The first 200 lines.
"Episode 29"
Ada apa?
Mu Han.
Kenapa kamu menghindari ciumanku?
Karena sekarang
aku sedang tidak ingin.
"Sekarang"?
Bukan karena kamu membenciku?
Baiklah.
Karena sekarang sedang tidak ingin, aku akan mencobanya lagi nanti.
Kenapa tiba-tiba kamu begini?
Sikapmu berbeda.
Benar-benar berbeda.
Ada apa denganmu?
Kamu membuatku takut.
Kukira tidak ada yang bisa membuatmu takut.
Bukankah itu alasanmu tinggal di sini?
Mungkin kini aku takut akan sesuatu
- karena kamu. - Seharusnya kamu bertanya.
Rasa takut datang dari ketidaktahuan.
Begitu kamu tahu,
rasa takut itu mungkin akan hilang.
Kenapa
kamu ke Swiss?
Festival Periklanan Internasional diadakan bulan Oktober.
Aku juga yakin kamu ke sana bukan untuk membeli arloji.
Kenapa kamu berbohong
soal tujuanmu pergi ke Swiss?
Kenapa juga kamu mendaftarkan
pernikahan kita tanpa memberitahuku?
Apakah karena kamu ingin
aku memiliki semua propertimu begitu kamu mati?
Untuk siapa itu?
Untukku atau untukmu?
Untuk siapa kamu melakukan ini?
Lakukan satu hal untukku,
jangan bilang kamu melakukan ini demi aku.
Lantas bagaimana denganmu?
Kenapa kamu tinggal di sini saat aku akan segera mati?
Kamu melakukan ini untuk siapa?
Untukku atau untukmu?
Untuk siapa ini?
Aku berharap kamu akan bilang alasannya karena aku.
Tidak perlu sepenuhnya karena aku.
Aku tidak peduli meski bagianku hanya sedikit.
Bukan itu saja yang membuatmu tetap di sini, bukan?
Benar, bukan?
Tampaknya kamu tidak tahu,
akan kutunjukkan saja kepadamu.
Ambil saja uang ini dan lupakan gugatan itu.
Fisik atau pun pikiranmu akan menderita.
Bukan hanya kamu saja yang akan menderita.
Aku tidak memiliki siapa pun.
Ayolah, pasti ada seseorang.
Ada saksi tidak bernama itu.
Kenapa kamu ke Swiss?
Kenapa kamu berbohong soal tujuanmu ke Swiss?
Kenapa tidak makan?
Bagaimana bisa kamu makan dengan lahap?
Kenapa? Tidak suka aku makan dengan lahap?
Kamu memang tidak tahu?
Begitu mulai membenci seseorang,
kita akan membenci segala hal tentang mereka.
Kamu melakukan ini untuk siapa?
Untukmu
atau untuknya?
Kamu harus menyelamatkannya.
Itu tidak tampak seperti obat
melainkan racun.
Aku bisa mendengarmu.
Lakukan lebih pelan lagi jika bicara dengan diri sendiri.
Ini obat.
Minumlah.
Aku lega.
Meski ini racun pun,
aku akan meminumnya.
Sedang apa kamu di sana?
Untuk apa mengetuk jika akan masuk juga?
Kamu kabur untuk bersembunyi dariku?
Aku bisa lari, tapi tidak bisa sembunyi.
Apa gunanya menangkapku?
Yang penting kutangkap dahulu, alasannya kupikirkan belakangan.
Berdirilah.
Baik, aku akan membantumu berdiri.
Tidurlah lebih dahulu. Aku harus menyelesaikan bacaan ini.
Meski tidak makan bersama,
aku ingin kita tidur bersama.
Tidak seperti dirimu.
Apa yang kamu baca?
Duduklah di kursi dan bacalah dengan nyaman.
"Nyaman"?
Sidang kedua akan diadakan tanggal 13 April.
Aku mengalami kesulitan. Bisa membantuku?
Baiklah.
Apa yang bisa kubantu?
Aku akan membaca buku di sini.
Panggil saja jika butuh.
Aku takut
kamu.
Aku juga takut kamu.
Kamu memintaku membantumu.
