Tony Parker: The Final Shot

Tony Parker: The Final Shot

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡTony Parker The Final Shotㅡ NF-360P/720P/1080P
A Commentary by DD_Movie
NF Retail [ RT 01:38:48 ] | dongdotmovie.my.id

Tags

720p
720
1080
Published on: 2021-01-09
Downloads: 18
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

PERSEMBAHAN NETFLIX Website Streaming Movie - Drakor - Series

Setelah 18 musim dan empat kejuaraan NBA,

calon peraih Hall of Fame, Tony Parker, umumkan pensiun.

Lihat direbut oleh Tony Parker, dimainkan dengan sempurna.

Tony menomboknya!

Saat kecil, aku memimpikan NBA.

Aku tak pernah bermimpi menjadi juara NBA, apalagi memensiunkan nomor punggungku.

Juara, Teman-teman. Juara!

Berusaha, disiplin, harapan tinggi.

Tony!

Aku menghormatinya.

Pria Prancis kecil, Tony Parker, ingin sukses.

Sejak kecil, aku selalu ingin bermain di NBA.

Ini liga basket terbaik di dunia.

Dia membuka banyak peluang.

Jika tak melompat, kau bukan orang Prancis!

Dia luar biasa sejak awal.

Dia asli San Antonio dengan aksen Prancis!

Dia bukan pemain egois. Dia mudah disukai.

Dia pemain yang sangat cerdas. Aku harus siap untuk itu.

Lemparan bagus dari Parker!

TP9! Selamat! Kau tahu aku menyayangimu.

Dia pemenang.

Kita adalah juara!

Aku sadar 20 tahun ini

lebih baik dari apa pun yang kuimpikan.

Menurutku, dia beradaptasi dengan sangat baik.

San Antonio Spurs memilih Tony Parker.

Permainan ini berakhir!

Kapten tim basket Prancis, Tony Parker,

diangkat sebagai Kesatria Legiun Kehormatan.

Pengalaman yang luar biasa!

Dia bisa bangga atas kariernya karena dia tak cuma membuat sejarah Prancis,

tetapi juga membuat sejarah NBA,

jadi, aku kagum!

Aku bangga kepadanya.

Ini rumahku.

Aku sudah mencapai semua impianku dalam basket,

dan aku senang.

Aku siap membuka lembaran baru.

TONY PARKER MEMAINKAN 1,254 PERTANDINGAN NBA.

DIA MERAIH EMPAT GELAR DI SAN ANTONIO SPURS.

DIA PEMAIN ALL-STAR ENAM KALI DAN PEMAIN FINAL TERBAIK 2007.

Tony menang banyak,

dan menjadi salah satu point guard terbaik di liga sejak lama.

Kurasa dia akan dikenal sebagai orang yang…

membantu mengubah NBA dari…

Menjadi olahraga yang lebih internasional.

Bagiku, ada Michael Jordan, lalu lainnya.

Di basket Prancis, ada Tony Parker, lalu lainnya.

Sesimpel itu.

PUTRA DARI IBU BELANDA DAN AYAH AMERIKA YANG BERMAIN BASKET DI EROPA,

TONY PARKER LAHIR 17 MEI 1982 DI BRUGES, BELGIA.

DIA PUNYA DUA ADIK LAKI-LAKI TJ DAN PIERRE.

Ayahnya dahulu pemain basket hebat.

Jadi, dia sangat mencintai basket.

Melempar bola pakai tangan kiri, tetapi dia meleset, lalu datang Parker.

Ini dia, dan masuk!

Anak-anak datang ke semua pertandingan.

Ya, basket. Itu kehidupan kami dahulu.

Waktu hampir habis. Terus bertahan. Ke Parker.

Dia melompat. Dan kegembiraan…

Aku tumbuh dengan memanfaatkan dua dunia.

Aku mencoba memanfaatkan kedua dunia dari ibu Eropa

dan ayah Amerika.

Karena sisi Amerika punya kepercayaan diri yang besar,

percaya pada yang tak mungkin, selalu optimis.

