The first 144 lines.
]
Perutmu sangat besar, sudah berapa bulan?
Belum pakai sabuk pengaman dengan baik.
Sekarang kau sudah termasuk dua orang.
Harus perhatikan keselamatan.
Laki-laki atau perempuan?
Perempuan lebih baik.
Aku punya dua cucu perempuan yang sangat imut.
Setiap hari sesibuk apa pun aku,
setelah pulang dan melihat mereka aku merasa...
Lupa bertanya padamu, kau mau ke mana?
'Pinokayan'.
Dewa yang datang dari Laut, 'Raka'.
Apa kau tahu kenapa aku datang mencarimu?
Karena 'Kakarayan',
ingin menarik kembali semua berkahnya terhadap tempat ini.
Dia ingin semua 'Kawas'
meninggalkan tempat ini sebelum
hujan terakhir turun.
Namun, di refleksi waktu, aku melihat
kau sama sekali tak berencana mengikuti rencana Pencipta.
Bukan begitu.
Aku bukan ingin melawan keinginan Pencipta.
Aku tak pergi, karena
aku masih punya dua cucu perempuanku yang harus kujaga.
Mereka bukanlah cucumu.
Aku tahu.
Namun, mereka bagiku
sudah sama pentingnya dengan cucu kandung.
Aku tak bisa meninggalkan mereka
dan meninggalkan tempat ini sendirian.
Bagaimana pemikiranmu itu tak penting.
Yang terpenting
adalah semua ini tak ada dalam rencananya.
Kau adalah eksekutor Pencipta di dunia manusia.
Kumohon padamu,
bantu aku mohon pada Pencipta.
Biarkan aku bawa kedua cucuku
kembali bersama ke Tempat Asal.
Selain Dewa,
tak ada yang bisa sampai ke Tempat Asal.
Kalau begitu, jika tak bisa membawa mereka pergi,
kumohon kau bantu aku memohon pada Pencipta.
Biarkan aku tinggal di sini untuk menjaga mereka.
Biarkan aku tinggal di sini.
Biarkan aku terus melindungi mereka.
Jangan katakan lagi.
Kumohon padamu!
Beliau sudah tak akan memberkahi tanah ini lagi.
Ini juga alasan dia ingin kita meninggalkan tempat ini.
[#1, Mereka yang dilupakan oleh banyak orang, Dunia mimpi]
'Makakilemed kita'.
Banai, terima kasih.
Terima kasih.
Mimpi itu lagi.
Sebenarnya siapa dia?
Putus.
Kau begitu hebat, ya?
Aku bahkan sudah membuat
persiapan mental akan turun hujan.
Tak disangka kau tetap mengubah cuaca jadi cerah.
Terima kasih.
Bersyukur pada Langit dan Bumi.
Tas kuning, sudah.
Baju atasan kotak-kotak, sudah.
Rambut kepang ekor kuda, sudah.
Kau lihat, di atas ini tertulis gadis shio ayam
warna keberuntungan hari ini adalah warna hijau.
Hari ini kebetulan kau pakai warna hijau.
Benar, kalau begitu, hari ini aku pasti akan sangat beruntung.
Baiklah, saatnya bekerja.
Nona Uesugi Riko.
Hadir.
Nona Hayama Minami.
Hadir.
Nona Amamiya Maiko.
Hadir.
Oke.
Semua orang sudah tiba.
Kak Tiandi, kau lupa kita masih punya seorang
Raja Telat.
Selamat pagi!
Selamat pagi.
Nona Wu Yihan.
Xie Tiandi, kukatakan padamu.
Kemarin di bar, aku bertemu seorang yang sangat tampan.
Siapa yang mau berbincang denganmu? Berikan paspormu.
Baik, kenapa buru-buru?
Hanya di sini, 'kan?
Bagaimana?
Sepertinya aku letakkan di bar.
Benarkah?
Pergi ambil.
Sekarang?
Omong kosong.
Kalau begitu, kau harus menungguku.
Tak boleh pergi sendiri, ya.
Tunggu aku!
Mari sebelah sini, silakan.
Sudah bekerja keras.
'Malusakadat'.
Kenapa kau bisa ada di sini?
Aku datang untuk ambil sisir.
Kali ini siapa lagi yang bermasalah?
Dewa Karang yang mengurus karang di perairan.
Pantas saja dia tak muncul
dalam daftar nama evakuasi kita.
Jadi, sekarang kau yang mengurusnya?
Di refleksi waktu, aku melihat
dia ingin tinggal di dunia ini,
jadi, sudah kuantar dia datang ke Divisi Penilaian Karma,
agar kalian yang mengurusnya.
Sekarang aku akan pergi mengurus
ingatan kedua cucu perempuannya yang lain.
Berikanlah sisir itu padaku.
Peraturan lama, isi dulu surat permohonan.
Tak perlu begitu merepotkan, 'kan?
Seluruh Divisi Penilaian Karma
juga bukan hanya ada satu sisir saja.
Kalian hanya perlu asal cari pekerja luar
untuk mengukirnya untukku saja, 'kan?
Oh, Pencipta-ku, tadi kau bilang apa?
Asal?
Apakah kata "Asal" ini
bisa muncul dalam Divisi Penilaian Karma kami?
Mari, kau lihatlah.
Semua ini.
Semua ini adalah catatan karma
ingatan terkait manusia dan Dewa.
Asalkan Dewa muncul dalam ingatan manusia,
Divisi Penilaian Karma
akan bertambah satu berkas.
Yang paling menyebalkan
adalah ingatan manusia akan menyebar seperti virus.
Tadi kau bilang, kau ingin mengurus Dewa Karang,
ingatan cucunya.
Kalau begitu, bukankah ingatan
teman sekolahnya juga harus diurus bersama?
Ada lagi guru sekolahnya
dan sepupunya bahkan tetangganya.
Selamat pagi, semuanya.
Selamat pagi.
Aku bertanggung jawab sebagai pemandu dalam perjalanan kali ini.
Xie Tiandi dari Tur Pribadi Shanfeng
No comments yet. Be the first to leave one.