Release info

내사랑 치유기 My Healing Love E47-48 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-01-07
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mi Hyang.

- Aku sungguh minta maaf. - Untuk apa?

Hari itu adalah kesalahan.

Apa pun opini orang lain, aku yang bersalah.

Kamu tahu, aku...

Kamu mirip bintang film dengan gaya rambut barumu.

Kamu tampak luar biasa.

Kamu datang lebih awal.

Ya.

Tunggu dan diamlah, Chi Yoo.

Ada apa?

Sebentar saja.

- Apa? - Tetaplah

seperti ini sebentar saja.

Ayo cepat.

Ada apa?

Apa terjadi sesuatu?

Bagaimana pekerjaanmu?

Lancar.

Ada lebah beterbangan.

Aku takut lebah itu menyengatmu.

Lebah?

Di pertengahan musim dingin?

Benar. Ada lebah juga di musim dingin.

Kamu takut pada merpati.

Kamu pasti takut pada semua hewan yang terbang.

Begitukah?

- Ayo. - Tunggu sebentar.

Suamiku keluar sebentar.

Kurasa dia bersama klien. Aku tidak bisa menghubunginya.

Bisakah kamu menunggu sebentar?

Kirim pesan teks saja.

- Apa? - Nenek menunggu.

Ayo.

"Episode 47"

Aku kemari untuk meminta nasihat hukum.

Aku ingin meningkatkan riwayat kerjamu.

Aku akan mencarikanmu pengacara di kantor lain.

Park Wan Seung.

Aku tidak pernah menyangka kejadian di Pulau Baengnyeong

akan sungguh terjadi.

Aku sungguh hanya ingin kita bersenang-senang sebagai teman.

Lantas?

Tapi, kurasa kini kita tidak bisa berteman.

Kenapa?

Sebagai teman, kita sudah melanggar batas.

Kalau begitu, kita tidak perlu melanggar batas lagi.

Itu tidak mengubah kenyataan bahwa kita sudah...

Lantas?

Kamu tidak akan menemuiku lagi?

Benarkah?

- Kami pulang. - Selamat datang.

- Halo. - Udaranya dingin, bukan?

Tidak. Karena mendapat tumpangan, aku tidak kedinginan.

Begitu rupanya.

Syukurlah kakakmu menjemputmu.

Kenapa kalian hanya berdua? Di mana suamimu?

Dia...

Sepertinya dia sangat sibuk. Kami pulang lebih dahulu.

Dia sibuk? Apa itu mendesak?

Tiba-tiba ada klien datang.

Maaf.

Jangan meminta maaf. Itu urusan pekerjaan.

Song Joo bersusah payah memasak.

Dia akan datang, bukan?

Ya, dia akan datang.

Ayo duduk.

Masuklah.

Halo.

Kamu sudah datang.

Seharusnya aku pulang awal untuk membantu Anda.

Jangan repot-repot. Tunggulah bersama nenekmu.

Katakan yang harus kulakukan. Aku cukup cekatan.

Rumah ini masih terasa canggung?

Belajarlah untuk menyantap masakanku dengan nyaman.

Aku minta maaf

atas semua ucapan kejamku.

Aku tidak mengenalimu.

Kamu begitu kesal?

Tidak. Hal itu sangat bisa dipahami.

Syukurlah kamu mengerti.

Lupakanlah masa lalu dan coba saling mengakrabkan diri.

Baiklah. Terima kasih.

Kemarin Jin Yoo membahas kalung mutiara.

Kamu mengingat sesuatu?

Rupanya soal itu.

Aku tidak sepenuhnya yakin,

tapi beberapa kali aku terlintas akan sesuatu.

Begitu rupanya.

Jika kamu mengingat sesuatu,

jangan merahasiakannya. Katakan kepadaku.

Kamu mungkin ragu apakah ingatan itu nyata.

Aku akan menjelaskan semuanya.

Baiklah, aku akan melakukannya.

Makanan akan siap 10 menit lagi.

Nanti panggillah nenekmu.

Tetap saja...

Pergilah.

Nenekmu ingin menghabiskan waktu bersamamu.

Tidak ada Samudra Pasifik di antara kami.

Rumah kami sangat dekat.

