The first 166 lines.
[Kami menerima laporan kasus perampokan yang mengakibatkan cedera.]
[Terjadi kasus perampokan di rumahnya pada waktu seperti ini, bukankah sedikit aneh?]
[Janji Sumpah. Pengantin pria Tuan Kim Yoon-Cheol Pengantin wanita Sim Jae-Kyeong]
[Aku ingat, aku merencanakan semuanya terlebih dahulu]
[Sebenarnya apa yang harus kuingat dengan menggunakan ini?]
[Ternyata memang masih ada kaki tangan yang lain.]
Itu masih belum pasti.
Pastikan saja sekali lagi, maka semuanya akan jelas.
[Hari ini sebelum jam 10 malam, antar uang 5 milliar ke depan rumahku. Sim Jae-Kyeong. ]
[Uang 5 milliar ini harus lenyap baru bisa menjadi uang kita.]
Kenapa kamu harus bertemu wanita itu? Kenapa?
[Ini hadiah yang kuberikan padamu untuk hari jadi pernikahan kita yang keenam.]
Apanya yang lupa ingatan atau tidak.
[Bisa merasakan kebahagiaan untuk sementara waktu]
Apa kamu tahu…
kenapa kita tidak bisa hidup bersama?
Aku sungguh…
sungguh merasa aku bisa membunuhmu tanpa sadar.
Tapi, setidaknya aku
masih mempercayaimu.
Aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri.
Maaf.
Maafkan aku karena tidak bisa memberimu sebuah perpisahan yang indah,
maafkan aku karena aku masih hidup,
aku seharusnya tidak menghilang hari itu.
Jika aku terus menunggumu dan meminum anggur itu,
menurutmu bagaimana akhirnya?
Kita sudah berakhir.
Meskipun mau bercerai,
seharusnya aku yang duluan mengungkitnya.
Kita sudah berpisah begitu lama dari awal.
Benar.
Dari beberapa tahun lalu,
kamu terus memainkan peran suami ini.
Tidak tahu mulai sejak kapan, kamu bahkan tidak bersedia memainkannya lagi.
Kamu juga tidak berbeda denganku.
Kamu kira semua jebakan yang kamu rencanakan ini masuk akal?
Seharusnya kamu mempercayaiku dari awal,
kejadian penculikan
maupun hilang ingatan,
tidak peduli apapun yang aku lakukan,
semua demi memaafkanmu dan ingin memulai semuanya lagi dari awal denganmu.
Jika aku mendapatkan permintaan maaf dengan cara ini,
apakah kamu akan bisa memilih untuk mempercayaiku?
Kamu selalu berpura-pura percaya padaku,
tetapi di saat aku membuat keputusan, kamu justru tidak dapat mempercayaiku.
Akhir kita yang seperti ini adalah buktinya.
Jadi, apakah kita…menang?
Tidak.
Kita berdua kalah.
Kamu harus membawa hadiahnya pergi.
Itu memang milikmu dari awal.
Aku hanya menggunakannya untuk menahanmu tetap tinggal.
Baiklah, aku akan membantumu membereskannya.
Kamu tidak perlu melihat apa isinya?
Bukankah kamu hanya mempercayai apa yang kamu lihat?
Kesukaan dan kebencianmu, bisa terlihat hanya dengan sekali lihat.
Aku pernah menyukai dirimu yang seperti ini.
Apa kamu benar-benar hanya punya pilihan untuk pergi dari sini saja?
Tidak apa,
aku saja yang akan pergi.
Aku sedang memberikan kesempatan terakhir padamu.
Baiklah.
Kesempatan terakhir yang kamu beri,
akan kuanggap sebagai kompensasi perceraian. Terima kasih atas kebaikanmu.
Ini cinta sejati? Lumayan bagus.
Halo, di sini adalah 3-72, Furongdong.
Aku mau ke hotel daerah kota.
Tolong bantu aku pesankan taksi yang supirnya bisa datang lebih cepat,
bayarannya dua kali lipat.
[Sebuah tempat yang terserah aku ingin kutaruh apa,]
Halo, aku Sim Jae-Kyeong.
Ada sesuatu yang harus merepotkanmu.
Aku juga mau.
Aku suka ini. Kamu juga suka, kan?
Menyenangkan sekali.
