The first 200 lines.
Kau tahu?
Waktu menghancurkan segalanya.
Itulah intinya.
Apa yang sudah terjadi padamu?
Kurasa aku bisa curhat ke kamu.
Aku bersembunyi disini karena
aku meniduri putri kandungku.
Oh, itu kelainan orang barat!
Aku tak bisa berhenti memikirkannya.
Hanya dia yang aku punya. Yang lainnya sudah hilang.
Aku belum pernah punya apapun.
Putriku manis sekali.
Berhati-hatilah.
Kurasa kita semua ialah jelmaan iblis.
Itu bukan masalah besar.
Kita merusak segalanya dan orang lain bilang itu kabar buruk.
Itu menyedihkan.
Jangan lupakan kenikmatannya, kebahagiaannya.
Itu semua tidak...
Bukan akhlak buruk, hanya akhlak biasa saja.
Artinya kita perlu memulai dari awal.
Kembali bertarung.
Kembali hidup.
Bertarung lagi, jalani kehidupan lagi.
Betul! Mau minum sesuatu?
Tidak usah.
Aku tak punya uang.
Aku juga tak punya.
Apa itu? Suara apa yang di luar?
Bukan apa-apa!
Hanya kejadian kecil saja di bawah.
Selalu ada masalah sepele,
di diskotik Rectum!
Diskotik Rectum!
- Urusan polisi. - Urusan apaan?
- Polisi, pak. - Kriminal apaan?
- Kejadian pembunuhan? - Pembunuhan?
- Seseorang di bungkus kain ya? - Betul.
- Boleh aku tunggu disini? - Kenapa?
Aku hanya ingin uangku, aku tidak peduli kejadian disini.
- Kembalilah besok. - Morad!
Aku mengenal 2 pria homo yang tak mau bayar itu.
Tolong mundur dulu.
Coba perhatikan bajingan tolol sialan yang terbaring di tandu itu!
Lenganmu patah lagi, cowok manis?
Kuharap masalah yang menimpamu, ditipu juga!
Seperti Alex. Harapan itu butuh tumbal, butuh rasa sakit!
Bayarlah, anak manja!
Darahnya muncrat di sepanjang lorong ini?
- Tempat sialan! Dasar homo! - Bangsat!
Seorang homo melempar batu ke kita demi 2 bajingan tadi!
Kini kami punya bahan lelucon tentang kap mesin!
Mana bayaran kami, bajingan?!
Ayo kita ambil uangnya dan pergi dari sini, Morad.
Polisi sialan! Kota ini penuh homo semua!
Mereka ada dimana-mana!
Menyingkir dari jalur kami!
Singkirkan semua hal sialan ini!
Borgol dia. Dia akan di kurung selama 10 tahun.
Akan kumasukkan kau ke penjara, dasar pedofil gila!
Kau harus membayarnya!
Orang bijak sialan!
Semoga kau disodomi sampai mati! Sampai kotoranmu keluar, bangsat!
Aku mau uang tunai, bajingan Yunani!
Dasar babi terikat!
Pantas saja! Semua orang bijak ialah homo.
- Kau akan di tusuk disana! - Ke terminal!
Tak ada kondom di penjara. Kau akan terjangkit AIDS, pecundang!
- Kau mau kemana? - Aku mau mencari Tenia.
- Jadi? Bayar dulu. - Akan aku bayar!
- Kau kenal pria bernama Tenia? - Tidak, tak tahu.
Kami akan menemukannya.
Stop! Hentikan sekarang.
Kau bukan pria, kau itu binatang. Binatang saja tak mau balas dendam.
Ini kemauanku! Lepaskanlah. Ini urusanku.
- Mereka akan bunuh kamu, Marcus! - Itu urusanku!
Disini baunya busuk! Marcus, stop! Mereka akan membunuhmu!
- Kau kenal dengan Tenia? - Menyingkirlah!
Si Tenia!
Marcus, kembalilah! Aku tidak mau melindungimu!
Jangan pergi!
Marcus, stop! Marcus!
Kau mengetahui pria bernama Tenia?
Pierre!
Kau kenal pria bernama Tenia?
Si Tenia, kau kenal?
Si Tenia?
Pierre! Pierre!
Pierre, ayolah!
Marcus, ayo keluar dari sini!
Mereka ada di bawah, ayolah!
Turun saja ke bawah!
Ayo bantu aku!
Kau mengenal Tenia?
Mengapa kau tertawa?
Kau tahu si Tenia?
Tak tahu? Lepaskan aku!
- Kau tahu si Tenia? - Mau menjilat penisku?
Aku tak mau menjilat penismu! Kau tahu si Tenia?
Kau kenal pria bernama Tenia?
- Kau mau menghisap penisku? - Bangsat!
