The first 200 lines.
Cinta 100 Tahun
Kekasih masa kecil tak dapat menandingi yang sekarang Episode 15
Xia Linxi.
Sstt....
Xia Linxi, cepat buka pintunya.
Jangan pura-pura tidak ada di rumah.
Aku datang hari ini untuk melakukan sesuatu.
Kalau pintu tidak segera kamu buka, resiko tanggung sendiri.
Xia Linxi, aku hitung sampai 10. Cepat buka pintunya.
Sepuluh...
Sembilan...
Delapan...
Tujuh, enam, lima, empat, tiga.
Xia Linxi, Apa yang kamu lakukan? Cepat buka pintunya?
Xia Linxi.
Dua koma lima.
Dua koma empat.
Xia Linxi, apa yang kamu lakukan?
Aku ingin istirahat, besok baru kita bicarakan lagi.
Kenapa lama sekali baru bukakan pintu?
Ah!
Kamu kenapa?
Bukan urusanmu.
Kamu pikir aku rela ikut campur?
Bibiku yang utus aku untuk mengawasimu.
Karena kamu sering tidak angkat panggilan telpon darinya.
Dia mengutusku untuk mengawasi apa yang kamu lakukan.
Sekarang, kamu sudah lihat aku baik-baik saja.
Kamu sudah bisa kembali.
Kenapa hari ini kamu sangat tergesa-gesa?
Kamu yang terlalu sensitif.
Pergilah.
Kenapa ada sepasang sepatu laki-laki?
Ini... adalah...
Waktu itu...
...saat pindah rumah...
...sepatu kakak senior itu tanpa sengaja tertinggal.
Oh....
Kakak senior suka pakai sepasang dan bawa sepasang lagi ya....
Ini ya.... Setiap orang memiliki kebiasaannya masing-masing.
Tidak boleh ya?
Begitu ya...
Baiklah, ayo pergi... ayo pergi...
-Menurutmu, aku akan percaya? -Kenapa kamu? Ini rumahku.
Chen Yichuan, pergi.
Apa kamu belum cukup buat onar? Benar-benar tidak ada orang.
Sudah cukup ya kamu.
Sungguh menyebalkan.
Tidak ada orang, 'kan?
Di sini ya?
Lihat.
Baiklah. Tidak ada orang.
Cepat kembali ke asramamu dan pergi tidur.
Hei!
Dilarang masuk!
Apakah orang ini bersembunyi di ruangan ini?
Tidak ada siapapun.
Chen Yichuan, aku berkata padamu.
Jangan keterlaluan, aku sangat marah sekarang.
Sangat marah ya?
Kamu benar-benar marah...
...atahu cemas aku akan menemukan seseorang di ruangan ini?
Kenapa aku cemas?
Aku beri tahu kamu ya!
Sekarang kamu sudah dengan serius melanggar hak privasi.
Aku sudah bisa lapor polisi untuk menangkapmu, tahu tidak?
Boleh, laporkan saja.
Lihat nanti apakah polisi datang untuk menangkapku atahu orang yang di dalam.
Chen Laoer.
Jika tidak ada orang di sini, bagaimana kamu meminta maaf padaku?
Jika tidak ada orang...
Aku janji akan melakukan apapun yang kamu inginkan.
Aduh...
Sudah cukup belum?
Cepat kembali ke sekolahmu sekarang juga!
Hei, Jiang Zhenghan.
Ha?
Chen Yichuan, apa yang kamu lakukan?
Kamu masih cek toiletku.
Ini adalah kamar gadis. Kamu sudah cukup belum?
Tidak ada, 'kan?
Aduh! Apa yang sedang kamu lakukan?
Kamu pikir lemari pakaian gadis boleh kamu buka secara sembarangan ya?
Aku akan memberi kamu satu kesempatan terakhir untuk mengatakan yang sebenarnya.
Aku....
Tidak sepantasnya....
Sekarang kamu sudah boleh pulang ke asramamu.
Aku tidak akan kembali.
Bukankah kamu berkata akan menuruti aku?
Kalau begitu aku juga tidak pulang.
Baiklah.
Akan kulepaskan kali ini saja.
-Lain kali, jangan sampai aku menangkapnya. -Tunggu sebentar.
Ulurkan tanganmu dan ganti rugi ini.
Belikan yang sama persis. Ambil ini.
Jiang Zhenghan.
