The first 200 lines.
Penafian
Karakter, tempat, organisasi, dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Adegan dengan aktor cilik direkam dalam situasi aman
Ini mikrocipnya.
Baik.
Basis data DNA pelaku kriminal yang sudah dihapus
masih utuh.
-Kau yakin soal itu? -Ya.
Berdasarkan ukuran datanya,
semuanya tampak baik-baik saja.
Baik, syukurlah.
Fakta bahwa Jin Hogae mencuri basis datanya tidak berubah.
Selidiki aktivitasnya pada hari kejadian secara menyeluruh.
Cari tahu apa yang dia lakukan setelah meninggalkan Kejaksaan Agung.
Cari tahu semuanya.
Jangan lupa.
Informasi kita harus selangkah di depan polisi.
Pesan dari korban pembunuhan sebelum tewas
Tetaplah hidup.
Aku akan mendatangimu di mana pun kau berada.
Sepertinya Detektif Jin...
sangat penting bagimu, Petugas Song.
Aku belum pernah melihat...
Detektif Jin berjalan.
Aku tidak punya kekuatan supernatural
untuk membaca pikiran penjahat.
Aku hanya bekerja sangat keras.
Jam tidurku lebih singkat dari orang lain.
Aku bekerja lebih keras dari orang lain.
Dia selalu mendahului orang lain, bekerja lebih keras,
dan menyelidiki mati-matian.
Jadi, saat kami bergegas ke TKP bersama...
aku merasa sangat tenang...
karena tahu dia tidak akan menyerah.
Dia akan berjuang hingga akhir.
Tapi akhirnya, dia pergi.
Aku memercayainya sampai akhir.
Aku melihat ledakan di atap
dan berpikir, "Tidak apa-apa, itu Detektif Jin."
"Dia pasti sudah menangkap pelakunya."
"Dia akan turun sambil tersenyum
seperti biasanya, berlagak tangguh."
Kukira dia akan kembali.
Kau pasti sangat membenci pelakunya.
Detektif Jin membenci
dan geram pada penjahat.
Akhirnya aku mengerti perasaannya.
Apa yang ingin kau lakukan?
Jika bisa...
aku ingin membalas pelakunya dengan cara yang sama.
Pertama, peranti dengar yang ditanam di bawah telinga Detektif Jin
sepertinya versi yang dimodifikasi dari model yang tersedia di pasaran.
Kondensator yang kuambil tadi
kemungkinan besar digunakan untuk penyiksaan sengatan listrik.
Dia disiksa?
Itu juga bukti bahwa dia diancam.
Tapi ada satu yang tidak kupahami.
Jika ada pengancam yang tidak dikenal,
untuk apa repot-repot mencuri basis data, lalu meledakkannya?
Kasus Ma Taehwa mirip.
Dia membunuh Ma Joongdo
dan mengeluarkan Ma Taehwa dari penjara dengan penundaan eksekusi.
Setelah sengaja merusak ginjalnya, dia beri Ma Taehwa ginjal baru,
lalu membunuhnya dengan meledakkan karavan.
Apa maksudnya?
Apa yang diinginkan orang itu?
Kehancuran?
Dia menikmati kehancuran.
Secara psikologis, dia menginginkan kehancuran
dan menikmati kekacauan.
Orang gila. Hanya itu cara menggambarkannya.
Selain itu, dia memanipulasi
dan mengontaminasi semua jejak dengan pengetahuan kriminal canggih.
Penyidik entah salah menyimpulkan
atau menjadi target dan kehilangan nyawa.
Sepertinya ini polanya.
Ada satu hal yang kau lewatkan.
Percakapan melalui peranti dengar itu ancaman atau kerja sama,
itu belum jelas.
Saat ini,
bukti konkret kita hanyalah puluhan rekaman CCTV Kejaksaan Agung
saat Detektif Jin mencuri basis data.
Jika tidak diancam, untuk apa Detektif Jin melakukan hal seperti itu?
Aku juga penasaran.
Sepertinya kini pilihannya hanya satu.
Kuberi waktu 24 jam.
Tangkap orang yang mengancam dan membunuh Detektif Jin.
Kalian harus membersihkan nama mendiang kolega.
Ini bukan saatnya bersedih.
Kami juga akan berusaha maksimal untuk menggali petunjuk yang tersisa.
Ayo.
-Ke mana? -Kita punya satu petunjuk lagi.
Petunjuk yang hidup.
Im Sunyeol ditangkap oleh Detektif Moon
karena transfer uang kepada istrinya.
Ikatan keluarga tidak mudah putus.
Ibu, aku lapar!
Itu Ayah!
Belasungkawa
Kalian berdua bicaralah.
Kami...
kehilangan rekan kerja lagi kemarin.
Im Sunyeol
adalah detektif junior yang paling disayangi Moon.
