The first 200 lines.
Tunggu.
Kau harus ikut denganku.
Ke mana?
Ke hotel.
Kau mengajakku ke hotel?
Kenapa?
Kau tidak mau?
Hei.
Kau merayuku?
Jika aku merayumu,
kau mau ikut denganku?
Jadi…
kau menyukaiku?
Menurutmu?
Bagaimana penampilanku?
Apa aku tampak manis?
Kau tampak
menawan dengan caramu sendiri.
Kau suka wanita tangguh?
Kita tak saling mengenal dengan baik.
Kurasa begitu.
Benar.
Kalau begitu,
ayo ke hotel.
Apa?
Tunggu.
Kenapa aku harus ikut denganmu?
Dengar.
Aku baru putus dengan pacarku.
Aku melihatnya berselingkuh dengan mataku sendiri.
Aku tahu
kita sepertinya cocok,
tapi bukankah kita harus berkencan dahulu?
Kita akan pergi
berkencan nanti.
Hari ini, ke hotel.
Hei.
Apa aku tampak gampangan bagimu?
Kau berpikir berlebihan.
Sejak kembali ke Thailand,
aku menginap di hotel. Semua barangku di sana.
Begitu rupanya.
Berengsek.
Kau tak bilang itu hotelmu.
Ini kesalahan.
Bagaimana aku lolos dari ini?
Masa bodoh.
Aku akan ikuti saja.
Tapi bagaimana bisa
pria ini membuatku sangat gugup?
Kupikir kau tinggal di daerahku.
Aku akan segera pindah ke sana.
Benarkah?
Kapan?
Kau akan segera tahu,
Sayang.
Siapa yang mengajarimu kata itu?
Kau salah memakainya.
Itu hanya dipakai di antara pasangan.
Tentu, Sayang.
Siapa pun akan salah paham.
Sulit dipercaya
kau pernah mengencani Najai.
Kau suka tawaran mereka?
Terserah kau ingin menerimanya atau tidak.
Aku hanya perantara di sini.
Kau sungguh berhenti karena Najai?
Kenapa kalian putus?
Aku merasa
dia tidak benar-benar mencintaiku.
Itu menggangguku,
jadi, kubilang aku ingin putus
hanya untuk mengujinya.
Tapi dia melepaskanmu begitu saja.
Gelas anti tumpah ini seharga 990. Menurutku ini harga bagus.
- Benar. - Tapi menurutku tidak cukup bagus
untuk acara Love Outlet kita.
Benar. Ini acara kita dan harus lebih baik dari ini.
Kau akan segera tahu,
Sayang.
Tentu, Sayang.
Jangan lagi.
Ke mana semua dokumennya?
Apa?
Apa ini?
Kenapa, Ibu?
Ibu, di mana semua dokumenku?
Jangan bilang dia pindah ke sini.
NAPA
Tahu, kau tidak memahamiku? Kenapa kau melakukan ini?
Tahu.
Kau dengar, Tahu?
Aku senang kau meneleponku lebih dahulu.
Apa itu artinya kau masih punya nomorku?
Aku senang sekali.
Terima kasih.
Apa ibuku mengirimmu foto kamarnya?
Ya.
Jadi,
bisa aku pindah sekarang?
Coba saja.
Akan kutunjukkan seperti apa neraka.
Maka akan kutunjukkan rasanya berada di surga
begitu aku pindah.
Dari mana kau belajar menjawab seperti itu?
Jubjang.
Jika kita tinggal bersama,
bukankah akan menyenangkan?
Berengsek.
Ini Chacole, idola muda berbakat.
Kelebihannya adalah dia mengikuti semua tren terbaru.
Kekurangannya, dia mudah marah dan sering berdebat.
Itu bisa buruk bagi perusahaan.
Lewat.
Baik.
Untuk yang ini,
dia tidak istimewa.
Dia hanya mempromosikan dirinya sendiri.
Sudah kubilang hapus dia.
Maafkan aku.
Bagaimana yang ini?
Kiss Inthira.
Kurasa tidak.
Kenapa tidak?
- Begini… - Dia akan rebut pacarmu?
Atau dia akan merusak kredibilitas pekerjaan kita?
Bukan begitu.
Kalian semua harus tahu
dia sukses hanya karena
tidur dengan kliennya.
Dia memakai seks
untuk membantunya mencapai tujuannya.
Bukan hanya aku yang tahu. Semua orang tahu itu.
Biarkan mereka berpikir sesukanya.
Tapi kau tidak mengencani pacarnya.
Tidak ada gunanya menjelaskan yang sebenarnya.
Dia pikir aku teman tidak tahu malu
yang suka merebut pacarnya.
Bagaimana dengan rumor lain?
Apa kata majalah ini?
Tertulis Michael Jang teman kencanku.
Michael Jang?
Bukankah kau hanya bekerja dengannya?
Benar.
Tabloid ini selalu menulis omong kosong.
Aku tak bisa hentikan semua rumor.
Menurutmu kenapa aku terkenal?
Skandalku yang membuatku seperti sekarang.
Dari semua kandidat,
kurasa Kiss yang terbaik.
Bukankah kuminta kau
menghapus profilnya?
Sulitkah menuruti perkataanku?
Kau sudah di sini bertahun-tahun, tapi mengacau.
Kau seperti pemagang.
Kau menangis karena ini?
Aku sudah bekerja keras.
Aku bahkan bekerja di akhir pekan.
Aku di sini sendirian sampai larut semalam.
Lalu?
Aku bertanya kenapa kau menangis.
Jangan menangisi kesalahanmu lagi. Tidak ada gunanya.
Aku tak terima sifat kekanak-kanakanmu.
Berhenti saja jika tidak tahan.
Maafkan aku.
Kau akan baik-baik saja
bekerja dengan Kiss Inthira?
Aku tahu kau belum melupakannya.
Karena itu kau tak mengencani siapa pun.
Dasar wanita tua perundung!
Kau seharusnya memihakku!
Dasar katak jelek! Dasar psikopat!
Memang kenapa jika aku menangis?
Apa itu akan membunuhmu?
Pantas saja dia masih lajang.
Dia sekejam ular.
Sudah merasa lebih baik?
Jai.
Aku melihat Maple di balkon.
Apa dia ke sana untuk menangis?
Kau juga begitu saat kumarahi.
Apa dia mengumpatku?
Dahulu kau juga mengumpatku.
Tapi kau jauh lebih kejam.
Apa?
Aku tidak sekejam itu.
Aku melihat kalian berdua.
Maple jauh lebih baik.
Kenapa kau sangat menekannya?
- Dia bintang. - Dia bintang.
Bisakah kau melihat ini?
Baik.
- Bisa tanda tangan di sini? - Aku hanya asisten manajer.
Aku tidak terlalu berkilau.
Aku akan pergi sekarang.
Aku mengerjakan presentasiku Jumat lalu.
Karena kita sudah dapat selebritas kita,
aku layak istirahat.
Kata siapa? Kita belum dapat selebritas.
Kita belum bicara dengan Kiss
No comments yet. Be the first to leave one.