Urusei Yatsura (Lum / the Invader Girl)

Urusei Yatsura (Lum / the Invader Girl)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Urusei Yatsura 2022 S01E15 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

TS
Published on: 2023-01-26
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 195 lines.

Nenek, aku mau taiyaki-nya.

Itu... Ran!

Ran! Kau sedang kencan dengan Rei?

Terkejut.

Apa-apaan kau ini? Mengejutkan saja.

Apakah akhir-akhir ini hubunganmu dengan Rei lancar?

Itu tidak ada hubungannya denganmu.

Benar juga, tapi...

Aku bisa menebakmu, Lum! Pasti kau membuang darling-mu dan ingin kembali dengan Rei, 'kan?

Tidak, kau salah paham!

Padahal kau sendiri yang membuang Rei. Dasar perempuan tidak tahu diri.

- Seharusnya aku tidak mengajaknya bicara. - Aku tidak akan lupa dengan

apa yang telah kau lakukan.

Aku tidak akan kalah!

Silakan, Rei.

Ah.

Enak?

Ini satu lagi.

Kacang merahnya masih banyak, kok.

Sepertinya Rei hanya mengincar makanan, tapi...

selama aku bisa bersamanya maka tidak apa-apa.

Rei?

Eh?

Rei menciumku...

Ini bukan mimpi!

Ran...

Ran...

Ran merasa sangat senang!

Selamat datang, Lum! Aku sudah menunggumu, lho.

Dia pasti merencanakan sesuatu lagi.

Ada apa, Lum?

Silakan tehnya.

Tidak apa, perutku sudah kenyang.

Jangan begitu, ini bersulang untuk berbaikan.

Kau harus meminumnya.

Hm? Berbaikan?

- Benar! - Kenapa?

Tidak, ini memalukan untukku.

Soalnya kau tiba-tiba ingin berbaikan...

Tidak, aku tidak bisa mengatakannya.

Dasar Lum jahil.

Kalau begitu aku pergi dulu.

Tunggu! Kau tidak ingin mendengar ceritaku, ya?

Memangnya kau ingin bercerita?

Bersulang!

- Kya! - Aku harus menurutinya saja.

Begini, Rei...

Dia menciumku.

Hm? Apa yang kau katakan?

Dia menciumku.

Apa?

- Dia mencium... - Apa?

Eh?

Dia menciumku! Kau masih tidak mengerti?

Benarkah, Ran?

Benar!

Wah, selamat!

Syukurlah, ya!

Lum... kau benar-benar bahagia untukku?

Tentu saja!

Menatap...

Lum! Kau ini sungguh orang yang baik, ya!

- Lum! - Kupikir dia akan membunuhku.

Hore! Dengan begini Ran tidak akan menggangguku lagi!

Aku pulang, Darling!

Lum.

Kenapa kau ada di sini?

Kenapa?

Dia bilang dia rindu Lum.

Apa yang kau katakan?

Lum.

Padahal kau sudah mencium Ran.

Benarkah?

Kau ingin menduakan aku dan Ran?

Dasar tukang selingkuh!

Beraninya kau melakukan itu kepada Ran-ku!

Memangnya dia siapanya darling?

- Lum. - Pokoknya pulanglah!

Kalau Ran melihatmu melakukan ini...

Selamat malam, Lum!

Karena belum cukup berbicara aku datang ke sini.

Eh?

Selamat datang Ran!

Aduh!

Kenapa kau di sini, Rei?

Ah, dia datang untuk mengucapkan perpisahan.

Lum.

Aku sudah membacanya, Lum.

Ran!

Kau masih menyayangkan Rei sampai sekarang, ya.

Kau salah paham!

Padahal kau sudah menciumku... Rei jahat sekali!

Cium...

Kenapa?

Rei tidak punya kemampuan mengingat?

Padahal aku sudah senang, tapi kau tidak mengingatnya... Jahat sekali.

Jahat sekali!

