The first 200 lines.
Sebelumnya di Tyrant
Aku perlu satu jam dengan Sheik Rashid.
Jadi, kau ingin memanfaatkan Sheik Rashid...
...untuk mengakhiri semua tindakan Ihab?
Kakakmu tahu kau di sini?
Kau paham dengan tindakan pencegahan kami?
Kemarin kau musuhku.
Tapi hari ini kau adalah tamuku.
Dia melakukan pertemuan dengan Ihab Rashid atas perintahku.
Bassam tidak berada dekat Ihab dalam 24 jam terakhir.
Itu tidak benar.
Kita bisa coba lagi, itu saja.
Jika kita coba tapi aku gagal, aku akan merasa tidak enak.
Ganti topik pembicaraan.
Aku percaya padamu. Kau keluargaku dan kau mengkhianatiku.
Eh... anda harus melihat sesuatu.
Aku menuntut untuk duduk dengan Presiden Jamal Al Fayeed.
Dia menuntut?
Jamal, kau bisa mengakhiri ini tanpa melepaskan tembakan.
Inilah yang kau inginkan.
Benarkah?
Jenderal, perintahkan anak buahmu untuk mundur.
Tapi, Tn. Presiden?
Kau berbohong padaku.
Tidak memberitahumu tentang setiap langkahku,...
...ya. / Tidak, kau bukan tidak memberi informasi,...
...kau berbohong, dan sekarang kau berbohong lagi kepadaku.
Demi Allah, aku kakakmu, keluargamu.
Jamal, tidak bisakah kita bicara tentang hasilnya?
Hasil adalah yang paling penting.
Kenapa kau ingin bicara tentang hasilnya?
Hasilnya membuatku muak.
Kau seharusnya menawarkan pada kepala suku monyet itu...
...kesempatan untuk bicara denganku,...
...malah Ayahnya yang menuntut untuk bicara denganku.
Aku bukan orang bodoh.
Tapi kau membuatku terlihat seperti orang bodoh.
Kau tidak akan terlihat seperti orang bodoh.
Ya, itu... itu pasti menyenangkan...
...jika semua yang terjadi sesuai dengan keinginan kita,...
...tetapi akibatnya sama saja.
Presiden Abbudin duduk bersama...
...dengan pemimpin oposisi legendaris yang disegani.
Kau tahu betapa besarnya? Betapa hebatnya peristiwa itu?
Ya, bagi dia.
Sementara itu, di negara Abbudin...
...warga terus membanjiri Plaza...
...dengan meneriakkan semuanya, dari hak siswa sampai kepada...
...menggulingkan penguasa keluarga Al Fayeed.
Sheik Rashid terus menarik perhatian banyak orang.
Perkiraan jumlahnya hari ini di atas angka 15.000.
Naik secara signifikan dari angka 12.000 kemarin.
Ini tidak masuk akal.
Kita punya cara yang elegan untuk keluar dari masalah ini.
Ya. Kita tinggal membungkuk...
...dan mencoba untuk tidak memikirkan apa yang terjadi.
Kau menawarkan sang Sheik paket yang sama...
...dengan yang kau tawarkan pada Ihab tiga hari yang lalu.
Jamal, ini poin kesepakatanmu.
Kenapa tidak turun hujan?
Apa saja, sesuatu untuk mengusir orang-orang keluar dari Plaza.
Hei, begini saja? Aku akan menelepon Tariq.
Mereka punya mata-mata di kamp Rashid,...
...mungkin mereka bisa memberitahu kita apa yang dia cari.
Ya, itu ide bagus.
Tariq hanya ingin bisa membantu.
Dia penggemar berat sang Sheik.
Ya. Ya, kau benar.
Yah, bagaimana dengan Ziad?
Mungkin jika dia cinta Presiden,...
...dia mungkin bisa di ajak serta.
Maksudku adalah, aku akan berusaha membuat semua poin kesepakatan...
...disepakati sebelum kau memasuki ruangan, oke?
Jadi, duduk saja dengan dia, hanya itu yang harus kau lakukan.
Sebagai imbalannya, dia akan menyuruh semua orang di Plaza untuk pulang,...
...bahwa sekarang mereka adalah bagian dari proses.
Dan kau tahu siapa yang akan mendapatkan pujian?
Kau, Presiden Jamal Al Fayeed,...
...karena bersedia duduk dengan dia...
...dan karena mau mendengarkan.
Berunding dengan penggembala domba.
Dengar... Aku tahu itu sulit,...
...tapi terkadang kau harus memberi sesuatu untuk mendapatkan sesuatu...
...dan kupikir apa yang kita dapatkan sangat besar.
Tolong, duduklah dengan pria itu.
Hanya kau, aku dan Yussef.
Kita akan bertemu di ruang dewan...
...dan aku telah memberitahu mereka, mereka bisa membawa dua delegasi jika mereka mau.
Dan...
...bagaimana jika aku tidak suka dengan apa yang dia katakan?
Tidak menjadi masalah. Jika dia minta sesuatu...
...yang tidak siap kau berikan, katakan saja,...
"Biarkan aku mempertimbangkannya terlebih dahulu."
Itu bagus.
Biarkan aku...
...biarkan aku mempertimbangkannya terlebih dahulu.