Itu…
Istriku…
Apa kamu tetap berencana untuk tidak berbicara padaku?
- Ini benar-benar sangat enak. - Iya.
Enak sekali.
Licik sekali, menggunakan makanan untuk melampiaskan kemarahannya padaku.
Sangat enak sekali.
Makan pelan-pelan.
Semuanya percaya pada uang yang tidak nyata itu
seperti anggur ini,
jelas-jelas tidak ada racun, tapi semuanya percaya ada racun di dalamnya.
Jangan-jangan dia benar-benar menaruh racun?
Aku yang mencuri uangnya.
Istriku,
Sim Jae-Kyeong,
uang 5 milliar,
aku kira uangnya juga akan ada ditangannya.
Aku terus berpikir seperti itu.
Sebenarnya drama apa yang sedang kalian mainkan?
Kamu punya waktu…luang sekarang?
Apa aku boleh duduk?
Ada apa kamu kesini?
Masalah besar
makanya aku langsung kemari untuk memberitahumu.
Tidak usah khawatir,
ini adalah kabar baik.
Aku akan…
memberikan suamiku padamu. Dia sudah menjadi milikmu.
Restorannya juga menjadi milikmu.
Kalian berdua, berkembanglah dengan baik.
Ada apa?
Bukannya sebelumnya bilang kalian akan merayakan hari jadi pernikahan kalian,
apa lagi yang sedang kalian mainkan sekarang?
Apa maksudnya?
Aku tanya, sebenarnya apa yang sedang kalian berdua lakukan?
Apa yang terjadi setelah kita pergi?
Sebenarnya apa yang sedang kalian mainkan?
Tidak tahu.
Dimana uangnya?
Aku juga tidak tahu.
Dimana kamu sekarang?
Sudahlah.
Jangan meneleponku lagi, aku ingin sendirian.
Sialan.
Dasar.
[Awalnya aku tak pernah berpikir mau menjalani sisa hidupku bersama dengan Kim Yoon-Cheol.]
[Saat aku mengandalkan beasiswa dan kerja paruh waktu untuk bertahan sampai tamat kuliah,
[dan mengandalkan pekerjaan penelitian untuk membayar pinjaman uang kuliah dan sewa rumah,]
Apa kabar.
Itu Sim Jae-Kyeong.
Tidak peduli kapanpun juga, dia tetap cantik.
[Dia itu anak perempuan bos perusahaan ini, bekerja di departemen promosi.]
…aku harap kalian bisa fokus pada hal ini…
[Dia sudah menginjakkan kaki di jalan bunga yang bermekaran sejak dia lahir,]
Menurutku, karena bagi konsumen wanita itu, coklat…
[Demi membuat pria-pria itu melihat wajah asli wanita ini,]
Lumayan enak juga.
Aku akan coba untuk mengamatinya.
Iya.
Maaf.
Bagaimana ini?
Kamu baik-baik saja?
Kamu tidak terluka, kan?
Kamu pasti terkejut,
aku juga terkejut.
Kenapa kamu diam saja?
Menyingkirlah.
Itu… Pakai ini untuk membersihkannya dulu.
- Terima kasih. - Maaf.
Kalau tidak keberatan, ini juga kamu pakai saja dulu.
Kalau begitu aku pinjam sebentar dulu.
[ada bayangan hitam yang tidak terhapuskan dalam hatiku,]
[tidak boleh hanya aku yang menyimpan bayangan hitam ini,]
Maaf.
Pakai ini untuk membersihkannya.
[Aku paling membenci niat baik dari orang miskin.]
Tidak perlu.
[mengundurkan diri setelah menikah dan keluar dari wilayah balas dendamku.]
Nona Jin Seon-Mi?
Kamu Nona Jin Seon-Mi, kan?
Iya. Ada masalah apa?
Kamu masih seperti dulu.
Apa kamu mengenalku?
Apa ada orang di perusahaan yang tidak tahu Jin Seon-Mi itu siapa?
Kemampuannya melebihi orang
dan juga seorang wanita cantik,
tingkat pendidikannya juga tinggi, pasti tidak ada orang yang tidak tahu, kan?
Jadi, ada masalah apa kamu mencariku?
Ah,
aku berencana membuka sebuah restoran.
No comments yet. Be the first to leave one.