Kasihan sekali, menangislah di pangkuanku.

Hm?

Ran...

Hiks... hiks...

Biarkan saja aku!

Makanlah ini dan bersemangatlah.

Taiyaki... terlalu banyak hal menyedihkan bagi taiyaki.

Akan kumakan ini! Aku tidak akan mengingat kesedihan ini...

Rei?

Kacang merah...

Ha?

Ha... ha...

Ra...

Ran merasa sangat senang!

Ran...

Lum!

Aduh...

Apa-apaan ini...

Sangat senang!

Ran.

Ada apa?

Kau sering mengajak aku keluar minum teh, ya.

Memangnya kenapa? Kenalanku di Bumi hanya Lum seorang.

Rasanya agak sepi, 'kan?

Sifatmu sering berubah-ubah, jadi aku agak takut.

Itu semua karena salahmu juga, lho.

Kenapa aku?

Misalnya, saat kita masih 5 tahun...

Kau datang untuk menginap di rumahku.

Ran, jangan mengompol, ya.

Akan kuhukum kau kalau sampai begitu.

Iya...

Selamat tidur, Ran, Lum.

Tahu tidak, kemarin aku sempat mengompol...

Hm?

Hup.

Bukan aku!

Apa maksudmu? Bukannya kau yang tidur di atas rembesan itu?

Lum memindahkan posisi kami!

Apa?

Lum, apakah benar?

Aku tidak suka kebohongan.

Aku tidak akan memaafkanmu walaupun kau anak orang lain.

Bukan aku yang melakukannya...

Hah?

Ran! Lum bilang bukan dia yang melakukannya.

Menyalahkan orang lain atas kesalahanmu adalah

hal terendah yang bisa dilakukan seseorang!

Ki... Kita masih anak-anak, jadi hal seperti itu sering...

Apa katamu? Setelah itu ada lagi!

Setelah itu ada lagi, 'kan? Coba diingat-ingat.

Ran...

Aku sudah tidak peduli dengan Lum!

Akan kuberikan bonekaku, jadi...

Benarkah?

Benar!

Bukankah boneka itu penting untukmu?

Tidak apa-apa! Jadi lain kali datanglah menginap di rumahku!

Bukankah itu cerita yang indah?

Kau susah sekali diajak bicara kalau tidak langsung ke intinya!

Boleh aku tidur sambil memeluknya?

'Kan itu sudah menjadi bonekanya Ran!

Terima kasih!

Hup.

Selamat pagi!

Ah, Ibu.

Kau cepat datang menjemput, ya.

Karena kalau Ran buat masalah, bakal jadi merepotkan.

Ran anak yang baik-baik, kok.

Ini!

Tidak apa-apa, Bu. Mereka 'kan masih kecil.

Ran!

Kau ini! Apa yang kau lakukan di rumah orang!

Bukan aku!

Sudahlah, Bu...

Mohon maaf sebesar-besarnya, Bu...

Aku akan mengantarnya pulang sekarang.

Padahal tidak apa-apa kalau masih mau di sini.

Ran, ini.

Kenapa, Lum? Bukankah itu penting bagimu?

Aku berikan kepada Ran!

Lum anak yang baik, ya!

Ran, kau tirulah Lum sedikit!

Ibuku orangnya sangat ketat.

Begitu sampai rumah, aku dimarahi habis-habisan.

Tolong pesan pudding ala mode!

Dimengerti.

Ran, kali ini aku yang traktir, ya?

Tentu saja, Bodoh.

Kalau bukan karena ditraktir, aku tidak bakal pesan.

Ada juga cerita yang berhubungan dengan ditraktir atau tidak, ya.

Ketika kita berumur 8 tahun.

Kutantang kau untuk lempar batu ke dia terus lari!

Eh?

Kalau kau bisa kabur, nanti kubelikan es krim!

Ini bahaya, lho. Aku tidak bisa terbang seperti Lum.

Ada tebing!

Berpeganganlah padaku!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left