Biarkan aku... biarkan aku...
...biarkan aku mempertimbangkannya terlebih dahulu.
Jika seseorang memberitahu aku bahwa tamu pertama yang...
...akan kutemui dalam kapasitasku...
...sebagai Ibu Negara adalah musuh bebuyutan Ayahmu,...
...aku akan tertawa terbahak-bahak.
Sheik akan mengamankan Plaza.
Dia akan mengamankan Plaza?
Itu bukan plazanya, bukan negaranya.
Kenapa kau sangat takut kepadanya?
Takut?
Apakah aku terlihat seperti orang yang ketakutan?
Kau naif.
Kau punya sesuatu dalam pikiranmu,...
...bahwa yang harus dilakukan semua orang adalah mengalahkan musuhnya,...
...karena itulah tugas sebagai pemimpin.
Hubungi sepupumu di Mesir.
Masalah ini tidak sederhana lagi.
Semua orang punya kamera, semua orang ada di YouTube.
Kau pastikan... Kau pastikan...
...kau akan tersenyum saat dia masuk.
Sama-sama.
Aku bangga padamu.
Bangga dengan dokter yang tidak bisa memakai dasinya sendiri?
Bangga padamu karena mempertemukan orang-orang yang berpikir bahwa...
...mereka tidak akan bisa bersama dalam sebuah negara,...
...apalagi dalam satu ruangan yang sama...
...untuk membicarakan bagaimana mereka dapat bergerak maju.
Yah, katakan hal itu padaku nanti...
...bila hal itu benar-benar terjadi.
Aku merasa kami akan membuat...
...semua ini jadi berantakan.
Yakinkah kau bisa melakukannya?
Semua yang terjadi di sini adalah untukmu.
Untuk saudara-saudaramu. Untuk anak-anakmu.
Aku sudah tua, aku takkan lama lagi di dunia ini.
Aku hanya memintamu untuk menunjukkan pada Presiden...
...rasa hormat yang sama dengan yang dia tunjukkan dengan mengundang kita ke sini.
Dia tidak mengundang kita.
Kau menuntut penonton, membuat dia malu karenanya.
Aku menerima undangan yang sama dengan yang dia tawarkan padamu...
...dan mengubahnya menjadi tuntutan.
Intinya adalah, kita sekarang menghadapi musuh kita...
...dari seberang meja bukannya medan perang.
Dan dunia mengira itu perbuatan kita.
Sekarang kita harus menampilkan diri sepantasnya.
Sebagai negarawan, sebagai manusia yang beradab.
Tidak ada bom, tidak ada tembakan,...
...hanya keinginan untuk menyelesaikan masalah.
Bisakah kau membantuku?
Sheik. Mari.
Walid. / Ya, saudaraku.
Aku tahu kau ingin menemaniku di sini hari ini...
...dan sekarang sudah kau dapatkan.
Kita sudah berfoto.
Sekarang kembali ke mobil dan pulanglah.
Maaf?
Aku datang untuk membantumu... dalam negosiasi ini.
Aku telah bekerja dengan Al Fayeeds selama lebih dari satu dekade.
Aku tahu bagaimana mereka berpikir.
Kau berteman dengan...
...orang yang mengusirku dari rumahku.
Kembali ke mobil dan pergilah.
Salaam alaikum.
Wa alaikum as-salaam.
Sheik Rashid. / Bassam.
Istriku Molly.
Apa kabar?
Selamat Datang.
Sheik. Salaam alaikum.
Semua siap? / Kudengar Ihab datang.
Ya, dia bagian dari delegasi.
Ternyata, itu terjadi pada menit terakhir.
Semoga tidak ada lagi yang akan terjadi pada menit terakhir.
Katakan, Ziad yakin tentang poin kesepakatan ini?
Yah, sudah kutanyakan padanya kira-kira 100 kali.
Jika kulihat si Ihab itu menatapku dengan pandangan marah...
...aku akan melemparkan dia kembali ke penjara.
Bagaimana dengan Sheik?
Dia tidak mampu menahannya kecuali menatapmu dengan mata "juling-nya".
Tn. Presiden.
Selamat datang, Pak.
Tn. Presiden.
Sheik Rashid.
Silakan.
Permisi, anda punya toilet?
Mulutnya penuh dahak.
Ya, tentu saja.
Bagaimana, tuan-tuan,...
...ini adalah era pembuatan sebuah pertemuan.
Dari mana harus kita mulai?
Perpajakan? Representasi di Dewan?
Mungkin saatnya memikirkan kembali nasionalisasi...
...beberapa sumber daya alam kota Ma'an.
Anda sangat murah hati, Presiden. Dan sangat lihai.
Aku tahu anda sangat menginginkan keadaan di Plaza kembali normal.
Orang-orang kembali ke rumah mereka.
Bisnis bisa kembali menerima pelanggan.
Aku percaya aku bisa membuat semua itu terjadi.
Ada satu hal yang sangat kuinginkan sebagai imbalannya.
Katakan apa yang ada dalam pikiran anda.
Aku ingin meminta,...
...sekarang karena Ayahmu telah wafat,...
...anda mengizinkan adanya pemilu terbuka dan bebas untuk...
No comments yet. Be the first to leave one.