Chain Letter

Chain Letter

Download Indonesian Subtitle

Release info

Chain Letter 2010 DVDRip Xvid-StB
A Commentary by GreenUp
Hargailah karya anak bangsa

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
XviD
Published on: 2011-06-01
Downloads: 45
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Langsung dari TKP di Kantor Kepolisian Carlson

dengan perkembangan baru soal pembunuhan para remaja.

Seorang detektif yang menyelidiki kejahatan ini dinyatakan menghilang.

Pihak berwenang belum ingin berkomentar.

Orangtua diharapkan tetap dekat dengan anaknya

dan menjaga mereka sampai ada pemberitaan selanjutnya.

Selamat pagi.-/ Pagi.

Aku bawakan kopi.-/ Terima kasih.

Kita bisa dilacak dan ditemukan.

Tidurmu nyenyak tadi malam? --Tidak juga.

...tak peduli dimana kau berada.

Bahkan tentara kita di medan perang. Bahkan anak kita di taman bermain.

Matikan itu.-/ Bisa kita percaya mereka?

Jadi apa pendapatmu?-/ Kurasa dia harus ke kantor.

Aku bersedia lakukan itu. Aku hanya--

Baiklah.-/ Baiklah.

Sialan!

Jangan ngebut!

Tunggu dulu.

Stop!

Tidak!

Kehidupan modern punya masalah baru.

Karena ketergantungan kita terhadap komputer,

mereka dihantui oleh pencuri data.

FBI bisa mendengar semua yang kau katakan sekalipun ponselmu dimatikan.

Kita tidak bisa mengontrol teknologi karena itu ada dimana saja.

Unabomber mengirim surat ke New York Times

mengaku sebagai anggota dari Klub Kebebasan.

Mereka merusak komputer dengan virus dan memakai e-mail pribadi kita

untuk menginfeksi daftar temannya.

Ahli keamanan takut akan semua penyerangan ini

terhadap sistem komputer terjadi secara global.

Mereka menciptakan anti-virus--

Aku punya 7 kata sandi berbeda dan mereka temukan semuanya.

Korban virus kompter mulai bertanya kenapa ini bisa terjadi?

Kalian pasti sudah dengar cerita tentang Pasukan Khusus ditangkap di Timur Tengah

dan disiksa karena dia memakai ponsel pemerintah.

Ada statistik baru yang menarik.

3/4 ponsel di dunia dilengkapi GPS.

Teroris mampu melacak lokasinya karena dia memakainya.

Pasukan Khusus menyusup ke daerah teroris,

ditangkap hanya karena ponselnya dibajak?

Peraturan memberi kekuatan baru pada pemerintah

untuk menguping baik domestik maupun internasional--

Haruskah kita merasa aman? --Aku percaya

untuk kejahatan domestik dan kurasa aku sedang diawasi.

Sebagai target, kita memberi kontribusi terhadap sistem teknologi.

Ditengah malam, 1 Januari 2000

lift mungkin berhenti, pemanas bisa rusak.

Peretas Y2K siap menyerang semua komputer.

Bursa saham seluruh dunia mungkin bisa saja runtuh.

Apa yang dilakukan pemerintah dengan semua teknologi ini?

Dengan semua informasi ini?

Bisakah kita percaya mereka?

Apa kita tahu jika itu tidak dibajak dan dipakai

oleh kekuatan luar, mungkin musuh,

orang yang ingin membunuh kita?

Hei.-/ Hei, jalang. Kau sedang apa?

Belajar.-/ Apa itu?

Diamlah.

Hanya becanda. -/ Ya Tuhan, kau seperti Siswa Teladan, Jessie.

Terserah.

Jadi, apa kau sudah menanyai Michael soal aku?

Tidak.

Aku tidak tahu harus bilang apa.

Kita sudah lama berteman dan tiba saja kau suka padanya.

Dia tidak setampan ini saat di kelas 4, Jessie. -- Tentu saja.

Apa yang terjadi pada Anthony yang kau temui di dunia maya?

Ya Tuhan. Dia berubah menjadi mesum. Ternyata umurnya 40 tapi mengaku 18.

Kau harus waspada

terhadap semua hal dunia maya.

Pria ini, Ghetto Pirate,

baru saja mengirimiku foto kau-tahulah.

Kau tertarik pada pria aneh.

Baiklah, ini resmi. Aku harus berhenti kencan dunia maya.

Setuju. Baiklah, aku harus pergi. Nanti kutelpon besok.

Aku sayang kau dan sampai besok disekolah.

Oke, aku sayang kau.

Itu jaman SD.

Tidak, dia mengajariku. --Hei, Johnny.

Halo, Mikey.-/ Apa yang terjadi padamu tadi malam?

Ayolah, kau tahu sikap Ayahku soal sepakbola.

Kau sudah tahu Kevin menerima surat dari Nebraska?

Ya, aku sudah sering dengar itu.

Ya ampun, apa masalahmu?

Tenanglah. Bisa beritahu ada apa?

Ayahku memarahiku soal beasiswa sepakbola.

Tenanglah. Kau pasti bisa.

Apa kabar, Rach?-/ Adam putus dengan Heather tadi malam.

Tak ada yang peduli soal itu.-/ Ya, itu selalu terjadi tiap minggu, 'kan?

Terserahlah.

Hei, Rachel, apa masalahmu?

Kenapa bilang pada Ibu, apa yang kulakukan tadi malam?

Setelah kau beritahu Ibu apa yang terjadi padaku, Aku bilang pada semua orang, Neil.

Oh, tapi aku tidak peduli. Aku bermasturbasi.

