The first 200 lines.
"Episode 1"
Hei, sudah kubilang bawalah gaun yang dikenakan Jennifer Lawrence.
Kamu hanya perlu mengantar gaun yang tepat. Apa itu sulit?
Nama panggilannya adalah Penggila Kerja.
Kamu tahu orang-orang yang bersedia melakukan semua jenis pekerjaan?
Apa yang kamu lakukan?
Cepat bawakan aku gaun yang dikenakan Jennifer Lawrence.
Suzy sudah memutuskan untuk...
Kamu kalah cepat dari dia?
Ya.
Bagaimana dengan gaun Emma Thompson?
Maksudmu Emma Stone? Gaun itu belum ada di Korea.
Astaga, apa kamu mencoba menunjukkan bahwa aku tidak tahu perbedaan
antara Emma Stone dan Emma Thompson?
Tidak, aku tidak berusaha begitu. Itu kesalahan...
Betapa buruk kamu memandangku
untuk membuat kesalahan seperti itu?
Apa? Apa kamu tidak mau berurusan denganku?
Kenapa? Apa kamu menghela napas karena kamu pikir aku menyedihkan?
Bawakan aku kopi.
Kenapa kamu tidak pergi?
Apa kamu berdiri di sini karena kamu ingin aku membayar kopi?
Aku tidak membawa dompetku.
Kenapa kamu memberi dia uang?
Dia kepala rumah tangga.
Semua orang di sini adalah kepala rumah tangga.
Apa masalahnya menjadi kepala rumah tangga?
Dia seharusnya tidak bekerja di bidang ini
jika dia tidak bisa bersikap ceria.
Dia seorang koordinator mode, tapi cara berpakaiannya buruk.
Hei, kamu ingin kapucino, bukan?
Apa kamu bertanya karena tidak tahu?
Kamu selalu ragu-ragu tentang apa yang kamu inginkan.
Apa?
Kamu harus memberiku 60 sen lagi.
Tapi aku akan memberimu diskon menggunakan paket pulsa ponselku.
Itu berarti aku yang membayar untuk 60 sen itu.
Jangan pernah lupakan itu, paham?
- Beginikah caramu melakukannya? - Melakukan apa?
Apa aku cukup ceria untukmu?
Apa dia gila?
- Hei, kamu! - Meski aku susah dan sedih
Aku tidak akan pernah menangis
Astaga, aku sakit kepala.
Astaga.
"Aku menahan diri dan bersabar"
"Daripada menangis"
"Presdir Choi"
Ya, Pak.
Tidak, aku tidak tidur.
Aku tidak bisa tidur karena Seo Jun akan segera datang.
Aku hendak mampir sebelum pergi bekerja.
Baik, Pak. Aku akan melakukannya.
Apa Ayah tidur nyenyak?
Ayah tidak bisa tidur nyenyak semalam.
Mungkinkah Ayah tidak nyenyak karena Seo Jun?
Apa salahnya kurang tidur karena putraku?
Apa kamu keberatan?
Ayah tidak perlu memberi kami ini.
- Ini. - Ayah tidak perlu memberi kami ini.
Jika kamu tidak mau menerimanya, sarapanlah sendiri.
Ayah memotong rambut dengan sedikit berbeda kali ini.
Ya, aku meminta penata rambut membuat gaya yang disukai Seo Jun.
Kenapa? Apa itu jelek?
Tidak, Ayah tampak jauh lebih muda.
Seo Jun benci melihat ayah terlihat lesu.
Dia mewarisi selera mode yang bagus dari ibunya.
Ibunya pandai dalam urusan mode.
Dia bisa membuat apa saja yang dia mau dengan mesin jahit.
Para tetangga biasanya memujinya.
Lihatlah cara Seo Hyung dan Seo Jun berpakaian.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Seo Hyung tinggal sangat dekat, tapi selalu terlambat.
Dia bahkan lebih terlambat karena sekarang punya anak.
Sayang, kenapa ada enam porsi?
Satu untuk Bu Hong.
Bu Hong? Kenapa dia di sini pagi-pagi sekali?
Dia datang pagi untuk membersihkan kamar Seo Jun.
Dia sangat baik.
Astaga, yang benar saja.
Hai, Ayah. Ayah. Selamat pagi.
Bu Hong.
Kenapa kamu datang dari atas?
Apa kamu akhirnya berkencan dengan ayahku setelah 30 tahun?
Kamu mulai lagi. Apa menyenangkan mengolok-olok seorang nenek tua?
Aku membersihkan kamar Seo Jun.
Kamu lebih baik daripada aku, kakak perempuannya.
Ini sebabnya aku selalu bilang kamu harus berkencan dengan ayahku.
Kenapa kamu tidak bisa membuatnya menyukaimu setelah sekian lama?
Karena aku sibuk bekerja.
Kenapa kamu di sini sendirian?
Kenapa masih mengobrol? Ini masih terlalu pagi untuk itu.
Aku akan segera ke sana.
Alat bantu pendengaran bekerja terlalu baik di masa sekarang.
- Lezatnya. - Kenapa anak nakal itu belum tiba?
Kenapa Ayah memanggil menantumu anak nakal?
Orang yang tidak sarapan dengan keluarga adalah anak nakal.
Aku datang jauh-jauh ke sini untuk sarapan karena aku baik.
Siapa yang sarapan dengan keluarga di zaman sekarang?
Kamu kemari bukan untuk ayah, tapi untuk uang.