Ibuku selalu ada untuk membuatku tetap rendah hati saat keadaan baik,

dan tidak menyalahkan diri sendiri saat keadaan buruk.

Aku menemukan keseimbangan itu.

Aku meracik koktail kuatku sendiri,

dan begitulah pola pikirku tercipta.

USIA SEPULUH TAHUN, TONY MENEKEN KONTRAK PERTAMA DI FÉCAMP, NORMANDIA.

Antara usia enam dan 14 tahun, aku selalu bersamanya.

Kami tak pernah berlibur, selalu pergi ke kamp basket.

Ayahku sangat tegas saat kami tumbuh.

Namun, kurasa saat punya tiga anak lelaki…

Awalnya, ibuku tak ada, karena harus kembali ke Belanda.

Kurasa ayahku melakukan yang terbaik, yang membuat kami disiplin.

Membentuk kepribadian kami.

Jadi, pola pikir menang itu, kurasa aku dapat dari ayahku.

Pertandingan ini Chicago melawan San Antonio.

Saat Natal, aku pulang. Dahulu, itu era Michael Jordan.

Dia berhasil! Michael menggoyangkan jarinya!

Aku telepon untuk beli tiket. Kami berangkat.

Tony sepuluh tahun, Terrence delapan tahun, dan Pierre enam tahun.

Ini dia!

Dia idolaku saat aku kecil.

Aku punya poster dirinya di kamarku,

dan aku ingin menjadi seperti dia, berlaga di NBA.

Chicago memimpin.

Dia bilang dia tumbuh melihatku di Chicago bersama keluarganya.

Melihat kemajuannya, memiliki karier yang luar biasa,

aku ikut senang untuknya.

Bisa mengenalnya dan menyebutnya teman, lebih hebat lagi.

Kini tersisa dua.

Sekarang, satu. Ini Jordan!

Selesai sudah!

Kurasa yang dia lihat adalah pemimpin.

Dia melihat orang yang menjaga timnya,

memastikan timnya menang, dengan cara yang jujur dan adil.

Ada anggapan, "Aku tak bisa dikalahkan."

Aku berkesempatan melatihnya tahun 1997.

Itu pertama kalinya aku melihat pemain muda yang sedominan itu.

Aku di bangku lawan. Aku punya tim muda.

Bisa dibilang, dia mahir mengendalikan bola.

Dia bermain sangat cepat dan meraih angka dengan lay-up berulang kali.

Intinya, dia main sesukanya.

Di lapangan, walaupun lebih kecil, dia yang terbaik.

Selalu unggul.

Kecepatan itu bukan hanya di lapangan, tetapi juga cara dia membangun kariernya.

Dia selalu unggul dari generasinya.

6 JULI 2018

TONY PARKER BERSIAP MEMAINKAN MUSIM TERAKHIR DALAM KARIERNYA.

Kini, Chelsea Torres dengan laporan olahraga KRIS 6.

Penggemar Spurs, jika musim ini sangat aneh dan menyenangkan,

ini mungkin bisa menambahkannya.

Setelah 17 musim bersama Spurs,

Tony Parker dipastikan meneken kontrak dengan Charlotte Hornets.

TP setuju untuk tawaran dua tahun, senilai 10 juta dolar.

Parker dilaporkan memberi tahu Pop lewat telepon sebelum berita tersiar.

Aku tahu keputusanku ini tepat,

karena keadaan akan agak lebih rumit di San Antonio.

Dengan Charlotte Hornets, peranku jelas.

Bagiku, aku tahu basket tak akan pernah sama.

Aku mau ke Charlotte untuk musim yang hebat,

untuk bermain dan menunjukkan aku kembali dan bisa bermain bagus.

Mungkin dia merasa ini saatnya melakukan hal berbeda.

Di San Antonio,

mungkin sulit jika menjadi pemain cadangan di sana.

Mungkin lebih mudah di Charlotte.

Mereka tawarkan gaji lebih tinggi, lalu dia ke sana, tetapi…

Jika kau tanya orang dari pihak Spurs dan Tony,

mungkin mereka akan bilang, "Kawan, kami harap dia kembali."

