The first 200 lines.
Lihat baik-baik, saatnya kebenaran terungkap.
Yuichi, apa yang sebenarnya kau lakukan?
Pertama, untuk menemukan si pengkhianat,
kuputuskan untuk memasang jebakan sebelum permainan kedua.
Lalu Kageguchi di permainan ketiga...
Shiho Sawaragi, yang menyukai Yuichi Katagiri,
sebelumnya kencan dengan Mikasa Tenji.
Saat Kageguchi itu keluar,
aku dan Sawaragi memulai tindakan rahasia.
Tindakan rahasia...
Mana mungkin?
Kalian berdua sama sekali tak punya waktu bicara pribadi.
Ya.
Jadi, kami melakukannya hampir tanpa komunikasi apa pun.
Aku menggunakan kertas Kageguchi
untuk menyampaikan instruksi pada Sawaragi.
Tepat! Itu jebakan pertama yang dia pasang.
Lihatlah dari dekat cuplikan permainan keempat.
Dia mengambil dua lembar.
Benar.
Lalu setelahnya?
Dia memegang pena.
Lalu bagaimana?
Pikirkan baik-baik.
Apa yang dikatakannya setelah keluar dari ruangan?
Baiklah, aku memasukkan kertas kosong.
Ya, dia jelas-jelas mengatakan bahwa dia "memasukkan kertas kosong",
tapi tangannya memegang pena.
Ini agak kontradiktif.
Dari video ini, bisa dilihat dia memakai kertas Kageguchi untuk penggunaan pribadi.
Ternyata begitu. Kertas Kageguchi...
Apa kau menyerahkan padanya waktu itu?
Lalu Shiho membaca isinya setelah masuk ke ruangan.
Tapi beruntung kau percaya pada Shiho.
Dia juga bisa jadi si pengkhianat, bukan?
Tentu saja aku tak langsung memercayainya.
Aku melakukan satu tes.
Tes?
Instruksi pertama yang kutulis di kertas Kageguchi adalah...
"Tulis rahasia yang hanya kita ketahui
di babak sebelumnya dan kumpulkan sebagai Kageguchi."
Beri tahu aku satu rahasiamu.
Rahasia yang tidak diketahui tiga orang lainnya.
Rahasia itu adalah yang kukatakan padanya dahulu
saat Shiho dan Shibe bertengkar.
Isinya adalah...
"Yuichi Katagiri pernah tidak mandi selama sepekan."
Rahasia yang hanya kami berdua yang tahu.
Yang artinya juga, entah aku atau Sawaragi yang menulis ini.
Jadi, pengungkapan besar yang dibuka pengkhianat
di babak keempat, pasti tidak ditulis Sawaragi.
Saat itulah aku mengakui bahwa Sawaragi adalah temanku.
Berikutnya aku menguji lagi apakah Kokorogi si pengkhianat.
Tunggu!
Apa kau mengidentifikasi satu per satu siapa pengkhianat itu?
Benar. Caraku menemukan pengkhianatnya
adalah cara eliminasi.
Saat aku berada di babak kelima,
diam-diam aku menyerahkan kertas Kageguchi pada Kokorogi.
Isinya, "Sawaragi adalah teman kita.
Tapi untuk menemukan pengkhianat itu, pura-puralah bertengkar dengan Sawaragi.
Lalu, di babak berikutnya, tulis rahasia Sawaragi yang hanya kau yang tahu."
Apa kau mengintip saat itu?
Itu sebabnya Kokorogi menulis aib itu di babak keenam.
Sebenarnya, Shiho Sawaragi biasanya memakai celana bokser pria.
Jadi, apakah itu ditulis untuk pengkhianat atau tidak, asal ada hal besar lain,
Kokorogi tak bersalah.
Lalu, itu meledak.
Sebenarnya Tenji Mikasa berbohong tentang usianya.
Hanya dua orang yang memasukkan aib ini.
Artinya, salah satu dari Shibe atau Tenji.
Tentu aku juga menuliskan di kertas Kageguchi
dan menyampaikannya pada Sawaragi.
Aku selalu bersama Shiho di sepanjang babak itu.
Mana mungkin kau punya kesempatan menyerahkan kertas Kageguchi padanya?
Ada kesempatan, meski hanya tiga menit.
Mana mungkin?
Saat itu...
Ini adalah jebakan kedua.
Di permainan ini,
urutan masuk ke ruangan tak ada artinya sama sekali.
Oke, aku sudah letakkan kertas putihnya.
Berikutnya, kumohon bantuanmu.
Tapi dia ikut arus...
Maaf, Tenji, bisakah kau masuk lebih dahulu?
Tak henti-hentinya...
Kalau begitu, aku masuk.
Urutan di mana dia membujuk orang lain masuk,
semuanya sesuai harapannya.
Yang terakhir tinggal Shibe dan Tenji.
Ini penilaian bagus.
Kesempatan spesial.
Karena si pengkhianat punya rahasia mengajukan Tomodachi Game,
dia tak mungkin mengambil risiko untuk maju.
Sisanya adalah kau,
Tenji.
Jadi, pertengkaran Shiho dan Kokorogi itu semua hanya akting?
Meski memang agak berlebihan.
Aku juga minta maaf.
Lalu apa yang terjadi dengan strategi itu?
Dengarkan. Di babak berikut, kecuali orang yang pertama,
semua harus menulis aib mereka sendiri.
Apa itu juga salah satu rencanamu?
