The first 200 lines.
Sebelumnya di The Resident...
Tapi anak yang kau serahkan saat usiamu 13 tahun,...
...dia di luar sana.
Dia mencarimu.
Aku membalasnya dan bilang tak ingin menghubunginya.
Hei, bagaimana sejauh ini?
Nikmati saja spa-nya.
- Aku bisa. Aku Ayah Super. - Baiklah.
Hei, kau mau makan?
Itu manis sekali, tapi aku sangat lelah.
Aku tidak bermaksud apa-apa.
Aku akan menunggumu.
Lalu kita bisa bicara tentang tinggal bersama.
Permisi, aku menunggu untuk digips.
Teknisi kami baru saja pulang karena sakit.
Aku akan meminta seseorang datang...
...secepat mungkin.
Aku sendiri tidak merasa sehat.
Hei, aku tak melihat Winston pernah check-out.
Aku akan memeriksa pasienku, Winston Robards, oke?
Modal recehan jadi jutawan! Visi Misi Foya Foya, cuma di RECEH88
Pergi dalam lima menit. Kau beli makanan?
Aku akan beli sesuatu. Kau memang yang terbaik.
Aku pulang. Kau sudah pergi? Hei, hanya memeriksa, selamat malam.
Hai, ini Devon.
Aku tak bisa menerima telepon sekarang.
Tinggalkan pesan dan aku akan meneleponmu kembali.
Ini Leela.
Ini kali ketiga aku menelepon atau mengirim pesan.
Telepon aku kembali jika sempat. Aku mulai khawatir.
Kit, aku ingin bicara denganmu tentang semalam,...
...aku mengajakmu makan malam.
Tentu saja, tapi bisakah itu menunggu?
Ada delapan jam penuh omong kosong birokrasi menungguku,...
...rapat dewan, dua panggilan telepon donor kelas atas,...
...dan inspeksi kebersihan dapur wajib.
- Dewan. - Terima kasih.
Aku hampir mendapatkan dr. Browner dari Rumah Sakit St. Paul.
Browner? Ahli bedah saraf?
Dia spesialis tumor berdasar tengkorak.
Dia akan menjadi pengganti Barrett Cain.
Mahal, tapi aku ingin dia bekerja di Chastain.
Browner adalah bintang dengan reputasi nasional.
Dia akan memperbaik citra kita.
Ayolah.
Satu hal lagi untuk ditambahkan ke daftar.
Hubungi bagian pemeliharaan soal lift.
Yancy.
Ya.
Lift dua macet di atap. Tolong periksa.
Apa salah satu dari kalian mendengar kabar dari Devon?
Aku meneleponnya sepanjang pagi.
Mungkin ketiduran. Kopi?
Dia tidak ketiduran.
Dia bilang akan pergi setelah memeriksa beberapa pasien terakhir semalam.
Lalu dia tidak mengirimiku pesan setelah itu.
Mungkin dia mematikan ponselnya dan tertidur di kamar kosong.
Aku pernah melakukannya.
Lebih dari sekali.
Aku akan periksa ruang istirahat. Mungkin dia di sana.
Itu janggal.
Astaga.
Ini Yancy. Aku butuh bantuan.
Dekat helipad. Aku butuh dokter. Cepat!
Dia overdosis! Kita harus membawanya ke rumah sakit!
Tidak. Kita kembalikan dia ke asrama.
- Keamanan kampus akan menemukannya. - Ya. Ide bagus.
Mereka akan merawatnya.
Mereka akan merawatnya? Dengan apa? Plester dan senter?
Jika kita membawanya ke UGD, mereka akan menelepon polisi.
Lalu mereka akan melakukan tes narkoba kepadanya dan kita.
Lalu mereka akan menelepon sekolah dan kita semua dikeluarkan.
Jadi, biarkan dia mati demi gelar sarjana sastra Prancis?
Kau juga akan kehilangan beasiswamu!
Dengar, dia tak peduli.
- Dia bisa pergi ke mana pun. - Kalian bisa pergi.
Aku akan membawanya ke UGD.
- Rumah sakit, sekarang! - Baiklah. Baik.
Hai.
Halo.
Lihat. Dia tak menangis.
Pengantaran yang sempurna. Astaga.
Saat ibumu pulang malam ini, dia akan sangat terkesan.
Ayah menyayangimu, Gigi!
- Sampai jumpa. - Katakan, "Dah, Ayah."
"Sampai jumpa."
Hei! Apa kau dokter?
Temanku overdosis.
Dia masih bernapas, tapi dia butuh bantuan.
Overdosis datang!
Kami butuh bantuan!
Apa yang dia minum dan kapan dia meminumnya?
Entahlah. Aku menemukannya seperti ini.
- Siapa namamu? - Trevor.
Trevor, dengarkan aku baik-baik.
Aku harus tahu obat apa yang dia minum, jika tidak, aku tidak bisa membantunya.
Dua miligram generik tiga, empat, metilenedioksimetamfetamin.
Narkoba pesta, seperti ekstasi.
