The first 200 lines.
-Kami menyesuaikan storyboard... -Berhenti.
Aku hanya berpikir kita harus lanjut dengan draf pertama.
Buang-buang waktu saja.
Rain, kamu perlu istirahat.
Aku muak dengan ini. Aku akan berhenti.
Rain!
Kami...
Aku turut prihatin mendengar kamu baru saja kehilangan pekerjaan.
Aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi!
Kami tutup hari ini.
Bisakah aku jadi lebih dari teman?
Aku ada tawaran pekerjaan untukmu. Kamu mau?
Pekerjaan?
Pekerjaan apa? Kapan aku bisa mulai?
Maafkan aku, Rain.
Aku senang bertemu denganmu lagi.
Jika cinta menghilangkan akal sehat kita,
Aku mungkin sedang berlari menuju topan
yang siap menghancurkan segalanya.
"Unlock Your Love"
Cinta tidak selalu butuh alasan.
Perasaanmu saja sudah cukup.
Profesor.
Bu!
Bu Waruree.
Kamu tidak boleh melakukan ini.
Dan Anda boleh melakukan ini?
Kenapa saya harus menerima sesuatu yang tidak adil?
Apa yang tidak adil?
Nilai, prestasi, dan nilai saya selalu lebih baik daripada Siriphorn.
Seharusnya saya yang dapat beasiswa itu.
Beginilah hasilnya.
Kamu harus lebih dewasa dan menerima kenyataan.
Jangan hanya marah dan menyalahkan aku.
Apa yang kamu lakukan?
Menghiburnya. -Jangan!
-Kenapa jangan? -Tapi kita dekat dengannya.
Karena itu kamu tidak boleh melakukannya.
Dia tidak suka siapa pun melihatnya rapuh.
Siapa pun akan rapuh karena itu.
Tapi dia tidak menyukainya.
Tidak, ayolah.
Kita terlambat.
Kamu tunggu apa lagi?
Duduk.
Kenapa?
Kenapa kamu melarangku?
Kenapa apa?
Kamu bicara dengan siapa?
Maksudku barusan.
Kenapa kamu melarangku menghiburnya?
Ada apa denganmu?
Kenapa kamu peduli sekali padanya?
Katakan.
Baiklah.
Jadi,
aku sudah melihatnya sejak SMA.
Dan?
Dia selalu mengalami masa-masa sulit sejak masih muda.
Orang tuanya bercerai.
Keduanya menikah lagi dan punya keluarga baru.
Jadi?
Jadi...
Jadi apa?
Dia tidak mau aku menceritakan hal ini pada siapa pun!
Ayolah, Pat.
Apa aku bukan siapa-siapa?
Aku temanmu.
Ayolah sobat.
-Beri tahu aku. -Astaga, baiklah.
Dia...
selalu ditinggalkan sendirian.
Jadi, dia harus kuat melewati masa-masa itu.
Kenapa dia tidak suka jika seseorang menghiburnya?
Kurasa dia belum pernah dihibur,
dan dia mungkin menganggapnya aneh.
Aku tidak begitu yakin.
Aku hanya tahu dia tidak suka.
Kenapa kamu bertanya?
-Hah? -Ada apa denganmu?
Kenapa kamu peduli padanya?
Tidak apa-apa. Hanya ingin tahu.
Mencurigakan.
Apa kamu bilang...
Mustahil.
Apa?
Kamu menyukainya?
Tidak.
Love!
Kamu menyukainya, 'kan?
Sejak kapan gadis pemarah jadi tipemu?
Saat aku menyatakan cintaku,
kenapa kamu tidak menerimanya?
Ayolah, bukan berarti aku akan menyukai semua gadis pemarah.
Jaga mulutmu, sayang.
Kenapa kamu menyukainya?
Aku tidak tahu.
Oh, maaf.
Aku minta maaf.
Apa kamu baru di sini?
Jalan saja lurus, belok kiri, dan kamu akan lihat gedungmu.
Oke?
Hei!
Ya?
