The first 200 lines.
Original Subs By : Subtox
Translated by "CalVter" A Member Of IDFL™ Subs Crew
- Ya, tunggu sebentar. - Apa yang kau katakan tadi?
- Taksi! Taksi! - Baiklah, apa yang kau katakan?
Aku tanya mengapa kau berpikir kau tidak akan tepat waktu.
Akhirnya. Tuhan, ayolah.
- Maaf. - Ya. Akhirnya.
Baik. Bagus.
Alex, hitungan ketiga. Suara, hitungan keempat dan tab, mulai.
Jiwa dari zaman.
Tepuk tangannya, menyenangkan.
Keajaiban dari panggung kita
Shakespeare kita, bangkit!
Shakespeare kita.
Semua karyanya milik kita, atau bukan dia?
Drama yang paling banyak ditampilkan sepanjang masa.
Penulis 37 naskah drama...
...seratus lima puluh empat soneta...
...dan beberapa puisi-puisi naratif yang dikenal secara kolektif...
...sebagai ekspresi tertinggi dari kemanusiaan dalam bahasa Inggris.
Dan segera....
Dan segera...
...bukan naskah tunggal dari jenis apapun...
...yang pernah ditemukan ditulis oleh tangan Shakespeare sendiri.
Dalam 400 tahun, bukan satu dokumen.
Dia dilahirkan sebagai putera seorang pembuat sarung tangan...
...dan pada waktu yang tidak diketahui, bersenjata...
...tapi dengan pendidikan dari sekolah tata bahasa...
...dia pergi ke London...
...dimana, ceritanya bermula, ia menjadi seorang aktor...
...dan, pada akhirnya, menjadi seorang penulis drama.
Dia meninggal pada usia 52 tahun.
Dan ia meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan...
...yang sama seperti ayah Shakespeare sendiri, buta huruf.
Surat wasiatnya terkenal karena meninggalkan ranjang terbaik keduanya untuk jandanya.
Tapi itu tidak pernah disebutkan di sebuah buku...
...atau naskah.
Shakespeare kita...
...adalah sebuah sandi. Hantu.
Jadi izinkan aku menawarkan kepada kalian sebuah cerita yang berbeda.
Cerita gelap, tentang pena bulu dan pedang.
Tentang kekuasaan dan pengkhianatan.
Tentang panggung yang diserang dan tahta yang hilang.
Kejar dia!
Itu dia!
Tangkap dia!
Disana!
Cepat!
- Patahkan baloknya! - Ayo, kawan-kawan!
Dobrak pintunya!
Cari diseluruh tempat!
Jonson!
- Jonson! - Lewat situ!
Aku tahu kau berada di sini!
Jonson, tunjukkan dirimu!
Keluarlah!
Keluarlah, Jonson!
Aku akan membakarmu seperti seekor tikus!
- Bakar panggungnya! - Berikan!
Bakar itu!
Bakar semuanya!
Kau menciumnya, Jonson?
Itu adalah bau teatermu yang terbakar!
Tangkap dia!
Apakah kita akan ke Menara?
Beri jalan! Ini bukan urusanmu!
Rantai dia di sini, kemudian tinggalkan kami.
Dia tidak membawa apa-apa, hanya sebuah pena bulu dan beberapa kertas kosong.
Kau Benjamin Jonson, seorang penulis naskah.
Anak dari William Jonson, pembuat gelas.
Ya.
Dan apakah kau pernah ditangkap sebelumnya, Tuan Jonson?
Aku penulis, bukan? Tentu saja aku pernah ditangkap.
Tanyakan padanya tentang naskah dramanya.
Naskah drama?
Oh, yang mana yang kau suka, Tuan Robert Cecil? Tentang kehidupan pedesaan?
Tentang tempat bersejarah? Tentang tempat bersejarah di pedasaan? Tempat bersejarah histerikal?
Kami tidak tertarik dengan naskah dramamu, Tuan Jonson.
Kami tertarik dengan naskah drama yang diberikan kepadamu oleh Edward de Vere...
...Earl dari Oxford.
Maafkan aku, tuan.
Aku tidak yakin aku tahu apa yang kaubicarakan.
Dimana naskah dramanya?
Naskah drama apa?
- Mengagumkan bukan? - Yah, tentu saja besar.
Aku janji padamu, Edward, kau belum pernah melihat yang seperti itu.
Tidak akan ada boneka-boneka di sana kan?
Minggirlah, minggir! Beri jalan bagi Lord dari Oxford dan Southampton!
Dan di sini datang si bodoh dan si badut lagi, menurutku.
Perangkat teaternya cukup spektakuler.
Jauh lebih rumit daripada yang kulihat di istana.
Sheart, apa-apaan ini!
Bagaimana dia mengacaukan dengan perumpamaannya!
Lebih baik dengan perumpamaan daripada dengan senyuman.
Dan sekarang kau mau kemana, signior?
Kemana lagi aku harus pergi selain ke istana?
Maafkan aku, tuan.
Kau belum pernah melihat hobi terselubungku.
Apakah ada?
Tidak!
Ale! (Sejenis bir)
Marlowe, bayarkan aku beberapa sen, bisa kan?
Henslowe berutang padaku untuk pementasan "Shoemaker Holyday".
Itu karena tidak seorangpun menonton "Shoemaker Holyday".
Ale!
