The first 198 lines.
Joon Su.
Siapa Joon Su?
Bu Wendy memanggilku Joon Su.
Apa? Kenapa?
Dia menangkapku saat aku jatuh dari perosotan,
dan dia memanggilku Joon Su.
Kenapa dia memanggilmu Joon Su?
Aku tidak tahu. Dia bilang dia keliru.
Jangan lakukan sesuatu yang berbahaya mulai sekarang.
Bagaimana jika kamu terluka? Kamu harus berhati-hati, mengerti?
Baiklah.
Joon Su?
Nama itu terdengar tidak asing.
- Ayo kita pergi. - Ya, ayo kita pergi.
Kami akan berangkat sekarang. Jaga Tae Woong dengan baik.
Baik. Sampai bertemu nanti saat Anda kembali, Bu Choi.
Selesai. Ayo kita pergi.
Ya, mereka semua pergi bermain golf.
Dan aku akan pergi ke galeri seni bersama Tae Woong.
Astaga!
Astaga.
Apa Bibi baik-baik saja?
"Surat Pengunduran Diri"
Aku tidak akan bisa melihatnya lagi.
Aku ingin berdua saja bersamanya setidaknya selama satu hari.
Tapi aku sudah melihatnya, mengucapkan selamat ulang tahun,
dan memasak kudapan ulang tahunnya.
Itu lebih dari cukup. Jangan meminta lebih dari itu.
Halo, kamu pengasuhnya Tony.
Begitu rupanya. Kalian pasti berencana pergi bersama hari ini.
Astaga, apa kamu baik-baik saja?
Lalu apa yang akan kamu lakukan?
Bu Choi pergi bermain golf hari ini.
Jadi, hanya aku yang bisa mengantarnya ke galeri.
Tapi kurasa aku tidak bisa mengantarnya.
Jadi, aku ingin tahu apa kamu bisa bergabung sebagai pengawas
dan menjaga Tae Woong untuk hari ini.
Aku akan meminta sopir untuk mengantarnya ke galeri.
Baiklah.
Aku sendiri yang akan mengabari Bu Choi.
Aku sudah menelepon, tapi tidak bisa tersambung, karena dia bermain golf.
Dia mungkin akan senang mendengar kamu akan bergabung.
Baik, aku akan mengantar Tae Woong ke galeri.
Sampai jumpa.
Bu Wendy.
Tae Woong.
Ini Bu Wendy.
Benarkah? Halo. Tolong jaga dia baik-baik.
Ya, tentu saja.
Ayo kita berangkat.
Hai, ada apa?
Ya.
Baiklah.
Benarkah? Bu Wendy akan mengantarnya?
Baik, bisakah kamu memberitahuku nomor Bu Wendy?
Aku sudah menemukan donor sel telur.
Benarkah? Syukurlah.
Lebih sulit mencari donor sel telur daripada donor sperma.
Bagaimana kamu mendapatkannya?
Itu...
Aku harus membawa dia ke sini, jadi, lebih baik aku jujur saja.
Dia sebenarnya adalah adik perempuanku.
Begitu rupanya.
Aku juga berpikir mungkin agak kelewatan dengan melakukan ini.
Tapi suamiku perlahan mulai kehilangan minat kepadaku,
dan mertuaku terus membuatku stres tentang hal ini.
Tapi itu jauh lebih baik daripada menerima sel telur dari orang asing.
Aku tidak akan tahu apa pun tentang orang itu.
Ya, aku sudah bertekad.
Bisakah kamu memberitahuku beberapa hal tentang para donatur?
Bisakah kamu ceritakan apa saja?
Seperti apa sifat mereka?
Aku tidak yakin. Aku tidak tahu sejauh itu.
Apa yang dapat aku lakukan? Aku harus puas dengan pilihanku.
Hei.
Hei, Hye Rim. Aku punya kabar buruk.
Aku sudah mempelajarinya karena itu terus mengusik pikiranku.
Kurasa aku tidak bisa menyumbangkan sperma rumah sakit untukmu.
Kenapa?
Kurasa aku tidak boleh menyumbang untuk seorang wanita lajang.
Selain itu, ada hukum bioetika yang meminta tanda tangan pasangan.
Aku tahu semua itu.
Tapi tidak ada klausul yang melarang wanita lajang.
Bisa dibilang itu sama saja.
Aku dengar semua rumah sakit lain juga meminta persetujuan pasangan.
Ada selebritas
yang melakukan ini bahkan saat dia masih bercerai.
Itu sudah lama sekali. Tidak ada media sosial saat itu.
Tapi sekarang, satu kesalahan bisa membuat rumah sakit kami ditutup.
Hukum macam apa itu?
Terserah pada wanita apa dia ingin hamil atau tidak.
