The first 200 lines.
Astaga.
Kenapa? Jangan hubungi aku di waktu luangku.
Di mana kamu meletakkan dotnya? Aku tidak bisa menemukannya.
Aku simpan di tempat biasa. Kenapa?
Aku tidak akan pergi!
Bukankah itu suara Nenek?
- Kamu di mana? - Bukan.
Itu bukan suara Nenek.
Katakan kamu di mana. Aku yakin mendengar suara Nenek.
Sudah aku bilang bukan, kenapa tidak percaya?
Aku tidak akan pergi, kenapa cerewet sekali?
Beritahu aku, apa sekarang kamu bersama Nenek?
Astaga.
Astaga, aku sekarang di rumah Tae-Kyung. Nenek ada di sini.
Apa? Rumah Tae-Kyung?
Panjang ceritanya.
Aku punya pekerjaan yang harus dilakukan sekarang, jadi mari kita bicara nanti.
Astaga.
Apa?
Sepertinya semua orang sudah gila.
Bagaimana bisa Nenek pergi ke rumah Tae-Kyung?
Ji-Myung.
Apa yang kamu bicarakan?
Nenek ada di rumah Tae-Kyung?
Itu...
Astaga.
Ji-Myung, bagaimana kamu tahu?
Sayang, kenapa kamu ke sini?
Ibu.
Apa?
Sedang apa kalian semua di sini?
Ibu?
Ibu.
Kenapa Ibu ada di sini?
Cheon-Myung, Soo-Jung, Hyun-Woo?
Sedang apa kalian di sini?
Jangan salah paham, Ibu. Aku dan Soo-Jung datang untuk menjemput Nenek.
Begini...
Ibu.
Silakan duduk dulu.
Kamu senang?
Apa?
Kamu senang seluruh anggota keluarga meninggalkanku dan memihak padamu?
Bukan seperti itu, Ibu!
Kamu sudah memutus hubungan denganku, tapi ternyata bersenang-senang di sini?
- Ibu... - Hentikan!
Astaga.
Kamu hebat sekali, ya.
Bagaimana bisa kamu terus membuat keributan di keluarga ini?
Kalian semua sadarlah.
Ibu tidak apa-apa?
Astaga.
Ayo segera pulang.
Bagaimana ini, Nenek? Sepertinya Ibu salah paham.
Lagi pula kenapa Nenek datang ke sini?
Apa karena Nenek kesal pada Ibu?
Kamu menganggapku orang seperti itu?
Ibunya marah seperti itu,
bukankah kita harus tahu bagaimana perasaan mereka?
Perkataan Nenek benar.
Kita tidak bisa terus seperti ini.
Begini.
Sebaiknya kalian semua pulang.
Ha-Neul tidur?
Iya, baru saja dia tertidur.
Nenek.
Jangan membuat masalah menjadi besar, sebaiknya pulang saja.
Situasinya cukup membuat Ibu salah paham.
Benar, Nenek. Sebaiknya pulang dulu.
Menurutku itu lebih baik.
Iya, yang penting pulang, 'kan?
Aku tidak tahu bagaimana caranya,
jadi aku seduh secukupnya.
Jika bisa diminum, minumlah. Jika tidak buang saja.
Aku tidak butuh semuanya.
Apa?
Bagaimana bisa ini terjadi padaku?
Bagaimana bisa mereka...
...tidak memihak padaku yang telah tinggal puluhan tahun bersama,
tapi malah memihak Yeon-Doo yang baru dikenal beberapa bulan saja?
Aku yakin mereka tidak berpihak pada siapa pun.
Aku tidak butuh siapa pun.
Kubilang aku tidak butuh siapa pun.
Kenapa Ibu begini?
Tenangkan dirimu.
Ibu, kami datang.
Kenapa kalian datang?
Tinggal saja di sana selamanya.
Ibu.
Ibu bilang Ibu sulit menerimaku,
tapi Ibu dengan mudahnya menerima Yeon-Doo.
Lagi pula, Tae-Kyung bukan darah dagingmu.
Jadi Ibu tidak peduli dengan apa pun yang akan terjadi padanya?
Apa?
Ya ampun.
Ya, aku mengerti kamu pasti terkejut saat tahu aku pergi ke rumah itu.
Kamu sebagai ibunya marah besar pada mereka,
setidaknya aku yang melihat mereka. Kamu hanya salah paham saja.
Tapi ini bukan pertama kalinya!
Dulu juga Ibu pernah menghubungi Yeon-Doo tanpa sepengetahuanku, coba jelaskan itu.
- Kalau itu... - Lalu kalian!
Kalian bilang tidak tahu Nenek di mana.