Kit, bukankah itu salah satu dari cinta tak berbalasmu di dalam kotak?
- Earl dari Southampton. - Tapi dengan siapa?
Dilihat dari jenggotnya, itu adalah Edward de Vere, Earl dari Oxford.
Apakah ia memiliki rombongan sendiri untuk pertunjukan di istana?
- Aku penasaran apakah dia memerlukan materi. - Tentu bukan milikmu.
Apa, seorang bangsawan, disana? Memangnya kenapa, ia seorang gull!* (*gampang ditipu)
Dia orang tolol!
Otak orang miskin lebih ringan dari bulunya!
Cukup!
Jonson, dialog yang indah.
Ini benar-benar indah.
- Maaf, tuan. - Will.
Will Shakespeare. Bukan ale di dalam gelas piala itu, kan?
Ale?
Aku?
Minum selagi ada pertunjukan? Aku seorang profesional, tuan Henslowe.
- Beri jalan! - Sangat profesional.
Minggir!
- Kau minggirlah! - Hati-hati kau!
Pementasan ini telah dinyatakan bersifat menghasut...
...oleh Lord William Cecil!
Mengapa kau tidak membubarkan bokong William Cecil?
Tangkap orang itu!
Bubar!
Pementasan ini bersifat menghasut...
- ...dan tidak akan dilanjutkan! - Menghasut?
Ini komedi! Tidak ada yang bersifat menghasut tentang itu!
Benarkah? Dan kau tahu ini karena...?
Karena aku penulisnya.
- Tangkap pria ini juga. - Apa? Tidak, tunggu...
Tolonglah! Aku seorang penyair, demi Tuhan! Aku bukan penjahat!
Mereka mengakhiri karir singkat seorang Ben Jonson.
- Bubar! - William Cecil, kau orang yang menjengkelkan.
Baiklah, kembali ke kediaman Essex, kalau gitu.
Aku ingin melihat bokongnya dibubarkan!
Bubar!
Keluar. Henry, berapa banyak orang menonton pementasan itu?
Aku tidak yakin.
Dua ribu? Mungkin lebih.
Berapa banyak pertunjukan disana yang seperti pementasan itu?
Lima atau enam, aku kira.
- Servis baru. - Ya ampun.
Sepuluh ribu jiwa, semua mendengarkan tulisannya, ide-ide dari satu orang.
Itu adalah kekuatan, Essex.
Dan jika ada sesuatu hal yang dimengerti Cecils, itu adalah kekuatan.
Servis baru!
Dan sejak kapan kata-kata pernah memenangkan sebuah kerajaan?
Aku tetap memakai pedangku, terima kasih banyak.
Keluar.
Henry, beberapa dari orangku telah...
...dicegat oleh beberapa relasi William Cecil...
...dengan Raja James dari Skotlandia.
Cecil janjikan kepadanya takhta.
Untuk James? Elizabeth tidak akan pernah...
Elizabeth sudah tua. Sakit.
Namun ia menolak untuk menyebutkan ahli waris kerajaan.
Tapi seorang Skotlandia? Di tahta dinasti Tudor?
Itulah sebabnya kita harus melakukan segala sesuatu dalam kekuasaan kita untuk memastikan...
...orang yang tepat yang akan menggantikan Elizabeth.
Seorang pria yang layak menerima mahkota Tudor.
Aku meminta dukunganmu dan orang-orangmu, Henry...
...jika tiba waktunya bertempur, bagiku untuk merebut tahta.
Kau tahu kau tidak perlu bertanya.
Aku dipihakmu, seperti yang selalu kulakukan.
Hati-hati, Henry.
Selalu khawatirkan aku. Apa yang kau ingin aku lakukan?
- Sangkal dia. - Putra sang ratu?
Itu hanya isu, Henry.
Isu?
Yang harus kau lakukan adalah melihat Essex untuk melihat cerminan sang ratu.
- Setiap orang berpikir ia adalah anaknya. - Tuanku.
Dan aku, demi dia...
...lebih memilih tunduk kepada Tudor, meskipun mungkin ia anak haram, dari pada seorang Skotlandia.
Satu-satunya keinginanku adalah melihat raja berikutnya adalah raja yang tepat.
Tapi apakah Essex telah merenungkan kemungkinan adanya perang saudara. Tidak.
Jika hal ini dilakukan...
...maka harus dilakukan dengan hati-hati.
Ikat dia di sana.
- Aku setuju, Tuanku. - Tuanku dari Southampton.
Sir Robert Cecil.
Apakah kau melihat Tuan Essex?
Dia didalam ruang menonton dengan sang Ratu.
Sendirian?
Karena ayahmu di London berurusan dengan masalah di Irlandia...
...dengan siapa lagi sang ratu bekerja selain Essex?
Dengan rahmat Tuhan, Yang Mulia, Ratu Elizabeth...
...Ratu Inggris, Wales dan Irlandia.
- Yang Mulia. - Yang Mulia.
- Yang Mulia. - Tuhan memberkatimu Yang Mulia.
Tuhan memberkatimu Yang Mulia.
Yang Mulia, Lord dari Southampton memiliki hadiah untukmu.
Hadiah?
Ya, Yang Mulia. Sebenarnya bukan dariku.
Apakah kau hadiahku, pria kecilku yang ramah?
Tidak, tidak, Ratuku yang paling mulia.
No comments yet. Be the first to leave one.