Kenapa mereka tidak mengundang kami?

Tidak.

Aku tidak boleh diam saja dan mengeluh.

Siapa yang harus kuberi tahu bahwa aku berbesan

dengan keluarga pemilik Grup Hansoo?

Aku harus memberi tahu grup yang paling sering bergosip

agar berita ini menyebar ke seluruh dunia.

Idemu berbahaya.

Kopral Choi belum mengumumkan hal itu.

Berani sekali kamu ingin mengumumkannya lebih dahulu.

Untuk apa mereka membuat pengumuman?

Mereka menemukan dia, itu saja.

Ada urutan dan proses untuk segalanya.

Dia menemukan putrinya setelah 33 tahun.

Dia pasti memikirkan cara untuk mengumumkannya.

Apa kamu akan bilang, "Kami menemukan dia,

itu saja,"

lalu melanjutkan hidupmu?

Menurutmu

saat mengundang orang-orang untuk membuat pengunguman,

mereka juga akan mengundang kita?

Tentu saja.

Aku berperan penting.

Akankah mereka melupakan aku?

Bukankah begitu...

Bukankah begitu, Sayang?

Bazar amal?

Ya.

Aku ingin berterima kasih kepada seseorang

karena membantu kita menemukan Chi Yoo.

Kita harus melakukan sesuatu untuk masyarakat.

Benar. Ide bagus.

Kita harus memikirkan yang harus dilakukan dan caranya.

Baiklah. Aku mendadak terlintas ide ini.

Bagaimana jika kita mengadakan bazar itu

bertepatan dengan peluncuran edisi tahun baru terbatas kita?

Lukisan Chi Yoo dipakai untuk edisi yang sama.

Kurasa itu akan bermakna.

Benarkah? Kamu memilih lukisan Chi Yoo lagi?

Aku berterima kasih mereka melakukannya.

Bukan aku, tapi staf.

Kami mengadakan pemilihan.

Baguslah.

Aku sudah melihatnya.

Chi Yoo seniman yang hebat.

Benarkah?

Dia membuat lukisan yang luar biasa.

Aku sendiri ingin pergi naik mobil itu.

Terima kasih, Pak.

Pak?

Selama 33 tahun terakhir dia merindukan dan menunggumu.

Kini panggillah dia "ayah".

Baiklah.

Pasti masih terasa canggung.

Tenang saja. Jangan terburu-buru.

Sebagian hal harus segera dilakukan.

Jika makin sulit, kita harus makin berusaha.

Tunggu. Aku datang.

- Apa? - Astaga.

Aku tidak terlambat.

Bibi terlambat 10 menit.

Seharusnya Nenek menungguku.

- Duduklah. - Baiklah.

Bertemu Kakak di rumah terasa lebih menyenangkan.

Terima kasih.

Tidak perlu bersikap sopan.

Siapa yang berterima kasih kepada adiknya seperti itu?

Baiklah.

Baiklah.

Di mana suami Kakak?

Ini gila.

Bermain bersamamu jauh lebih efektif daripada sesi konseling

selama satu jam bersama psikiater.

Aku suka karena saat bersamamu, aku bisa melupakan semuanya.

Kenapa kamu menyukai orang seperti aku?

Kenapa kamu pingsan?

Dia masih tidur.

Hasilnya sudah keluar?

Tidak ada hal serius.

Gangguan panik menyerang begitu saja.

Bantu dia meminum obatnya

dan jangan biarkan dia mengalami stres untuk sementara waktu.

- Baik. Terima kasih. - Baiklah.

"Sayangku"

Ini gila.

Aku harus pergi.

Ayolah. Menyingkirlah.

Apa yang bisa kamu lakukan

hingga berdiri di depan kompor?

Tunggulah di kamar Ibu. Hari ini aku yang menyiapkan makan malam.

Kamu pasti lelah setelah bekerja seharian.

Joo Ah dan Jae Young akan makan di salon?

Ya.

Mereka baru mulai mengeriting rambut dua orang lagi.

Kamu yakin nasinya sedang dimasak?

Aku pandai dalam hal ini.

Aku sering memasak saat masih menjadi atlet.

Di asrama dan selama pelatihan.

Nasi, sup, teri,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left