Apa maksudmu tidak apa-apa bercinta sekali,
tapi tidak boleh menerima donor
bahkan setelah penuh pertimbangan?
Lalu apa yang harus dilakukan orang-orang sepertiku?
Apa aku harus bercinta dengan siapa pun yang aku temui?
Hei.
Apa yang kamu lakukan? Apa kamu ingin pergi makan?
Hei, apa kamu mau tidur bersamaku?
Tentu. Apa?
Kenapa tiba-tiba?
Aku butuh spermamu. Ayo.
Tidak, tunggu! Aku sibuk.
"Jung Jin Kook"
"Shin Sang Hyuk"
"Jung Jin Kook, Shin Sang Hyuk"
Dengar. Kita punya peluang besar untuk bersaing
dengan produk mewah baru lainnya.
Karena tren kecantikan Korea sangat marak belakangan ini.
Ya, tentu saja.
Kamu dapat melihat situs web kami tentang produk
dan juga cuplikan TV kami.
Ya, tentu. Satu hal lagi.
Bisakah kamu membantuku?
Aku butuh riset pasar terbaru.
Bisakah aku mendapatkannya juga?
Ya. Bagus.
Baik, terima kasih.
Baik, aku akan menghubungimu setelah aku menerimanya darimu.
Baiklah. Terima kasih. Aku menghargainya.
Tapi aku merasa tertekan.
Kamu mengatakan kepadaku bahwa kamu tidak akan menekanku.
Tapi kamu membelikanku buku, mengirimkan musik dan foto.
Tapi aku jarang mengingkari ucapanku begitu memutuskan sesuatu.
Baiklah. Jangan terburu-buru menjalani ini.
Aku yakin kita akhirnya akan menemukan jawabannya.
- Apa kamu senang saat di galeri? - Ya.
- Apa kamu lapar? - Ya.
Apa yang kamu suka, Tae Woong?
Kamu mau makan daging?
Aku ingin makan itu.
Kue beras pedas?
Apa itu?
Benda merah dan hitam itu.
Apa kamu pernah makan kue beras pedas dan sundae?
Tidak.
Aku ingin membelikanmu sesuatu yang lebih mahal.
Tapi baiklah. Mari kita makan itu.
Ayo pergi.
Bagus.
Rasanya pedas, bukan?
Ya, tapi ini enak.
Ini. Makanlah.
Ini enak sekali.
Aku juga menginginkan itu.
Permen gula kapas?
Tentu, ayo makan itu.
Baiklah.
Kita harus pulang sekarang.
Tidak, aku ingin bermain sebentar lagi.
Bu guru juga ingin lebih lama, tapi pengasuhmu menunggumu.
Beri tahu dia kita akan pulang setelah bermain lebih lama lagi.
- Tony. - Ayolah.
Baiklah.
Ya, halo.
Tony masih ingin bermain lebih lama lagi.
Apa itu boleh?
Hei. Tidak, kami sudah selesai. Kami akan pergi ke restoran.
Kenapa? Ada apa?
Dia ingin lebih lama bermain?
Katakan kepadanya bahwa itu boleh.
Tae Woong bertanya apa dia bisa lebih lama bersama Bu Wendy.
Bu Wendy akan menghabiskan hari yang panjang bersamanya.
Ya, halo?
Benarkah? Baiklah.
Aku akan kirimkan nomor telepon Bu Choi untuk berjaga-jaga.
Hubungi dia jika terjadi sesuatu.
Baik, tentu.
"Nomor Bu Choi"
Apa aku tidak diizinkan?
Tidak, kamu diizinkan.
Ayo pergi.
Ayo pergi.
Hati-hati.
Lihatlah ke sini.
"Panggilan tidak terjawab"
Ada apa?
Bu Wendy tidak menjawab.
- Tinggalkan pesan untuknya. - Baiklah.
Kenapa kalian tidak masuk?
Kami baru saja akan masuk.
Presdir Jung sudah ada di dalam. Ayo masuk.
Baiklah.
Ayahmu benar-benar senang karena menang hari ini.
Ayo.
Halo, aku ibunya Tae Woong.
Aku mendengar tentang apa yang terjadi.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk Tae Woong selama akhir pekan.
Kudengar Tae Woong ingin lebih lama bersamamu,
dan kuharap kamu tidak keberatan.
Tidak apa-apa. Aku akan menjaganya dan mengirimnya pulang.
"Tidak apa-apa. Aku akan menjaganya dan mengirimnya pulang"
- Kakimu tidak sakit? - Kakiku sakit.
Ayo. Bu guru akan menggendongmu.
- Apa kamu senang? - Ya.
Bu guru juga senang.
Aku ingin terus berjalan seperti ini.
Ibu domba sangat menyayangi bayi domba.
No comments yet. Be the first to leave one.