Mintalah yang lainnya juga kepadaku.
Apa yang ingin kamu lakukan denganku?
Jika kamu tidak bisa memutuskan,
biar aku saja.
Aku tidak punya waktu
untuk takut.
Aku akan menciummu.
Masih tidak ingin dicium?
Hentikan.
Hentikan.
Maaf.
Apakah itu menjawab pertanyaanmu?
Aku tidak ingin kamu tahu lagi.
Tidak lagi.
Maaf.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Pagi.
Kamu tidak mengucapkan "selamat" lagi.
Kenapa aku kecanduan sekali dengan kata "selamat"?
Kamu tidak bekerja?
Sebentar lagi aku mati, untuk apa repot bekerja setiap hari?
Bagaimana denganmu?
Aku dipecat.
Mandi dan pergilah bekerja.
Pepatah bilang, "Bunuh musuhmu dengan kebaikan."
Antar aku.
Aku akan pulang usai rapat pagi ini.
Kumohon bermainlah denganku.
Kamu sudah memberikan surat rekomendasi itu kepadanya?
Belum.
Tidak biasanya kamu begini.
Kamu selalu mau membantu Soon Jin.
Kenapa enggan sekali kali ini?
Cepat berikan itu kepadanya.
Gaji instruktur lebih baik ketimbang gaji kasir.
Aku akan memberikannya hari ini.
Tunggu sebentar.
Kamu mau ke mana?
Menentukan tanggal pasti kematianku.
Aku akan menentukan tanggal dan tempat untuk tinggal.
Begitu aku kembali dan menyelesaikan yang harus kulakukan di sini,
aku akan segera pergi.
Kamu bisa berhenti menggangguku.
"Eutanasia Swiss"
"10 warga Korea mendaftarkan diri untuk eutanasia di Swiss"
Astaga, aku sudah menyuruhmu mengurusnya.
Kamu memang tidak tahu pukul berapa sekarang?
Belum pukul 8.00.
Sekarang ini
waktu tersibuk para ibu.
Kamu tidak akan tahu
karena tidak punya anak.
Benar. Aku tidak tahu.
Aku tidak pernah memiliki anak.
Jadi, tidak tahu pukul berapa sekarang.
Aku tidak bisa mengenali cinta, tidak tahu waktu,
dan tidak bisa melihat kehidupanku.
Aku wanita bodoh yang selalu kepanasan sepanjang hari.
Apa itu menurutmu?
Memangnya menjadi muda adalah segalanya?
Bagaimana denganmu? Menjadi tua adalah segalanya?
Menjadi tua tidak memberimu hak untuk bersikap kasar.
Berani sekali kamu membantahku.
Aku lahir tahun 1973.
Kamu lahir tahun 1985.
Usia kita berbeda 12 tahun.
Saat mendengarkanmu,
aku merasa sangat bodoh.
Aku tidak mengerti sama sekali apa pun yang kamu katakan.
Rasanya seperti bicara dengan alien.
Apa? "Alien"?
Aku merasa seperti bicara dengan monster.
"Monster"? Apa maksudmu?
Mi Ra.
Aku sama sekali tidak mirip monster.
Ada monster sungguhan.
Pria ini yang paling buruk.
Yang paling buruk? Siapa?
Monster apa?
Son Mu Han.
Apa? Son Mu Han? Ada apa dengannya?
Di pesawat menuju Swiss,
dia merusak boneka tinju,
tapi juga minum obat herbal agar bertahan hidup.
Sudah kuduga.
Aku punya firasat saat dia bilang akan pergi ke Swiss.
Kemauan hidupnya kuat, tidak seperti yang lain.
Dia tidak akan mati dengan mudah.
Tepat sekali.
Dia mungkin bisa selamat dari kawanan hiu.
Bicara denganmu membuatku merasa lebih baik.
Kamu libur hari ini?
Jika libur,
ayo bertemu dan mengobrol lebih detail.
- Baiklah. - Bedebah jahat itu.
Seharusnya dia digantung di Alun-alun Gwanghwamun
dan disembelih oleh Laksamana Yi Sun Shin.
Biar semua orang tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.