Release info

날아라-개천용-Delayed-Justice-E13-E14-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-11-22
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Drama ini berdasarkan kejadian nyata"

"Peristiwa, nama, dan tempat telah diubah untuk drama"

Hei.

Mari kita kerjakan ini.

Kamu harus ke Jeju denganku.

Apa?

Kamu punya pacar di Jeju? Kenapa kamu terus ke sana?

Apa ini?

Pak Park, mari singkirkan Hakim Agung Jo Ki Soo.

Bagaimana bisa dia menjadi Hakim Ketua Mahkamah Agung?

Mari hentikan sekarang.

Ini semua tidak berarti.

Aku tidak punya keinginan untuk hidup.

Kamu yang membuatku seperti ini.

Kenapa kalian terus berkhianat?

Ada apa denganmu?

Entah ada apa, tapi pakai sepatumu dahulu.

Kamu bilang jurnalis seharusnya memakai kaki, bukan kepala mereka.

Kamu memberiku sepatu ini agar aku menjadi jurnalis hebat!

Jangan melambaikannya. Kakimu bau!

Aku berlarian sampai kakiku bau agar bisa menulis,

dan "News and New" menolak menerbitkannya,

lalu tiba-tiba kamu bilang itu tidak berarti!

Nona Lee, jangan marah.

Duduklah dahulu.

Duduklah dan pakai sepatumu.

Tarik napas yang dalam.

Hakim Jo Ki Soo itu...

Kasus Samjung bukan satu-satunya kasus dia menjebak orang.

Dia menjebak Oh Jae Duk di Jeju sebagai mata-mata Jepang,

juga murid internasional Korea-Jepang,

Jung Cheol, Jang Byung Heon, dan Lim Sung Kyun

karena menjadi mata-mata Korea-Jepang.

Dia sering memalsukan kasus.

Nona Lee, dari mana kamu mendapatkan semua catatan ini?

Ini dari masa lalu.

Lihatlah wawancara Jung Cheol di sini.

"Saat aku sedang diselidiki di Kantor Namsan,

terdengar suara seperti sapi sekarat dari kamar Jang Byung Heon."

Jo Ki Soo juga hakim pembantu dalam kasus ini.

Suara seperti sapi sekarat yang datang dari seseorang?

Pak Park, Pak Oh Jae Duk di Jeju

mengalami tuli di telinga kirinya karena penyiksaan.

Dia mengatakan semuanya kepada Jo Ki Soo saat itu,

tapi kondisi kesehatannya diabaikan.

Wali Kota Kang Chul Woo ada di balik Jang Yoon Suk,

dan Jo Ki Soo bertanggung jawab atas kasus Samjung.

Pak Park,

ayo tangkap pria ini.

Dengan uang apa? Bagaimana caranya?

Aku melakukan sidang ulang Samjung agar aku kaya dan terkenal,

tapi kurasa kita tidak bisa mengakhirinya di sana.

Pak Park, ingat ucapanku saat aku menggoreng makerel?

Mari kita tunjukkan dunia di mana keadilan itu menguntungkan!

Tuliskan cerita bagus tentangku,

dan para dermawan kaya akan datang.

Kita akan meraup semua uangnya dengan keterampilan menulismu.

Makerel bodoh itu!

Mungkin tidak menghasilkan uang, tapi mari kita diadili dahulu.

Jika kita biarkan Jo Ki Soo, kita tidak bisa lakukan hal lain.

Berhubung semua bukti ada di sini, mari kita periksa satu persatu.

Ya, Hakim Jo Ki Soo

sudah memblokir akses agar putusannya tidak bisa ditinjau.

Sudah? Orang-orang ini...

Pak Park, mari kita lakukan. Percayalah kepadaku!

Aku muak kamu mengatakan itu.

Kita sudah menutup kasus Samjung,

dan kita sudah hampir selesai. Kenapa kembali menjadi berantakan?

Sudah saatnya kamu masuk ke Seoul juga.

Berapa lama kamu akan tinggal di sini?

Kamulah yang mundur!

Apa maksudmu? Aku selalu berjalan lurus!

Kita sudah melewati semua itu, dan garis finisnya terlihat.

Kenapa kita pergi ke Jeju?

Sudah berapa lama pria ini menderita di penjara?

Seumur hidup.

Seumur hidup?

Seumur hidup?

Astaga. Kemarin, kita mendapat kasus 10 tahun.

Pak Park. Kali ini, hukuman seumur hidup.

Hukuman seumur hidup?

Itu dikurangi menjadi tujuh tahun.

Lupakan saja.

Seharusnya kamu mengatakan itu!

Terserah. Kalian berdua bisa pergi ke Pulau Jeju. Terserah.

Baiklah. Mari kita lakukan.

Nona Lee dan aku akan ke Pulau Jeju dan mencari tahu situasinya.

Kamu tetap di Seoul dan bekerja.

Aku ahli pengintaian.

