The first 187 lines.
Ma-ha!
Ryoc?
Kenapa tidak?
Aku ada janji, tapi tas kecilku ketinggalan.
Apa-apaan ini?
Kenapa orang lancang sekali parkir di sini?
Ayo.
- Bagaimana kau... - Bingkisan hadiah penggemar.
Aku datang untuk memberimu satu.
Itu Ma-ha. Tapi siapa pria di sampingnya?
Apa itu Yu-jin?
Tidak, bukan.
Ma-ha!
Ma-ha!
- Tunggu aku. - Ma-ha!
Ma-ha!
Dia jelas ke arah sini.
Mungkin dia ke sana.
Tunggu aku!
Kau membuatku berada di posisi ini dengan datang menemuiku.
Bagaimana kau tahu tempat tinggalku?
Sudah kubilang, aku hendak memberimu bingkisan hadiah penggemar.
Kau yang memberi tahu alamatmu.
Itu...
Kau bisa saja mengirim via kurir.
Secara langsung...
Jika kau melakukannya, ini tidak akan terjadi.
Aku ingin memberikannya secara langsung.
Tapi kenapa?
Begini...
Kau memberikan langsung kepadaku,
jadi, aku ingin membalas budi.
Serahkan itu dan pergilah.
Aku terburu-buru tadi, bingkisannya tertinggal di van.
Apa?
Tunggu di sini, ya? Aku tidak akan lama.
Ma-ha.
Kami tidak bisa pura-pura tidak melihat.
Kau Kwon Ryoc dari SHAX.
Maksudku, Senior Kwon.
Kwon Ryoc?
Jadi, ada apa?
Ada urusan apa dengan Ma-ha?
Begini, sebenarnya...
Akan kujelaskan.
Karena kesalahanku, bingkisan hadiah penggemar kami tertukar.
Aku membawa miliknya ke kamar hotelnya...
Kamar hotelnya?
Lalu?
Lalu apa?
Jika sudah selesai, silakan kembali.
Ada yang perlu kami bicarakan dengan Ma-ha.
Maaf, tapi aku menemuinya lebih dahulu.
Sial.
Apa dia akan baik-baik saja?
Apa?
Apa-apaan?
Ke mana mobil vannya?
Tadi ada di sini.
11M 5633.
Tapi itu van kami.
Dae-gwon, maafkan aku.
Aku sudah cukup mendengar tentang situasinya
dan mengerti apa yang terjadi.
- Ma-ha. - Jangan salah paham.
Lalu?
Apa rencanamu?
Dia bilang itu salah paham.
Kau tahu betul masalah ini serius.
Penggemar SHAX mengamuk karena jaket itu,
tapi kini kamar hotel?
Apa pun alasanmu,
mereka tidak akan terima.
Adegan ciumannya dengan Lee Ma-ha akan direka ulang?
Akan kububarkan Fins jika ini tak bisa dihentikan.
Bereskan atau coba sampai mati!
- Serang! - Serang!
Fins memang agak membuatku takut.
Ma-ha.
kenapa tidak menghapus nomor Kwon Ryoc dan memblokirnya?
Apa?
Apa gunanya jika dia punya nomor Ma-ha?
- Kau benar. - Ganti nomormu.
- Haruskah aku bertindak sejauh itu? - Dia benar.
Dia tak akan dapat pesannya jika memblokir nomor...
- Itu masalahmu. - Apa?
Jangan mengatakan hal tidak menyenangkan.
Ini tidak hanya memengaruhinya.
Kau lupa bagaimana kita sampai di sini?
Tidak.
Aku ingat dengan jelas.
Bagaimana aku merasa lega
saat Ma-ha bergabung dengan kita hari itu.
Entah Annie atau Ma-ha,
aku hanya sangat ingin melakukan debut
sebagai penyanyi.
Tapi grup kita tidak bisa bertahan tanpa Ma-ha sekarang.
Jika Ma-ha menghilang seperti Annie,
aku tidak akan bisa tampil di panggung lagi.
