The first 200 lines.
"Episode 42"
Ada yang mau kutanyakan.
Kenapa kamu meminum kopi dari gelas takaran?
Apakah penting apa yang kupakai?
Apakah harus memakai cangkir?
Tidak, tapi...
Aku suka warna kopi.
Pertama, lihat warnanya, lalu cium cairannya,
kemudian rasakan.
Apakah tidak ada yang mau kamu katakan kepadaku?
Kurasa ibumu sangat menyayangimu.
Dia mau tahu semuanya.
Ke mana kamu pergi, siapa yang kamu temui.
Kalau aku melapor kepadanya, dia akan membayarku lebih.
- Jadi? - Aku menolaknya.
Itu cukup berani untuk ukuran pegawai baru.
Bagaimana kamu bisa menolak tawaran CEO?
Kamu bisa meminta banyak, berbohong soal keberadaanku,
dan membagi uangnya denganku. Itu akan bagus.
Kamu cenderung mengatakan hal-hal aneh dengan wajah datar.
Benarkah?
Lalu bagaimana dengan ini?
Kalau kamu terpikirkan ide
untuk produk baru, aku akan membayar insentifmu.
- Tidakkah itu lebih terhormat? - Aku suka itu.
Aku harus mencoba ini di semua jenis kulit.
Dal Sook netral, Mi Rae kering.
Aku butuh seseorang dengan kulit berminyak.
Siapa yang kukenal?
Kulit berminyak. Aku kenal seseorang.
Sayang, ini aku. Apakah kamu sibuk?
Tidak?
Kamu tahu di mana tempat tinggal Mi Rae.
Datanglah sekarang juga.
Intinya cepatlah ke sini.
Baiklah, Sayang.
Apakah kamu baru saja menelepon Heo Se?
Ya. Ayah si kembar
contoh sesungguhnya dari kulit berminyak.
Hei. Bagaimana kamu bisa mengundang suamimu ke rumah yang berantakan?
Semua orang tahu keadaan tempat tinggalmu.
Interiornya baru,
jadi, kalau kamu memunguti yang berserakan, akan tampak bersih.
Ada apa denganmu? Astaga.
Ini pekerjaan sungguhan Jin Ok yang pertama.
Kita harus membantu sebisa kita.
Terima kasih.
Jangan berterima kasih padaku.
Kalau aku dalam situasimu, bukankah kamu akan membantuku?
Astaga.
Astaga.
Astaga.
Nilaimu bagus?
Astaga. Bagaimana...
Nilai bahasa Inggris-mu naik, tapi yang lainnya turun.
Nilaimu seharusnya naik dengan adanya aku.
Apa ini?
Kukira kamu belajar. Apakah semua itu berpura-pura?
Apakah kamu hanya bermain dengan ponsel saat di meja belajar?
- Tidak. - Kamu pasti bohong.
Kenapa nilaimu turun?
Kalau nilaimu turun, apa kamu tahu siapa akan disalahkan semua orang?
Mereka akan menyalahkanku.
Memang salahmu.
Apa? Itu salahku?
Kenapa itu salahku?
Aku hanya merawatmu.
Bagaimana itu bisa salahku?
Kamu memiliki kebiasaan buruk dengan suka menyalahkan orang lain.
Kamu membuatku menghafal banyak bahasa Inggris,
aku tidak bisa mempelajari yang lainnya.
Dong Hyun.
Apakah Dong Hyun mau ke suatu tempat?
Dia tidak terlihat senang. Apakah ada masalah?
Apakah ini rapornya?
Dong Hyun.
Sedang apa kamu di sini sekarang?
Kamu seharusnya di kelas.
Aku hanya mampir.
Benarkah? Tunggulah di kamarmu sebentar.
Baiklah.
Dia pasti terkejut melihat kita seperti ini.
Kenapa dia terlihat sangat kesal?
- Aku hampir lupa. Sayang. - Apa?
Berikan Mi Rae pekerjaan di kantormu.
Apa? Tunggu.
Kenapa aku harus melakukan itu?
Dong Hyun mau tinggal dengan ibunya,
tapi Mi Rae tidak punya penghasilan.
Lupakan saja.
Aku tidak bisa melupakannya.
Kamu sepertinya berpikir bisa membujuk Joon Ho,
tapi dia mengenalmu.
Seolah dia akan membiarkanmu membesarkan Dong Hyun.
Apa salahnya denganku?
Hentikanlah. Dong Hyun mungkin mendengarkan.
Kamu bilang kepada kami
ibu tirinya memperlakukannya jauh lebih baik daripada kamu.
Tidakkah kamu ingat pernah bilang kalau
kamu tidak bisa melakukannya sebaik itu?
Aku ingat.
Keuanganmu harus stabil dahulu
kalau mau melawan mereka di pengadilan atau semacamnya.