Ya.
Jalan lurus, belok kiri, dan gedung kamu akan sampai.
Oke.
Tenang. Kontrol dirimu.
Terima kasih.
Love.
Hei, Love.
Love!!!
Kenapa kamu berteriak?
Kamu melamun!
Apa yang kamu pikirkan?
Tidak ada yang penting.
Kenapa aku harus memberitahumu?
Aku temanmu, kawan.
Apa aku temanmu?
Wow, jadi hubungan kita sudah berakhir?
Hei.
Lagi pula, kenapa kamu menyukainya?
Karena... aku menyukainya.
Cinta pada pandangan pertama.
Hah? Itu saja?
Kenapa harus sulit?
Aku hanya menyukainya,
dan hatiku tidak mau jadi milikku lagi.
Sangat klise, sobat.
Kamu membuatku sakit kepala.
Hentikan.
Kamu cemburu, sayang?
Hentikan.
-Kamu cemburu? -Hentikan sekarang.
-Cukup. -Apa kamu cemburu padaku?
Aku menyukaimu karena aku sangat kesepian.
Karena itu aku kehilangan kesadaran.
Seluruh duniaku berwarna pink.
-Tapi ini sudah berakhir. -Oke, Nona Pat.
Nona Pat sudah sadar sekarang.
Kamu mengambil langkah pertama.
Lupakan saja!
Aku tidak sadar!
Bagaimana aku melakukan itu?
-Kenapa kamu melakukan ini padaku, Bas? -Apa yang kulakukan?
Apa lagi yang kamu mau?
Apa? Bagaimana kamu menjelaskan yang aku lihat kemarin?
Apa yang kamu bicarakan?
Beraninya kamu mengatakan itu?
Apa yang sudah kulakukan padamu?
Jangan konyol.
-Pergilah. -Kamu tahu betapa aku mencintaimu.
Terima kasih. Sekarang, pergilah.
-Apa tadi? -Pergi, Rain.
-Apa yang kalian bicarakan? -Berhenti main-main denganku.
-Jelaskan padaku! -Kita sudah selesai. Sudah berakhir.
Sudah berakhir, oke?
-Pergi saja. -Bas!
-Pergi saja! -Tolong, aku mohon padamu.
-Biarkan aku pergi! -Tolong.
-Tolong. -Sudah berakhir. Kita sudah bicara.
Pergi saja!
Dasar! Jangan tinggalkan aku.
-Tolong jangan tinggalkan aku. -Lepaskan aku!
-Aku bisa memberimu apa saja... -Lepaskan aku!
Aku akan mengatakan yang sebenarnya demi kamu.
Aku tidak mencintaimu.
Aku hanya memanfaatkanmu untuk tugasku.
Kamu sangat menyebalkan.
Tolong.
Berpura-puralah kamu tidak melihatku.
Tapi...
Tolong lewati saja aku
seolah-olah tidak ada orang di sini.
Kamu terlihat jauh lebih kuat.
Versi dirimu yang itu
dan yang sekarang ini...
Apa kamu pernah mengalami sesuatu yang menyenangkan?
Hei, kamu tidak bisa tersenyum sekarang.
Apa kamu tidak merasa bersalah?
Rain,
tersenyum bukan berarti aku tidak merasa buruk.
Hanya saja... Aku senang bertemu denganmu lagi.
Iya, 'kan?
Oke.
Mari kita bicara tentang proyek kita.
Ini tentang mempromosikan toko tato.
Gaya apa yang kamu inginkan,
serta suasana dan polanya?
Ini toko tato minimalis.
Soal iklan, aku ingin yang artistik.
Untuk suasana dan polanya...
aku belum memikirkannya.
Kamu bisa bertanya pada Love.
Dia tahu gayaku.
Untuk fotonya...
Dia akan mengurusnya.
Pilih yang bagus dan kirimkan padanya.
Benar, aku bisa mengambil semua jenis gambar...
Kamu sudah memikirkan tentang promosinya?
No comments yet. Be the first to leave one.