Sejak awal aku tahu bahwa strategi itu cacat.
Saat itu aku sudah katakan, bukan?
Kemungkinan peningkatan utang berikutnya juga sangat rendah.
Itulah konfirmasi akhirnya.
Apakah tujuanmu berkhianat adalah uang atau sesuatu yang lain?
Akibatnya, kau tidak memilih untuk menyerah.
Ini menunjukkan bahwa kau punya tujuan lain.
Kalau begitu, kenapa kau tidak langsung katakan bahwa aku pengkhianatnya?
Karena permainan masih tersisa separuh.
Jika kau terungkap lebih cepat sebagai si pengkhianat dan lepas kendali,
maka pasti akan merepotkan.
Itulah sebabnya aku melepaskanmu hingga saat terakhir.
Biak, kalau begitu, kau masuklah lebih dahulu.
Selama tiga menit di babak terakhir kau masuk di dalam sana,
kuinstruksikan pada yang lainnya untuk menyerahkan kertas kosong.
Tapi ini aneh.
Bukankah katamu kau memakai cara eliminasi untuk mengetahui aku pengkhianatnya?
Tapi di permainan ini,
seseorang bisa menulis beberapa aib sekaligus.
Cara eliminasimu gagal!
Ya, dan yang ketiga...
adalah jebakan terakhir.
Juga jebakan paling berani dan licik.
Seperti yang diharapkan, Tenji, seperti yang kau katakan.
Karena satu orang bisa menulis beberapa aib,
maka sejak awal
tak mungkin menilai kepolosan Sawaragi.
Jadi, saat aku menguji kalian semua,
aku menerima bukti persahabatan sebagai jaminan.
Bukti persahabatan?
Kau tidak memperhatikan?
Perubahan di tubuh kami.
Ini...
Label nama kalian semua hilang!
Selamat, tebakanmu benar.
Sudah biasa, 'kan, bertukar barang
untuk membuktikan persahabatan?
Sebagai harga "aku percaya padamu",
kuminta mereka memberikan label nama yang paling penting.
Tiga orang yang bukan pengkhianat langsung memberikan label nama.
Mana mungkin?
Pikirkan baik-baik, apa Kokorogi langsung jadi teman Sawaragi?
Itu karena aku menulisnya di kertas.
"Label nama Sawaragi ada padaku.
Dia bukan si pengkhianat."
Saat itulah kusimpan label nama Kokorogi.
Akhirnya aku menerima label nama Shibe.
Untung dia perhatikan bahwa menyerahkan label nama tak menggandakan utang.
Sepertinya dia sudah pernah bereksperimen.
Label namanya sementara hilang sebelum babak keempat.
Pasti dia serahkan diam-diam pada Sawaragi saat Shibe dan Mikasa bertengkar.
Benarkah?
Lalu setelah menyerahkan kertas Kageguchi, dia mengumpulkan label nama.
Karena ada kamera yang mengidentifikasi garis pandang tersembunyi di dalam LCD
di belakang label nama yang bisa mengenali apakah bagian belakang sudah dibaca.
Setelah diuji, dia memberi tahu Sawaragi dengan menggunakan kertas
dan memintanya agar menyerahkan label nama padanya.
Lihatlah, saat ini label nama Sawaragi juga hilang.
Dia benar-benar berani dan licik.
Untuk mencegah mereka menulis banyak aib seperti si pengkhianat,
dia menahan label nama.
Berikan aku label nama sebagai harga kepercayaan.
Jika tidak menyerahkannya, berarti orang itu tak bisa dipercaya.
Dia pasti tahu bahwa Sawaragi tak akan pernah sengaja melakukannya.
Lalu pelan-pelan jadi situasi di mana harus serahkan label nama.
Jika tak menyerahkannya, akan dikucilkan.
Sikap semacam ini memanfaatkan kelemahan lawan
adalah sepenuhnya kerja penjahat.
Dia sangat paham kengerian akan uang
dan kelemahan sikap manusia.
Ide dasarnya seperti kelompok agama yang buruk atau organisasi MLM.
Tapi akhirnya, semuanya tertawa dan menyelesaikan permainan.
Bukankah begini bagus?
Justru sebaliknya.
Dalam permainan ini, orang yang menyimpan label nama yang penting
membuat semuanya tertawa, tapi itu menakutkan.
Penipu andal akan membodohi lawannya dan berputar-putar.
Siapa sebenarnya pria ini?
Yuichi, ada satu hal terakhir yang tidak kumengerti.
Mengapa...
Mengapa aku?
Pendekatanmu adalah menarik orang
yang bisa dipercaya menjadi teman.
Yang artinya juga
sejak awal kau merasa bahwa akulah yang paling mencurigakan, 'kan?
Aku...
Sebenarnya, di mana salahku?
Aku tak bisa katakan itu salah.
Aku sebenarnya mengenal kalian dengan baik.
Jadi, kurasa kau yang paling tidak biasa di permainan dan paling mencurigakan.
Paling tidak biasa?
Tenji yang kukenal itu cerdas dan tenang.
Jika kami bertengkar, dia yang akan jadi pembawa damai.
Kau yang saat ini memprovokasi Shibe di babak pertama permainan.
Saat itu, Kageguchi yang kau maksud adalah yang ditulis Shibe, bukan?
Apa kau benar-benar berpikir itu mungkin?
Pengkhianatan Sugoroku
No comments yet. Be the first to leave one.