Yeon-Doo sudah membohongiku,
sekarang semua orang berbohong padaku?
Kalian datang ke sana, senang bermain dan berfoto dengan anaknya?
Tenanglah, Ibu.
Maaf kami tidak memberitahumu, tapi...
...kasihan Tae-Kyung, aku tidak bisa diam saja.
Tae-Kyung sangat menyayangi anak Yeon-Doo.
- Ibu juga jika datang ke sana... - Apa?
- Kenapa aku harus ke sana? - Ibu.
Sejujurnya, selama ini kami kesulitan karena harus menjaga perasaan Ibu.
Ayah juga pasti sama, hanya saja tidak bilang.
Kenapa kamu bilang seperti itu?
Benar, 'kan? Sudah setahun Tae-Kyung keluar dari rumah ini.
Selama setahun aku melihat wajah Ibu yang sedih dan dingin,
kamu kira tidak lelah seperti itu?
Kalian kesulitan hanya karena...
...harus menjaga perasaanku selama setahun?
Aku hidup dengan menjaga perasaan kalian dan Ibu selama lebih dari 15 tahun.
Selama ini aku menahannya karena berpikir kita adalah keluarga.
Tapi melihat perlakuan kalian hari ini,
aku tidak tahu kenapa aku harus hidup seperti itu selama ini.
Hidupku sungguh sia-sia.
Aku menjalani hidup ini dengan cara yang salah.
Ibu.
- Astaga, Ibu! - Ya ampun.
Aku bisa gila.
- Ibu, mau ke mana? - Lepaskan!
Aku tidak sanggup lagi.
Aku muak dengan semua orang di rumah ini.
Ibu, jangan seperti ini. Apa yang akan Ibu lakukan sendirian?
Berhenti berpura-pura memikirkanku.
- Ibu! - Ibu!
Hebat sekali. Astaga.
Astaga.
Ayah, ini aku.
Ada masalah besar.
Suamiku
Presdir
Kalau itu Presdir, jangan diangkat. Akan aku bilang padanya nanti.
Baik, Nyonya.
Kamu tidak apa-apa?
Lagi pula, ini semua sudah kuperkirakan.
Jangan seperti itu, sebaiknya coba hubungi Ibu.
Nanti.
Nanti aku akan melakukannya.
Itu...
Tapi tadi Ibu bilang, kamu memutuskan hubungan...
...tapi malah bersenang-senang. Apa maksudnya?
Apa...
Apa ada obrolanmu dengan Ibu yang tidak aku ketahui?
Coba bilang, Tae-Kyung.
Itu...
Sebenarnya,
aku memutuskan untuk hidup masing-masing. Jangan mempedulikan satu sama lain.
Apa? Kapan?
Kenapa kamu lakukan itu?
Kenapa begitu? Cepat pergi dan minta maaf pada Ibu.
Untuk sekarang, coba telepon saja dulu.
Tidak, biar aku saja.
Saya akan tinggal di paviliun bawah. Silakan panggil saya kapan saja.
- Maaf sudah merepotkanmu. - Tidak apa-apa, Nyonya Lee.
Ya, Presdir? Maaf saya tidak mengangkat teleponnya.
Kamu mengantar Nyonya Lee, 'kan? Sekarang ada di mana?
Oh Yeon-Doo
Matikan ponsel Mulai ulang
Nomor yang anda tuju...
Sepertinya Ibu mematikan ponselnya.
Sudahlah.
Ibu tidak akan mengangkat teleponnya.
Kamu juga mengkhawatirkan Ibu, 'kan?
Kamu menelepon siapa?
Soo-Jung.
Kalian pulang dengan selamat, 'kan?
Bagaimana dengan Ibu?
Apa?
Ibu pergi dari rumah?
Keberadaan Ibu masih belum diketahui?
Ya ampun.
Baiklah, kami segera ke sana.
Sudah dengar, 'kan? Ayo pergi dan diskusikan dengan keluarga.
Aku akan bersiap.
Sayang.
Kebetulan sekali kamu di sini.
Mari tinggal beberapa hari di sini denganku.
Menghirup udara segar.
Lalu makan makanan enak.
Menurutmu kenapa selama ini aku hidup seperti orang bodoh?
Sayang.
Apa yang akan terjadi jika aku tidak menikahimu.
Jika aku hanya tinggal dengan Tae-Kyung,
meskipun tidak berkecukupan,
tapi hatiku akan lebih tenang dibandingkan dengan sekarang.
Kenapa kamu begini? Membuatku cemas saja.
Aku menyesal.
Aku menyesal merasa kesulitan...
...setelah belasan tahun melayani Ibu.
Aku juga menyesal...
tidak pernah membentak anak-anak karena terlalu memperhatikan mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.