Hei kamu, kembalilah. Mau nge-seks?
Kau kenal si Tenia? Namanya seperti cacing pita.
- Si Tenia! - Mungkin di atas.
Si Tenia. Apa kau bernama Tenia?
Pergilah! Kau kenal si Tenia?
- Kau kenal si Tenia? - Tidak, entahlah.
- Kau bekerja disini? - Aku tak tahu siapa dia.
- Kau tak tahu? - Carilah, dia tak mungkin jauh.
Kau mengenal Tenia?
Tenia?
Bajingan!
- Kau kenal si Tenia? - Ya, pergilah!
- Hei, kau si Tenia? - Cacing pita ada di ususku, kawan.
Kau kenal si Tenia?
Apa kau mengenal Tenia?
- Dia pacarku! - Kau mengenalnya?
- Ya! - Dimana dia?
Kurasa dia berselingkuh!
- Dimana dia? - Dia berselingkuh!
- Lupakanlah Tenia! - Jangan sentuh aku!
Pukul aku, kawan! Pukul aku!
- Lepaskan tanganku! - Pukul aku!
Diamlah dan bawa aku padanya!
Pukul aku sayang, ayolah!
- Tunjukkan padaku! - Pukul aku!
Santailah, pria homo sialan. Aku bukan pria gila!
Tunjukkan dia padaku! Dimana dia? Bawa aku padanya!
Tenia akan menyodok pantatmu dengan kedua tangannya!
- Kau akan menjerit! - Aku akan menampar wajahmu!
Yakin ingin melihat si Tenia?
Pukul aku dulu! Pukul aku, tak apa-apa!
Kubilang bawa aku pada dia!
Akan lebih nikmat jika kau memukulku dulu, sayang!
Orang homo sialan, kau ingin aku memukul wajahmu?
Aku mencintaimu, kau mengingatkanku pada seseorang.
Ayolah, santai saja dulu atau aku akan menghajarmu!
Dimana dia?
- Belikan aku minuman dulu! - Beri dia minuman!
Minumlah. Dimana dia?
- Air soda? - Dimana dia?
Si Tenia? Di pantatku!
Sudah ketemu? Cacing pita di pantatku!
Dengar! Kau tahu ini botol, kan? Akan kutampar kau pakai ini!
Apa itu maumu, hah?
Mau kutampar semua lubang di wajahmu?
- Dimana dia? - Jangan khawatir, aku mengenalnya!
- Stop! - Aku mengenalnya!
- Bawa aku padanya. - Polisi sialan!
Bawa aku sekarang padanya!
Polisi yang baik akan di perkosa sampai mati!
Tunjukkan penismu, pahlawan super!
Ini yang kau mau? Bawa aku padanya.
Bawa aku padanya.
Dimana dia?
Lanjutlah! Dimana dia?
- Menyingkirlah! Sekarang! - Si Tenia ini sulit dicari, sayang!
Yakin ingin bertemu si Tenia?
- Dimana dia? - Pukul aku lagi maka kuberitahu kau!
- Dimana dia? - Itu dia!
Apa-apaan ini!
Apa kau Tenia? Apa itu kau?
Aku bertanya padamu!
Siapa si Tenia?
Aku bertanya padamu!
Menyingkir dariku. Kau mengenal Tenia?
- Siapa dia? - Santailah, kawan.
- Siapa dia? - Mengapa kau menginginkan dia?
Itu urusanku! Apa kau si Tenia?
- Sakit sekali pantatku! - Apa itu kau?
Aku bicara padamu, kawan!
Jangan! Stop!
- Aku mau menyodomi pantatmu! - Ya, tusuk pantatnya!
Lepaskan dia! Hei! Aku bicara padamu!
- Stop. - Bunuh dia!
- Dasar homo sialan! - Stop.
Dasar homo sialan!
Dasar homo sialan!
Stop!
Dasar homo sialan!
Stop!
- Stop! - Lanjutkan!
Luar biasa!
Menyingkirlah, kawan!
Dasar bajingan sialan! Hentikan amarahmu, tolong!
Kita hampir dekat.
- Stop! - Tunggu disini.
Ya, kutunggu disini!
Hei! Diskotik Rectum dimana?
Diskotik Rectum! Tempat orang homo berkumpul, dekat sini.
Kau sedang terangsang? Diskotik pelacur atau apa?
Kau ingin penis di pantatmu? Akan aku tunjukkan diskotik Rectum!
- Kau tak tahu dimana diskotik Rectum? - Hanya diskotik...
- Kau bukan homo? - Aku bukan homo.
Dimana tempatnya?
Bajingan homo!
Pierre!
Ayo bergerak!
Pierre!
Sekarang gimana? Apa lagi?
No comments yet. Be the first to leave one.