yay!

Akio - Ya.

Maaf tapi ini menghalangi jalan, bisakah kau memindahkannya kesebelah sana?

Baik, Bukan masalah.

Yo Kei-san, dibelakangmu. - Oke.

Awas!

Beautiful Rain (Byutefuru Rein / ビューティフルレイン) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Beautiful Rain (Byutefuru Rein / ビューティフルレイン)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left