The first 200 lines.
Alih bahasa : Nerd Ian
Silahkan duduk.
Namaku Axel.
Aku akan menyenangkanmu.
Rileks saja.
Ya.
Hai, teman-teman.
Apa kabar?
Baik.
Leander, sampel darahnya sudah?
Kapan kau belajar mempercayaiku?
Kita semua tahu Lea takut jarum.
Darimana itu?
Setetes darah saja dan kau langsung pingsan.
Ayolah, itu sudah lama.
Teruslah berkata.
Eliezer, aku masih menunggu laporanmu.
Natalia, aku masih menunggu minum.
Darahku sempurna.
Dan aku sudah bilang itu tidak akan terjadi.
Sungguh?
Kenapa tidak? Ayolah. Berapa lama kita kenal?
Tapi kita kerja bersama.
Ini hanya minum. Kita hanya teman. Janji.
Hanya teman?
Hanya teman.
Baik jika begitu.
Hei!
Jika itu hanya sebagai teman.
Sebagai teman.
Baik.
Hei.
Lucky Lea menyerang lagi.
Kalian seperti bocah.
Kapan kita pergi?
Besok aku punya waktu luang.
Besok boleh.
Setelahmu.
Terima kasih!
Selamat tinggal!
Tiga belas, sembilan.
Sembilan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan.
Coventri-nya tiga, 260.
Aku bisa membelinya lagi.
Sepertinya kau punya banyak uang.
Aku punya banyak uang. Diamlah.
Itu untukku, jangan cemburu.
Kubeli punya kalian.
Apa itu?
Kau juga bisa membelinya.
218.
Aku punya uang.
Aku punya uang.
Sembilan.
Ini tiga. Tidak apa-apa, 72.
Kau baik-baik saja?
Sensasi yang aneh.
Tampaknya ada ketidakseimbangan
di salah satu modul sudut.
Aku harus meminta Eliezer menjalankan diagnostik.
Aku akan beri tahu dia.
Sampel inti baru sudah sampai?
Ya, itu mengingatkanku untuk memeriksanya hari ini.
Maaf aku lupa.
Apa yang kita lakukan di sini benar?
Tentu saja. Apa maksudmu?
Aku agak ragu.
Kenapa?
Aku ingin tetap dengan premis Ayahmu, dengan ide-idenya.
Aku juga.
Baik.
Kau terlalu banyak berpikir.
Aku tahu.
Mau makan malam nanti? Kubuatkan Gulai favoritmu.
Enam.
Kerja bagus! Nak!
Seribu.
Seribu?
Ya!
Axel, jagoanku.
Kenapa menatapku?
Aku butuh sekitar 500 dolar.
500 dolar?
Kawan?
Tidak, itu bukan permainan, ayolah.
Yang itu?
Baik!
Aku akan menyimpannya.
Ayolah.
Apa?
Tidak, kembali.
Kau kalah.
Aku sudah selesai.
Aku sudah selesai.
Beberapa orang hanya...
Halo.
Boleh bicara sebentar?
Kau lapar?
Kau anak muda yang buat penasaran.
Siapa namamu?
Leander.
Leander.
Namaku Max.
Aku mengelola pusat untuk anak-anak berbakat.
Membantumu melakukan hal penting di hidupmu.
Tang terpenting aku bisa bantu kau buat perbedaan.
Meninggalkan warisanmu di dunia ini.
Aku tahu seperti apa rasanya.
Dingin, lapar, bingung harus bagaimana.
Aku bisa membantumu menemukan tujuan.
Menjauhkanmu dari jalanan.
Tertarik?
Ada hal penting yang perlu kutanyakan.
Kekuatan dunia ada di tangan mana?
Ikutlah bersamaku.
Hai, Jena.
Aku mengalami mimpi buruk di stasiun pagi ini.
Bagaimana bisa?
Pria aneh ini meraba kakiku dan dia robek
celana jeansku. Lihat celana jeansku.
Orang asing?
Ya, tapi aku tidak akan berbohong.
Aku terangsang.
Tapi setidaknya traktir aku minum.
Ya.
Bagaimana kencanmu semalam?
Kencanku?
Halo, pesan apa?
Baik.
Aku mau cappuccino.
Setengah susu kedelai dan setengah susu skim.
Aku tidak ingin gula. Tanpa gula.
Tapi aku ingin setetes sirup karamel, bebas gula.
Bebas gula, paham?
Ya.
Lalu tiga potong cokelat ditaburkan.
Jika empat, sumpah demi Tuhan.
Kulempar kopi panas itu ke wajahmu.
Aku pesan sama.
Tentu saja.
Terima kasih.
Katakan. Bagaimana kencanmu semalam?
Teman kencanku siapa?
Pat, Pat, Pat?
Patrick. Aku ingat Patrick.
Kami baru saja berkencan di bioskop.
Meski kami tidak menikmati film.
Kenapa?
Karena dia terus merangsangku.
Aku sangat basah.
Itu seperti bercinta.
Di sana seperti hujan.
Harusnya aku bawa payung juga.
Kenapa? Atapnya terbuka?
Jujur.
Aku harus bersihkan diri
sampai tiga kali. Untung ada tisu basah.
Tak apa.
Berhenti menatapku seperti itu.
Apa aku tidak boleh melihatmu?
Kau gadis cantik.
Boleh bertanya sesuatu?
Tergantung.
Apa yang kau lakukan di sini?
Di mana?
Di sini.
Itu pertanyaan pribadi.
Aku bawa semua keluargaku ke sini
juga teman-temanku.
Kami lakukan hal benar untuk kemanusiaan.
Natalia, kenapa kau masih di sini?
Entahlah. Kurasa aku...
Kurasa jika aku pergi
maka aku meninggalkan kenangan Ayahku.
Seperti apa dia?
Dia luar biasa, dia idolaku.
Dia sangat cerdas.
Dia dulu sering kerja. Aku jarang melihatnya.
Aku merindukannya.
Dia pasti menyukaimu.
Andai aku bisa bertemu dengannya.
Aku juga.
Cukup tentangku. Kau bagaimana? Kenapa?
Kau tidak ingin keluar berada di dunia nyata?
Dunia nyata?
Dunia nyata bagiku sangat menyebalkan.
Aku dipukuli dan diusir.
Saat aku masih muda. Setelah beberapa tahun
Max menemukanku.
Dan membawaku ke sini.
Aku di sini sejak hari itu.
Jadi tempat ini, adalah rumahku.
Aku punya keluarga di sini, aku punya Max.
Selamat datang di rumah barumu.
Duduk.
Lepaskan bajumu.
Ini sensor rawan.
Kami akan memantaumu. Jangan takut.
Kau tidak perlu sendirian lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.