The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
EPISODE 1
Sepertinya aku akan tiba dalam satu jam.
Ya, baik.
Apa ini?
Apa kau baik-baik saja?
Aku sedang menelepon, jadi, tak melihat jalan.
Ini tak masuk akal.
Apa?
Apa yang kau kata…
Jangan keliru, dia tak bicara padamu.
Siapa kau…
Sebaiknya jaga bicaramu, Pak.
- Dia salah pah… - Apa iklan ini masuk akal?
Produk yang dipromosikan tak jelas.
Hanya ada nama selebritas tak terkenal.
Benar juga. Aku tak pernah melihat dia.
Segera cari tahu penanggung jawab iklan ini.
Baik, Pak.
PANGSIT PREMIUM
PANGSIT PREMIUM YANG DIBUAT DENGAN BAHAN PREMIUM TERPILIH
"APA KAU INGIN MAKAN DENGANKU?"
PERUSAHAAN GO FOOD
EKSTRAK APEL
PERUSAHAAN GO FOOD SHIN HA-RI
Ya, Bu Yeo. Sudah sampai? Baik, aku akan ke sana. Ya.
Permisi.
- Bu Yeo. - Bau apa ini?
- Hei. - Kenapa kau baru datang?
Aku mengurus ikan makerel.
Santai saja.
Kau bau ikan.
Apa bau sekali? Aku tak menciumnya.
Bagaimana bisa? Kemari.
Tak apa. Itu bukti betapa kerasnya kau bekerja sebagai peneliti.
PELANTIKAN PRESDIR KANG TAE-MOO
Acara pelantikan segera dimulai. Mohon duduk di tempat.
- Ayo kita duduk. - Baik.
- Halo. - Ini pegawai baru kita, Hye-ji.
Omong-omong, sepertinya Presdir Kang memang gila kerja seperti kata gosip.
Dia langsung bekerja di hari dia kembali ke Korea.
Aku dengar dia tampan sekali.
Entahlah. Aku tak pernah melihatnya karena dia tidak ada saat aku bergabung.
Namun, lihat wajah ketua pimpinan. Memang akan setampan apa cucunya?
Jalannya masih panjang.
- Pasti gosipnya salah. - Tidak.
Dia tampan sekali. Dia seperti selebritas.
Ayolah. Apel jatuh tak jauh dari pohonnya.
Presdir Kang akan memberikan kata sambutan.
Itu dia.
Presdir kita tampan sekali!
Orang itu…
- Halo. - Kenapa dia…
Aku Cha Sung-hoon, Kepala Sekretaris, hadir untuk mewakili Presdir Kang.
Apa yang terjadi?
Kepala sekretarisnya?
Aku akan menyampaikan kata sambutannya.
Apa ini…
"Terima kasih kepada semua orang yang mengatur upacara hari ini,
meski sudah jelas kukatakan tak menginginkannya.
Karena itu, kuharap kita akan bertemu untuk hal bisnis,
bukan untuk acara tak berguna dan seremonial.
Aku akan menyapa kalian sebentar lagi."
- Itu saja? - "Terima kasih.
- Presdir Kang Tae-moo." Sekian. - Luar biasa.
Astaga, dasar semua berandal ini! Sialan!
Dia marah!
Lihat itu!
Jadi, di mana presdir berada?
Presdir baru itu punya karakter menarik.
Bagus!
Kenapa tidak lurus? Ayolah!
Ayolah, kau hanya stres karena cucu ketua pimpinan.
Ya. Semuanya berpikir kau akan menjadi presdir baru.
Namun, bocah itu merampasnya.
Kami masih percaya padamu, Pak Park!
Kau pasti lelah, jadi, coba lihat ini.
Apa ini? Lalu, apa maksud tatapan mencurigakanmu itu?
Kejutan!
Aku sudah memasukkan sisanya ke bagasi mobilmu untukmu.
Apa ini?
Indahnya!
Masuk!
Luar biasa sekali!
Namun, siapa itu? Kenapa tidak sopan?
Lama tak jumpa, Pak Park.
Lihat siapa ini? Tae-moo! Maksudku, Presdir Kang.
Kenapa di sini? Bagaimana pelantikannya?
Kudengar kau sudah bekerja keras.
Kau menerima sogokan dari teman, kenalan,
bahkan gundikmu untuk menjual kontrak agar menjadi rekan kami.
Tunggu sebentar. Sepertinya kau mendengar rumor tidak benar.
Kau bahkan menyewa artis tingkat D
untuk iklan perusahaan hanya karena dia keponakanmu.
Aku melihatnya di bandara.
Tidak, itu…
Tampaknya kau mengeksploitasi perusahaan kami
karena ketua pimpinan menutup mata atas perbuatanmu.
Presdir Kang, dengar. Bukan begitu.
Aku terlalu mengabaikan perusahaan karena berada di luar negeri selama ini.
Aku akan lebih perhatian lagi mulai sekarang.
Sampai jumpa besok, Pak Park.
