The first 200 lines.
Di mana ada kemalangan,
Tuhan mengirimkan anjing. Lamartine.
Malam, Bu.
KTP dan STNK, tolong.
Maaf, Petugas. Aku pergi buru-buru,
Dan aku tak membawa apa-apa. Aku benar-benar lupa.
Baik, bu, aku mau kau keluar selagi kami periksa trukmu.
Aku takkan melakukan itu jika menjadi kau.
Apa ini?
Bu, tangan di tempat yang bisa aku lihat.
Mereka takkan melukaimu selama kau tidak melukai aku.
Bu, letakkan tangan di dasbor.
Bu, apa kau mendengarku?
Kau punya pemantik, petugas?
Halo?
Apa yang kau bicarakan?
Sekarang pukul 2 pagi.
Oke.
Hei, Ibu? Aku harus pergi.
Ada apa?
Ada situasi darurat di pusat penahanan.
Kenapa mereka harus selalu berikan kau pekerjaan buruk ini?
Aku terima apa yang mereka berikan.
Benarkah?
Itu terlalu berlebihan... Bu, ada yang bisa aku bantu?
Ya, pak. Aku kemari untuk tersangka yang baru datang.
Di sini?
Dengan gaun merah muda.
Ya.
- Ini berkasnya. - Terima kasih.
Lewat sini, bu.
Aku akan menunggu di balik pintu untuk jaga-jaga.
Terima kasih.
Terima kasih.
Halo.
Aku Dr. Evelyn Decker.
Boleh aku tahu namamu?
Selain dari faktanya merokok buruk untuk kesehatan,
Aku perlu ingat kau bahwa itu ilegal...
- ...untuk merokok di tempat ini. - Apa itu mengganggumu?
Tidak terlalu.
Terima kasih.
Sebenarnya, maaf aku membuang waktumu.
Aku tidak sakit. Hanya lelah.
Aku psikiater, lebih tepatnya.
Aku di sini karena rekan-rekanku kesulitan untuk menanganimu.
Mereka tidak yakin untuk menaruhmu di lorong mana,
Jadi mereka ingin tahu siapa kau sebenarnya.
Mereka tidak salahkan aku.
Tapi aku selalu suka penyamaran.
Itu yang kau lakukan saat kau tak tahu siapa sebenarnya dirimu, benar?
Kau berpakaian rapi, mengarang masa lalu...
...untuk melupakan masa lalumu sendiri.
Apa berpakaian rapi artinya membohongi dirimu sendiri, dokter?
Tergantung. Secara umum, penyamaran artinya...
...digunakan untuk menutupi apa yang tidak ingin kita lihat.
Itu menarik.
Aku selalu berpikir ada cara untuk menjadi orang lainnya.
Itu akan sangat menyenangkan untuk melupakan dirimu sesaat,
Meskipun kau tahu itu hanya ilusi.
- Kau tak apa? - Ya.
Aku sedang berpikir.
Apa kau mencintai kehidupan, dokter?
Ya.
Ada naik dan turunnya.
Keluargaku tak punya banyak,
Namun orang tuaku selalu ingin yang terbaik untukku,
Agar aku bisa kuliah...
...dan mendapatkan kehidupan yang terbaik untuk saat ini.
Kau temukan cinta?
Ya. Aku punya putra kecil.
Dia bukan jiwaku.
Aku bahagia untukmu. Menikah?
Cerai.
Hidup tidak panjang namun berliku, ya?
Ya.
Karena aku sudah menjawab pertanyaanmu,
- Mungkin kau bisa jawab pertanyaanku. - Ya, maaf.
- Apa pertanyaanmu? - Hanya namamu.
Doc, kependekan dari Douglas.
Sudah lama tak ada yang memanggilku itu.
Apa kau punya anak, Douglas?
Ratusan.
Kau merujuk pada anjingmu?
Benar. Mereka anak-anakku.
Cinta mereka selamatkan aku ribuan kali.
Aku utang nyawa pada mereka.
Kau berani bilang bahwa kecintaanmu pada anjingmu...
- ...melebihi kecintaanmu pada manusia? - Sudah pasti.
Makin aku mengenal manusia, makin aku cinta anjing.
Kualitas apa yang mereka miliki dan tidak manusia punya?
Anjing memiliki keindahan tanpa kesombongan,
Kekuatan tanpa keangkuhan, keberanian tanpa kekejaman,
Dan semua sifat baik manusia miliki tanpa ada kekurangan.
Sejauh yang aku tahu, kekurangan mereka hanya satu.
Yaitu?
Mereka percaya manusia.
Aku mungkin 9 tahun saat itu pertama kali terjadi kepadaku.
Aku ingat melihat kakakku dari jendela kamarku,
Saat dia menggantung daging di depan anjing-anjing ayahku.
