The first 186 lines.
=Cantik dari Hati=
=Episode 1=
Foto-fotomu itu
diambil oleh temanku dari tempatnya,
sisanya masih ada di tempatnya.
Karena kita adalah teman yang sejalur,
aku juga tidak akan berbasa-basi lagi.
Aku adalah seorang pengusaha,
pemberi harga tertinggi akan mendapatkannya.
Jika tidak cocok,
masih ada pembeli berikutnya.
Berapa harganya?
Langsung saja,
lima ratus ribu yuan.
Bukankah sudah sepakat 200 ribu yuan?
Kau mau menaikkan harga di lokasi transaksi, ya?
Apakah kau tahu siapa aku?
Sepakat.
Mana barangnya?
Ya, ya, ya.
Bagaimana aku bisa tahu bahwa kau tidak memiliki salinannya?
Tidak ada, tidak ada.
Tidak ada, sama sekali tidak ada.
Aku hanya menginginkan uang, tidak ingin mencari masalah.
Aku peringatkan kau,
jangan main-main.
Selain itu, jangan sebarkan hal ini sedikit pun.
Tidak berani, tidak berani.
Tenang saja, aku tidak akan berani.
Enyah!
Hanya beberapa foto saja,
apakah perlu mengeluarkan begitu banyak uang?
Kau sebenarnya melakukannya demi Qiu Zhijie
atau Yu Jiajie?
Demi siapa itu tidaklah penting.
Masih belum kau lupakan?
Benar juga.
Sudah lama bersama,
sulit untuk melupakannya.
Biarpun hanya sebagai seorang teman,
juga tidak ingin melihat terjadi masalah padanya.
Jenderal,
apakah kau tahu,
yang paling aku kagumi darimu sejak kecil
adalah keberanian dan pemikiranmu.
Kau
bisa melakukan hal-hal besar,
seperti seorang jenderal.
Omong-omong,
jika aku tidak mengirim foto-foto ini padamu,
apakah kau sungguh berencana untuk tidak kembali seumur hidup?
Ounuo ada dalam bahaya.
Hanya beberapa foto saja,
apakah bisa berdampak terhadap seluruh Ounuo?
Apakah kau masih ingat tentang masalah Ounuo
yang kuceritakan padamu dua tahun yang lalu?
Tentu saja.
Sebuah perusahaan asing ingin mengakuisisinya,
namun selalu tidak ada kelanjutannya.
Mereka kali ini menemuiku.
Ingin kau turun tangan?
Apakah harganya sama dengan dua tahun yang lalu?
Dua kali lipat.
Dua kali lipat?
Tetapi...
mereka membayar dengan harga yang begitu tinggi,
apa motif mereka?
Dengan rencana mereka saat ini,
dengan adanya aku,
setidaknya bisa membantunya menghemat ratusan juta yuan.
Kau sudah menyetujuinya?
Jika itu adalah kau,
apa pilihanmu?
Siapa yang tidak suka uang?
Lian Sheng?
Sungguh adalah kau?
Bagus sekali,
akhirnya kau kembali.
Dua buah kontrak,
mau melihat yang mana dulu?
Ini...
Lihatlah yang ini dulu.
Aku mengerti maksudmu.
Sebenarnya, aku sudah mengetahui masalah ini sejak awal.
Memang ada beberapa orang
yang ingin melakukan sesuatu terhadap perusahaan kami.
Kalau begitu,
apa yang akan kau lakukan terhadap hal ini?
Jika ingin memecahkan masalah ini,
harus aku kembali ke Ounuo dan menjadi CEO-nya.
Itu tentu saja sangat bagus.
Kau bisa kembali,
aku sangat senang.
Lagi pula,
baik secara publik maupun pribadi,
jabatan ini memang adalah milikmu.
Kebetulan, aku mau kembali ke perusahaan,
kita pergi bersama.
Jangan terburu-buru.
Masih ada satu benda lagi.
Ini...
Dulu, kau, Qiu Zhijie, menikahi Yu Jiajie,
lalu sekarang juga memiliki Yan Peixi.
Tubuhmu kuat juga, ya.
Masalah hubungan, aku...
Aku tidak peduli dengan masalah hubungan kalian,
aku hanya tahu
bahwa segala sesuatu yang bisa memengaruhi Ounuo
tidak boleh terjadi.
Aku akan menangani fotonya untukmu.
Aku berikan kau suatu nasihat,
keragu-raguan bisa menyebabkan masalah.
Urus urusanmu sendiri dengan baik,
baru kita bicarakan urusan bisnis.
Halo, Anda ingin memesan apa?
Satu gelas Cappuccino.
Kak, apa yang dia pesan?
Satu gelas Cappuccino.
Baik.
Dua puluh juta,
itu mudah,
tidak masalah.
Itu mudah.
Mengapa kau baru datang sekarang?
Bisnis kecil seperti ini...
-Jangan menelepon lagi. -Oh, baik, baik.
-Bicarakan dengan sekretarisku. -Sudah.
-Sudah cukup. -Cepat duduk.
Duduk, duduk.
Begitu saja, ya. Baik, baik, baik.
Anak buah bekerja...
Kak Xiaodi,
aku lihat radar di atas kepalamu itu
berputar-putar lagi.
Apakah kau melihat sesuatu yang bagus?
Jalanan di Shenzhen penuh dengan pria yang tinggi, kaya, dan tampan,
mengapa begitu sulit untuk bertemu dengan yang seperti itu
di sini?
Dia itu asli atau hanya tiruan?
Halo, Anda ingin memesan apa?
Dua gelas Caffè Americano.
Baik, akan segera tiba.
Halo.
Baik,
aku akan segera naik.
Tuan, kopi Anda...
Oh...
Nanti aku bawakan ke ruangan Anda saja.
Terima kasih.
Nyalakan lampu ini.
Layar yang di sini lebih masuk sedikit.
Hari ini bukankah aku yang difoto?
Mengapa aku malah menjadi seperti asistenmu?
Berterimakasihlah.
Jika bukan karena saat di luar negeri
Jenderal merekomendasikanmu padaku,
apakah kau bisa ikut bekerja denganku?
Bermimpi.
Kau seorang fotografer pengembara,
apa hebatnya?
Apakah kau iri karena aku bisa ahli terlalu cepat,
jadi merasa tertekan?
Tekanannya sangat besar,
besar sampai takut kau membebaniku.
Aku membebanimu?
Mereka akan segera tiba, aku pergi siapkan sebentar.
Pergilah, pergilah.
Kopi dan kue kasih sayang.
Aku tidak memesan kue.
Aku yang mentraktir.
Oh.
Kau ini sedang melakukan fotografi?
Benar.
Aku selalu merasa bahwa laki-laki yang melakukan fotografi
sangat keren.
Saat kecil, sebenarnya aku juga ingin menjadi fotografer,
hanya saja tidak ada kesempatan untuk mewujudkan impian ini.
Tidak apa-apa,
kau kelak boleh sering-sering datang kemari.
Perlukah aku ambil fotomu?
Boleh.
Baik sekali.
Yingshu, subjek wawancaranya akan segera datang.
Cepat pergi jemput.
Baik, Bos.
Oh,
No comments yet. Be the first to leave one.