Astaga, kalau begitu apa boleh aku tidak datang mulai besok?
Ayah berencana menaikkan uang sakumu
untuk merayakan kembalinya Seo Jun.
- Berapa banyak? - Ayah tidak akan memberitahumu.
Aku rasa aku harus datang.
Bukankah Seo Kyung memiliki absensi terbaik?
Dia seorang ibu rumah tangga. Dia berbeda dari kita.
Tae Woong pengangguran dan punya lebih banyak waktu luang,
jadi, kenapa dia tidak pernah muncul?
Dia bukan pengangguran. Dia hanya sedang rehat.
Itu normal untuk artis.
- Lalu bagaimana dengan putrimu? - Eun Byeol?
Jika aku mencoba mengajaknya, sampai siang pun aku belum sampai.
Aku dengar sekretarismu juga bekerja sebagai pengasuhnya.
Hei, orang mungkin menganggap itu sebagai penyalahgunaan kekuasaan.
- Carilah pengasuh yang lain. - Apa Ayah pikir aku belum mencoba?
Eun Byeol hanya berhenti menangis ketika dia bersamanya.
Eun Byeol, ini waktunya berkata, "terima kasih untuk makanannya."
Tenanglah.
Hei, aku baru mau keluar.
Aku akan mengirim 50.000 emotikon jika dokter bilang ibu sehat.
Tunggu saja.
Aku sangat sibuk mengantarkan gaun dan kostum.
Hari ini hari tersibukku. Maaf aku tidak bisa pergi denganmu.
Hubungi aku begitu dia mendapatkan hasilnya.
"Pintu masuk kereta bawah tanah"
Bangun.
Kebakaran!
Astaga, ada apa?
Kamu harus menjaga Eun Byeol.
Aku harus pergi, tapi pembantunya belum tiba.
- Apa yang kamu inginkan? - Jaga Eun Byeol untukku.
Bagaimana denganmu?
Aku sudah bilang. Aku harus pergi ke rumah sakit hari ini bersama ibu.
Benar juga.
Aku terlihat sangat kurus.
Bukankah aku terlihat sangat artistik?
Kamu akan mengunggahnya di media sosialmu?
Apa yang harus aku tulis sebagai tagarnya?
"Jiwaku tergila-gila pada menulis."
Bukankah itu terdengar bagus?
Kamu tidak bisa meninggalkan bayinya di sini.
Aku perlu mengunggah fotoku.
Astaga. Hei, Eun Byeol. Ayo pergi.
Astaga.
Katakan padanya untuk memanaskannya selama 30 detik
dan periksa suhu di pergelangan tangannya sebelum memberinya makan.
Bokongnya mudah mengalami ruam,
jadi, jangan lupa mengganti popoknya.
Hei, aku ayahnya.
Perutnya terus membuat suara aneh,
jadi, kirimkan foto begitu dia buang air besar.
Buang air besar?
Hei, bisakah kamu memotretku saat mengambil foto kotoran bayiku?
Penggemarku akan menyukainya.
Makan dan buang air besar sangat penting untuk bayi.
Bagaimana kamu bisa membuat lelucon tentang itu?
Hei, ayolah.
Aku ayahnya.
Ayo, Eun Byeol.
Astaga. Eun Byeol, kamu bisa buang air besar, bukan?
- Kamu tidak boleh lewat. - Tidak, tunggu.
Astaga, bisakah izinkan aku sebentar?
Tidak, tunggu.
Aku sangat sibuk sekarang.
Apa...
Tunggu!
Tidak apa-apa. Biarkan dia masuk.
Aku tidak memberi tahu ibuku kamu bekerja di perusahaan kami
karena situasinya akan menjadi canggung.
Maafkan aku.
Jangan pernah menjulurkan kakimu di antara pintu lift.
Dengan begitu kamu tidak perlu menyesali apa yang kamu lakukan.
Maafkan aku.
Kamu tidak seharusnya hanya meminta maaf dengan mulutmu.
Kamu harus melakukannya dengan hatimu.
Itu harus sakit sekali agar kamu tidak akan mengulangi kesalahan itu.
Tidak apa-apa. Tidak usah berdiri.
Mandilah jika kalian punya waktu untuk menyapa.
Apa kalian begadang?
Apa kalian mencoba memberontak?
Bekerja semalaman tidak akan memberi kalian bonus.
Kamu baru saja mengatakan kami tidak akan mendapatkan bonus.
Aku membayarmu untuk menghilang.
Aku muak melihat wajah kalian.
Aku bayar agar kalian menghilang selama beberapa hari.
Kamu yang seharusnya melakukan itu.
Kamu akan pingsan bila terus begini.
Ya, kita semua bekerja sangat keras.
Sehari dilalui seperti 48 jam selama 3 tahun terakhir.
Presdir Choi mengira putranya
berhasil memenangkan hak distribusi Dream House
karena putranya belajar di New York selama dua tahun.
Orang seperti dia tidak akan bisa mengakui kerja keras kalian.
Namun, aku tahu benar soal itu.
Yang mendapatkan hak distribusi Dream House di Asia
bukanlah Choi Seo Jun, pangeran dari Grup LX.
Dan itu juga bukan putraku, Hong Se Hyun.
Kalian berlima yang duduk di sini yang mendapatkannya.
Kerja keras kalian selama 3 tahun akan kubalas selama 30 tahun.
No comments yet. Be the first to leave one.