Aku yakin Ma-ha merasakan hal yang sama.
Jadi, tidak perlu memaksanya
karena dia tahu mana yang benar.
Jangan bertengkar karena aku.
Akan kupastikan tidak ada yang perlu dicemaskan.
Ya?
Aku berjanji.
Sial.
Ke mana perginya?
Kau tak akan pernah menemukan yang kau cari.
Apa?
Hei.
Pakailah.
Ada apa ini?
Katakan langsung. Sikapmu aneh.
Ryoc.
Rupanya peringatanku tak sampai kepadamu.
- Dae-gwon... - Pukul aku.
Kenapa kau seperti ini?
Pukul aku seperti ini.
Apa statusku di perusahaan?
Apa yang sebenarnya kulakukan?
Jika bukan karenamu,
aku enggan menjadi manajer lapangan.
Tapi kau memintaku.
Kau ingin aku menjadi manajer lapanganmu.
- Maafkan aku. - Sudah kubilang hentikan.
Kukatakan itu demi kebaikanmu.
Bersamanya hanya akan menyebabkan masalah.
Jika akan seperti ini, jangan libatkan aku.
Pilihannya ada padamu.
Jawab aku, Kwon Ryoc!
Jawab aku, sial. Jawab aku.
Maafkan aku.
Kau...
Kalian tidak seperti biasanya hari ini.
Masalah kalian itu, kalian terlalu dekat.
Di antara teman dekat dan bahkan anggota keluarga,
mengganggu hidup satu sama lain
hanya akan menimbulkan masalah.
Sejujurnya, hubungan kalian simbiosis.
Tim ini hanya bisa berjalan
jika semua orang melakukan porsi mereka semestinya.
Karena kita satu tim, semua demi kesuksesan kita.
Tidak perlu saling mengenal dan memahami sepenuhnya.
Sembilan puluh persen cukup.
Sisa sepuluh persennya? Saling percaya
dan menyemangati saja.
Beri komentar secukupnya dan jangan melewati batas.
Begitulah cara bertahan sebagai tim.
Jika sudah melewati batasan itu,
apa pun yang kalian katakan menjadi omelan atau protes.
- Benar. - Baik.
Dilihat dari wajah kalian, kita sudah mengatasi rintangan lain.
Karena sudah berhasil, aku ingin mengabari bahwa kalian diminta audisi untuk sitkom.
- Bagaimana? - Aku tidak mau, Pak.
Aku tidak bisa melakukan hal norak dan lawak.
Lagi pula, aku ingin mengejar hal lain selain akting.
Jadi, Ri-a tidak mau.
Hyun-ji?
Kurasa aku belum siap untuk berakting.
Sejujurnya, aku terlalu kaku saat pemotretan terakhir.
Aku ingin melakukannya, tapi...
Aku akan mempertimbangkannya saat kita mendapat tawaran lain kali.
Baiklah. Untuk saat ini, latih kepercayaan dirimu.
- Ma-ha, bagaimana denganmu? - Aku?
Bagaimana kabar Ryoc belakangan ini?
Aku mengatur pertemuan pekan depan
untuk film yang dibintanginya.
Pekan ini, dia akan tampil di acara ragam.
Tunggu, itu tumpang tindih dengan acara radio.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Jika kuubah tanggalnya seperti ini...
- Dia juga akan tampil di acara radio. - Bukankah jadwalnya terlalu padat?
Dia harus bekerja sebanyak mungkin selagi masih sukses.
Dia akan tampil sebentar lagi, jadi, aku permisi.
Tapi...
Selamat siang.
Ini aku.
Apa Dae-gwon ada masalah belakangan ini?
Kenapa dia belum membalas?
Dae-gwon.
Untuk apa kamera ini? Apa aku sedang syuting?
Kameranya mati.
Bersandarlah dan tidur siang. Perjalanannya masih panjang.
Ryoc, kita sampai!
Kita sudah sampai.
- Kau mau ke mana? - Ini tidak benar.
No comments yet. Be the first to leave one.