Jiang Zhenghan.
Di mana?
Jiang Zhenghan.
Di sini.
Sekarang kita berdua...
…jelas-jelas hanyalah pasangan yang normal.
Kenapa terlihat seperti sedang selingkuh?
Demi kemenangan kita.
Aku dengan terpaksa menyusahkanmu bermain sembunyi-sembunyi.
Aku terlalu sulit.
Waktu sudah larut, kamu harus pergi.
Kamu usir aku begitu saja....
Ayo jalan.
Menurutku tidur di sini juga lumayan.
Tidak boleh.
-Menurutku tidur di sini juga lumayan. -Tidak boleh.
Pergi sana.
-Pergilah. -Kalau begitu aku pergi ya...
Aku benar-benar pergi ya....
-Aku benar-benar serius pergi ya. -Kamu pergi sana.
Cepat pergi.
Masalah hari ini...
...jangan sampai kamu beri tahu suamiku.
Cepat pergi sana, jangan sampai ketahuan istrimu.
Iya.
Baiklah, mari pergi.
Sampai jumpa -Aku akan mengantarmu.
Semoga satu tahun kemudian...
...Qin Yue bisa berdiri di samping Xia Linxi...
...sebagai pacar.
Kak Qin Yue, apa yang sedang kamu tulis?
Kamu akan tahu satu tahun kemudian.
Setengah tahun lalu...
...Linxi belum mengenal Jiang Zhenghan.
Pada waktu itu...
...apakah yang dia rindukan satu tahun kemudian...
...adalah aku?
Xia Linxi satu tahun kemudian...
...kamu telah diterima di Universitas Jinghua.
Apakah sudah menjadi adik kelas kak Qin Yue?
Hai kakak senior.
Qin Yue.
Cepatlah kemari.
Lihatlah poster Pesta Topeng.
Bagaimana?
Semuanya mempersiapkan dengan sepenuh hati.
Baiklah, ini saja. Lumayan bagus.
Ya.
Oh iya....
Pesta dansa ini diselenggarakan oleh Organisasi Siswa.
Sebagai ketua organisasi ini, kamu akan hadir kan?
Aku akan berpartisipasi.
Oh...
Kalau begitu, apakah kamu sudah punya pasangan dansa?
Belum.
-Aku... -Aku belum tahu mau bagaimana mengajaknya.
Ada apa?
Linxi ya?
Iya.
Kamu harus cepat kalau ingin mengajaknya.
Jika tidak pasti akan terlambat.
Bagaimana denganmu? Apa ada orang yang ingin kamu ajak?
Ada sih ada.
Namun...
Orang yang ingin kuajak sudah punya pasangan.
Baiklah.
Kalau begitu, aku sibuk dulu ya.
Baik.
Algoritma grafik juga merupakan tantangan dalam lomba pemrograman.
Kamu bisa menggunakan algoritme jalur tambahan untuk aliran maksimum.
Bisa juga menggunakan metode penyortiran topologis untuk mengatasi masalah ini
-Xiaoxi -Jalur ini...
Pesta topeng... merupakan tradisi Universitas Jinghua.
Aku menyiapkan ini secara khusus untukmu.
Aku tebak kamu mungkin akan suka.
-Kak Qin Yue, kami sedang.... -Kami sedang sibuk latihan.
Pesta dansa....
Seharusnya kita tidak punya waktu untuk berpartisipasi.
Xiaoxi.
Kamu adalah mahasiswa baru.
Ada baiknya berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.
Jika kamu merasa...
...mengikuti kegiatan akan mempengaruhi perlombaanmu.
Pada saat itu aku akan luangkan waktu untuk mengajarimu.
Linxi adalah anggota timku.
Sebagai senior di tim sekolah.
Juga Kakak Linxi yang tumbuh bersama sejak kecil.
Aku tidak membutuhkan persetujuanmu...
...jika aku mau menjadi pembimbingnya.
Jiang Zhenghan!
Jiang Zhenghan!
Kamu cepat turun!
Jangan paksa aku naik ke atas untuk mencarimu. Aku hitung sampai sepuluh...
Sepuluh...
Sembilan...
Delapan...
Tujuh...
Enam...
Lima...
Empat...
Tiga...
Dua...
-Xiaoxi, kamu tidak perlu pedulikan -Satu...
Aduh... hutang asmara ini.
No comments yet. Be the first to leave one.