Hei, Presdir Kang!
Tunggu, Presdir Kang!
Presdir Kang.
Pak Park! Apa kau baik-baik saja?
- Apa ini? - Sialan.
- Apa yang terjadi? - Apa ini?
Karena hari ini ulang tahun Bu Shin, aku sudah membuat reservasi di Kedai Bibi
untuk acara makan malam tim kita. Kesukaan Bu Shin!
Baiklah. Sudah lama kita tak makan bersama.
Kalian tak perlu melakukan itu untuk ulang tahunku.
Terima kasih.
Apa yang kau bicarakan? Tim harus kompak.
Kau mentraktir, 'kan?
Bagus!
Selamat ulang tahun. Bisa mampir? Ada yang mau kuberikan.
Bu Yeo, maaf, tetapi sepertinya aku tak bisa ikut makan malam hari ini.
Kenapa? Ada apa?
Karena pria?
Bagaimana kau tahu?
Aku tahu karena matamu yang redup tiba-tiba bersinar.
Ya, pergilah.
Tampaknya kita akan merayakan ulang tahun Bu Shin
tanpa dirinya.
Pelantikan tanpa presdir,
dan pesta ulang tahun tanpa yang berulang tahun?
Ada apa ini?
Benar juga. Ini seperti merayakan Thanksgiving tanpa kalkun.
Maaf. Aku janji akan mentraktir makan malam lain kali!
Maafkan aku.
Halo?
Ha-ri!
Aku sibuk sekali, jadi, tak bisa menemuimu di hari ulang tahunmu.
Jadi, apa rencana kesayanganku?
Min-woo ingin bertemu, jadi, aku sedang di perjalanan.
Sebentar.
Min-woo?
Kenapa dia memanggilmu di hari ulang tahunmu?
Setelah membuatmu bekerja keras untuk menu barunya?
Hal itu tak sulit. Aku menikmatinya dan banyak belajar.
Astaga, kau sungguh tergila-gila kepada Min-woo.
Namun, dia bukan tipe yang mengingat ulang tahun. Kenapa dia…
Astaga, tidak mungkin!
Tidak mungkin apa?
Apa kalung saat itu adalah hadiah ulang tahunmu?
Kalung?
Kenapa ada kalung di sini?
Mungkin seorang tamu meninggalkannya.
Bahkan ada sertifikat keaslian!
Lihat, ini batu delima!
Itu batu kelahiranku.
Apa pacarnya lahir di bulan Januari?
Kau ingat model asing itu?
Dia pulang ke negaranya setelah Min-woo menolaknya.
Kalau begitu, apa reporter yang menulis artikel tentang restorannya?
Dia menggoda Min-woo, tetapi berhenti karena hanya dianggap teman.
Pembuat konten YouTube!
Dia menyatakan cinta di siaran langsung…
Lalu ditolak Min-woo secara langsung. Benar.
Mungkin itu hadiah ulang tahunmu.
Benarkah? Coba lihat.
Tidak, ini terlalu mahal untuk seorang teman.
- Benarkah? - Ya.
Pasti benar!
Kalung itu memang untukmu!
Katamu itu terlalu mahal untuk seorang teman.
Bagaimana jika dia ingin berpindah
dari stasiun persahabatan ke kereta pacar?
Bagi yang akan berpindah ke Kereta 6, silakan turun di stasiun berikutnya.
Pintu keluar di sebelah kanan.
- Apa pelantikannya sudah diurus? - Ya, berakhir dengan baik.
Bagaimana dengan ketua pimpinan?
Dasar berandal gila.
Kakek suruh kau datang ke pelantikan. Kau tidak datang.
Kakek minta kau menemui kakek di rumah, tetapi malah di kantor.
Kau bertekad membangkang, 'kan?
Tentu saja tidak. Aku hanya terlalu sibuk.
Kau baru saja kembali hari ini! Apa kau tak bisa istirahat sehari saja?
Tidak bisa. Banyak yang harus kubereskan.
Apa lagi sekarang?
Kenapa Park terus menelepon?
Apa yang harus kau bereskan?
Perusahaan ini bergerak dengan lancar. Kau cari kesalahan saja.
Kau pikir hanya kau yang pintar di dunia ini.
Apa Kakek baru sadar sekarang?
Kakek tahu aku tak pernah gagal dalam proyek, bukan?
Bahkan proyek kimciku sukses di luar negeri.
Ya, kakek sadar. Karena itulah
kutugaskan kau menangani proyek yang sangat besar.
Proyek macam apa?
Pernikahan!
Apa Bapak akan menikah?
Bukan aku!
Tidak, terima kasih. Aku masih terlalu muda untuk menikah.
Namun, kakek tidak.
Apa melihat cucu kakek beristri itu permintaan berlebihan?
Itu berlebihan. Aku tak punya pacar,
juga tak berniat segera menikah.
Banyak juga yang harus kukerjakan.
No comments yet. Be the first to leave one.