-Jika suamimu menghubungimu... -Sudah kubilang.
Kami tak berkomunikasi.
Bukankah kita harus menyelamatkannya?
Suamimu tidak bisa menangani
pria yang kami hadapi.
Moon Youngsoo dan Jin Hogae.
Bahkan orang-orang UIR...
mereka yang terbaik.
Mereka tetap masuk perangkap.
Kami harus menyelamatkan Sunyeol dahulu dan menangkap pelaku yang asli.
Kami tidak mau kehilangan rekan lagi.
Astaga.
Apa ini?
Kau merindukan ayahmu, Sunga?
Ya.
Aku pamit dahulu.
Tunggu.
Aku dapat alamat Im Sunyeol.
17-13, Pyeongdo-dong, Taewon-gu, Vila Geumsan.
Unit atap di lantai lima.
Bergeraklah dengan hati-hati.
Kalian jaga pintu belakang.
Kami akan masuk dari depan.
-Ayo. -Baik.
Ayo.
Apa?
-Kau ke sini. -Baik.
Im Sunyeol!
Sial. Dia sudah mati.
Sepertinya luka tembak.
-Periksalah, Min. -Baik.
Sepertinya luka tembus.
Ini pistol polisi.
Periksa apakah ada peluru.
Baik.
Ini dia.
Bisakah para detektif dari Kantor Polisi Taewon keluar?
Apa maksudmu?
Kami baru menerima laporan forensik dari ruang senjata api BFN.
Kami sudah memeriksa nomor seri pistol
yang ditemukan di TKP kematian Im Sunyeol,
dan cocok dengan yang diberikan kepada Detektif Jin, begitu pun pelurunya.
Tak ada sidik jari
yang ditemukan di pistolnya selain milik Detektif Jin.
-Maksudku... -Meski pistol dan pelurunya
milik Detektif Jin,
kita tidak bisa yakin dia yang menembakkannya.
Ya. Aku juga berpikir begitu
sampai melihat rekaman CCTV ini.
Rekaman ini direkam di warnet yang terletak di dekat gedung
tempat Im Sunyeol tewas.
Kami dalam proses mendapatkan rekaman CCTV lain dari area itu.
Apa yang dilakukan Detektif Jin di sana?
Kami sudah mengamankan riwayat dia mengakses surelnya.
Karena ini layanan surel luar negeri, kami belum menemukan isinya.
Tapi dengan ini, Im Sunyeol menjadi orang keempat yang mati
di dekat lokasi Detektif Jin.
Kami akan menganggapnya tidak bersalah,
tapi yang terlibat dengannya tidak bisa berpartisipasi dalam penyelidikan.
Aku tidak akan menahanmu lebih lama. Silakan pergi.
Sial.
Mendiang Jin Chuljoong / Jin Hogae
Di sekitar luka masuk di dahinya
terdapat bubuk mesiu dan residu pembakaran.
Ini menunjukkan tembakan dilepaskan dengan jarak 99 cm dari korban.
Selain itu, peluru yang menembus tidak keluar secara horizontal,
melainkan ke bawah dari bagian bawah oksiput.
Meski kami tidak bisa yakin,
dalam kasus seperti ini, bisa diasumsikan korban ditembak
dengan gaya eksekusi sambil berlutut.
Kita bisa berspekulasi adanya kemarahan Detektif Jin
atas pembunuhan Moon Youngsoo.
Dilihat dari tingkat pencernaan makanan, darah menggumpal di lambung korban,
dan tingkat kekakuan mayat,
perkiraan waktu kematiannya sekitar 28 jam lalu.
Im Sunyeol terakhir terlihat
di tempat parkir di Taman Mapyeong.
Setelah itu, Detektif Jin, yang kabur dari Kejaksaan Agung,
pergi ke warnet, lalu ke atap untuk membunuh.
-Itu tidak mustahil. -Bicara apa kau?
Aku mengerti memang tidak mudah
kehilangan rekan kerja dan menghadapi situasi seperti itu.
Namun, kita tidak bisa mengabaikan bukti.
Karena Detektif Jin sudah meninggal,
kasus ini akan ditutup karena kurangnya dakwaan.
Taewon teraman, Kepolisian Taewon yang dihormati dan dicintai
Setelah terlihat di toilet Taman Mapyeong...
Dia pergi ke officetel Jaksa Jang Sungjae,
lalu langsung menuju Kantor Kejaksaan Agung
dan memasuki ruang server.
Setelah mencuri motor
dan lolos dari Kejaksaan Agung,
dia menghilang 30 menit sampai muncul kembali di CCTV
di Pintu Keluar Tiga Stasiun Mapyeong.
Tiga puluh menit.
Dari Kejaksaan Agung ke Stasiun Mapyeong.
No comments yet. Be the first to leave one.