Release info

香ㅡㅡ하나뿐인 내편 My Only OneㅡㅡE81-82 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-02-04
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 81"

Ayah.

Do Ran.

Kamu mau bercerai

karena ayah?

Karena

ayahmu

seorang pembunuh?

Ayah.

Kamu...

Sejak kapan kamu tahu soal ini?

Sejak kapan?

Tapi kenapa kamu tetap berada di sisi ayah?

Ayah, aku tidak apa-apa. Sungguh.

Ayah adalah ayahku.

Tidak...

Do Ran, kamu...

tidak boleh berada di sisi ayah.

Jika semua ini karena ayah,

janganlah bercerai.

Semua akan baik-baik saja jika ayahmu menghilang.

Ayah harus

menghilang saja.

Ayah.

Ayah.

Ayah!

Aku harus lenyap.

Ayah!

Semua akan baik-baik saja jika aku menghilang.

Ayah, tunggu aku!

Ayah!

Ayah.

Ayah.

Ayah.

Ayah!

Ayah! Jangan.

Ayah!

Ayah!

Ayah! Jangan lakukan itu, Ayah!

Lepaskan ayah!

Semua akan baik-baik saja jika ayah tiada!

Semua akan lancar jika ayah lenyap!

Semua akan baik-baik saja jika ayah mati!

Ayah, kumohon.

Aku tidak bisa hidup tanpa Ayah.

Aku bukan ayahmu.

Aku harus mati dan lenyap agar kamu bisa hidup.

Begitulah solusinya.

Kalau begitu, ayo kita mati bersama.

Aku akan mati dengan Ayah.

Do Ran!

Apa begitu saja?

Apa aku bukan putri Ayah jika Ayah mati?

Meski Ayah mati, aku tetap putri Ayah.

Meski Ayah mati dan menghilang,

fakta bahwa aku putri Ayah tidak akan lenyap.

Do Ran...

Jika hendak melakukan ini,

seharusnya jangan mendatangiku.

Kenapa Ayah muncul di hadapanku?

Ayah pikir kematian akan menyelesaikan segalanya?

Aku tidak sanggup hidup tanpa Ayah lagi.

Baiklah. Mari mati bersama.

- Ayo kita mati! - Do Ran!

Do Ran! Jangan lakukan ini!

Do Ran!

Ayah minta maaf.

Maafkan ayah.

Ayah sungguh minta maaf.

Maaf.

Ayah.

Minumlah air hangat ini.

Ayah, jangan khawatirkan aku.

Aku baik-baik saja, sungguh.

Kamu

akan bercerai gara-gara ayah.

Karena kriminal seperti ayah.

Ayah.

Sampai saat ini,

Ayah telah bersembunyi dengan beban berat

sebagai seorang kriminal dan mengalami rasa sakit

dan kesepian.

Tapi

Ayah selalu ada untukku

untuk melindungiku selama ini.

Mulai sekarang,

aku akan selalu ada di sisi Ayah.

Aku akan melindungi Ayah.

Do Ran.

Jadi, jangan pergi ke mana pun.

Jangan mati.

Tetaplah di sisiku saja.

Baiklah.

Do Ran...

Ayah.

Ya, Do Ran.

Kamu tahu ini hari apa, bukan?

Ya, aku tahu.

Jangan terlambat.

Aku akan menunggu.

Baiklah.

Direktur Wang.

Ban mobilku kempis.

Ban kempis.

Ban kempis?

Aku di sini.

Aku terlambat.

Maaf membuatmu menunggu di cuaca sedingin ini.

Tidak apa-apa. Ayo masuk.

Do Ran.

Bisa kita bicara di tempat lain?

Do Ran.

Aku tidak bisa menceraikanmu.

Apa maksudmu?

Kupikir semua sudah diputuskan.

Benar.

Tapi aku tidak bisa.

Dae Ryook.

Aku sudah memberitahumu alasannya.

Jangan bersikap seperti ini.

Benar.

Aku kaget saat kamu memberitahuku soal ayahmu.

Aku bingung dan terkejut.

Tapi dia bukan istriku.

Istriku itu kamu, Do Ran.

Tolong jangan seperti ini.

Bohong jika kubilang aku tidak takut.

Aku takut akan masa depan kita.

Tapi aku lebih takut

hidup tanpa dirimu.

Kita juga masih saling mencintai.

Jadi, kenapa harus bercerai?

Aku tidak bisa berpisah dengan cara seperti ini.

Dae Ryook.

Sama seperti

kamu yang menerima ayahmu,

aku juga akan mencoba.

Jadi, mari jangan bercerai.

Apa

maksudmu?

Menantu juga seorang anak.

Anak tidak boleh melepas orang tua hanya karena dosa mereka.

Ayahmu juga ayahku.

Terima kasih sudah mengatakan itu.

Tapi tidak ada rahasia di dunia ini.

Semua orang akan mengetahuinya suatu hari nanti.

Saat itu tiba,

kita tidak akan bisa menghadapinya.

Semua orang akan menderita.

Jadi,

sudah sepatutnya kita bercerai.

Kita sudah berjanji

saat menikah.

Bahwa akan berbagi kebahagiaan dan kesulitan bersama-sama.

Aku tidak bisa melepaskanmu

hanya karena jalanan berlumpur

di depan kita.

Jadi, tolong pertimbangkan lagi.

Aku permisi sekarang. Aku ada rapat.

Dae Ryook.

Dae Ryook, tunggu.

Dae Ryook.

Dae Ryook.

Aku merasa sangat cantik.

Astaga.

Sedang apa aku di sini?

Aku harus menemukan Myeong Hee.

Gundik itu mengusirnya lagi.

Dia berkeliaran di mana saat cuaca sedingin ini?

Benar juga. Mungkin dia di sana.

Benar.

Taksi.

Astaga.

Bu Oh. Bu Yeoju!

Nyonya Park menghilang.

- Apa? - Apa?

Bu Cho, Ibu tidak ada di kamarnya?

Tidak.

Sehabis memakan sup pangsit,

dia langsung masuk ke kamarnya.

Benar.

Aku ke kamarnya membawakan sikhye , tapi dia sudah tidak ada.

Kamarnya berantakan karena pakaiannya di mana-mana.

Dia pasti keluar mencari Myeong Hee.

Da Ya, carilah dia.

Dia masih di sini sampai tadi, pasti belum pergi jauh.

Cepatlah, Bi Yeoju, Bi Cho.

- Baik. - Baik, Ibu.

- Astaga. - Ya ampun.

Astaga.

Apa

rencanamu soal istrimu?

Kamu sungguh akan bercerai?

Tidak.

Kurasa aku tidak bisa menceraikannya.

Tadinya aku hendak bercerai.

Aku bahkan sudah ke pengadilan.

Tapi aku tidak sanggup

saat melihat wajahnya di sana.

Kamu bahkan sudah ke pengadilan?

My Only One subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left