Itulah yang kulakukan. Itu sungguh lucu.

Ya, sialan kau, keparat.

Intinya, Rachel, masuk lagi ke kamarku lagi,

dan aku akan bilang pada Ibu bahwa kau menyimpan sekotak kondom.

Sial.-/ Hebat, Neil.

Ada apa dengannya? --Hai. Entahlah.

Hei, Michael.-/ Apa kabarmu?

Kau sudah siap bermain, Johnny? --Tentu saja.

Ada apa dengan semuanya? --Dia terjatuh hari ini.

Sampai nanti dikelas, ya?-/ Oke.

Dari perjaka 40 tahun. Aku harus merubah nomor telponku.

Sudah kubilang, 'kan?

Hei, Jessie.-/ Kau harus mulai...

Wow, Dante.-/ Hei.

Sampai nanti dikelas.

Aku bawakan ini untukmu. --Terima kasih.

Aku memetiknya di jalan untukmu.

Ini indah.-/ Bisa kutemani ke kelas?

Jadi bagaimana akhir pekanmu? --Bagus.

Berusaha perbaiki mobilku. Akan selesai dalam beberapa minggu.

Keren.

Jadi ketika sudah selesai, bisa ajak aku jalan-jalan?

Ya, tentu. Biar kuajak jalan-jalan.

Privasi adalah sesuatu yang dulunya dianggap sakral.

Tapi sekarang tidak lagi.

Contohnya, sekarang, disini,

Aku butuh sedikit privasi dikelas ini.

Tapi teknologi modern menghalagiku darinya.

Apa-apaan ini?

Ponselku berhenti berfungsi.

Lebih baik.

Bagaimana Bapak lakukan itu? --$19,95 di Sharper Image.

Menghalagi signal ponsel sejauh 50 kaki. --Yang benar saja.

Ada waktunya dimana kalian tidak bisa menghubungi seseorang.

Tidak ada ponsel.

Saat kalian keluar sampai kalian pulang, kalian punya privasi.

Pesan kalian ada dirumah.

Aku punya pertanyaan.

Bukankah sepadan merelakan sedikit privasi

untuk bisa berkomunikasi dengan dunia?

Pertanyaan yang bagus, Jessica.

Tapi bagaimana dengan internet?

Bagaimana dengan MyTube, YourSpace?

Tidakkah kau risih dimana orang asing

bisa melihatmu, tahu wajahmu,

tahu warna kesukaanmu, tahu film kesukaanmu?

Semua informasi tercecer disana, dan alasannya apa?

Wanita.-/ Ya.

Wanita. Sungguh?

Wanita.-/ Ya, tentu.

Dan apa yang kau lakukan dengan wanita yang ada di internet?

Semuanya.-/ Tidak ada.

Tidak ada.

Kurasa generasi kalian hanya melihat sisi baik teknologi.

Tapi kupastikan bahwa dimana ada sisi baik,

ada juga sisi buruk, dan keduanya ada diluar sana.

Oke, kawan, mari kita lihat kemampuanmu.

Wow, Barclay.

5 jam telah berlalu, kau masih disana, ya?

Kurasa kau hanya perlu mati lagi.

Datanglah padaku.

Apa yang kau lakukan? Kau pergi dari komptermu?

Biar kuambil seluruh EXP-mu.

Baiklah, aku ikut saja.

Dasar sial. Pergilah. Aku harus menyelamatkan rekanku.

Apa-apaan ini? Baiklah, apa ini?

"Anda terbukti sebagai lawan yang tangguh."

"Anda menjadi mata rantai pertama."

Mata rantai?

Oke.

Tidak masalah.

Baiklah, kawan, aku adalah mata rantai.

Baiklah, Chain Master, aku sudah menerima pesanmu.

Aku mengerti.

Neil, komputerku rusak. Bisa kupakai punyamu?

Apa? Ya, jangan sungkan untuk mengetuk.

Maaf mengganggumu, Tn. Sopan Santun. Bisakah kau berdiri dan minggir?

Sialan kau. Pergi sana dari kamarku.

Neil, aku hanya akan menulis e-mail. Kau duduk disini bermain.

Aku punya kehidupan sosial. Ada orang yang bergantung padaku.

Dan komputerku rusak. Bisakah aku menulis e-mail?

Aku lupa, maaf, tapi tidak bisa.

Neil, ayolah, berdiri.-/ Sial.-/ Biar kuatasi ini.

Baiklah.-/ Apa ini?

Hanya surat berantai. Aku benci hal itu.

"Setiap rantai punya mata rantai. Setiap mata rantai punya nyawa."

Ya, tolong jangan disentuh karena aku akan menghapusnya.

Tidak, jangan dihapus, Neil.

Efeknya sangat mematikan. Kenapa mau ambil resiko?

Membuatku takut.

Apa ini hal yang sama, Rachel, seperti pada Susie Joe--

Dia menerimanya dan tidak diteruskan, dan 5 jam kemudian dia meninggal?

Tepat sekali.-/ Baiklah.

Dan Jessie.

Dan Johnny.

Dan Dante.

Bisa tunggu sebentar? Kau mengirim pesan berantai.

Menjauhlah dari komputerku? --Tidak.

Kau tidak boleh kirim...-/ Neil, biar kuteruskan.

...jangan mengirim pesan berantai dari alamatku.

Kumohon bersikaplah sopan.

Neil, baiklah, aku hanya... --Berdiri dari kursiku.

Terima kasih.-/ Tinggal sedikit lagi.

Neil, biar kuteruskan.

Permisi, kau bisa pergi. Silahkan pergi--

More Indonesian subtitles for Chain Letter

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left