The first 173 lines.
32 Misi Untuk Siapa?
m 0 0 l -2986.5 0 l -2986.5 -13.375 l 0 -13.375 b 3.375 -12.625 5.25 -10.625 5.25 -6.625 b 5.25 -3.375 4 0 0 0
Hunter No Sekai
Now Watching
Spy x Family S2
Episode #07 / 32
Hunter No Sekai
Now Watching
Kalian berdua, mundurlah!
Download di:
Senjata yang belum pernah kulihat.
Kemungkinan senjata jarak menengah.
Sepertinya sulit untuk membawa mereka berdua kabur.
Kalau begitu...
Tidak membiarkanku masuk mendekat.
Dia orang yang sangat mahir menggunakan senjatanya.
Apa ini? Ada apa?
Perkelahian?
Eh? Dia mengayunkan benda tajam, lho!
I-Ini gawat.
Malah menarik perhatian.
Bagaimana ini, bisa-bisa nanti jadi keributan.
Wah, hebat.
Eh, Anya?
Gawat, kalau sampai dia melihat ini...
Wah, Tante Pemain Sirkus kueren.
Oalah, ternyata pertunjukan.
Kapal Pesiar Mewah memang hebat.
T-Terselamatkan.
Anya juga sepertinya tidak tahu kalau ini aku.
Mumpung ada kesempatan.
Amanjing!
Di lorong yang terbuka.
Aku jadi pusat perhatian.
Di belakang ada Nyonya Olka dan yang lain.
Ini sulit, aku tidak bisa mendekat.
Tidak, bukan.
Kakiku terasa berat.
Ada apa ini? Aku ragu untuk menerjang?
Padahal aku tidak perlu takut terkena luka fatal melawan senjata seperti ini.
Tante, semangat.
Kalau tidak segera dikalahkan, Ayah akan keluar.
Sudahlah sekalian saja,
aku tarik rantainya lalu kalahkan dia walau harus terluka.
Tapi kalau tidak berlagak seperti pertunjukan, apa nanti tidak dicurigai?
Aku harus bagaimana?
Etto, etto...
Paman juga yang semangat!
Ayo tunjukkan jurus yang lebih keren!
Cih, terlalu lama main-main, jadinya dilihat banyak orang.
Merepotkan.
Kuhabisi saja mereka sekalian dengan wanita ini.
Wah, tontonan yang hebat sekali.
Walaupun aku tidak paham konsepnya.
Bunda seram.
Nanti aku bakal lebih menurut, deh.
Bagus, sempurna! Dengan ini dia pasti senang!
Ah! Ayah!
Harus segera kembali ke toko!
Adik dari mana saja?
Lihat sirkus di luar.
Anya berhasil.
Berhasil menyelesaikan misi membantu Bunda tanpa ketahuan Ayah.
Anya sang Pahlawan...
tidak bisa menahan kegembiraan di dada dari petualangan yang luar biasa!
Akan saya beli semuanya.
Co-Cocok sekali, kok, Tuan.
Tanpa celah.
Mau dilihat bagaimanapun, aku ayah yang menyenangkan dan heboh.
Culun abis, mau nangid.
Mari pergi.
Aduh, seberapa parah, sih, pertengkaran pasutri tamu kamar itu?
Pemecah esnya sampai meleyot begitu.
Seram.
Untung saja di kapal ini tidak terjadi kasus pembunuhan.
Betul tuh, dasar.
Blueless No. 89 dan Kolonye Mermaid.
Parfum yang berbeda dari yang ditemukan di mansion.
Pasti diganti sekalian dengan mukanya.
Setidaknya ada seorang pria dan dua wanita.
Yang baunya tidak tercium, wanita pengawal, ya.
Ini aku, bagaimana jejak mereka?
Tidak tahu.
Besar kemungkinan bersembunyi di kamar tamu kabin kelas 2 atau 3,
tapi belum ada yang kudengar.
Kalau begitu biar kutaruh orang di sana.
Kalau dilihat dari rutenya,
mereka mungkin baru akan melakukan pelarian setelah besok malam.