Ayo, Nona Lee.

Kamu ahli pengintaian?

Ya.

Ada apa dengan wajahmu?

Apa?

Apakah sakit sekali?

"Episode 7"

Jo Ki Soo mengerikan.

Tahun 1980, biaya hidup rata-rata per bulan keluarga empat orang

di Jeju sebesar 300 dolar.

Harga pupuk 100 dolar.

Bagaimana ini bisa dirahasiakan dan menjadi soal keamanan nasional?

Jadwal bus dari Kota Jeju ke Seogwipo.

Ini diambil sebagai bukti pengintaiannya.

Mereka tidak mengadakan sidang. Ini perburuan penyihir.

Kenapa kita tidak mendengar soal para korban ini?

Itu mengejutkan.

Pak Park. Yang lebih mengejutkan bagiku,

seorang hakim yang memimpin perburuan penyihir,

alih-alih persidangan, akan menjadi Hakim Agung.

Wajahmu juga tampak mengejutkan dari samping.

Terima kasih.

Dengan senang hati.

Aku suka gairahdan semangatmu.

- Ya. Kita pasti bisa! - Kita pasti bisa!

Namun, makin besar tujuannya...

Saat berburu predator,

kamu harus sangat berhati-hati dan mendekat perlahan.

Hal yang sama berlaku di sini. Kita harus tenang.

Kamu tahu maksudku, bukan?

Aku memasak ini untuk pacarku yang bekerja keras.

Ada apa denganmu?

Kamu sombong belakangan ini.

Kamu bilang akan membawaku ke Barcelona.

Barcelona.

Kamu sudah memesan tiket pesawat?

Belum.

Aku akan melakukannya hari ini dari kantor.

- Begitu rupanya. - Kenapa?

Begini...

Sial. Siapa namanya? Ya. Tae Yong.

Dia ingin segera memulai kasus lain.

Dia bilang kami harus mendayung selagi air pasang.

Dia membuatku gila.

Tidak. Bukan karena aku tidak mampu membelinya.

Saat kamu membual soal mengajakku naik pesawat,

Aku sudah tahu.

Lupakan saja. Tulis saja artikelmu selagi air pasang.

Menurutmu juga begitu?

Haruskah?

Tentu. Barcelona tidak akan ke mana-mana.

Bangunan Gaudi tidak akan hancur.

Kamu terlihat sangat cantik hari ini.

Ini berbahaya.

"Kantor Hukum Park Tae Yong"

Aku tidak memahami Pak Park.

Kenapa dia pergi ke Pulau Jeju padahal tidak punya uang?

Apa masalahku?

Tidak ada yang menginginkanku,

dan aku tidak punya tempat tujuan.

Jadi, begini kejadiannya.

Seseorang menikam sopir truk dengan kejam menggunakan pisau.

Dia ditikam 17 kali.

Kamu akan bermimpi buruk. Aku serius.

Jangan sembarangan menyentuh benda seperti ini.

Sam Soo! Apa yang kamu lakukan?

Dia bilang jangan melihatnya. Ada apa denganmu?

Apa aku melakukan kesalahan?

Apa salahnya melihatnya? Itu bukan masalah besar.

Tidak! Aku harus melihatnya!

Akan lebih aneh jika tidak melihatnya.

Aku harus melihatnya.

Lebih aneh jika tidak melihatnya. Apa aku salah?

Ini tidak seperti melepaskan pakaian wanita.

Kenapa aku sangat gugup?

Astaga.

Sial.

Halo?

Pak Park.

Jaga kantor tetap bersih.

Kami akan menghubungimu setelah memeriksa keadaan di sini.

Baiklah.

Aku tidak melakukan apa pun. Aku hanya berbaring.

Terima kasih sudah datang ke tempat sederhana ini!

Sudah berapa lama Anda tinggal di sini?

Aku sudah 15 tahun di sini.

Aku nomor satu di panti jompo ini!

Bagaimana dengan keluarga?

Begini... Kerabat dan adik-adikku

tinggal di Jepang, Osaka.

Hanya aku yang tidak sehat,

karena itu aku tinggal di sini.

Begitu rupanya.

Bukankah rasanya menyesakkan?

Tidak apa-apa.

Mereka merawat orang yang tua dan sakit ini.

Jika aku memenangkan sidang ulang

dan dibayar untuk ganti rugi,

aku berencana menyumbangkan sebagian ke panti jompo ini!

Aku tidak bisa membawa uangnya saat aku mati!

Tolong lihat ke sini.

- Tolong lihat ke sini. - Di sini.

Tolong hadap sini.

Tolong lihat ke arah sini.

Tolong beri kami pernyataan.

Tolong sampaikan beberapa patah kata.

Tolong berikan komentar.

Tolong katakan sesuatu.

"Ketua Mahkamah Agung, Jo Ki Soo"

Aku sudah memblokir semua akses ke putusan yang Anda tulis

selama rezim otoriter.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left