Release info

[Parasit - Sang Bidal] 16 Keluarga Bahagia
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-04-11
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Lalu, soal Si Detektif itu sendiri...

Biar aku yang urus.

Bagaimana soal manusia bertangan parasit itu?

Besok, Miki yang akan mengurusnya.

Youko!

Yumi!

kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah

you guys do not notice that we are gifted just by being humans

kita adalah predator alami

we are absolute predators

kita pun tak mempunyai musuh

we do not even have any enemies

mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita

maybe there are other animals watching us

dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"

and thinking that someday "we will beat them down"

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras

oh, we have the brains to think hard

Sang Bidal

Parasit

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

ZainuddinAri

ZainuddinAri

mempersembahkan

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

dengan berpakaian sesuka kita

wear our favorite clothes

tak ada lagi keraguan menjadi manusia

we are at no doubt human beings

akan banyaknya kehidupan kecil

many small lives

takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain

they were born with the fate of dying for someone

bayi manusia

a human baby

kapankah mereka 'kan mengetahui

when will they find out

di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah

that at the point they were born, we are

sang penguasa bumi?

winners of earth

ah, diriku menangis seorang diri

aa hitori naiteita

karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh

tonari no kimi ga tooikakeru

maka dari itu, kujalani hidup ini

dakara bokura yorisoi ikiru

segemerlap mungkin

kirameku made

untuk apa aku hidup selama ini?

for what have I been living for?

kapan 'kan kutemukan jawabannya?

when will I find out the answer?

jawaban yang hanya untukmu

an answer that is only for you

akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak

what will myself and (the) first scenery I saw

Keluarga Bahagia

Menurutku,

gaya bertarungmu pasti unik.

Makanya, rekan-rekanku yang lain bisa kau habisi dengan mudah.

Padahal bagian otakmu masih manusia,

tapi, kenapa bisa sekuat itu, ya?

Berdasarkan analisis kami pada jasad di area penyantapan,

kemenanganmu itu kelihatan tak didapat dengan mudah.

Eh? Memangnya bagian ini perlu kutertawakan, ya?

Jadi, biasanya seperti apa?

Bisa perlihatkan padaku cara bertarungmu?

Apa-apaan dia ini?

Sudah bicaranya tak disaring, mencerocos pula.

Tetap waspada.

Dia pasti berusaha menarik kita ke irama pertarungannya.

Jangan lupa, meski kelihatan begitu ekspresif,

tetap saja dia itu makhluk asing berwujud manusia.

Begitu, ya.

Selagi bertarung, kalian selalu berunding dulu, ya.

Memang ada gunanya?

Ternyata selain cepat, kau juga bisa baca pola serangan, ya.

Kelihatannya agak sulit untuk membawamu utuh-utuh.

Mata pisaunya terlalu banyak.

Kau juga bisa, 'kan?

Masalahnya, tak semudah itu.

Sejak awal, ukuran tubuh dan jumlah mata pisau itu berbanding lurus.

Dia lambat sekali.

Kalau kecepatan, kau memang di atas angin,

tapi, tak dibarengi dengan staminamu juga, 'kan?

Memang.

Seharian ini aku terus-terusan berlari, sih.

Capek juga rasanya.

Meski pertarungannya sebentar, tapi, saking sengitnya membuatku jadi lelah.

Intinya, kita sama-sama capek, ya.

Tapi, yang penting kita berhasil jaga jarak darinya.

Tipe musuh baru dengan tiga parasit di tubuhnya, ya.

Mungkin ada di kakinya?

Kaki?

Kau bilang sendiri pas bertarung tadi, 'kan?

"Kelemahannya adalah di bagian manusianya."

Kalau kita berhasil serang kakinya...

Kenapa?

Tak bisa, ya?

Aku juga penasaran.

Sebenarnya, sebelah mana saja bagian tubuhnya yang merupakan parasit.

Kenapa bisa? Jumlahnya 'kan tiga.

Sudah pasti kepala dan kedua tangannya, 'kan?

Memang ada benarnya juga sih, tapi...

Gawat. Dia masih mengejar kita.

Menumpang lagi?

Lagi?

Dasar, ternyata kau ini senang kabur, ya.

Merepotkan saja.

Tubuhnya mau utuh atau tidak, kita lihat saja nanti.

Apa boleh buat.

Kita taruhan.

Sesuai saranmu, kita serang kakinya.

Aku yang akan tangkis serangan dari kanan.

Kau tangkis serangan dari kiri dengan tangan kosong sambil berpijak kuat.

Mana bisa!

Eh?

Mustahil.

Aku yang menang!

Lo?

Barusan kenapa?

Benturan di udara.

Belum lagi, antartentakelnya sendiri.

Eh?

Sekarang aku mulai sedikit tahu wujud aslinya.

Wujud aslinya?

Ya.

Awalnya aku cukup kaget,

tapi, kelihatannya hanya pajangan.

Semoga saja begitu.

Pertama, penyebaran parasitnya tak hanya sebatas kepala dan kedua tangannya.

Kaki yang kuserang tadi pun bukan wujud manusianya.

Mana mungkin!

Tapi yang jelas, pusat kendalinya masih tetap berada di kepala.

Itu karena, aku tak rasakan hal aneh dari pergerakan kedua tangannya.

More Indonesian subtitles for Parasyte -the maxim-

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left