Saat waktunya tiba, mau tidak mau mereka pasti akan muncul.
Tolong lanjutkan pengawasannya.
Ya.
Sudah ketemu?
Masih belum.
Sekarang disuruh ke dek ketiga katanya.
Dasar informan gak becus.
Jangan-jangan dia mau kabur setelah dapat uangnya.
Jangan biarkan dia begitu.
Atau kita ambil lagi saja uang bayarannya sebelum dia turun dari kapal.
Mau buat apa uangnya nanti?
Orang bodoh itu ada di mana saja rupanya.
Benar juga. Pertama, buat sewa wanita...
Sebaiknya aku bersiap-siap.
Gak jadi beli apa-apa
Hoe, mau ke mana?
Kamarnya ke arah sini.
Bunda sedang gawat.
Yor?
Mungkin dia kerja sampai larut malam,
tapi kau tidak ada hubungannya, kan?
Ini sudah waktunya anak-anak tidur.
Ayo kembali.
Petualangan Anya baru saja dimulai.
Yor tidak menghubungi, pasti sedang sibuk.
Tidak ada yang membuntuti dan menyadap.
Sepertinya bisa tenang untuk sementara waktu di sini.
Pak Manajer juga sudah menyiapkan makanan.
Sepertinya bisa sembunyi sampai kapal jemputan datang.
Cup, cup.
Jangan berisik, ya.
Takut banget!
Apa-apaan mereka? Serius ada pembunuh bayaran segala?
Bisa-bisanya menembak di dalam kapal dan mengayunkan sabit, yang bener aja!
Aku mau pulang!
Jangan ribut, pekok!
Habisnya, apa mbak gak lihat laki-laki kekar tadi?
Kekar banget!
Kau ini benar-benar cowok yang tidak punya nyali, ya.
Saking kasihannya sampai mau nangis.
Booo...
Sampai Tuan Muda ikutan.
Kalau sudah besar Kau jangan jadi seperti itu, ya.
Da!
Lagi pula, kenapa malah ikut segala?
Kau tidak perlu terlibat dalam bahaya seperti ini, kan?
Kan bisa ikut organisasi yang baru.
I-Itu soalnya... M-Mbak, kan...
He?
Ah, maksudku...
Ja-Jangan meremehkan aku.
Aku belum sebusuk itu untuk melupakan utang budi pada bos.
Saat tidak ada makanan dan apa pun setelah perang,
kalau tidak ada pasar gelap yang diatur famili, aku akan mati begitu saja.
Ini buatmu.
Jangan bilang siapa-siapa.
Hoe, Olka!
Kau di mana?
Sampai sekarang aku masih ingat rasa roti itu.
Itu sudah cukup sebagai alasan bagiku untuk berada di sini.
Zeb.
Se-Selain itu, apa mbak tahu?
Si Hapoon sialan...
berencana cari uang di industri militer dan masuk ke faksi pro-perang.
Dia itu gateli.
Serahkan saja padaku, mbak!
Kalau ada bawahan Hapoon menyerang, akan kuhajar mereka.
Maafkan aku, itu bohong!
Selamat datang.
Di kamar yang tadi kau melupakan kode ketukan denganku dan mendekati pintu, kan?
Maaf, saya akan berhati-hati.
Kalian bertiga tolong beristirahat untuk besok.
Forger akan berjaga di pintu.
Me-Memangnya bisa tidur di keadaan begini?
Pak Manajer bagaimana?
Sekalian berpatroli di lantai ini,
kalau memungkinkan aku akan mengurangi jumlah musuh.
Kalian benar-benar hebat.
Bisa-bisanya tenang saat ada yang ingin membunuh kalian, gila banget.
Ini sudah misi kami.
Membunuh atau dibunuh sudah biasa, ya? Mana mungkin begitu.
Walau sudah lewat 10 tahun sejak perang berakhir,
masih saja ada perang di sana-sini.
Selama manusia tetap menjadi manusia, perselisihan itu tidak akan berakhir.
Baik di masa perang atau masa damai,
No comments yet. Be the first to leave one.