The first 200 lines.
"Episode 81"
Ayah.
Do Ran.
Kamu mau bercerai
karena ayah?
Karena
ayahmu
seorang pembunuh?
Ayah.
Kamu...
Sejak kapan kamu tahu soal ini?
Sejak kapan?
Tapi kenapa kamu tetap berada di sisi ayah?
Ayah, aku tidak apa-apa. Sungguh.
Ayah adalah ayahku.
Tidak...
Do Ran, kamu...
tidak boleh berada di sisi ayah.
Jika semua ini karena ayah,
janganlah bercerai.
Semua akan baik-baik saja jika ayahmu menghilang.
Ayah harus
menghilang saja.
Ayah.
Ayah.
Ayah!
Aku harus lenyap.
Ayah!
Semua akan baik-baik saja jika aku menghilang.
Ayah, tunggu aku!
Ayah!
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah!
Ayah! Jangan.
Ayah!
Ayah!
Ayah! Jangan lakukan itu, Ayah!
Lepaskan ayah!
Semua akan baik-baik saja jika ayah tiada!
Semua akan lancar jika ayah lenyap!
Semua akan baik-baik saja jika ayah mati!
Ayah, kumohon.
Aku tidak bisa hidup tanpa Ayah.
Aku bukan ayahmu.
Aku harus mati dan lenyap agar kamu bisa hidup.
Begitulah solusinya.
Kalau begitu, ayo kita mati bersama.
Aku akan mati dengan Ayah.
Do Ran!
Apa begitu saja?
Apa aku bukan putri Ayah jika Ayah mati?
Meski Ayah mati, aku tetap putri Ayah.
Meski Ayah mati dan menghilang,
fakta bahwa aku putri Ayah tidak akan lenyap.
Do Ran...
Jika hendak melakukan ini,
seharusnya jangan mendatangiku.
Kenapa Ayah muncul di hadapanku?
Ayah pikir kematian akan menyelesaikan segalanya?
Aku tidak sanggup hidup tanpa Ayah lagi.
Baiklah. Mari mati bersama.
- Ayo kita mati! - Do Ran!
Do Ran! Jangan lakukan ini!
Do Ran!
Ayah minta maaf.
Maafkan ayah.
Ayah sungguh minta maaf.
Maaf.
Ayah.
Minumlah air hangat ini.
Ayah, jangan khawatirkan aku.
Aku baik-baik saja, sungguh.
Kamu
akan bercerai gara-gara ayah.
Karena kriminal seperti ayah.
Ayah.
Sampai saat ini,
Ayah telah bersembunyi dengan beban berat
sebagai seorang kriminal dan mengalami rasa sakit
dan kesepian.
Tapi
Ayah selalu ada untukku
untuk melindungiku selama ini.
Mulai sekarang,
aku akan selalu ada di sisi Ayah.
Aku akan melindungi Ayah.
Do Ran.
Jadi, jangan pergi ke mana pun.
Jangan mati.
Tetaplah di sisiku saja.
Baiklah.
Do Ran...
Ayah.
Ya, Do Ran.
Kamu tahu ini hari apa, bukan?
Ya, aku tahu.
Jangan terlambat.
Aku akan menunggu.
Baiklah.
Direktur Wang.
Ban mobilku kempis.
Ban kempis.
Ban kempis?
Aku di sini.
Aku terlambat.
Maaf membuatmu menunggu di cuaca sedingin ini.
Tidak apa-apa. Ayo masuk.
Do Ran.
Bisa kita bicara di tempat lain?
Do Ran.
Aku tidak bisa menceraikanmu.
Apa maksudmu?
Kupikir semua sudah diputuskan.
Benar.
Tapi aku tidak bisa.
Dae Ryook.
Aku sudah memberitahumu alasannya.
Jangan bersikap seperti ini.
Benar.
Aku kaget saat kamu memberitahuku soal ayahmu.
Aku bingung dan terkejut.
Tapi dia bukan istriku.
Istriku itu kamu, Do Ran.
Tolong jangan seperti ini.
Bohong jika kubilang aku tidak takut.
Aku takut akan masa depan kita.
Tapi aku lebih takut
hidup tanpa dirimu.
Kita juga masih saling mencintai.
Jadi, kenapa harus bercerai?
Aku tidak bisa berpisah dengan cara seperti ini.
Dae Ryook.
Sama seperti
kamu yang menerima ayahmu,
aku juga akan mencoba.
Jadi, mari jangan bercerai.
Apa
maksudmu?
Menantu juga seorang anak.
Anak tidak boleh melepas orang tua hanya karena dosa mereka.
Ayahmu juga ayahku.
Terima kasih sudah mengatakan itu.
Tapi tidak ada rahasia di dunia ini.
Semua orang akan mengetahuinya suatu hari nanti.
Saat itu tiba,
kita tidak akan bisa menghadapinya.
Semua orang akan menderita.
Jadi,
sudah sepatutnya kita bercerai.
Kita sudah berjanji
saat menikah.
Bahwa akan berbagi kebahagiaan dan kesulitan bersama-sama.
Aku tidak bisa melepaskanmu
hanya karena jalanan berlumpur
di depan kita.
Jadi, tolong pertimbangkan lagi.
Aku permisi sekarang. Aku ada rapat.
Dae Ryook.
Dae Ryook, tunggu.
Dae Ryook.
Dae Ryook.
Aku merasa sangat cantik.
Astaga.
Sedang apa aku di sini?
Aku harus menemukan Myeong Hee.
Gundik itu mengusirnya lagi.
Dia berkeliaran di mana saat cuaca sedingin ini?
Benar juga. Mungkin dia di sana.
Benar.
Taksi.
Astaga.
Bu Oh. Bu Yeoju!
Nyonya Park menghilang.
- Apa? - Apa?
Bu Cho, Ibu tidak ada di kamarnya?
Tidak.
Sehabis memakan sup pangsit,
dia langsung masuk ke kamarnya.
Benar.
Aku ke kamarnya membawakan sikhye , tapi dia sudah tidak ada.
Kamarnya berantakan karena pakaiannya di mana-mana.
Dia pasti keluar mencari Myeong Hee.
Da Ya, carilah dia.
Dia masih di sini sampai tadi, pasti belum pergi jauh.
Cepatlah, Bi Yeoju, Bi Cho.
- Baik. - Baik, Ibu.
- Astaga. - Ya ampun.
Astaga.
Apa
rencanamu soal istrimu?
Kamu sungguh akan bercerai?
Tidak.
Kurasa aku tidak bisa menceraikannya.
Tadinya aku hendak bercerai.
Aku bahkan sudah ke pengadilan.
Tapi aku tidak sanggup
saat melihat wajahnya di sana.
Kamu bahkan sudah ke pengadilan?
No comments yet. Be the first to leave one.