Dia tidak lagi di San Antonio

karena merasa tawaran terbaru Spurs tidak menghormatinya.

Dia ditawari posisi point guard ketiga.

Dia tak mau. Dia ingin tunjukkan masih bisa bermain.

Jika tak bermain dengan Spurs, dia di tempat lain.

SEJAK 2010, MICHAEL JORDAN MEMILIKI CHARLOTTE BOBCATS,

YANG KINI CHARLOTTE HORNETS.

Kejadiannya begitu cepat.

Jordan meneleponku dengan senang dan mau aku bergabung dengan mereka.

Aku selalu bilang, "Kita bertemu lagi,"

dan lucu jika dipikir aku memainkan musim NBA terakhirku untuk klubnya.

Itu telepon yang mengubah segalanya.

Idolanya, benar-benar idolanya,

berhasil meyakinkannya untuk pindah.

Sungguh?

Aku ke ruang loker. Kau sedang makan.

Aku kembali dari latihan lempar. Kau masih makan. Aku cuma bilang.

Dari sesi latihan pertama kami,

baru limat menit, dia berteriak dan meneriakiku.

Kurasa dia ingin menunjukkan siapa dia dan kenapa dia di sana.

Dia memberi kami kepemimpinan yang hebat.

Orang yang paham aku ingin terlihat seperti apa sebagai tim,

memahami tanggung jawab, disiplin, dan struktur.

Banyak dari kami melihat Tony Parker berkembang.

Kita tahu salah satu hal tersulit di liga ini

adalah menang kejuaraan, dan dia sudah menang, empat kali?

Dia membantu memperbaiki permainanku.

Maksudku, lebih ke mental.

Dia membawa keberanian. Dia membawa sikap pemenang.

Dia membantu mengubah budaya di sini.

Tidak mudah menjadi tua.

Tubuhmu tak merespons seperti dahulu.

Tak segesit, secepat, dan seenergik dahulu.

Jadi, kini, kau harus adaptasi.

Harus terus berusaha, dan melakukan sesuatu…

bermain lebih pakai otak dan pengalaman,

serta memanfaatkan itu.

TAHUN 1997, TONY PARKER BERUSIA 15 TAHUN SAAT MENINGGALKAN KELUARGA DI NORMANDIA

DAN MASUK INSEP, SEKOLAH BASKET UNGGULAN PRANCIS

Saat pertama tiba di INSEP,

aku di dalam Citroën 2CV ibuku, begitulah aku sampai ke kampus.

Sebenarnya, aku nyaris tak diterima,

karena aku terlalu kecil dan kurus.

Halo, apa kabar? Baik? Apa kabar?

- Halo. - Halo.

Banyak pemain yang lebih berbakat dariku di sana.

Namun, ada satu yang tak bisa mereka kalahkan.

Yaitu level mental.

- Hai, apa kabar? - Baik, kau?

Dia sudah dikenal di kalangan pemuda sebagai pemain berbakat,

yang terbaik di generasinya.

Jadi, saat aku tiba di INSEP, tentu aku sudah mendengar tentang dia.

Aku ingat sesi latihan pertama kami,

saat pertama kami melawan satu sama lain.

Dia lupa posisi, merebut bola, dan mencetak angka dengan mudah.

Dengan satu tangan, dia melewati kepalaku,

dan itu membuatku kesal saat itu.

Jika ingin menerobos, dia bisa. Saat itu, dia kecil,

tetapi jika harus hadapi pemain lebih besar, dia bisa.

Setiap mencetak angka, dia jatuh.

Setiap melempar, dia jatuh.

Kami bingung bagaimana dia tak terluka.

Dia akan selalu bangun, dan begitulah cara dia bermain.

Saat itu, tahun 1998, dia sudah tahu keinginannya.

Dia tahu ingin bergabung dengan NBA.

Dia tahu dia ingin maju, untuk dikenal di level internasional.

Tony Parker: The Final Shot subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Tony Parker: The Final Shot

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left