Dia tidak benar-benar bisa bekerja di kantorku.
Cantumkan saja namanya di daftar gaji sebagai pegawai.
Itu tidak terlalu sulit.
Ayo lanjutkan.
- Baiklah. - Baiklah.
Dia tidak menjawabnya.
Aku yakin dia pergi ke ibunya.
Kenapa kamu menyulitkannya?
Aku tidak menyulitkannya.
Aku merawatnya dengan sangat baik.
Dia bilang salahkulah nilainya turun,
jadi, kubilang menyalahkan orang tidaklah baik. Itu saja.
Saat kamu mengurungnya di kamarnya,
itulah saat dia berubah pikiran.
Aku tidak menyukai
Dong Hyun pergi kepadanya setiap kali terjadi sesuatu.
Hanya akan kian sulit membesarkannya kalau ini terus berlangsung.
Kita tidak bisa mencegahnya menemui ibunya.
Pergilah berbicara kepada mantan istrimu.
Dia menginginkan Dong Hyun. Apa yang bisa kukatakan kepadanya?
Ini tidak bisa. Aku akan pergi membawanya pulang.
Ayo pergi.
Waktunya habis. Ayo lihat hasilnya.
Astaga.
Kurasa kulitku terlihat jauh lebih baik.
Bagaimana denganmu?
Kurasa aku merasa lebih muda.
Dan wajahku menyusut.
Tapi... Tidakkah sedikit sakit?
Ya, sedikit sakit.
Sensasi itu memang normal. Kalian tidak perlu khawatir.
Itu akan menghilang saat kalian membasuh wajah.
Kurasa kulitku menjadi sedikit memerah.
Kamu punya krim kulit terbakar yang kuberikan?
Oleskanlah itu dan kulitmu akan tenang.
Apa hubungannya ini dengan kulit terbakar?
Kulit menjadi merah saat terkena panas.
Efek menenangkan krim itu pasti juga bisa untuk ini.
- Apakah itu Joon Ho? - Dengan wanita itu.
Sesuatu mungkin terjadi.
Tidakkah sebaiknya kita tetap bersamanya?
Tidak akan terjadi apa pun.
Dan kita tidak boleh ikut campur urusan keluarga lain.
Ya. Ayo pergi.
- Halo. - Halo.
Heo Se.
Hai, Joon Ho.
Kenapa kamu di sini?
Aku mencoba sesuatu di kulitku.
- Mampirlah ke kantor jika senggang. - Tentu.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Apakah Dong Hyun di sini?
Di kamarnya.
Kenapa kalian ke sini?
Dia datang terlihat sangat kesal
dan kalian berdua mengikutinya, jadi, pasti ada masalah.
Nilai Dong Hyun turun.
NIlai terkadang naik dan terkadang turun.
Pasti ada alasannya.
Dia menyalahkanku.
Kalau begitu, itu pasti salahmu.
Namun, kenapa dia bilang begitu?
Dia membutuhkan waktu terlalu banyak untuk menghafal buku bahasa Inggris,
sampai tidak bisa belajar yang lain.
Bagaimana nilai bahasa Inggris-nya?
Naik sedikit.
Kalau begitu, tidak apa-apa. Apa masalahnya?
Nilainya seharusnya tidak turun.
Aku bersusah payah menyiapkan makanan dan pakaiannya.
Kamu juga tahu itu.
Kamu seharusnya besarkan anak dari tingkatan dan sudut pandang mereka.
Kamu tidak bisa memikirkan semuanya dari sudut pandangmu.
Sayang, kamu tahu kalau anak-anak...
Apa katamu? "Sayang"?
Kakak. Siapa yang kamu panggil "sayang"?
Apakah kamu pikir Joon Ho masih suamimu?
Maaf, aku salah.
Dong Hyun, semuanya salahku.
Aku terlalu fokus pada bahasa Inggris.
Aku akan mengurangi hafalannya. Ayo pulang.
Dia mau tetap di sini.
Aku tidak bisa besarkan dengan baik kalau dia ke sini setiap kali kesal.
Berpikirlah bijak seperti layaknya seorang ibu.
Dia sedang kesal dan butuh dihibur.
Pertimbangkanlah pendidikan Dong Hyun.
Perasaannya lebih penting daripada pendidikannya.
Astaga, Dong Hyun.
- Astaga. - Joon Ho.
Dong Hyun, menginaplah di sini.
Namun, tidaklah baik ke sini
setiap kali terjadi sesuatu.
Itu akan membuat ibu tirimu terlihat bersedih.
Tidak bisakah aku tinggal di sini saja bersama Ibu?
Tidak bisa.
Keuangan ibumu tidak stabil.
Aku sudah mendapatkan pekerjaan!
- Di mana? - Agen real estat Dal Sook.
No comments yet. Be the first to leave one.