Dan aku melihat mereka dibuat kelaparan...
...beberapa hari sebelum pertarungan.
Itu cara ayahku mencari uang. Menyelenggarakan sabung anjing.
Apa kau berpikir dia mencintai mereka dengan caranya sendiri?
Tidak. Ayahku tak mampu untuk mencintai.
Dia sepenuhnya kekerasan.
Seberapa sering aku melarangmu memberi makan anjing?
Seberapa sering?
Dan kau?
Aku?
Aku merasakan kekerasan dia seperti semua orang.
Mendengarkanmu, aku takjub dengan betapa tenangnya kau.
Apa kau pernah coba bela diri atau setidaknya mengeluh?
Keluhan adalah doa terhadap setan.
Apa kau memiliki ingatan masa-masa bahagia?
Ya, tentu. Saat aku kecil...
Ketika ibuku di dapur,
Dia dulu sangat suka musik-musik Eropa.
Dan dia suka memutarnya selagi sedang memasak.
Kemudian ayahku pulang.
Dan pertunjukan berhenti.
Kau kenal orang lainnya?
Kakek? Bibi atau paman?
Seseorang yang bisa tunjukkan kau sedikit perhatian atau kasih sayang?
Ya.
Seorang anak mendapatkan kasih sayang di mana dia bisa.
Suatu malam, saat makan malam,
Kakakku dengan gembiranya adukan aku pada ayahku.
Dia mengantongi makanannya untuk di beri pada anjing nanti.
Tidak. Itu bohong.
Sumpah. Salib di hatiku. Aku rela mati.
Sekarang kau cinta anjing?
Ya.
Tolong. Jangan di meja makan.
Melebihi kau mencintai keluargamu sendiri?
Benar.
Anjing? Anjing?
Dasar bajingan!
Lalu dia menganggap air mataku sebagai pengakuan bersalah.
Dan mulai hari itu,
Aku tak lagi di terima di rumah ayahku.
Aku tinggal di kandang.
Ini sekarang adalah keluargamu!
Dan ibumu?
Ibuku melakukan satu-satunya hal yang bisa dia lakukan.
Sedikit sesuatu untukmu.
Kau harus mengubur itu.
Jika ayahmu temukan itu, dia akan menggila.
Aku tak ingat pasti yang dia katakan,
Kecuali wajahnya yang merah dan basah.
Dan dia meminta maaf.
Ibu menyayangimu.
Lalu membawa kopernya.
- Dia saat itu sedang hamil? - Ya, 7 bulan.
Aku rasa dia ingin tawarkan anaknya hidup lebih baik...
...dibanding kehidupan aku dan kakakku.
Kau pernah mencoba kabur?
Ke mana?
Di sisi lain kandang membelakangi dinding semacam gudang,
Dengan tumpukan tinggi berbagai macam barang.
Suatu hari, dengan menggaruk kayunya,
Aku mampu masukkan tangan kecilku dan temukan tumpukan majalah...
...yang ibuku sembunyikan tanpa alasan jelas.
Sebuah jendela intip kecil di mana aku akhirnya bisa melihat dunia.
Kau tahu, aku mendapat seluruh ajaran sekolahku dari Modern Woman,
Dan American Magazine.
Kau pernah menyadari bahwa situasimu tidak normal?
Ya, aku sadar.
Dan berapa lama kau tinggal di kandang itu?
Sulit untuk dipastikan.
Apa kau membenci ibumu karena tinggalkan kau seperti itu?
Tidak. Ibuku lemah.
Itu adalah kekurangan terbesar dia dan keberuntungan yang lebih besar.
Di alam liar, yang lemah akan langsung disingkirkan,
Dilahap oleh orang lain.
Namun dengan manusia, yang lemah dan pengecut...
...selalu temukan cara untuk bertahan.
Setidaknya untuk sesaat.
Karena pada akhirnya,
Tuhan selalu tahu umat-Nya.
Satu suap lagi, oke?
Ya. Kau suka itu?
Satu suap lagi.
Bagaimana kerja?
Berat.
Ayahnya berkeliaran di lingkungan ini hari ini.
Bukankah dia seharusnya di rehab?
Itu benar.
Ibu pikir hakim melarang dia mendekati rumah ini.
Itu benar.
Dia bisa sangat keras.
Aku tahu, Ibu.
Seperti ayahmu.
Aku juga tahu itu.
Ibu takkan pergi ke mana-mana, sayang.
Itu salahmu Ibu meninggalkan kita.
Kau membuat Ayah begitu tak bahagia hingga Ibu tak tahan lagi.
Selalu saja bersikap sangat bodoh.
Menyebabkan penderitaan di sekitarmu.
Tapi kau hanya domba tersesat.
No comments yet. Be the first to leave one.