Tapi tak akan menyebabkan gangguan pernapasan seperti ini.
Baiklah. Jadi, mungkin opium juga?
Tidak. Dia bilang dia tidak menggunakan itu.
Conrad. Devon terluka.
Dia di ranjang sepuluh.
Beri dia oksigen dan Narcan.
Beri tahu aku jika dia tidak bangun. Kami akan mengurusnya.
Apa yang terjadi?
Mereka menemukannya pingsan di lift di atap.
- Apa dia responsif? - Tak sadar.
Lokalisasi rasa sakit.
Devon?
Devon?
Kau tahu di mana kau berada, Kawan?
- Dia kejang. - Suntikkan dua lorazepam.
Pegangi dia.
- Sebaiknya ini berhasil. - Selesai.
Dia menenang.
Kita butuh pemindaian.
- Aku akan membawanya. - Aku ikut denganmu.
Irving, bisa tangani pasien OD di ranjang 2?
- Tentu. - Hundley, ikut aku.
Kenapa kau di sini?
- Aku kemari bukan untuk menemui Ibu. - Ibu mohon, pelankan suaramu.
Kau pikir aku menguntit Ibu di UGD? Ibu sungguh seegois itu?
Ibu tahu ini sulit, tapi Ibu tidak bisa memilikimu dalam hidup Ibu sekarang.
Sudah Ibu bilang. Ibu kira kita sudah sepakat.
Kendalikan diri Ibu.
Aku tak berusaha berhubungan kembali dengan ibu kandungku.
Aku menyerah soal itu.
Tanda di depan mengatakan ini rumah sakit.
Temanku overdosis. Dia sekarat.
Jadi, mungkin lakukan tugas Ibu dan bantu dia.
Ibu ahli bedah saraf.
Bukan dokter UGD, tapi tim kami di sini hebat.
Mereka akan merawat temanmu.
Tak ada yang tahu tentangmu di sini,...
...jadi, tolong hormati privasi Ibu.
Beri dosis Narcan lagi dan gandakan dosisnya.
Jika dia tidak merespons, kita lakukan intubasi.
Memberi 0,08. Ini dosis ketiga.
Putri Tidur terbangun.
Apa-apaan?
Siapa kau? Sial.
Sial. Kepalaku.
- Aku baik-baik saja. Aku... - Kau tak baik-baik saja. Kau mati tadi.
Aku meragukan itu. Dokter selalu bilang mereka menyelamatkanmu,...
...tapi itu omong kosong.
Sebenarnya, temanmu yang menyelamatkan hidupmu.
Kau overdosis. Dia menggendongmu ke UGD.
Trev?
Hei.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Lebih baik.
Kau benar-benar menggendongku ke sini?
Kau yang terbaik.
Sungguh. Pahlawanku.
Kesatria berbaju zirah.
Baik, ini kesepakatannya. Rumah sakit membuatku takut.
Aku baik-baik saja. Aku pergi.
Aku punya dokter sakit yang melakukan CT, dan aku lihat sepuluh overdosis sepekan.
Aku tidak punya waktu untuk omong kosongmu.
Kau pergi saat kuizinkan.
Suhunya 38,5.
Mungkin karena obat yang kau minum, tapi apa kau demam di rumah?
Batuk atau flu?
Ada yang pernah bilang jantungmu berdesir?
Tidak, kenapa kau bertanya?
Panggil Raptor. Kita butuh echo.
Banyak yang tak dia ceritakan.
Kami baru dengar. Bagaimana keadaannya?
Masih distabilkan.
Bradikardia, hipotensi.
Perawat bilang dia mungkin diserang.
Apa ada trauma kepala?
Memar dan luka gores,...
...tapi aku menunda penilaian sampai CT kepala muncul.
Jika dia diserang di rumah sakit kita, aku harus menelepon polisi.
Pemindaian akan muncul.
Itu CT kepala normal.
Tak ada bukti strok atau pendarahan.
Berarti cedera otak bukan masalah utamanya.
Kurasa dia tidak diserang.
Lihat paru-parunya.
Infiltrasi bilateral.
Mungkin dia menghirupnya saat jatuh...
...dan itu menjelaskan hipoksemianya.
Mungkin, tapi itu tak menjelaskan kejangnya.
Aku tidak tahu.
Mari kita ulas diferensialnya.
- Kita coret pendarahan otak. - Lalu strok.
Bagaimana dengan aritmia?
Mungkin itu membuatnya pingsan.
Mungkin, tapi EKG-nya normal.
Tak ada yang janggal di telemetri.
Hasil labnya sudah keluar?
Potasium dan magnesiumnya baik.
Toksin urinenya negatif, tapi laktatnya sangat tinggi.
- Dia mengalami asidosis metabolis parah. - Tidak, dia septik. Itu tidak masuk akal.
Sel darah putih normal. Pindai perutnya jinak.
Tidak, itu tak terbaca seperti infeksi. Pasti ada hal lain.
Lihat jam tangannya.
No comments yet. Be the first to leave one.